He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Tiga puluh



readers! Author mau minta maaf sebelumnya, buat keterlambatan updatenya.


Author akan berusaha lebih keras lagi buat bikin ceritanya semakin seru ya..


Terima kasih mau nungguin ceritanya update. πŸ’•


Selamat membaca !


●●●


Big huge


Member DTS kembali dengan aktivitasnya, belum ada jadwal terbaru dari pihak management. Tapi dean sebagai manager peribadi mereka yang mengurus segala kebutuhannya, mencoba menenangkan mereka supaya tidak terjadi mental breakdown pada diri mereka.


"Aku sudah menyelesaikan rekaman.. Kita latihan koreografi baru lagi kan hari ini ? Dan setiap harinya." Kata namhyun.


"Iya tentu" tambah yorri.


Jey hanya mengangguk, seokyin sedikit cemas tapi jimmy menepuk pundaknya. "Hyung.. Jangan khawatir, kita akan bersama - sama memberikan yang terbaik." Kata jimmy menyemangati seokyin.


Seokyin member tertua, dia terpilih karena visualnya. Untuk kemampuan menarinya memang tidak lebih baik dari main dancer yaitu jimmy, jey, junki dan taehyun. Tetapi jauh tertinggal dari namhyun dan yorri yang memiliki kemampuan menari standar.


"Aku juga akan membantu hyung" tambah junki.


Taehyun fokus pada member dan kegiatannya. Dia sadar dan profesional dengan pekerjaannya, walau dipikirannya sudah ada Adriana Miskha kekasihnya. Tapi dia mencoba tenang dan tetap fokus.


"Kau baik - baik saja ?" Tanya namhyun pada taehyun. "Tentu saja." Senyum taehyun.


Merekapun latihan dan kembali beraktivitas sebagai idol sebagaimana mestinya, berusaha keras memberikan fan service terbaik.


"Hallo guyss.. Aku bawa kabar baik dan buruk, kalian mau dengar yang mana ?" Tiba - tiba suara dari arah pintu muncul, dia adalah dean hyung.


"Baiklah kita dengar yang buruk dulu hyung" jawab namhyun semangat.


"Okay" kata dean melipat lengannya.


Member melihat dean serius dan mencoba mendengarkan setiap pernyataan dean, "waw serius sekali.. Baiklah.. Pertama kabar buruk, kabar buruknya lusa kami akan rapat mengenai jadwal kalian. Ya sesuai dugaan, padat. Sangat." Kata dean sambil merilekskan badannya.


Wajah member biasa saja seperti sudah tahu akan seperti itu dan bukan sebagai kabar buruk lagi tapi itulah kenyataannya, suka atau tidak.. Mau terima atau tidak, ya mereka adalah idolnya.


"Aku tidak terkejut" kata junki sambil melihat ke arah member.


"Ah hyung itu bukan kabar buruk." Tambah jimmy.


"Nothing for me " imbuh yorri cool.


"Hahaha hyung yang benar saja.. Kan memang seperti itu seharusnya." Kata namhyun meledek.


Seokyin diam lalu ia melirik ke arah taehyun, dia tahu taehyun gelisah.


"Itu kabar buruk. Untukmu ?" Kata seokyin datar. Member terkejut lalu melihat kearah seokyin, seokyin melihat kearah taehyun. Tapi taehyun hanya menunduk dan membenarkan topinya.


"Taehyunah" kata jimmy.


"Tae ?" Tambah namhyun, "kau bisakan ? Kau masih taehyun yang sama kan ?"


"Ah hyung, aku tau resikonya. Tenang saja. Aku tidak akan mendapatkan kesulitan jadi, junki kau jangan menangis." Kata taehyun santai.


Jimmy tahu dan mengerti kegelisahan taehyun sahabatnya. Walau taehyun mencoba untuk santai dan tidak bereaksi apapun.


Seokyin melihat gerak gerik tubuh taehyun dan merasakan kegelisahaannya.


"Kita harus fokus dan bersemangat." Tambah jey.


Dean memahami perubahan sikap taehyun walaupun dia berbohong seolah bisa mengatasinya.


"Sungguh tidak bukan mengarah ke taehyun kabar buruk itu hhaha.. Ada kabar baiknya kalian tak mau dengar ?" Pungkas dean semangat.


"Walaupun kalian harus bekerja keras, tapi nanti saat konser di seoul tiba kalian boleh memberikan tiket gratis ke keluarga atau sahabat. Oh ya satu lagi... Anggap ini adalah tantangan kalian, bukan beban. Ingat ya kalian harus saling menyemangati. Jangan sampai merasa tertekan. Kalian kan mau mendapatkan grammy !!!! Jadi ayo bekerja keras lagi !" Tambah dean dengan kembali menyemangati member.


Mereka semua tersenyum lebar lalu merangkul bersama meneriakkan yel yel mereka.


"WE ARE ... DTS !" Teriak mereka bersamaan.


●●●


Setelah mempelajari materi mengenai perusahaan itu ada satu hal yang mengganjal di benak williem. Tentu saja miskha, tenyata setelah dia teliti lebih dalam. Perusahaan itu ada perusahan dimana miskha terimigrasi, miskha mendapatkan kesempatan mengambil research disana dan meraih gelar s2 nya.


Dia menyempatkan diri menelfon dengan layanan internasional, yang williem telfon adalah elizabeth. Sahabat miskha, dia harus mendapatkan informasinya.


*ring tone*


"Hallo dengan siapa?" Tanya abeth.


"Hallo.. Ini aku williem." Kata williem sambil berjalan keluar kantornya.


"Oh halo.. Kau tahu, disini sudah larut malam. Aku baru saja telfonan dengan miskha. Ada apa will ?" Jawab abeth sambil menuju tempat tidurnya.


"Sorry.. Di new york masih siang. Ada hal yang ingin aku tanyakan, apakah miskha bekerja di perusahaan Beauty international corp.. Salah satu perusahaan terbesar di korea selatan?" Kata williem mengintrogasi.


"Iya betul will.. Ada apa ?" Tanya abeth curiga.


"Aku hanya memastikan, jadi.. Apa kau mau berjanji untuk tidak menceritakan hal ini pada miskha ?" Seketika kalimat williem terpotong, dia sudah mempercayai abeth sama seperti miskha percaya pada abeth juga.


"Hey ! Apa aku mengatakan jika kau bohong pada miskha ? Tentu aku membohongi miskha dengan kebohonganmu. Kau sudah gila" bentak abeth karena kesal. Abeth sudah menganggap williem seperti sahabatnya juga.


"Maaf, hehe. Aku membeli saham mereka. Dan memenangkan tendernya." Kata williem .


"Kau gila ?" Abeth terkejut matanya melotot lalu ia terbangun dan berjalan menuju balkon.


"Engga ceritanya panjang. Aku hanya memastikan hal itu. Dan sepertinya bagian Research dan Developmentnya akan aku jadikan model ambasador. Karyanya.. Itu cocok dengan miskha." Jelas williem.


"Ini bukan tentang bisnis , ini tentang gelar s2 miskha will.. Kau lupa miskha sangat ambisius dengan pekerjaannya. Bukan masalah bisnismu. Kau ingin menjadikan miskha boneka ?" Kata abeth.


"Bukan .. Tapi maksudku aku ingin miskha mendapatkan penghargaan atas karyanya. Agar dia segera mendapatkannya. Selama ini orang - orang hanya mengetahui brandnya tanpa mengetahui siapa pembuat karyanya. Aku ingin memberikan penghargaan padanya." Kata williem.


"Kau gila hah ? Miskha tidak akan mau menjadi yang kau sebutkan tadi. Apalagi dia menghabiskan hidupnya di laboratorium .. Usaha ayahnya saja iya berikan kepada orang kepercayaan ayahnya. Miskha tidak tertarik dengan popularitas will" jawab abeth.


"Kenapa ? Apakah dia takut banyak yang menyukainya ?" Tanya williem.


"Dia sudah punya pacar will.. Dan sangat menjaga ke privacyannya . Kau jangan berbuat hal yang menyakitinya. Atau aku akan bertindak untuk mencegah hal itu." Kata abeth kesal.


"Tenang saja.. Aku tidak akan menyakitinya justru membahagiakannya." Kata williem meyakinkan.


"Ga ada hubungannya dengan sebuah karya dan popularitas will.. Banyak karya yang dibuat oleh seniman tanpa popularitasnya. Kau lakukam dengan benar jangan menyakitinya, aku sungguh akan turum tangan!" Kesal abeth pada williem.


Dengan wajah sedih williem melihat ke sepatunya, "kau tidak percaya padaku beth" nadanya lemah.


"Will.. Maaf bukan seperti itu. Kau lebih baik fokus menjalankan bisnismu dan menjalankan pengobatan. Kau janji padaku bukan ?" Kata abeth perlahan menyembuhkan rasa luka dihati williem.


Williem mematikan telfonnya sepihak. Lalu ia mendesah "ah aku lelah" katanya sambil memijit dahinya.


Abeth mengerti akan maksud baik williem, tapi abeth lebih mengerti miskha sahabatnya. Dia hanya khawatir mereka akan saling melukai lagi.


●●●


Miskha di kamarnya termenung, dia teringat ciuman manis yang taehyun berikan. Diputarnya play list Kina - Can we kiss forever.


"When you call my name ~~" dia bersenandung.


"You push me down.. Down" senandungnya.


Disisi lain taehyunpun termenung memikirkan kekasihnya. Sudah seharian mereka tidak berkomunikasi, miskha absen di hari pertamanya karena masih jet lag.


"Aku akan kirimkan makanan untuknya" gumam taehyun.


Beberapa saat kemudian miskha tersontak dari sofanya, dia mengecek cctv "delivery ? Aku tak pesan makan".


"Permisi, dominoz pizza. Atas nama Adriana Miskha ? Tolong terima ini. Kiriman dari Kim." Kata pria berseragam dengan tas selempang di bahunya.


"Baik.. Terima kasih" kata miskha singkat.


Setelah menutup pintunya dia langsung mencari iphonenya, menelfon taehyun namun tak berhasil karena ponsel taehyun di alihkan.


"Ah sepertinya dia sibuk. Aku akan...engga engga . Aku ga boleh kirimi dia pesan. Dia pasti sudah khawatir karena aku bilang absen hari ini. Aku akan upload ini di instagram." Seru miskha.


-Instagram.


Terima kasih obatnya. Maaf aku absen hari ini. Aku cinta kamu.


Miskha tersenyum dan tersipu malu karena banyak temannya yang melihat upload storynya, dia menggunakan bahasa inggirs saat menulisnya.


Tapi ada satu yang mengganjal, Williem melihatnya. Miskha sedikit curiga karena williem tidak pernah peduli dengan sosial media, apalagi ini pertama kalinya williem melihat storynya sejak kepergiaannya ke seoul gangnam.


"Williem ... Ah mungkin kebetulan saja" miskha berusaha berfikir positif.


●●●


Beauty International corp.


Mrs. Lily mencari miskha, tapi asistemnya memberitahu jika miskha tidak bisa hadir hari ini karena masih jet lag. Dia pergi ke laboratorium mencari Louis, ada hal penting yang ingin dia katakan.


Loui sibuk dengan trial formulasinya, kehadiran Mrs. Lily tidak mengganggunya.


"Hello loui.." Sapa atasannya itu.


"Hey mrs." Jawab loui ramah namun singkat.


Mrs Lily tersenyum dan mulai bicara, "fokuslah .. Maaf aku ingin meminta waktumu sambil bekerja. Bisakah kamu kirimkan file dan dokumen materi meeting besok pada adriana miskha ? Aku khawatir dia tidak akan mengerti apapun. Karena kemungkinan awal bulan depan, presdir dari perusahaan amerika yang memiliki saham kita akan mengunjungi tempat ini." Nadanya sedikit cemas tapi dia masih sangat tenang.


Loui sangat mengerti dia sesekali mengangguk dan menatap mata atasannya itu, "tentu . Baik mrs. Apa masih ada hal lain ?" Kata loui menenangkan.


Mrs Lily membalas senyuman loui, "terima kasih loui, kau bisa kembali bekerja." Sambil permisi untuk kembali ke ruangan.


Loui hanya tersenyum dan mengangguk sambil melihat atasannya keluar.


●●●


"Taehyun." Panggil dean pada taehyun yang sedang melatih kemampuan menarinya.


"Miskha mengupload ini" kata deam sambil menunjukkan iphonenya.


Taehyun tersenyum, "gomawo hyung".


Dean menepuk bahu taehyun, "semangat!"


Dia mendapatkan kekuatan ekstra dari dean karena miskha upload story instagramnya tentang kiriman pizza, dan wajahnya yang sedang fokus mengunyah.


"Miskha. Aku akan memberikan yang terbaik." Kata taehyun


"Mari kita sama - sama berjuang" ledek jimmy karena mengetahui gerak - gerik taehyun.


"Hyung.. Aku tidak bisa gerakan yang ini.. Ayo kita latihan lagi." Ajak junki pada mereka.


●●●


Williem mulai bosan mengunjungi dokter psikolog pribadinya. "Phillip.. Apa aku ada jadwal konsul hari ini ?" Tanyanya.


Phillip yang sedang menyetir melirik kearah spion tengah dan melihat kearah bossnya itu. "Ya boss pukul 4 sore." Jawab phillip singkat dan kembali fokus menyetir.


"Baik lah." Williem melihat media sosialnya, di lihatnya stroy miskha. "Obat ? Apakah dia sakit?" Gumamnya sendirian.


Phillip sesekali melirik ke spion melihat bossnya itu, tapi dia hanya diam.


Dalam batin williem resah karena bukan sakit problemnya tapi ada pada, pesan itu. Siapa yang mengirimi miskha pizza dengan keju ekstra kesukaannya.


Williem tahu miskha sudah memiliki seorang kekasih, tapi dia masih berjuang untuk menghilangkan rasa posesifnya agar bisa menyatakan cintanya pada miskha kembali.


"Aku akan biarkan hal ini." Katanya sambil melihat unggahan foto miskha saat di malta, bahkan tangan pacarnya, terdapat caption disana "My Kim from milion Kim in this world. This one most special.". Ada foto gelang yang memiliki arti forever itu, williem mengerutkan alisnya pertanda emosinya memuncak.


Lalu ia mengepalkan satu tangan, dan berkata "I WILL TAKE HER BACK!". Phillip menyadari perubahan emosi pada williem, "Tuan.. Apakah ada sesuatu yang terjadi ?" Tanyanya perlahan.


"FOCCUS! RIDE THE CAR FASTER!" Teriak williem. Phillip mengerti akan sikap bossnya itu, ia segera mempercepat speednya.


"Miskha! Akan aku buat kau kembali kerumah. Bagaimanapun kita tidak benar - benar berpisah. Aku hanya memberimu waktu, untuk bernafas." Kata williem dengan masa tajam.


●●●


Esok harinya---


"Good morning !" Sapa miskha pada pegawai perusahaan tempat dia bekerja sambil menunggu lift terbuka, "hey.. Good morning Adrianna.." Pegawai tersebut.


Miskha memberikan senyuman.


Loui dan Clara bergandengn tangan, mereka sudah terang - terangan menunjukkan kedekatan mereka, walau mereka belum meresmikan hubungan mereka.


●●●


Flash back


"Dear.. Apa kau ingin ke paris ?" Tanya williem pada miskha saat makan malam di sky louge jakarta.


"Tentu saja. Bagaimanapun juga orang tuaku dikuburkan disana. Nisannya disini hanyalah simbol, karena sisa raganya disana.. Aku rindu mereka." Kata miskha.


Williem mengelus rambut miskha,miskha merasa sangat nyaman ketika williem selembut itu.


●●●


Author povv : Williem karakternya sedikit kasar. Tapi ngangenin. Nanti kalo Taehyun tau mantan pacar miskha itu williem dia bakal diem aja ga ya ?


Eh spoiler dikit.


Hahaha


❣️


Adriana Miskha dan Williem