
Selamat membaca ❤️
●●●
Flash back
Sejak remaja miskha suka sekali dengan fashion, dan memaksa ibunya untuk membelikan majalah fashion dari Paris.
"Mom.. Aku mendapatkan nilai A pada mid test kemarin kan ?" Miskha mencoba merayu ibunya untuk meminta sesuatu dari hasil kerja keras dalam pelajaran sekolah.
"And then ? Why ?" Tanya Ariana Ayunda pada anaknya.
"Iya aku .. Itu .. Aku mau dibelikan majalah ini." Pinta miskha sambil menunjukkan note booknya.
"Itu majalah orang dewasa sayang... Tentang cara berpakaian .. Kau belum cukup dewasa." Jawab ariana lembut.
"Yah ibu.. I really want it.. Actually I'm not a kid anymore. I'm 15 yo mom..." Pinta miskha nadanya menggemaskan seolah merengek.
Walau miskha tinggal di Paris dan sejak kecil sudah berpindah - pindah sekolah karena usaha ayahnya, Ariana selalu mengingatkan budaya Timur yaitu budaya Indonesia. Ariana tidak mau miskha sampai salah pergaulan, dia selalu mengajak miskha bicara layaknya sahabat tak jarang miskha berkonsultasi prihal asmara dengan Ariana. Bahkan Ariana selalu memberikan solusi pada miskha layaknya teman.
"Okay.. Aku akan lihat dulu daftar isinya.. Jika ada hal - hal 21+ .. Oh maaf honey... Aku tidak bisa memberikannya padamu.." Kata ariana lembut dengan senyumnya yang hangat.
"Okaay... Fine ... Yey!" Seru miskha.
Saat itu Alex masih berada di kantor, kebetulan musim dingin ariana sedikit khawatir Alex tidak membawa jaket yang lebih tebal.
"Uhh.. Dinginnya.." Gumam Arina melihat kearah luar jendela. Angin cukup kencang, semua orang terlihat sibuk menyalakan perapian untuk membuat kehangatan di rumah mereka.
"Ah.. Aku rindu hangatnya Indonesia." Katanya pelan.
●●●
"Phillip beritahu mereka. Lusa kita akan rapat. Aku akan menbahas masalah marketing." Kata williem berjalan sambil memakai jasnya tepat phillip disampingnya membawakan tas laptop williem.
"Baik tuan" jawab phillip.
Williem berjalan dengan gagah, badannya yang sangat proposional layaknya pria dewasa sangat terlihat maskulin. Aroma parfumnya pun sangat dewasa, banyak pegawai wanita yang kagum dan menyukai dirinya terkecuali Anastasia Clurk, sekertaris williem.
"Tuan ini jadwal anda hari ini.. Apa aku harus mengirimnya lewat email ? Atau membacakannya." Kata Ana mengikuti kecepatan jalan williem.
"Kirim email saja." Jawab williem singkat, pandangannya lurus.
"Baik tuan." Jawab Ana lugas.
"Ah dasar.. Awas saja jika dia bertanya. " tambah Anastasia dalam batin.
"Ms Ana.." Panggil williem sebelum memasuki mobil.
"Kau naik mobil yang sana. Aku hanya ingin berdua dengan phillip.. Ada hal yang harus bicarakan secara pribadi." Pinta williem pada ana, Ana yang saat itu sudah hampir memasuki setengah badannya kedalam mobil pintu depan.
"Hah ?" Kata ana sedikit kesal.
"What ?" Balas williem dengan wajah menjengkelkan.
"Baik tuan." Jawab ana menyerah.
"What the fck..." Gumamnya kecil.
"Apa yang kau katakan?" Tanya williem tiba - tiba.
"Tidak ada tuan." Jawab ana sambil membungkukan badannya.
Williem hanya diam melirik lalu masuk ke mobil. Anastasia meniup udara seakan menghamburkan poninya, tapi dia benar-benar tidak memiliki poni.
"HUFT"
●●●
Sebelumnya---
Miskha dan Taehyun berpelukan di bed double milik Miskha, (21+) tanpa pakaian pada tubuh mereka. Seolah kelelahan mereka pun menghentikan aktivitasnya.
"Hemm" desah taehyun memeluk miskha erat. Miskha melihat kearah berlawanan, miskha melihat kearah jendela gordennya dibiarkan sedikit terbuka dan memantulkan cahaya senja.
"Kim.." Kata miskha. Taehyun memejamkan matanya menghirup aroma rambut miskha, miskha sangat menyukai shampo yang terbuat dari madu dan lidah buaya membuat rambutnya harum dan halus.
"Whe ?" Tanya taehyun perlahan.
"Apa kau memikirkanku saat berlatih dan menggila di panggung ?" Tanya miskha. "Tentu.. Tapi saat dipanggung aku hanya memikirkan penggemar.. Aku tak ingin membawa dirimu, masalah apapun di panggung, itu janji kami.. Tapi ..." Kata taehyun, namun kalimatnya tercekat karena dia pernah membahas prihal hubungannya.
"Ada apa ?" Miskha membalikkan tubuhnya menatap taehyun.
"Iya.. Aku pernah membahas masalah itu.. Tapi mereka sangat baik.. Mendukung ku dan member.. Mereka sangat setia." Kata taehyun mengingat Amy, penggemar DTS.
Mereka pun mendekatkan bibir masing - masing dan hanyut dalam suasananya.
"Te amo." Kata taehyun. Miskha tersenyum "Love you too.." Jawabnya.
Sebelum kembali ke dorm taehyun mandi terlebih dahulu, sementara miskha mengemas puding yang dia buat sengaja untuk member DTS.
"Sayang aku sudah selesai.. Aku akan kembali sebelum pukul 8" kata taehyun selepas mengeringkan rambutnya dengan hair dryer milik miskha. "Iya sayang.. Baiklah.. Oh iya ini aku membuat puding coklat dan flanya ya.. Kalian bisa makan bersama di dorm." Kata miskha sambil memasukkan tupperware kedalam goddie bagnya.
"Sayang.. Jangan repot - repot.. Lagi pula mereka pasti sudah makan.." Balas taehyun dengan wajah gemas. "Tolong bawalah.. Dan sampaikan salam ku untuk mereka..." Pinta miskha wajahnya memelas seakan memohon pada seorang raja.
●●●
Dorm
Seokyin mencari dean untuk membicarakan perihal pria yang mendorong miskha pda saat makan malam perusahaan, raut wajahnya sangat cemas smbil berjalan kesana - kemari. Tak sadr di sofa jey memperhatikan member tertua itu.
"Ya ya ya... Hyung.. Kau kenapa ? Ada sesuatu yang kau cari?" Tanya jey dengan earphone di telinganya.
Seokyin menjawab tanpa menoleh, "dean hyung.. Hyung.. Dimana?".
"La musik yorri" jawab jey memperhatikan tingkah seokyin.
"Oke ! Thank you!" Jawabnya sambil memberikan jempol kepda jey.
Jey hanya menggelengkan kepala.
*bell*
"Siapa ?" Tanya yorri pada dean, dean melirik layar cctv dalam lab musik yorri. Tidak semua orang bisa masuk kedalamnya, dan dilengkapi dengan password pada pintunya yang hanya dimiloki oleh yorri dan beberapa staff penting kecuali member.
"Oh oh.. Seokyin" kata dean berdiri melihat cctvnya. "Aku buka ?" Tambah dean pada yorri.
Yorri hanya mengangguk mengizinkan.
"Dean hyung!" Seru seokyin terkejut.
"Oh .. Seokyinnie" kata dean datar.
"Apa kita bisa bicara di kamarku?" Bisik seokyin.
"Yorri .. Aku keluar sebentar ya.." Pinta dean otomatis tanpa melihat yorri.
"Oke" jawab yorri santai.
Seokyin dan dean langsung keluar meninggalkan lab musik yorri. Mereka berjalan ke kamar seokyin.
"Hyung apa kau sudah mencari tahu pria itu ?" Tanya seokyin serius menutup pintunya rapat.
"Aku sudah menghubungi temanku disini dan aku akan menghubungi temanku di Indonesia. Pria itu berasal dari Indonesia... Tapi.." Jawab dean serius.
"Kenapa ?" Tanya seokyin mengulang.
"Taehyun sudah mengetahuinya lebih awal.. Namanya Williem.. " jawab dean membenarkan kacamatanya.
"Williem ?" Tanya seokyin mengulang.
"Ya.. Williem feredik george. Mantan pacar miskha.. Pemimpin perusahaan asal new york. Hanya itu yang aku miliki datanya dari temanku Dan perusahaan memenangkan tender perusahaan tempat miskha transfer. " Jelas dean serius.
"Apa taehyun tahu? Sedetail itu? " Tanya seokyin lebih dalam.
"Mungkin" jawab dean singkat.
Mereka menatap satu sama lain serius, "kapan taehyun memberitahumu?" Tanya nya kemudian.
"Beberapa jam yang lalu" jawab dean.
Seokyin hanya diam.
●●●
♥♥♥
Adriana Miskha , Williem, Kim Taehyun