
Author pov : terima kasih sudah mendukung dengan membaca karya ini. Love author ❣️.
●●●
Saat di perjalanan pulang, Miskha ingat untuk mampir ke binatu (laundry) tak jauh dari apartemen nya. Sebenarnya di apartemen miskha sudah ada fasilitas laundry tapi karena cukup mahal biayanya, sementara ia sangat senang berhemat jadi ia memilih binatu sepasang suami istri cukup paruh baya yang sangat baik dan memberikan harga murah. Hasil cucinya juga lumayan, ia bergegas menuju binatu itu.
"Hemm sudahlah aku tak usah khawatir semuanya akan baik baik saja. Aku mencintai taehyun.. Ya taehyunaah kenapa kau bodoh sekali. Jaketmu terlihat sangat mahal. " miskha bicara pada dirinya sendiri sambil mengelus jaket yang dipakaikan taehyun.
Dok dok dok
"Anyeonggghaseo... Ahjumma ahjussi (halo bibi paman)!!! " sapa miskha dengan mengetuk pintu kaca binatu yang berada di pinggir jalan Raya besar itu.
"Ohh miskhaaa " sapa pemilik binatu .
"Kau kenapa tak pakai payung? Apa kau juga tak lihat perkiraan cuaca? " tanya paman laundry.
"Ahhh iya.. Aku tidak melihatnya. Dan aku senang jalan kaki. Dijakarta tidak ad yang seperti ini hhaha" kata miskha dengan tawa .
"Miskha kau pasti kedinginan biar bibi buatkan teh sebentar duduklah nak" bibi ramah dan memeluk miskha sebagai kebiasaannya. Miskha tersenyum dan duduk "ah bibi jangan repot ya.. Aku dengan senang hati menunggu kau buat teh hehehehe" canda miskha.
Paman dan bibi laundry tertawa kecil dan bibi bergegas kedapur , "ah tentu tidak. Kau sudah seperti anak bibi. Tak usah khawatir. "
"Nak miskha.. Ini ada beberapa barangmu di saku baju, celana dan jumpsuit mu.. Kami mengumpulkannya. " kata pamn seraya bingung dengan pernyataannya miskha langsung berdiri dan melihat kantung yang di pegang paman .
"Ah sepertinya bukan barang penting paman.. Baiklah aku akan melihatnya. " miskha melihat isi kantung itu, "ini sudah menjdi kebiasaan kami. Banyak pelanggan kami paham akan hal ini karena kami takut itu sesuatu yang penting, maka dari itu kami sellu mengecek kantong para pelanggan kami. Biasanya kami tak menemukan apapun di kantungmu.. Tapi sepertinya kau melewatkannya jadi kami mengumpulkannya. " jelas paman laundry.
"Ini minum dulu teh mu" bibi laundry datang membawa segelas teh.
"Terima kasih bibi.. Slurrpp ah hangat nya. " miskha tersenyum
"Oh ini tissue .. Ahh ini nomor telfon Kim Namhyun.. " kata miskha pelan.
"Nomor telepon siapa nak?" tanya paman laundry.
"Ah tidak paman.. Hanya kenalan ku.. Terima kasih. Disini ada notenya aku harus segera menghubunginya jika ada waktu. Sepertinya malam ini akan aku hubungi." jelas miskha.
"Syukurlah nak tak kami hancurkan tissue itu" lega bibi laundry. "Hhhaha tak apa bibi.. Terima kasih " kata miskha sambil menggapai tangan paman dan bibi laundry.
Tak lama mereka berbincang miskha langsung membawa sekantung baju nya dan pulang ke apartemennya.
Saat tiba di mansionnya ia segera menggantungkan jaket taehyun dan mengelus bagian pundaknya, "ya.. Kau tinggi sekali. Kenapa kau berani sekali memelukku seperti itu tadi? Tidak kah kau mengkhawatirkan dirimu sendiri? Hemm"
●●●
Dorm Apartemen DTS.
Semua member sudah berkumpul di ruang tengah, semua wajah serius dan bingung dengan tingkah taehyun. Dean yang berada disana membantu taehyun mengawali pembicaran. Jimmy juga membatu menjelaskannya perlahan. Taehyun masih bingung dan menunduk, matanya merah tak kuasa menahan tangis namun tak sampai ia lakukan.
"Jadi kau memiliki hubungan dengan Adriana Miskha itu? Apa kau tahu dia setelah fan meeting itu atau sebelumnya? " tanya namhyun tegas.
"Hyungg jawab lah" suara junki lemah merayu rekan bahkan abangnya itu.
Taehyun menegak kan duduknya dan melihat para member atau persatu, lalu mulai bicara perlahan, "tidak.. Aku berkenalan lewat aplikasi chating. Menggunakan iphoneku yang satu lagi ya.. Yang untuk keluarga. Aku mengobrol dengan dia setiap malam sebelum tidur. Terkadang kami saling mengirim gambar dan video. Miskha hnya berniat untuk belajar bahasa korea, sungguh dia tidak mengenal ku.. Dan tidak tahu diriku pada awalnya. 2 bulan yang lalu saat miskha lulus seleksi dan pindah ke sini karena terkait kontrak perusahaan ia bekerja. Aku juga shok. Mental ku breakdown .. Aku mengalami kesulitan. Namun aku selalu berbohong padanya. Sampai aku luluh dan mencium dirinya hyung.. Aku sudah jatuh Cinta padanya. Bahkan sampai aku jujur pun.. Dia tak ingin menyakiti bahkan memanfaatkanku saja tidak. Sungguh hyung.. Dia wanita baik. " jelas taehyun hampir mengeluarkan airmatanya suaranya bergetar.
Jimmy hampir menangis mendengar penjelasan taehyun, "kita semua pasti pernah jatuh Cinta. Mungkin sekarang kita semua masih belum menemukan wanita yang bisa membuat kita jatuh Cinta. Tapi saat aku mendengar taehyun sungguh hatiku tersentuh. Ya hyungg.. Aku tak ingin kita mengalami kesulitan. Jadi ku mohon jangan marahi taehyun"
"Aku tidak marah. Aku hanya kecewa sedikit. Kenapa ku baru jujur sekarang? " tanya namhyun tegas.
"Tahyunah apa kau tahu kami dipihak mu apapun itu. Kami mendukungmu . Tolong ceritakan semua kisah cintamu itu agar kami mengerti " rayu seokyin
Jey dan yonji masih speechless dan hanya diam mendengar perkataan member.
Junki sedari tadi memandangi taehyun dan mulai menangis..
"Kau kenapa junki ya? " tanha jimmy lemah.
"Junki? Kenapa? Apa hyung terlihat menyeramkan? Aku hanya ingin mendengar penjelasan taehyun agar kita semua bisa mencari jalan keluar bersama sama "
Junki menangis hingga ia tak sadar airmatanya sudah membanjiri seluruh wajahnya. Taehyun yang melihat itu langsung menghampiri junki dan berlutut didepannya.
"Kau kenapa? Yaa? " tanya taehyun menghapus air matanya dan menghapus air mata junki.
"Ya hyung.. Aku sakit. " lirih junki sambil membendung air matanya.
"Kau sakit krnap? Apa kesulitanmu.. Bicaralah. " jimmy menenangkan mengelus punggung magnae.
"Satu satunya kesulitan dan rasa sakitku yang paling sakit adalah melihat hyung mengalami kesulitan. Jadi kumohon berhentilah" kata junki sambil menangis.
Taehyun dan jimmy langsung memeluk junki dan menangis kecil mendengarnya namhyun, seokyin, jey , yorripun berdiri dan berjalan kearah junki memeluk semua member.
"Sudah tenang lah" kata nmhyun hati hati.
"Aku akan membantu kalian tenang saja. " kta dean hyung.
"Tak ada peraturan dilarang berpacaran. " kata dean menghibur.
"Mungkin pdnim hnya akan menegur dan bicara perlahan" katanya melanjutkan.
"Hyungg.. Terima kasih" taehyun memeluk namhyun seok yin dan yorri seraya para hyungnya.
Mereka kembali beristirahat ke kamar masing masing.
●●●●
"Selamat pagi miskha" sapa loui
"Pagi juga. " miskha membalas senyum loui.
"Apa kau sakit? " tanya loui, "ah tidak" miskha mengelaknya. "Wajahmu sedikit pucat" loui cemas. "Sungguh tidak aku hanya salah memilih lip tint sepertinya " senyum miskha.
"Apa kau sudah tahu? " tanya loui pada miskha yang sedang menggunakan instrument HPLC (High Performance Liquid Chromatography), miskha menggelengkan kepalanya. Loui membantu meneteskan reagen, miskha memberikan jempolnya. "Kau dan aku.. Kita akan ada wawancara sabtu itu di salah satu channel TV berita .. Talk show. " jelas loui . "Ahh. Baiklah aku akan mempelajari materinya. " kata miskha santai. "Kau tak gugup? " tanya loui serius. "Tidak juga.. Aku fikir semua hal itu harus dihadapi. Kita hanya perlu bernafas sesaat dan relax.. Semuanya akan baik baik saja"kata miskha datar.
Loui merasakan perbedaan pada diri miskha namun ia enggan melanjutkannya dan mulai bekerja.
●●●
-aku adriana miskha. Apa tuan namhyun memberikanku nomor telefonnya?
Namhyun matanya terbelalak melihat pesan miskha pagi hari. Ia tak sempat mengecek pesan nya karena langsung latihan dan fokus mematikan iphonenya.
-iya. Aku sudah mengetahuinya semalam. Mungkin jika kau lebih awal mengirimi aku pesan. Aku bisa bersikap ramah padamu. Balas namhyun kesal.
Saat jam istirahat miskha mengambil makan siangnya dan duduk memilih di samping jendela.
Ia membaca pesan balsa namhyun, miskha paham mungkin setelah kejadian semalam member sudah tahu. Dia mengela nafas dan merasa lemas seluruh badannya tak tahu dan menerka kejadian selanjutnya.
"Kau sakit? " tanya loui. "Tidak" pungkas miskha. "Kau pucat sekali. Pergi ke keklinik ya? " ajak loui.
"DIAM! BISAKAH KAU TIDAK BERTANYA. DAN BISAKAH KAU DIAM" miskha membentak loui untuk pertama kalinya. Sendok dan sumpit sentak ia taruh kasar.
Miskha langsung permisi, "aku ingin ke toilet sebentar. " tanp melihat loui ia berjalan cepat.
"Ah.. Maaf kan aku miskha. Aku tak mengantarmu malam itu. " kata loui menyesal seolah kesalahannya.
Miskha menangis di toilet. Hingga seseorang mengetuk pintu toilet, "miskha? Kau di dalam? Ini aku Clara". Miskha kaget dan menghapus air matanya lalu bergegas keluar. "Apa kau baik baik saja? " clafa bingung melihat miskha langsung mencyci tangan depan wash tuffle dan melihat kecermin. "Aku tidak tidak apa apa.. Aku kenapa kenapa" miskha muli menangis lalu Clara memeluk miskha. "Menangislah.. " sambil menenangkan miskha.
"Huhuhuuuuuu hemm.. Huhuhuhu hiks hiks " air mata miskha membasahi blouse milik Clara. "Maaf Clara bajumu basah" miskha mengahalus air matanya dengn tissur dan mulai merapikan dirinya drpan cermin. "Tak apa.. Yang penting kau tenang.. Tak usah ceritakan masalahmu sekarang. Tapi aku harap kau segera menceritakan masalahmu pada orang yang ku percayai ya.. Agar kau tenang dan menemukan jalan keluarnya. " Clara mencoba membantu miskha merapikan kemejanya.
"Ahh aku sudah baikan. " kata miskha senyum.
"Baguslah.. Ayo kita makan lagi" ajak Clara.
Loui yang melihat miskha jalan dan duduk didepannya hanya diam tak berani bertanya. Ia melihat ke kaca dan memandangi pemandangan luar.
"Maaf" kata miskha pelan. "Indahnya.. Kau lihat namsan tower itu? " kata loui tanpa melihat miskha. "Iya yang itu? " tunjuk miskha. "Iya.. Kita kesana pulang kerja ya. Kau mau coba mobil baruku? " seru loui. "Ah tentu! " miskha senyum dan mengangguk. Loui dan miskha melanjutkan makan siangnya.
●●●
Big huge entertainment.
"Kim taehyun. Suruh dia dan DTS ke ruanganku. " kata pd nim datar.
"Baik pak" kata manager.
Segeralah manager kang menemui dean dan memanggil DTS yang sedang makan siang itu untuk segera keruangan produser. CEO bos besar mereka.
"Hyung.. " suara junki bergetar.
"Hahahah aku tak apa" senyum taehyun meyakinkan member.
Pdnim melihat berita dispazz. Memang videonya tak begitu jelas memperlihatkan perempuan itu, tapi jelas sekali itu kim taehyun.
"Apa dia sudah memiliki kekasih? Anakku sudah besar. " kata pdnim datar.
●●●
Author pov.
Kira kira namhyun kenapa ya kok dingin gitu. Terus bang pdnim marah ga ya?.. Hemm