He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Empat Puluh Delapan



Selamat membaca :)


●●●


Dean sibuk membaca semua jadwal DTS di new york, namun ada satu email yang membuatnya meninggalkan segala pekerjaan. Tentu saja mengenai informasi Adriana Miskha, bukan dari teman terdekat namun satu kampus dengan miskha saat di Universitas Indonesia, menariknya dalam email tersebut menjelaskan secara detail mengenai over protective dan sifat Williem yang posesif, sangat posesif.


Semuanya berawal dari bagaimana pertama kali miskha digosipkan berkencan dengan Williem, hingga williem yang mengatur semua kehidupan miskha. Serta saat miskha harus membayar segala keperluannya selama berkuliah. Bahkan miskha berhutang budi pada williem ketika usaha peninggalan ayahnya hampir bangkrut. Ada satu hal yang menarik menurut dean, yaitu kelemahan williem. Adalah kebahagian miskha, "Haruskah aku menjelaskan pada pdnim mengenai perjanjian publikasi hubungan taehyun dengan miskha ? Tapi itu sangat tidak mungkin. Banyak orang yang akan merasa sakit hati... Termasuk, yah... Seokyin... Aku tahu sejak awal dia menyukai miskha, dan aku mengerti dia lebih awal mengenal miskha dari pada taehyun. Ah aku berada diantara mereka semua" keluh dean memijat batang hidungnya.


●●●


"Ahhh aku malas sekali berangkat" keluh miskha setengah sadar mematikan alarm iphonenya. "Heefffhhh haruskah aku bertemu si brengsek itu lagi" keluhnya kembali sambil mengacak ngacak rambutnya.


●●●


Clara sudah sibuk di dapur membuat sarapan untuk Loui, clara memberikan perhatian walau dia saja tidak yakin apakah dia cemburu atau tidak pada miskha. Sebisa mungkin clara hanya ingin menjadi yang terbaik untuk Louis.


Louis mengendus ngendus hingga ia terbangun dari tempat tidurnya meraba bagian sisi yang kosong, ia pun terbangun "clara.." sebutnya.


"Babee... Wake up ! I've made breakfast for us.." teriak lembut suara clara dari arah dapur.


"Aku akan berangkat kerja" louis langsung memeluk pinggang kekasihnya itu dari belakang. "Kau sudah kuat ??" tanya clara meyakinkan. "Iya.. Aku sudah terlalu lama di rumah sakit" tambah louis meyakinkan. "Okaay, aku bawakan obat yang harus kau minum setelah lunch ya. Ingat ! Kau harus meminumnya ya.." jelas clara ketus. "Iyah sayang emmmuahh" jawab louis sambil mencium pipi clara. Clara tersipu malu dan menyuruh louis segera pergi mandi, "udah sana cepat mandi, setelah itu sarapan", louis tertawa kecil bergegas menuju kamar mandinya.


●●●


"Lihat itu dia. Berlagak sekali." Kata seseorang front line resepsionis Beauty Internasional Corp menggosipkan miskha. Miskha menyadari dirinya sedang di gosipkan karena advers yang sudah di tampilkan di seluruh media sosial. Tapi dia berusaha kuat dan tak mempedulikan omongan sekitarnya mengenai dia dengan williem. Untuk saat ini baginya yang terpenting adalah gelar magisternya, "yaah 5 tahun ? Itu singkat. Aku akan menyelesaikannya hanya dengan 3 tahun dan kembali ke negara ayah" keluhnya dalam batin.


"Pagi ms miskha" sapa beberapa orang yang berpapasan dengan miskha, miskha menyapa mereka kembali dengan senyumnya.


"LOUIS ?" miskha terkejut saat melihat Louis sudah duduk menunggu sambil membaca jurnal baru di laboratorium RnD. Louis berbalik tersenyum , dilihatnya miskha yang sangat merona pipinya. "Morning my actress, should I call you Ms Popularity??? Hahaha" ledek Louis.


"Kau ini! Jangan menghancurkan mood ku, tapi btw mood ku sudah sangat hancur sejak bangun tidur." Jawab miskha lemah. "Ahhh highlight news , those advers.. Amazing i guess.." Kata louis menyampaikan pendapatnya. "Ahhh tetap saja aku kan bukan Art--ist." Tambah miskha. "Menurutku williem tidak salah memilih mu sebagai brand ambasador advers , apa lagi kau cukup mengerti mengenai fashion dan bidang itu juga... Aku percaya pasti ada sisi baik percaya lah pada dirimu" jelas louis menyemangati miskha. "Kau tahu kan lou... Dia itu over ...." Kata miskha melanjutkan namun kalimatnya terpotong "posesive ? Protective ? Yeahhh i knew ... Betapa kejamnya dia padamu.. Tapi menurutku pasti ada maksud atas segala tindakannya" kata Louis. "Kau tidak mengertii lou... " keluh miskha lemas. "Never mind.. Aku akan selalu di sampingmu selama taehyun tidak ada . Tenanglah " rangkul loui pada pundak miskha yang duduk tepat disebelahnya, miskha hanya mengangguk pasrah.


●●●


"Tae... Maaf tapi ini serius... Apakah kekasihmu sangat cantik hingga kau tidak ingin mempublikasikannya ?" Tanya Amy tersebut.


Semua member memasang wajah datar tapi courios dengan jawaban taehyun sambil sesekali melihat ke arah taehyun dan saling melempar tatapan masing - masing.


"Halo... Ehem, aku bukan tidak mempublikasikannya, namun... Kami memiliki privacy dan itu semua harus kami hargai. Bahkan mendapatkan persetujuan dari management atau dari kalian sangat sulit. Aku masih mendapatkan beberapa komentar tidak setuju terkait hubunganku, pada wanita itu , dia pacarku tidak pernah sedikitpun menjauhkan ku dengan kalian. Bahkan kami untuk berkomunikasi saja sulit, sebagian waktuku adalah milik Amy, DTS dan kehidupan ku yang lain. Untuk apa memacarinya jika dia tidak cantik, baik dan memiliki attitude yang baik. Maaf ya semua, aku hanya tidak ingin melibatkannya pada kehidupanku." Jeas taehyun perlahan dengan inggrisnya yang terbata - bata. Semua Amy histeris, dan bersemangat mendengarnya bahkan sebagian amy teriak "kami mau dia muncul" tapi taehyun dan member hanya tersenyum dan sesekali tertawa menanggapi sikap mereka.


●●●


"Bagus bukan ? Advers highlight trending topik. Penjualan juga grafiknya sangat baik." Kata williem diruangannya bersama mrs Lily.


"Iya tuan , tapi ms Adriana diundang kesini untuk penelitian dan meraih gelas S2 nya, begitupun Louis .. Bukan kah jika mereka merasa terbebani itu akan menjadi kesulitan dalam penelitian mereka? Aku hanya tidak ingin mereka lupa dengan tujuan awal mereka." Kata Lily serius.


"Tenang saja . Aku mengenal Miskha 5 tahun lebih, aku mantan kekasihnya. Aku tahu dan mendukung setiap hal yang dia lakukan. Kau segera beri report mengenai pekerjaan dan penelitian yang mereka berdua buat. Akhir tahun mereka segera mendapatkan magister." Tambah williem serius.


"Sungguh tuan ?" Tanya lily dengan mengadahkan kepala menatap serius williem.


"Sure. Berikan semua reportnya padaku , aku akan accept hasil dan scoring semuanya." Senyum williem.


Mrs Lily merasa sangat bersyukur akan pembicaraannya pada boss amerika itu, bahkan dia sangat berterima kasih atas semua kerja sama mereka.


●●●


Terima kasih sudah membaca novel ini, jangan lupa untuk terus stay tune, dan dukung novel ini ya. Like dan komentarnya dipersilahkan :) . Tetap semangat!


Miskha