He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Tiga puluh lima



Selamat membaca ❣️


●●●


Flash back


Siang itu miskha sedang berlatih piano, dia berumur 16 tahun. Miskha sangat menyukai musik clasik, ibu adalah seorang dokter, dan ayahnya pengusaha tapi Ariana Ayunda seorang celloist saat dibangku kuliah. Ariana cukup terkenal di Heildeberg University german ketika masih muda.


Mereka sangat menyukai musik, ayahnya merupakan fans berat Michael Jackson. Walaupun ayahnya sangat menyukai musik pop, rnd tapi dia juga menyukai genre classic. Sedangkan ibunya menggilai musik klasik, bahkan pernah bermimpi untuk memijakkan kaki di Juiliard, new york sekolah musik terkenal di penjuru dunia.


"Miskha, notnya salah.. Ulangi perlahan sayang" kata ariana kepada putrinya yaitu Adriana Miskha.


"Seperti ini?" Miskha bertanya sambil memainkan jarinya menekan tiap not pada pianonya.


"Sayang.. Bermusik bukannyalah hanya sebuah kesempurnaan dalam pendengaran. Tapi juga perasaan. Seluruh jiwa dan ragamu kau berikan pada pianomu, agar jemari tanganmu bisa merasakan dan mengikutinya dengan indah." Kata ibunya miskha menjelaskan dengan suara lembut nan halus.


"Ibu... Kenapa ibu menutuskan menjadi dokter spesialis dalam ?" Tanya miskha menghentikan permainan pianonya.


Saat itu sedang musim dingin, ariana yang meneguk teh hangat di cangkir melihat kearah jendela rumah mereka merasakan udaranya dari dalam walau jendela tertutup dan perapian berjalan dengan semestinya.


"Sometimes, everybody has their own plans baby.. I really wanted to be a doctor since i was a little. I saw my parents got sick and I didn't know what should I did on the past time. But, dear... I loved music too.. When I was a little , I saw my parents smile and laughing when I played my cello.. But they were another step in my life.. Yang satu adalah ilmu pasti sayang, berkaitan dengan nyawa.. Yang satu arts.. Seni tapi juga berkaitan dengan nyawa. Menyembuhkan. " jelas ariana tersenyum pada miskha.


Miskha mengerti maksud ibunya, lalu dia berkata, "without medicine we couldn't heal those.. I think.. I want to be a pharmacist mom... May I? " ibunya tertawa kecil mendengar jawaban miskha.


"Sayang... My dear... No matter what's you wanna be in the future... Aku akan selalu proud of you. Dad and mommy will always love you sayang... Aku bangga kau memilih hal yang lebih hebat dariku. Kau harus bersumpah pada dirimu, akan menjadi pharmacist yang hebat suatu saat nanti.. Okay? Lagi pula.. Seorang farmasis tidak hanha mempelajari semua tentang obat, mereka mempelajari anatomi tumbuhan, dan hewan bahkan mikroorganisme sayang, kau bisa membantu membuat dunia yang lebih baik dengan karyamu." Ariana berjalan dan memeluk putrinya.


Miskha merasakan kehangatan dari ibunya. "I love you mom" kata miskha lembut. Ariana pun mencium kepala miskha lembut.


●●●


Perusahaan Beauty International corp mendapatkan kabar dari perusahaan williem, jika mereka baru saja sampai dan menunda kunjungan, karena merasa lelah.


"Meeting kita tunda ya, informasikan kepada seluruh staff RnD" kata mrs Lily pada sekretarisnya.


"Baik Mrs " dengan sigap iapun menginfokan kepada setiap devisi.


Miskha tengah fokus melakukan trial formulasinya di Laminar Air Flow, "loui.. Apa warna kesukaanmu ?" Tanya miskha.


Loui sontak terkejut saat memeriksa liquid di miskroskop, "hah maksudmu ?" Loui kembali bertanya.


"Jawab saja" kata miskha datar.


"Biru? Merah ? Ah aku suka hitam.. Putih juga" jawab loui santai sambil memainkan miskroskopnya memutarnya bagiannya, hingga lensa fokus mendekati objek.


"Biru.. Aku akan buat eye shadow warna biru ... Biru langit atau baby blue.. Ya.. Baiklah." Kata miskha pada dirinya sambil fokus.


*tringg"


Louis berdiri dari tempat duduknya menuju sumber suara, diangkatnya telfon "halo loui RnD"


"Pak loui, saya yoona. Mrs lily memberikan info meeting hari ini ditunda."


"Okay thank you for your information" jawab loui datar dan segera menutup telfon sepihak.


"Kenapa? " Tanya miskha masih dengan tangan mengatur mixer.


"Meeting di tunda " Louis kembli ke tempat kerjanya dan fokus mengatur miskroskopnya kembali.


"Oh.. Okay" jawab miskha datar.


"Yeah" jawab loui seadanya.


Miskha menjauhi pemikiran mengenai perusahaan asal new york itu karena moodnga saat ini sedang baik.


●●●


Paris


"Itu semua kau beli ?" Tanya jimmy pada taehyun membawa beberapa kantong paper bag di tangannya dengan brand brand ternama.


"Yaaa... Kau sangat kaya rupanya" goda junki polos.


"Hahahaha ini beberapa ada kubeli untuk miskha." Jawab taehyun.


"Seharusnya tidak usah kau jawab" kata yorri cuek.


"Hehehehe" tawa taehyun karena sikap yorri.


Taehyun membelikan beberapa jaket untuk miskha, parfum dan baju. Taehyun juga membelikan beberapa untuk keluarg dan untuk dirinya.


●●●


Beberapa hari kemudian..


News.


"DTS kembali ke seoul setelah tour dunia mereka, mereka memasuki nominasi dibeberapa ajang bergengsi kembali pada tahun ini, akankah mereka memenangkan Daesang (penghargaan) berturut - turut setelah 7 tahun debut dan setelah 4 tahun memenangkannya berturut - turut." Kata pembawa berita di televisi.


"Iya kami big huge sangat bangga dengan kerja keras mereka semua, semoga mereka bisa terus semangat dan memberikan yang terbaik serta membuat karya musik yang lebih baik lagi, kemenangan untuk semuanya bukan hanya DTS.. Tapi saya sebagai manager pribadi mereka merasa bangga akan pencapaian prestasi mereka ." Pernyataan dari dean hyung secara ekslusif.


Miskha siang itu tengah makan di kantin bersama Louis dan Clara, Clara dan Louis sudah menjelaskan hubungan mereka walau belum di rrsmikan lebih tepatnya. Tapi mereka hanya ingin bersama dan saling mendukung satu sama lain.


"Clara ? Kau sedang nonton berita apa ?" Tanya miskha dengan mulut yang masih mengunyah.


"Apalagi kalau bukan DTS" ketus loui sambil melihat miskha.


"Maaf maaf... Ya abis gimana ya.. Aku nge fans banget sama mereka. Apalagi taehyun.." Kata clara dengan wajah lesuh.


Miskha hanya tersenyum dan masih menghabiskan makanan di mulutnya.


"Iya kamu tuh ya ga ada habisnya, setiap hari DTS terus" kata loui jengkel.


"Emang ada apa dengan DTS ?" Tanya miskha mendelik.


"Mereka kan sudah kembali ke Seoul, baru aja pulang. Terus masuk banyak nominasi di setiapa awards. Bahkan nih misk.. Mereka makin tampan dan menggila setelah konser. Aku harus membeli tiket acara tersebut. Karena mereka hanya menjualnya dengan terbatas." Jelas clara sangat bersemangat.


"Oh ya ? Mereka hebat." Kata miskha gembira.


"Kau sama saja.. Kalian sama saja" keluh Loui


"Lou... Tenang aja aku kan cuman fans mereka bukan pacar, kamu ga usah khawatir aku tetap suka kamu loui" rayu clara pada loui sambil memeluk loui.


Loui hanya dia sambil sesekali melirik.


Miskha hanya diam, tidak berkomentar apapun. Menutup mulutnya rapat dan bicara dalam batin, "aku.... Pacarnya" .


●●●


"Tuan.. Apakah tuan sudah siap untuk meeting besok ?" Tanya phillip pada williem.


"Ya tentu. Beritahu mereka aku akan berkunjung.. Untuk meeting kita akan lakukan hari esoknya sambill dinner di Hotel Mariots seoul pukul 7 malam." Kata williem pada phillip.


"Di hotel ?" Tanya phillip kurang yakin.


"Iya tentu. Aku sudah beritahu anna dan uncle dylan untuk mengurus semuanya." Kata williem tegas.


Phillip masih bingung dengan keputusan bossnya itu. "Apa istimewanya perusahaan itu ?" Keluh phillip dalam batin.


●●●


Author povv : halo readers, maaf kalau episodr kali ini terlalu pendek. Tapi tenang saja author akan siapin episode yang lebih panjang besok. Jadi tetang stay tune ya ❣️Terima kasih sudah membaca ❤️


Clara dan Louis