
Selamat membaca ❤️
●●●
Dorm
*ring tone*
"Halo hyung" kata taehyun pada seseorang pada iphonenya.
"Ya.. Kenapa taehyunah ?" Dean yang sedang olah raga ringan pagi hari segera mengangkat panggilan telfon dari kim taehyun.
"Hyung .. Apa aku bisa pinjam mobilmu sebentar ?" Tanya taehyun sambil membuka gorden jendela kamarnya.
"Tentu.. Apa aku harus ke dorm pagi ini ?" Tanya dean kembali, lalu meneguk botol minumnya.
"Ahh anni (engga) hyung.. Hyung bisa datang seperti biasa saja." Kaya taehyun merasa tak enak.
"Gwaenchana.. Aku akan datang pukul 10 pagi ya.." Kata dean santai.
"Oh baik hyung.. Gomawo" jawab taehyun.
"Nde.." Tambah dean sambil menutup pembicaraan mereka.
Dean hampir setiap hari mengunjungi dorm mereka, memeriksa keadaan, begitu juga staff yang lain. Dean manager pribadi mereka jadi tidak heran jika member DTS harus selalu meminta izin padanya, tak jarang pula dean melarang mereka jika mereka ingin melakukan sesuatu. Pasti dia akan menasehati mereka seakan mereka tahu alasan sebab dan akibat yang mungkin akan terjadi.
●●●
Miskha mendengarkan playlistnya #Selena gomez - Lose you to love me sambil menyantap sarapan paginya di balkon dengan lutut yang ia tengkuk, melihat kearah gedung - gedung sekitar aprtemennya.
"You promise the world, and i felt for it.." Miskha bersenandung perlahan mengikuti lirik dan iramanya. Tatapan matanya kosong seakan memandang masa lalunya. Ia hanyut dalam melodinya, lalu menangis.
"Hem.. Hiks.." Rintihnya.
●●●
"Anyeong!" Sapa dean kepada member DTS.
"Ah hyung kau tiba pagi sekali.." Tambah seokyin.
"Iya aku ingin datang lebih awal saja" jawab dean santai.
"Hyung.. Aku sudah ingin otak - otak yang di kaki lima. Nanti sore kita beli ya ? " pinta junki yang sedang menghabiskan sarapannya.
Dean hanya mengangguk dan tersenyum melihat tingkah mereka.
"Hyoooonggg" sapa jimmy lalu saling memberikan telapak tangan mereka 'Tos' .
"Bagaimana projek mu ?" Tanya dean kearah yorri. "Aku sudah membuatnya .. Kau harus mendengarnya" kata yorri dengan cara biacaranya yang cuek. "Waahh hebat ." Puji dean. "Dia mengerjakan semalaman." Tambah namhyun memberi pujian. "Haruskah kita sebut dia master piece?" Pungkas jey menambahkan. Mereka pun tertawa bersama, "apakah itu pujian atau ledekan ?" Kata yorri sambil tertawa kecil.
"Hahhaa" tawa taehyun melihat tingkah hyungnya.
●●●
Taehyun merasa resah bingung meminta izin pada namhyun yang merupakan leader DTS itu. Jimmy masuk ke kamar taehyun, dilihatnya tarhyun berpakaian rapih siap untuk pergi entah kemana dalam benak jimmy, "ya! Kau mau kemana ? Apa ini?" Tanya jimmy sambil melihat pakaian taehyun dari atas sampai bawah, lalu mendekat kearah paper bag yang berisi hadiah untuk miskha dari paris.
"Ah .. Anni (engga) bukan apa apa" jawab taehyun gugup.
"Kau mau kemana ?" Tanya jimmy serius.
Taehyun menggaruk kepalanya, "Apartemen.. Miskha".
Jimmy menganga, "Hah? Sekarang juga ? Siang ini ? Kau sendirian?" Tanya jimmy bak mengintrogasi.
Taehyun hanya mengangguk. "Kau sudah gila ? (MICHOSO YO ?)" Tambah Jimmy ketus.
"Aku sudah janji.." Tambah taehyun sambil melihat mata jimmy mencoba menjelaskan.
"Apa kau sudah minta izin dean hyung ?" Tanya jimmy, taehyun hnya mengangguk.
"Oh kau pinjam mobil dia ya ? Pantas saja dia datang lebih awal" ketus jimmy nadanya santai tapi sedikit menekan.
"Aku tahu ini bukan timing yang tepat.. Tapi aku sudah janji padanya.. Kita juga sudah beberapa bulan tidak bertemu, bahkan sulit berkomunikasi. Aku hanya merindukannya." Jelas taehyun sambil menunduk dan duduk di tempat tidurnya.
Jimmy yang mendengar penjelas taehyun mencoba memahaminya, dan mendukungnya. "Baiklah.. Kau harus minta izin sama namhyun hyung dan member" kata jimmy menyerah.
"Oke.." Jawab taehyun.
Jimmy menepuk bahu taehyun, merekapun berdiri dan keluar kamar segera menemui dean hyung dan member.
●●●
Selepas mandi miskha mengeringkan rambutnya, lalu mencoba menghubungi abeth sahabatnya di Indonesia. Membahas hal yang cukup penting mengenai williem dan tujuannya.
*ring tone*
"Maaf aku menganggu tidur mu.. Beth ada banyak hal yang ingin aku beritahu padamu. Dan aku mohon jangan menutupi nya..." Kata miskha serius.
"About? I'm sorry.. It looks so serious.. What's happened? " Tanya abeth sedikit courious.
"About him. Williem. Yes.. He came to Seoul" kata miskha perlahan, nadanya sedikit tegas tapi masih santai.
"Williem.. Kesana? Apa dia gila! " tambah Elizabeth , Yang tadinya abeth masih belum sepenuhnya terbangun sontak kaget dan mengumpulkan nyawanya.
"Yeah complicated.. Dia bos ku. Pemenang tender perusahaan kami.. Perusahaan dari new york itu adalah perusahaan williem.." Miskha mengatakannya dengan kakinya yang sedikit bergetar karena gugup.
"Then ? Miskha.. I know.. That you are not good today.. I will hear you.. Say anything sister" kata abeth menghibur miskha berusaha membela miskha dan mendengarkan keluh kesahnya.
"Yeah.. I dont know what should I do.. And apa yang dia mau .. Tapi yang jelas, dia tidak menikah di new york dan entah apa yang dia lakukan tapi dia memimpin perusahaan. Apa kau tahu ? Tolong abeth .. Katakan kau tidak mengetahuinya." Kata miskha suaranya bergetar seakan memohon pada abeth.
"Im sorry miskha.. I was lying to you" kata abeth singkat.
"Kenapa ?" Tanya miskha lirih.
"Aku akan menjelaskannya. Dengarkan aku, dia pergi ke new york untuk memimpin perusahaan ayah dan ibunya, ibu williem mengalami penyakit ganas dan harus di rawat di singapur, ayahnya yang memimpin perusahaan di new york harus kembali tepat pada saat kau pergi ke seoul. Tak lama beberapa hari itu williem harus meninggalkan asia dan terbang ke amerika, menggantikan ayahnya. Dia merasa sedikit depresi dan ingin membalasmu dengan membuat rumor pernikahan, tidak miskha.. Dia tidak benar - benar menikah. Dia masih membantuku dan staff mu menjalankan perusahaan ayahmu di bali dan inggris saat di sini. Bahkan detik - detik terakhir dia harus ke amerika. Maaf miskha.. Aku tidak memberitahu mu.. Karena dia berjanji ingin menyembuhkan psikisnya disana." Jelas elizabeth walau terbata - bata tapi dia menjelaskannya dengan lugas dan menjaga perasaan miskha perlahan.
"Tapi apa yang sebenarnya dia inginkan beth ? Aku tak percaya akan semua hal ini.. Aku sudah punya Kim. Aku mencintainya..." Imbuh miskha merasa sesak di dadanya.
"I dont know... Miskha.. Tapi satu hal ... Aku menyembunyikannya bukan karena aku ingin kau sakit hati dan kecewa padaku. Tapi karena aku takut dia menyakitimu.. Jadi aku sesekali menjaga komunikasi dengannya untuk memantau dirinya dan menjaga dirimu" tambah elizabeth.
"Abeth..." Kata miskha perlahan mencoba menerima semuanya.
"Miskha" tambah abeth lirih.
"Aku percaya padamu.. Its must be difficult.. Thank you" kata miskha menutup telfonnya.
Abeth merasa bersalah dan tak enak, miskha menutup telfonnya secara sepihak.
"Aku harus ke seoul dan menemui williem. Lalu menjelaskan semua ini pada miskha" Kata abeth pada dirinya.
Miskha yang sudah berpakaian santai itu mencoba menghentikan pikirannya. Dia meminum air putih dan berdamai pada pikirannya, lalu memainkan nada pada pianonya.
●●●
Setelah mendapat kan izin dari namhyun, leader DTS itu dan juga member taehyun dengan siap berangkat menuju apartemen miskha.
"Hati - hatilah.. Dan jangan lupa mengabari kami jika sudah sampai" kata seokyin pada taehyun. "Aku pergi.. Terima kasih semua" kata taehyun lalu memasuki lift pribadi mereka menuju parkiran.
"Miskha.. Sayang.. Aku datang" gumam taehyun bersiap mengemudi mobil dean.
●●●
Flash back
Malta
"Apakah kau masih menghubungi mantan kekasihmu ?" Tanya taehyun menatap mata miskha saat berjalan menuju pusat kota malta menikmati cuacanya.
"Tidak.. Terakhir kali saat aku beberapa minggu di seoul. Dia mengatakan segera pergi ke amerika" jawab miskha matanya lurus melihat pemandangan jalan.
"Apa yang kalian bicara kan ?" Tanya taehyun perlahan.
"Hanya hal yang tidak penting, menurutku itu sangat tidak penting." Kata miskha menoleh taehyun lalu tersenyum kecil.
"Ahh begitu...." Kata taehyun menyerah untuk mengetahui masa lalu miskha.
"Kenapa kau menanyakannya ?" Tanya miskha lembut dengan melingkarkan tangannya pada pinggang taehyun.
Merekapun berhenti berjalan dan menatap satu sama lain , taehyun hanya tersenyum.
"Aku hanya ingin tahu kenapa dia menyakiti wanita baik sepertimu.." Batin taehyun dalam senyumnya.
Miskha mengecup pipi taehyun mesra lalu kembali menggenggam tangannya, mengajak taehyun berjalan dan fokus pada liburan mereka.
●●●
Author povv: Terima kasih sudah membaca novel ini ♥ 👍. Tetap stay tune ya !
Adriana Miskha