He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Sembilan belas



Terima kasih masih setia nunggu novel ini update ❣️.


Selamat membaca πŸ’œ


●●●


Miskha keluar dari kamar mandinya dengan piyama tanpa lengan, panjang sepaha. Ia mengeringkan rambutnya sambil mengangkat panggilan video watsapp dari kekasihnya, Kim Taehyun.


"Hi... Kau sudah makan ?" Tanya miskha memulai pembicaran. Taehyun tersenyum manis melihat miskha, lalu ia memasang wajah memelas, "hi.. Aku sudah makan, aku merindukanmu.. " . Miskha tertawa kecil , "o? Bagaimana jika tour dunia.. Kau takkan bisa menghubungiku, kau tahu itu.. " canda miskha tegas. "Ya... Hemm... Miskha, kau janji akan menungguku kan? " Tanya taehyun. Miskha tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "tentu saja!".


Mereka membicarakan rencana liburan mereka, miskha meminta izin untuk membawa beberapa buku dari perpustakaan nasional yang akan ia pinjam weekend ini.


Taehyun sangat bersemangat dan menyetujui yang miskha katakan, ia sangat bahagia.


"Kenapa kau sangat memikirkan pekerjaanmu itu ?" Canda taehyun. "Hem.. Kau tahu kan ? Aku disini sambil mengambil S2 dan ini merupakan project besarku.. Sambil melakukan penelitian dan bekerja.." Jelas miskha suaranya lembut.


"Aku mendukungmu!" Kata taehyun semangat. Miskha tertawa kecil.


●●●


"Sayang ... Apa kau tahu anak dari keluarga Smith? Tetangga kita yang di Australia dulu?" Tanya ibunya seokyin pada suaminya.


"Oh.. Ana? " jawab ayahnya seokyin singkat.


"Ah ya ana. Kau ingat? Mereka pindah ke Indonesia dan kita kembali ke korea.. Kau ingat itu ? Hemmm ana anak yang sangat pintar dan cantik. Aku lupa nama panjang anak itu. Apa dia sudah besar? Apa dia sekarang menjadi orang yang sukses ?" Kata ibunya seokyin serius.


"Entahlah.. Aku lupa, sepertinya namanya itu adriana itulah kenapa ia dipanggil ana.. Tapi aku lupa nama panjangnya" sambung ayahnya seokyin.


"Aku akan tanya seokyin besok." Gumam ibunya seokyin sambil menutup pembicaraan.


Author povv: demi kenyamanan dan menjaga ke privacyan anggota DTS mon maap readers nama orang tua Kim Seokyin disensor. πŸ˜‚


●●●


Weekend


"Loui.. Aku izin pulang cepat. Kemarin aku sudah mengemas barang - barangku tapi aku ingin mengeceknya." Kata Miskha sambil mengunyah makan siangnya.


"Baiklah.. " kata jawab loui datar.


"Aku akan terbang minggu pagi.." Miskha mulai pembicaraan namun ia menghentikannya karena saat menoleh wajah loui, loui terlihat tidak bersemangat Dan hanya mengaduk ngaduk sup dagingnya.


"Hei... Apa kau mengalami kesulitan ?" Tanya mikha lembut sambil memberikan satu sendok penuh nasi dan lauknya tepat di depan mulut Loui.


Loui terkaget langsung menerima suapan miskha dan mulai mengunyahnya, "emm.. Enak juga. " .


"Ada apa ?" Tanya miskha perlahan.


"Tidak apa.. Jangan lupa formulasi baru minggu depannya lagi ya ?" Tegas loui.


"Ahh tentu saja. Aku akn mampir ke perpus industri lalu mampir ke toko buku sebentar dan pulang mengecek semua perlengkapanku. Kau jangan khawatir aku akan memanfaatkan waktu luang di hotel untuk membuatnya." Jelas miskha debgan candaannya. "Kau bersenang senang lah saat aku tak ada.. Jangan menghabiskan waktumu di dalam apartemenmu itu" kata miskha menggoda.


"Hehe iya.. Tentu saja. Kau jangan lupa kabari aku sesekali." Pungkas loui sambil menunjuk miskha dengan sumpitnya.


"Aku akan menelfon mu dengan video saat disana" gerutu miskha. "Kau harus mengangkatnya!"


Loui terkekeh, dalam batinnya ia merasakan cemburu. Pasalnya loui menyukai miskha, namun ia tak sampai hati untuk merebut hati miskha. Menurut loui menyukai dan menyayangi seseorang layaknya merawat bunga,memilikinya hanya sekedar melihatnya tumbuh dengan indah tanpa harus memetiknya.


"Aku akan bahagia melihatmu bahagia miskha.." Batin loui.


●●●


Miskha sudah membawa 2 buku tebal dari perpustakaan industrinya. Ia melanjutkan perjalanannya sepulng kerja ke arah toko buku terkenal di kota gangnam itu.


Namun karena merasa lelah ia mampir ke sebuah kafe classic yang elegant di samping jalan besar. Saat miskha membuka pintunya, pintunya dengn otomatis mengeluarkan suara lonceng seperti ala perancis.


"Excuse me!" Sapa miskha.


"Aku ingin memesan minum" ia bicara pada seorang pelayan. Pelayan itu sedari miskha masuk sudah menyapanya dengan senyum.


"May i help you ms ?" Tanya seorang pelayan dengan bahasa inggris.


Miskha tertawa kecil, "aku bisa bahasa korea.. Aku ingin pesan minum" jawab miskha ramah.


Pelayan itu lalu mengarahkan miskha ke bar pemesanan dan memberikan menunya.


Setelah memesan minum dan biskuit miskha duduk tepat sampingnya jendela mengahap ke jalan raya dan ia melihat pemandangan lampu merah, lalu ia mengambil iphonenya dan mengabadikan moment saat orang orang sedang menyebrangi zevra croos.


Tak disangka seorang wanita sederhana namun elegant duduk di depannya dan menyapanya, "hello.. Excuse me. May I sit down here ?" Tanya wanita itu. Ia terlihat seperti seorang ibu ibu namun wajahnya masih segar dan muda.


"Of course" jawab miskha ramah.


"Aku Kim" kata ibu itu.


Miskha paham dengan awal pembicaraan mereka itu, "saya miskha"


Miskha menjaga imagenya, karena ia tahu betul dengan penampilan sederhana wanita itu sebenernya di tubuhnya banyak brand ternama yang ia kenakan.


"Kau miskha ? Kau mirip sekali dengan teman lamaku.. Aku kira kau ini dia. Tapi aku fikir apa dia semuda ini" kata ibu itu


"Oh ya ? Hemm hehe... Mungkin hanya mirip saja nyonya" jawab miskha.


"Kau jangan panggil aku begitu.. Ibu saja sudah bagus, panggilan nyonya itu terlalu berlebihan" katanya ramah.


Pelayan pun datang membawa pesanan miskha dan disusul dengan pelayan satunya membawakan pesanan wanita itu.


"Aku dulu pernah tinggal di australia, setahun. Dan memiliki tetangga mirip sekali denganmu. Aku fikir kau." Jelas nya memulai cerita.


"Oh ya ?" Miskha hampir tersedak, "maaf.. Aku pernah tinggal di australia juga.." Lanjut miskha.


"Ah benarkah ? Ah mungkin kah kau ana ? Aku punya tetangga yang ramah bernama Alexander smith dean dia keturunan inggris rusia, dan istrinya Ariana ayunda orabg asia tenggara..." Sebelum melanjutkan perkataannya miskha langsung memotong pembicaraannya. "Itu ibuku dan ayahku... Apakah ibu tetanggaku dulu?" Miskha spontan terkejut dan hampir mengeluarkan bola matanya.


"Sungguh ? Ah hebat. Kau ana ? Adriana ? Anak mr. Alex dan Mrs. Ayu ?" Tanyanya serius sambil memajukan badannya hampir mendorong meja.


"Apakah tante ? Ibunya kakak yinie ?" Tanya miskha serius.


"Iya aku ibunya seokyin" jelasnya . Lalu ia menutup mulutnya dan melirik kearah sekitar cafe menjaga jaga tidak ada yang mendengar. Pasalnya anaknya itu adalah idol anggota DTS tertua dan tampan.


"APA ? Oppa Yinie ? Adalah Kim Seokyin ?" Tanya miskha curiga dan terkejut.


Ibu seokyin mengangguk dan menyentuh tangan miskha untuk segera mengecilkan suaranya.


"Ah maafkan aku... Sudah lama sekali tante.." Kata miskha pelan.


"Baru saja beberapa hari yang lalu aku membicarakan mu dengan suamiku. Apa yang kau lakukan di korea nak?" Tanya ibu seokyin


"Aku bekerja dan mengambil research di tempat kerjaku, ceritanya sangat panjang.." Kata miskha semangat.


Ibunya seokyin bangga dan memahami miskha, "mainlah ke rumah tante.. Ini kartu nama tante. Anak tante besok akan datang. Sabtu kau free kan ?" Ajak ibunya seokyin memohon.


"Baiklah besok aku akan mampir.." Angguk miskha mengabulkan permintaan ibunya seokyin.


"Aku akan senang sekali.." Tambah ibunya seokyin ramah. "Aku harus segera pergi.. Kau jaga diri baik baik. Simpan kartu namaku ya.." Sambil berdiri dan mencium pipi kiri kanan miskha miskha pun membalas pelukan hangat ibunya seokyin.


"Unbelievable.... " katanya pelan sambil melihat ke jendela dan memperhatikan ibunya seokyin masuk mobilnya.


●●●


Saat sampai di apartemen miskha terkejut melihat taehyun duduk di sofa menunggunya.


"Apa yang kau lakukan ?" Tanya miskha spontan.


"Aku merindukanmu!" Taehyun berjalan cepat dan langsung meraih pinggang miskha, mencium rambutnya, jidat lalu pipi miskha. Miskha menghela nafasnya, "aku membawa buku bisakah aku menaruhnya?" Tanya miskha dengan senyum.


Taehyun mengangguk dan menggandeng tangan miskha, diletakannya barang barang miskha di meja dan tas miskha di sofa.


"Kau .. Ada apa ?" Tanya miskha perlahan.


"Aku mengalami komentar buruk.." Taehyun mulai bercerita dengan matanya yang berbinar.


"Tak apa.. Masih banyak yang mendukungmu.." Hibur miskha dengan memeluk taehyun hangat.


Taehyun lalu mulai mengangkat dagu miskha dengan tangan kanannya, dan mendekatkan kepalanya untuk menyentuh bibir wanitanya, miskha mulai memejamkan matanya dan menerima sentuhan taehyun hngat.


Mereka saling membalas ciuman, taehyun memperdalam ciumannya hingga mereka saling beradu lidah. Lalu mereka menghentikannya bersama karen sudah kehabisan nafas.


"Aku mencintaimu" kata taehyun


"Aku juga.. Kau mau makan ?" Ajak miskha.


"Tentu! Aku lapar sekali" pinta taehyun gemas sambil memanyunkan bibirnya.


Mismka tertawa, "aku akan mandi tunggu sebentar sambil nonton tv ya ? Setelah itu aku akan memasakkanmu makanan." Kata miskha.


Taehyun mengangguk dan mengecup pipi miskha.


Miskha langsung berlari menghindari godaan taehyun.


●●●


"Aku bertemu dengan Adriana. Putri Ariana Ayunda." Kata ibu seokyin .


Ayahnya seokyin terkejut dan hampir tak percaya dengan perkataan istrinya itu.


●●●


Aythor povv : Jangan lupa bahagia β™₯β™₯


Terima kasih sudah membaca novel ini.