He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Dua puluh enam



Selamat membaca❤️


●●●


Malta.


Miskha keluar dari kamar mandi masih menggunakan handuk, rambutnya di gerai setengah basah. Ia terkejut saat melihat taehyun merapikan koper, memasukkan beberapa baju ke lemari hotel.


"Hei! Apa yang kau lakukan dengan koper itu ? Aahh aku malu. Disini kan ada underware aku!" Gerutu miskha berjalan cepat ke arah taehyun dan menutup kopernya segera.


"Aisshh tuh kan lihat, kau membuat lantai jadi licin ini berbahaya. Rambutmu masih belum kering!" Kata taehyun kesal.


Lalu miskha membuka kopernya kembali mencari hair dryer, "jangan sentuh koper ku !" Katanya sambil pergi menuju kamar mandi dan mulai mengeringkan rambutnya yang basah.


"Isshh jinjjja.." Kata taehyun melihat miskha menutup pintu kamar mandi.


Setelah merapikan beberapa pakaian taehyun langsung membuka pakaiannya dan celana jeansnya, ia hanya menyisakan celana ketat pendek dalaman. Lalu mengambil handuk dan langsung masuk kedalam kamar mandi dengan peralatan mandi di tangannya.


"Lama banget sih" kata taehyun dengan wajah kesal seperti anak kecil. "Ih kau ini.. Aku kan sedang mengeringkan rambut tahu !" Miskha melihat taehyun dari cermin hanya setengah telanjang itu langsung membelalak, matanya melotot. "HEI ! KAU! AKU KAN MASIH DISINI" kata miskha teriak. Taehyun tertawa langsung masuk ke dalam kaca buram tempat shower berada, dan mulai membasahi badannya, "ah apaan sih.. Kan kita sudah pernah seperti ini." Godanya.


Miskha wajahnya memerah, "tapi kan tetap saja. Ih nyebelin banget sih".


Taehyun tersenyum lebar dan mulai membiarkan badannya terguyur air dari shower.


"Sayang ambilkan shampooku." Pinta taehyun mengeluarkan tanggannya.


"Iya sebentar sayang.." Miskha mematikan hari dryer, rambutnya sudah cukup kering. Lalu ia mencari alat mandi taehyun dan memberikan shampoo padanya.


"Ini" menaruhnya tepat di telapak tangan taehyun.


"Gumawooo" kata taehyun dari dalam kaca.


"Ndeee" jawab miskha.


Miskha keluar dari kamar mandi, lalu ia mencari pakaiannya.


"Ahhh taehyunaaahhh kau ini.. Kan sudah kubilang jangan sentuh koper ku (T.T)" kata miskha sedikit mengeluh.


Setelah menganggukkan pakaiannya, miskha mengecek iphonenya lalu membuka instagram.


"Ah no signal. Aku lupa aku kan belum mengaktifkan sim internasional. Eh tapi tadi kata taehyun disini ada wifi dan .. Emmm" sambil mencari brosur yang ia dapatkan dari lobby tadi.


"Eh ini dia.. Oh ini password wifinya. Ah kau menyelamatkanku hehheheh" kata miskha.


Taehyun keluar dari kamar mandi menggunakan handuk hanya menutupi bagian bawahnya saja.


"Babe.. Kau ini ya. Kau kan idol masa kau tak mampu beli handuk yang seperti milik ku sih ?" Gerutu miskha pada taehyun.


"Tidak usah pedulikan aku .. Lagian kamu kan pacarku hufh" jawab taehyun sambil mengibaskan rambutnya.


"Yaudah" jawab miskha jengkel.


Taehyun lalu menghampiri miskha yang duduk di kasur, mencubit pipi miskha yang fokus dengan iphonenya, "awwww" keluh miskha.


"Miannee" pungkas taehyun tertawa. "Kau sedang apa sih? " taehyun mulai memeluk miskha. "Cepat pakai baju. Aku sedang menyambungkan wifi.. Aahh lihat lah abeth sudab menelfon ku .. Dia juga mengirim pesan di Instagram. Maafkan aku abeth" kata miskha dengan wajah menyesal.


Taehyun melihat ke wajah miskha Dan sesekali melirik iphonenya, lalu ia tersenyum dan menciumi pipi miskha. "Hahaha sudah lah tak apa lagian abeth kan tahu kau liburan dengan KIM TAEHYUN" kata taehyun dengan pedenya. "Kau mengetes ku ya ? Aku sama sekali tidak pernah mengatakan hal jujur untuk pertama kalinya pada abeth mengenai hal ini !!!!" Kata miskha kesal sambil mengerutkan alisnya.


"Emmmmuaahh .. Aku suka dengan wajah kesalmu itu" goda taehyun mengejek.


"Cepat pakai bajumu" pungkas miskha melotot.


Taehyun tertawa kecil dan langsung beranjak pergi dari kasur, menuju lemari memilih baju.


"Apakah elizabeth tahu aku orang yang sangat terkenal?" Tanya taehyun mengejek. "TIDAK"kata miskha kesal.


"Oh gitu.. Kasihan abeth dibohongi sahabatya hahahah" goda taehyun lagi.


"Ah bisa gak diem ?. Berisik ih. Cepat keluar yuk cari makan! Katanya lapar .. Hfffh" keluh miskha mengganti topik.


"Hehehe iya sayang iyaaaaa" taehyun langsung berlari ketempat tidur mendorong miskha hingga telentang di atas kasur mencium bibir miskha lembut, "bawel" katanya.


"Ayoo cepat. Kau mau jalan kaki atau naik mobil ?" Tanya taehyun.


"Jalan aja yuk" ajak miskha gembira.


"Okaaayy" jawab taehyun dengan senyum.


"I'll never been in love with someone like you before.. Until I meet you.. I can't stop love." Batin miskha melihat senyum diwajah taehyun.


●●●


Apartemen clara


"Kau mau pulang?" Tanya clara pada loui . Loui berdiri di balkon menghirup udara malam kota gangnam itu hanya dengan celana pendek diatas paha. Clara menghampiri loui, namun clara sudah menggunakan piyama tanpa lengannya.


"Tidak.. Aku tidak ingin pulang" jawab loui. Diraihnya badan clara, ia melingkarkan tangannya pada pinggang clara, memeluknya sambil menyender di balkon di ciuminya kening clara. "Aku tidak tahu perasaan apa ini.. Tapi aku nyaman didekatmu. Kita sudah lama tidak bertemu. Dan ini pertama kalinya kita sedekat ini.." Kata loui menatap clara.


Clara tersenyum, "yaa benar. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku dan prestasiku, bahkan aku terlalu sibuk mencingai DTS"kata clara bergurau. Loui tertawa kecil mencium pipi clara, "apakah kau mau menunggu?" Tanyanya.


Deg..


Clara merasakan sesak di dadanya, ia juga tak mengerti akan perasaannya sendiri. Tapi ini pertama kalinya clara jatuh cinta.


"Maksudmu loui?" Tanya nya dengan nada gusar.


"Menunggu hatiku pulih" kata loui serius.


"Apakah maksudmu.. Kita bersatu?" Tanya clara memastikan.


Loui mengangguk, lalu mencium bibir clara dalam.


"Aku tidak akan menyakitimu" katanya lembut.


Clara memeluk loui erat, "aku akan memegang perkataanmu".


"Jadi tolonglah.. Bantu aku sembuh" loui memohon.


"Hem.." Clara memeluk loui erat.


●●●


"Aku tidak tahan. Aku tidak bisa tidur. Aku harus cari alasan, agar taehyun bisa menghubungiku." Gumam seokyin pada dirinya sendiri.


●●●


New york


"Adriana Miskha.. Maaf aku berbohong. Aku tidak menikah" williem.


"Aku tahu .. Kau selalu ingin melihat liberty" katanya sambil memandangi kota new york dari jendela kaca penhouse nya.


"I couldn't.. Never believe this.. I'm still fallin love with you. Help me" kata loui menangis.


Williem merasakan sesak di dadanya, ia menangis terisak isak, hingga ia tak sadar ia menangis hanya karena seorang perempuan. Seorang Adriana miskha, williem pergi ke new York mengirimkan sebagian tabungannya untuk miskha, bahkan tanpa diketahui oleh miskha termasuk elizabeth sahabat miskha. Williem ke new york untuk menenangkan dirinya, berusaha menjadi pria normal dan pergi berobat ke psikolog terkenal.


Salah satu body guard williem berdiri memandangi boss nya itu dari jauh, merasa kasihan akan rasa sakit hatinya. Berbohong demi cinta pertamanya. "Boss.. Aku harus ikut campur" batin Steve dalam hati. Dilihatnya williem menekuk lututnya, seakan pedih sakit di jantungnya. "Aku sungguh tak tahan." Gumam steve.


●●●


Terima kasih sudah membaca 💕


Clara



Adriana Miskha