
Hallo readers setia! Apa kabar kalian? Liburan kalian? Hehe. Maaf author sedikit terlambat, author liburan ke kepulauan seribu disana sangat indah dan ini sudah kedua kalinya kesana. Selamat tahun baru ya ! Jaga kesehatan kalian, semoga resolusi kalian di tahun 2020 bisa tercapai !!! Semangat readers !
Selamat membaca ❤️
●●●
Setelah menemui Mrs Lily dari ruang kerjanya miskha berjalan dengan mata yang kosong dilorong. "Kenapa kami harus mempromosikannya ? Kami kan bukan model" gumam miskha pada batinnya, "apa ini mau williem??" Tambahnya. Dia langsung berlari menuju ruangan williem dengan jas lab yang terbuka dan rambutnya setengah berantakan.
*tok tok tok*
"Maaf ms adriana. Tuan williem tidak punya janji dengan anda.. Bisa kah anda menunggu biar aku telfon keruangannya." Jelas salah satu staff dari luar ruangan williem.
Di dalam ruangan anna sekretaris williem merasa terganggu dan mencoba menghubungi staff, "hfh" desahnya menutup telfon karena tidak mendapat jawaban.
"Berisik sekali--" gumam williem , "apakah orang - orang disini sangat tidak tahu sopan santun?!" Keluhnya. Anna inisiatif membuka pintu dan matanya terbelalak saat melihat miskha yang bergelut dengan staff yang menjaga ruangan williem.
Saat itu phillip dan body guard sedang berada di luar gedung, ada hal yang ditugaskan williem.
"Ada apa ini ?" Tanya anna dengan bahasa inggrisnya.
"Maaf, tapi saya harus bertemu TUAN WILLIEM FEDERIK GEORGE!" pungkas miskha dengan lantang. Williem yang mendengar langsung melihat ke arah pintu dan menyuruhnya masuk, "MASUK LAH" jawab williem dengan lantang sambil memijat pelipis matanya, mengepalkan tangannya sampai tepat di hidungnya.
Miskha berjalan memasuki ruang kerja williem, "tuan." Sapa miskha membungkuk.
"Ada apa ms adriana ?" Tanya williem santai.
"Bisa anda jelaskan secara masuk akal, mengapa menambah pekerjaan kami ?" Tanya miskha tanpa duduk.
"Aku sudah menjelaskannya pada mrs lily. Apa dia salah ? Aku akan menanyakannya" ketus williem meraih gagang telfonnya.
"WILL!" Gertak miskha
Williem mengurungkan niatnya, "apa lagi?" Tanya williem santai.
"Kau tahu kan.. Kami sudah sangat sibuk menghabiskan waktu di laboratorium.. Kenapa harus melibatkan kami pada marketmu itu? " kata miskha sedikit menekan.
"Duduk lah.. Bukan kah mimpimu menjadi seorang model? " pinta williem santai, menatap mata miskha sambil mengepalkan kedua tangannya diatas meja.
"Kau tidak pernah sedikitpun memahamiku. " kata miskha menyerah. "Terserah.. Whatever will..." Miskhapun keluar dengan tangan kosong.
Williem mengerti maksud miskha, dia sudah sangat lelah. Tapi williem ingin mengetahui sebanyak apapun yang miskha sembunyikan.
●●●
Malam harinya
"DTS ! DTS ! DTS !" amy berteriak serentak, bersorak atas penampilan DTS. Mereka mendapatkan banyak penghargaan yaitu penghargaan besar tahunan.
"Most popular artist of the year, jatuh kepada ------ DTS" kata pembaca nominasi.
DTS yang tengah duduk sambil berpegang tangan itu tidak percaya dengan penghargaan tahunan yang selalu mereka raih setiap tahun berturut - turut.
Namhyun memberikan kata sambutan terima kasih, diikuti member tertua seokyin dan member lainnya. Saat taehyun hendak meraih mic yang diberikan jimmy dan namhyun dia merasa lemas dikakinya, jimmy merangkul sahabatnya itu memberikan semangat.
"Ah... Hem.. Amy yaaa !!!" Sapa taehyun mulai bicara. Amy berteriak histeris mendengar suara taehyun dan menghentikan sorakkannya seolah mengizinkan taehyun bicara.
"Khansamnida (terima kasih) atas penghargaan ini.. Keluarga, staff, pdnim dan agensi kami.. Serta member.. Aku sangat bersyukur kalian semua mendukung kami dan aku harap akan begitu seterusnya. Untuk pacarku yang mungkin sedang menonton... Terima kasih sudah sabar menungguku, selamat bekerja keras ! Kita pasti bisa ! Amy ya... Terima kasih sudah mengizinkanku.. Aku cinta kalian sangat banyak !!!!" Kata taehyun dengan matanya yang berkaca - kaca. Amy semuanya teriak gembira mendukung DTS apapun yang mereka lakukan.
Seokyin melihat taehyun dalam, sesak tepat di jantungnya mendengar kata "pacar" yang taehyun utarakan. "Aku benar - benar menyedihkan" batinnya.
●●●
Saat tiba di rs miskha dan clara hanya diam memandang wajah Louis yang pucat, badannya lemas dan masih terlentang di kasur.
"Loui... Aku disini. Cepatlah pulih.. Kita harus menjadi model sekarang.. Pekerjaan kita sangat bertambah.. Aku tidak bisa melakukannya sendiri. Dan thesismu juga, kau berjanji kita akan sama - sama meraih gelar master bulan depan. Jadi cepatlah kembali..." Bisik miskha tepat di samping wajah loui dekat dengan telinganya. Clara tersenyum hangat melihat kedekatan miskha dan loui.
"Sayang... Bangunlah.. Miskha kasihan di laboratorium tanpamu" tambah clara menggenggam tangan loui.
Miskha tak sadar air matanya sudah menetes ke bantal louis. "Miskha..." Peluk clara. "Aku rindu sahabatku..." Kata miskha. Clara mengelus pundak miskha membiarkannya menangis di pundaknya, tinggi mereka tidak beda jauh.
"Biar aku belikan kopi hangat ya.. Kau disini dulu jagain louis. Jika sesuatu terjadi tekan tombol merah dan angkat telfonnya, itu langsung tersambung ke perawat yang menjaga." Jelas clara, miskha mengangguk "baik.. Terima kasih.."
"Aku kebawah sebentar beli kopi .. Aku tinggal ya" tambah clara lalu pergi.
Miskha mengelus pundak tangan louis, mencium tangannya lembut. Miskha tahu louis sahabatnya di korea, tapi dia sudah dianggap seperti abeth yaitu sahabatnya di Indonesia.
Beberapa menit kemudian clara masuk dan memberikan miskha satu cup kopi hangat, "apa dia memberikan kode ?" Tanya clara. Miskha hanya menggelengkan kepalanya.
"Oh.. Dia selalu memanggil namamu setiap malam.." Cerita clara.
Miskha terbingung. "Sungguh.. Setelah aku membisikkan diriku disini menjaganya, dia lalu menyebutkan namaku dan menyuruhku tetap disisinya.. Lucu ya..." Tambah clara sambil terkekeh kecil.
"Dia sangat egois" gubris miskha. "Benar sekali.. Dasar playboy.." Tambah clara mencairkan suasana. Merekapun tertawa kecil. "Ya! Cepat bangun! Aku disini!" Kata miskha sedikit menekan sambil melihat kearah loui yang lemas. Clara hanya tersenyum melihat tingkah miskha.
●●●
"Kau hebat taehyun!" Puji namhyun.
"Wah kau sungguh berani. Aku kagum!" Tambah jey.
"Dia sudah dewasa jinjjja" puji junki.
Memberpun tertawa meledek taehyun karena speech nya di panggung.
Kecuali Seokyin tidak merasa baik dia sangat cemburu, walaupun dia tersenyum.
●●●
Miskha berjalan kaki setelah mengunjungi rumah sakit, jaraknya lebih jauh dari perusahaan menuju apartemennya. Tapi tidak membuatnya merasa terbebani, justru disaat berjalan kaki dan menikmati udara dinginnya seoul Miskha merasakan kehangatan.
"Louis cepatlah bangun..." Kata miskha pelan sambil menatap jalan.
"Oh DTS.." Kata miskha menghentikan kakinya pada layar besar di kota gangnam itu. Dilihatnya DTS speech menerima penghargaan tahunan, acaranya sudah selesai sejam yang lalu saat miskha menemani clara di ruang inap.
Tampilan dilayar tersebut merupakan cuplikan kecil speech dan ucapan selamat pada DTS. Miskha mendengar perkataan taehyun dan merasa sngat terharu. Diapun membiarkan airmatanya menetes, dengab tatapan bangga walaupun cuacanya di sana cukup dingin dan wajah miskha sudah memerah merasa beku di kakinya. Tapi dia masih kuat berdiri melihat DTS dari layar meski hanya cuplikan kecilnya.
"Terima kasih. Aku akan melewatinya. Aku bisa.." Kata miskha mendengar kata semangat dari taehyun mengenai speechnya.
●●●
Author povv : Sefruit foto liburan author , selamat tahun baru !!! #Welcome2020