
Sebelum membaca author mau klarifikasi dulu teman - teman pembaca semua. Maaf author slow update. Tapi tenang aja, aku udah siapin beberapa episode untuk segera di update ya (T.T) . Aku sangat menyesal menggantungkan kalian, karena aku punya projek 17 agustusan kemarin jadi aku bergadang akhir - akhir ini, ditambah harus bikin beberapa episode karena tau ga sempet buat update langsung. Aku itu selalu baca berulang takut alurnya ngebosenin.. Btw thank you kalian udah mau patiently waiting for this stories update. Love reader π !!
Selamat membaca .
βββ
Apartemen miskha.
Setelah mandi miskha segera ke dapur dengan mini dress tanpa lengannya, miskha terlihat sangat manis walau rambutnya masih setengah basah dan belum sempat ia sisir.
Taehyun yang sedang memakan snacks dari kulkas miskha tertawa kecil sambil mengunyah.
"Kau kenapa tertawa ? Apa ada yang lucu?" Tanya miskha sinis sambil mencari bahan - bahan untuk membuat pasta.
"Apa aku dilarang tertawa?" Tanya taehyun membalas dengan ketus dan menggoda.
"Aku tidak suka. Kau menertawaiku tepat setelah aku keluar dari pintu kamar. Kau sungguh tidak sopan" miskha terus mengomel sampai ia tak sadar taehyun sudah berada di belakangnya, taehyun memeluknya dan menyenderkan dagu ke punggung miskha. "Ahhh begitu jadi aku dapat hukuman?" Goda taehyun.
Miskha terkejut sontak ia hampir melempar alat masaknya. "Kau bisa kah tidak seperti ini, aku hampir menjatuhkannya." Gerutu miskha.
Taehyun mencium pipi miskha cepat dan melepas pelukannya segera beranjak kembali ke kursi meja makan. Miskha mulai memasak, menunjukkan semua keahliannya. Dari mulai memotong bahan, menyalakan kompor, dan sebagainya.
Taehyun tersenyum kagum melihat miskha yang pandai dalam segala hal. "Aku mencintaimu." Katanya pelan dengan bahasa korea itu.
Miskha bisa mendengarnya walau suara taehyun samar, dia membalikkan badannya sebentar mengecek seseorang yang begumam pelan itu lalu tersenyum lebar.
Taehyun mengacuhkannya sambil tertawa.
βββ
"Kau bertemu dengan ana ? Bagaimana bisa ?" Tanya ayah seokyin pada istrinya.
"Aku melihat seorang wanita sunggu mirip dengan ariana, kufikir istri mr alex. Tapi jika aku perhatikan sayang.. Kenapa dia tidak berubah, kenapa wajahnya sangat muda?? Aku mencoba mendekatinya sambil sengaja izin untuk duduk dengannya. Dari dekat aku semakim yakin, pada awalnya jika dia adalah Ariana Ayunda.. Namun setelah mendengar namanya dan menjelaskan secara singkat dengn menyebut nama mereka, gadis itu ternyata Ana . Dengan tegas dia berkata itu orang tua ku. Sayang ... Bahkan dia mengenal seokyin. Yinni oppa katanya.." Cerita ibu seokyin dengan semangat.
"Sayang ... Apa ini takdir?" Kata suaminya memasang wajah haru.
"Dia wanita hebat sayang.. Apoteker muda bahkan dia mengambil s2 dan melanjutkan research dari tempat kerja di sini.. Bukan kah itu luarbiasa ? Aku bangga dengan riana dan alex.. Aku menunggu kabar darinya... Dia aku ajak kemari sabtu ini.. Aku akan kabarkan seokyin agar dia terkejut bertemu teman kecilnya di australia dulu.." Jelas ibu seokyin semangat dengan mata berbinar dan penuh haru.
"Ahh tentu saja. Kau mengundangnya kemari itu bagus.." Tambah ayah seokyin.
βββ
"Hyung.. Kau pulang kapan ?" Tanya jimmy pada seokyin yang sedang duduk menunduk dengan gadget di tangannya.
"Sabtu... Ibuku mengajak makan malam keluarga." Jawabnya santai.
"Aku juga, aku akan pulang dengan junki" tambah jimmy sambil melihat kearah seokyin yang masih sibuk dengan gadgetnya itu.
"Baguslah.." Kata seokyin santai.
"Hyunggg bisakah kau menoleh kearah lawan bicaramu.. ? Kau dingin sekali, apa ada hal yang terjadi ?" Tanya jimmy dengan kesal.
"Hahahaha hehehe ya park jimmy maafkan aku.. Ah kau ini banyak komplain" ledek seokyin dengan menepuk bahu jimmy uang duduk di sebelahnya.
"Apa yang sedang kau lihat itu?" Jimmy penasaran sambil melirik iphone seokyin.
"Gak ada tuh ! Ah kau ini ingin banyak tahu ya.. Pergi mandi sana! " ledek seokyin menyembunyikan iphonenya dari lirikan jimmy.
"Dasar hyung menyebalkan!" Gerutu jimmy, menyerah pada tingkah seokyin.
"Hehehehehehhehehe " seokyin dengan santai tertawa dan gemas dengan jimmy.
"Miskha" batin seokyin.
βββ
"Terima kasih untuk hari ini" kata taehyun lembut sambil memeluk miskha di sofa dan menyenderkan badan miskha ke lengannya.
"Kau.. Apa aku boleh membicarakan satu hal ?" Tanya miskha. Taehyun mengangguk dan mengelus rambut miskha.
"Apa fansmu mendukungmu?" Tanya miskha perlahan. Taehyun mendehem, lalu ia menjawabnya dengan hati - hati takut miskha khawatir, "ehem.. Ya tentu.. Aku terkadang memikirkan kebahagiaan banyak orang, tapi apa aku melakukan kesalahan besar maksudku dosa sampai aku tidak bisa bahagia denganmu.. Lalu aku berkata pada namhyun hyung, apa aku harus menyerah.. Tapi mereka mendukungku dan selalu percaya padaku."
Taehyun tak paham maksud miskha, namun ia menyetujuinya dengan mengangguk dan mencium dahi miskha.
Miskha melihat mata taehyun menatapnya dalam penuh arti siap menerima perkataan taehyun apapun jawabanya, sambil perlahan mulai berkata "aku ingin kau berjanji untuk tidak terluka, mencintai fansmu dan keluargamu lebih besar, merasakan kebebasan ekspresi apapun itu, dan tetap menjadi dirimu sebelum mengenal dan setelah mengenalku. Aku mau kau menjaga mimpimu, ambisimu, namamu dan DTS... Apapun resikonya.. Jika kita dipisahkan dengan jarak dan waktu aku akan menunggu selama apapun itu.. Aku akan berhenti jika kau memintaku untuk berhenti.. Jadi kau janji akan bahagia walaupun tanpa aku.. Dan akan percaya denganku disini menunggumu ? Bagaimana ?" Jelas miskha, matanya hampir menahan air matanya. Namun miskha berusaha mengatur nafas dan rileks agar tidak cengeng, karena dia tak ingin taehyun khawatir dengan dirinya.
"Aku janji." Jawan tahyun menatap dalam dan membalas nya dengan anggukan kecil. Miskha tersenyum dan memejamkan matanya. Taehyun tahu harus berbuat apa, dikecupnya bibir miskha lembut lalu berkata.. "Aku tidak akan melepasmu.".
Miskha tersenyum sambil menatap dalam mata taehyun, mengerti akan perkataan kekasihnya itu. Semangatnya kembali setelah mendengar perkataan taehyun, "apapun risikonya aku akan mencintaimu." Batin miskha.
βββ
Sampai di apartemen dorm dts, taehyun melihat yorri meminum sebotol jus dari kulkas dan duduk di kursi ruang makan lalu taehyun menyapanya, "hyung ..? Belum tidur ?" Kata taehyun.
"Kau dari mana saja crazy..??" Tanya yonji. Taehyun terkekeh dan meledek, "hehehe maafkan aku kek.." . "Ah dasar anak muda." Jawab yorri singkat. "Hyung.. Apa aku boleh bertanya sesuatu?" Kata taehyun pelan. "Tanya saja. Jika itu soal matematika.. Enyah saja kau dari sini." Kata yorri.
"Ohh hyung bukan hahaha" taehyun tertawa. "Apa wanita ?" Tanya yorri kembali. "Iya.." Kata taehyun sambil mengangguk. "KAU MAU MATI ?" ketus yorri sambil menoleh kearah taehyun.
"Tidak. Aku akan ke kamar." Taehyun segera menghindar. "Ah kau .. Dasar pengecut." Kata yorri, dan mulai tekekeh setelah melihat taehyun kabur.
βββ
-Kau sibuk sekali hah ? Sampai tak memberi kabar!
Elizabeth β‘.
βββ
"Abeth mengirimkan pesan.. Astaga aku lupa memberi kabar beberapa hari ini. " miskha terbelalak matanya setelah bangun dari tidurnya dan mengecek iphonenya yang dipenuhi notifikasi sosial medianya.
-ah maafkan aku.. Aku sibuk sekali T.T
Miskha.
"Semoga abeth tidak menelfonku.. Aku harus segera mandi, masih banyak barang yang belum aku kemas. Oh iya nanti malam ada undangan ke rumah orang tuanya oppa yinni.. Aku harus memasang alarm di iphoneku agar aku tidak melewatkannya." Gerutu miskha sambil bergegas pergi menjauhi tempat tidurnya.
-sudah punya kekasih lupa sama sahabatnya ya. Jadi kau kapan mengenaliku dengan kekasihmu itu. Tidak di upload foto wajahnya, apa dia sangat sipit ????
Elizabeth β‘.
βββ
-Jangan lupa berkemas sayang
Kim taehyun β.
-Apa aku boleh ke apartemenmu sebentar ?
Pangeran Loui.
βββ
"Hyung.. Kau mau kemana ?" Tanya taehyun masuk kekamar seokyin. Melihat seomyin sibuk mengemas barang - barangnya.
"Pulang kerumah orang tuaku.." Jawab seokyin singkat.
"Taehyunaaah bantu aku .." Lanjut seokyin.
βββ
Terima kasih sudah membaca β₯
Episode selanjutnya akan segera update. Terima kasih atas dukungan kalian. β₯β₯β₯
Adriana miskha.
Kim taehyung .