He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Empat puluh



Selamat membaca ♥


●●●


Sebelumnya ----


Clara membuka pintu apartemennya, Louis yang berdiri itu pun saat clara dihadapannya langsung menggendongnya dan mendorong pintu dengan bahunya.


"Hey.. Turunkan aku" kata clara histeris. Louis tertawa mendengar ocehan kekasihnya itu.


"Bagaimana makan malam perusahaannya ? Hahahaha maksudku meeting" tanya clara menggoda louis yang sibuk melepas dasinya.


"Rumit. Sangat rumit." Jawab louis spontan.


Clara segera memberikan air minum pada louis yang tengah sibuk melepas dasinya, dan segera membantunya.


"Rumit? Maksud mu? " Tanya Clara mengerutkan dahi.


"Banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan padamu.." Jawab louis datar.


Clara mengerti maksud perkataan louis yang tidak ingin membahas perihal kejadiaan saat meeting, tapi clara memantau grup perusahaan dan divisi mereka mendapatkan banyak pujian untuk presentasi tim devisi Rnd. Tapi mengapa louis tidak menunjukkan kebahagiaannya.


"Baiklah.. Tapi selamat atas presentasi kalian" kata clara memuji louis karena tak ingin membahas hal yang Louis maksud itu.


"Maaf sayang aku terlambat kesini" melas louis mencium kening clara, clara mengangguk memaafkan kekasihnya itu.


"Mandilah... Aku sudah menyiapkan pajamasmu, kau mau makan sesuatu lagi ? Aku bisa buatkan sesuatu untukmu." Kata clara ramah menawarkan kepandaiannya memasak.


"Aku mau ramen hehe. Apa katamu ? Pajamas ? Engga aku ga mau pakai ! Aku hanya akan pakai celana pendekku." Gemas louis mencium wajah clara. Clara hanya tertawa kecil menyerah pada tingkah kekasihnya itu.


Dalam batin Clara merasa ada hal yang terjadi pada louis tapi dia berusaha berfikir positif, "entah apa yang kau alami hari ini.. Atau apapun yang terjadi itu.. Aku percaya kau bisa melakukannya dengan baik. Aku mencintaimu."


Clara merapihkan pakaian louis, jas, kemeja, dasi dan celana panjang loui dimasukkan kedalam mesin pencuci. Dia langsung menyiapkan underware dan celana pendek louis, setelah itu kembali ke dapur dan memasak ramen untuk mereka santap berdua.


Saat mandi louis memikirkan kejadian di hotel itu, dia mengingat dengan jelas perlakuan williem boss nya itu terhadap msikha sahabatnya. Air shower apartemen clara cukup hangat, beberapa menit di dalam menenangkan pikirannya dibawab guyuran shower.


Clara sadar bahwa louis sudah cukup lama berada di dalam kamar mandinya, dia lalu mencoba mengetuk pintu dan memanggil louis untuk segera keluar.


*tok tok*


"Honey... Apa kau sudah selesai ?" Tanya clara cemas.


Louis tersadar kalau ia sudah cukup lama berguyur di sana lalu ia segera mematikan showernya, dan menutupi setengah tubuhnya dengan handuk bergegas keluar.


"Are you okay ? Honey?" Tanya clara cemas.


Louis yang memandang wajah clara itu sontak kaget karena kekasihnya terlihat sangat khawatir.


"Im fine hon... Maaf aku merepotkanmu" kata louis memeluk clara.


"Its okay.. Cepatlah pakai hoddie mu.. Aku sudah siapkan celana pendekmu juga di kamar.. Aku menunggu di dapur, " kata Clara sambil berjalan menuju mini kitchennya perlahan.


●●●


*tring ring ring*


"Miskha ?" Panggil taehyun setelah memasuki mansion miskha smbil mencari miskha berjalan ke balkon. Miskha yang tengah membaca buku di balkon tersadar taehyun kekasihnya sudah masuk ke dalam apartemennya. Taehyun mengetahui pasword mansion miskha. "Hey... My Kim !" Balas miskha menoleh kearah taehyun yang berdiri dengan pakaian tertutup.


"Caannn ! Aku bawa ini !" Kata taehyun mengangkat paper bag di tangan kirinya. "What is that??" Tanya miskha dengan wajah bersemangat.


Taehyun memainkan bibir dan matanya, "Untukmu, hadiah dari paris." Imbuhnya.


Merekapun masuk ke ruang tv, "Kau kemari dengan pakaian seperti itu ?" Tanya miskha menggoda taehyun yang berpakaian serba hitam serta kacamatanya. Taehyun yang sibuk melepas jaketnya hanya tersenyum menunjukkan giginya.


"Hahahaha kiyowo.." Kata miskha.


Hadiah yang taehyun berikan yaitu dress selutut branded, parfum dan juga album foto.


"You are to much sayang.." Kata miskha menggelengkan kepalanya. "Ini belum seberapa.... Kebahagiaanmu lebih penting. Maaf aku terlalu sibuk dan sulit di kontak" gumam taehyun yang duduk di sofa tepat samping miskha.


"Kim... Taehyun... Sayangku.. Aku bahagia.. Dirimu lah alasan kebahagiaanku. Aku bangga padamu. Pada member juga.. Aku selalu mendukung dirimu dan member." Kata miskha sambil menyentuh pipi taehyun.


Diraihnya pinggang miskha, lalu taehyun mendekatkan tubuh miskha hingga dia terduduk di pangkuan taehyun berhadapan dengan wajahnya.


"Saranghe.." Kata taehyun mencium pipi miskha. Miskha hanya tersenyum. "Omong - omong album apa ini?" Tanya miskha sambil meraih album pemberian taehyun. "Lihatlah.." Kata taehyun lembut.


"Heoll... Daebak.." Mata miskha berbinar melihat isi dari album foto tersebut, dilihatnya keindahan kota Paris. Bangunannya, jalan, langit, cuacanya, bahkan eiffel. Miskha pun hampir menangis karena merasa terharu, "thank you... Thank you.. I love you! " kata miskha lalu mencium taehyun dalam .


"Apa ini bagus? " tanya taehyun


"of course ! Amazing! Bagaimana kau memikirkannya ?" Tanya miskha kembali antusias. Taehyun hanya tersenyum tengil menatap mata miskha, miskha tertawa melihat tingkah taehyun.


Beberapa saat kemudian setelah taehyun menceritakan semua pengalamannya bersama member tour dunia, taehyun menanyakan perihal keadaan miskha.


Miskha terkejut atas pertanyaan taehyun, dia sedang tidak merasa baik baik saja. "Everythings alright..." Kata miskha santai, tapi sesungguhnya ia berbohong.


"Ada apa ?" Tanya taehyun datar.


"..." Miskha hanya diam melipat bibirnya, kepala miskha berada di pangkuan taehyun, taehyun yang sedang mengelus rambut miskha itu pun mencoba memberikan ketenangan, agar miskha bisa jujur padanya.


"Harus kah ?" Tanya miskha bersalah.


"Ya.. Tentu... Cerita lah.. Aku pacarmu.. Aku percaya padamu" tambah taehyun santai.


"Mantan pacarku berada di korea." Tiba tiba miskha merasa perubahan wajah pada taehyun, wajahnya sedikit terlihat tak senang mendengar hal tersebut.


"Bagaimana ? Dia kemari untuk apa ?" Tanya taehyun , nadanya masih santai seperti tidak mempermasalahkan hal itu.


"Project.. Dia pemimpin perusahan. Aku tidak bisa memberitahu hal itu secara detail.. Tenang saja.. Dia tidak ---" sebelum miskha seleasai bicara tangan taehyun membangunkan badan miskha dari pangkuannya, "engga. Dia pasti bisa nyakitin kamu lagi miskha.. Siapa dia ? Beritahu aku.." Tambah taehyun. Miskha terkejut dengan perubahan suasana tersebut dan mencoba menenangkan taehyun.


"Its okay.. I'm fine... Namanya Wiliem. Williem Frederik George. Ayah dan Ibunya memiliki darah campuran Belanda - Indonesia. Tapi wajahnya sangat oriental, entah apa yang dia lakukan aku juga tak tahu.. Tapi aku berjanji padamu... Aku bisa menjaga diriku." Saat mendengar penjelasan taehyun, matanya menatap mata miskha dalam, walau miskha menjelaskannya dengan melihat ke arah lain tapi dia mengerti perasaan dibenak miskha.


"Dia kemari ? Apa kau bertemu dengannya ? Tanya taehyun penasaran.


*deg*


"Ah.. Itu... Ya." Jawab miskha gugup.


"Kapan ?" Tambah taehyun bak mengintrogasi. Taehyun bicara dengan nada santai, sehingga miskha dengan santai menceritakannya.


"Kemarin... Dia pemenang tender perusahaan kami.. Tenang saja..." Tiba tiba miskha merasakan perubahan suasana pada wajah taehyun .


"Aku baik - baik saja... Sungguh...taehyunaaah.. Kim... Sayangku" rayu miskha memeluk taehyun.


Taehyun tersenyum.


"Kalau terjadi sesuatu ... Katakan padaku. Aku tak ingin kau terluka. Aku tak tahu apa yang terjadi padamu pada masa lalu.. Tapi sungguh ... Aku akan bersama mu di masa ini dan berharap seterusnya. Jadi jujurlah padaku.." Jelas taehyun. Miskha mengangguk, lalu mencium taehyun dalam seakan mengerti.


"Apa kau mau aku buatkan sesuatu ?" Tanya miskha mengganti topik pembicaraan mereka.


"Tentu.. Apa kau ada bahan - bahan? " ledrk taehyun, miskha tersipu "ya! Aku kan suka berbelanja dan masak sendiri."


Taehyun tertawa miskha langsung meninggalkannya dari sofa beranjak ke mini kitchennya, membuat makanan khas indonesia. Taehyun sibuk menonton televisi sambil sesekali memperhatikan miskha.


"Apa kau suka pedas?" Tanya miskha yang memotong beberapa bahan masaknya. "Suka.. Tapi jangan terlalu pedas ya..." Jawab taehyun seperti anak kecil. "Hahahha oke oke" balas miskha.


Taehyun mengirim chat pada Dean hyung diam - diam.


-Hyung.. Bisakah kau membantuku lagi ?


Taehyun.


Dean tengah berada di lab musik yorri mendengarkan beberapa projeknya.


"Ya ini bagus!" Puji dean pada yorri . Yorri fokus mengutak ngatik keyboard dan menatap layar monitor sambil mengangguk - ngangguk mendengar perkataan dean.


"Oh . " dean melihat ponsel membaca pesan taehyun, segera membalas pesan tersebut.


"Whe ?" Tanya yorri melirik ke arah ponsel dean secara bergantian.


"Anni... Aku akan balas ini dulu." Dean pun bediri keluar lab musik yorri mencari tempat yang cukup aman untuk membalas chatnya.


-tentu saja bisa. Ada apa ? Apa terjadi sesuatu ?


Dean


-anni hyung... Williem Frederik George mantan pacar miskha. Bisakah kau cari data nya ? Aku mengetahui sebagian.. Tapi.. Aku mohon.. Aku akan membayarmu. Jangan beri tahu siapapun.


Taehyun


-Oke. Semuanya akan beres. Aku akan menghubungi temanku.. Tenanglah.


Dean.


Dean sedikit curiga, sepertinya miskha sudah menceritakan perihal sesuatu yang terjadi. Atau kebetulan pria yang mendorong miskha di hotel saat itu adalah mantan pacarnya ?!. Tanya dean dalam hati.


"Aku harus cari tahu. Seokyin juga mengkhawatirkannya." Gumam dean perlahan.


"Hyung ?" Sapa jimmy dari belakang tubuh dean. Sontak dean terkejut, "ya.. Ya..." Jawabnya gugup.


"Ada apa ? " tanya jimmy curiga walau dia tidak mendengar suara dean dengan jelas, tetapi karena wajah dean sangat serius membalas pesan dari ponselnya jimmy merasa sangat penasaran.


"Tidak ada apa apa.." Senyum dean. Lalu mengajak jimmy ke member sambil berjalan menepuk bahu jimmy. Jimmy hanya diam kebingungan.


●●●


Obat yang diberikan oleh dokter spesialis jiwa atau sebut saja psikolog pribadi Williem menimbulkan efek terapi menenangkan, berfikir rasional dan tidur. Tapi jika berbarengan dengan Alkohol akn berefek halusinogen, atau berhalusinasi.


Malam itu williem lupa jika dia baru saja meminum obatnya, namun beberapa saat setelah mandi dia meneguk segelas kecil cocktail dengan kadar alkohol cukup tinggi.


"Akh.." Rintihnya setelah meneguk satu gelas kecil penuh.


Pikirannya terbawa pada masa lalu dimana di masih berpacaran dengan Miskha.


"Miskha ?" Katanya dengan mata kosong entah menatap sesuatu. Kamar williem sangat besar bahkan terdapat mini bar dan sofa besar disana.


"Apa yang kau lakukan disini?" Kata williem melanjutkan halusinasinya.


Dibenak williem dia melihat sosok miskha duduk diam di sofa tersenyum padanya, "kemarilah" bayangan miskha seolah bicara di fikirannya.


"Aku tidak menikah.. Dan entah aku harus menjelaskan seperti apa.. Tapi aku didiagnosa---" kalimat williem terpotong, bayangan miskha menghentikan williem dengan telunjuknya di tempelkan tepat di bibir williem. "Shhhhhtt" imbuhnya lalu tersenyum.


Williem terdiam lalu tidur di pangkuan bayangan miskha, pada kenyataannya hanya bangku sofa dia tertidur kemudian seolah miskha melantunkan melodi lullaby padanya seperti saat dahulu miskha melakukannya.


"Miskha...." Rintihnya dalam mimpi.


●●●


Apartemen miskha


"Hemmm aromanya enak." Puji taehyun mendatangi miskha yang sibuk menata piring di mini kitchennya.


"This is it" kata miskha menunjukkan kepandaiannya.


"Apa ini ?" Tanya taehyun


"Ini sayur dengan udang, di Indonesia kami menyebutnya Capcay entah apa itu benar berasal dari china ?! Kalau yang ini beef teriyaki, aku punya daging di kulkas cukup untuk kita berdua, ini nasi dan ada sosis pedas asam manis.. Maaf aku masak seadanya. Kau pasti lebih sering makan daging kan ?" Kata miskha menyerah.


"Hahhaha tidak juga, kami suka otak - otak kaki lima, ramen hampir setiap minggu dan kami suka makan sayur, jadi ini semua justru lebih baik dari pada makanan yang sering aku makan." Rayu taehyun memeluk pinggang miskha. Miskha tersenyum malu, taehyun mendekatkan kepalanya tepat di bahu miskha, wajah miskhapun memerah mengekspos blushingnya.


"Ahhh taehyunaaaah..." Gerutu miskha malu. Taehyun hanya tertawa.


"Ayo kita makan.." Ajak miskha.


Taehyun pun menarik bangku dan duduk, mereka makan bersama setelah beberapa bulan.


"Ah enak banget!" Kata taehyun samar karena di mulutnya penuh dengan makanan. Miskha mengunyah lalu terkekeh kecil.


"Member pasti akan iri kalau aku beritahu masakan mu seenak ini" goda taehyun. Miskha hanya terkekeh.


●●●


Author povv : Terima kasih sudah membaca ❤️. Oh iya sebentar lagi Natal dan tahun baru, kalian sudah punya Holiday list belum ? Hehe author udah !!! Dan jangan lupa jaga kesehatan kalian, makan yang banyak ya terus stay tune nove ini ❣️❣️❣️👍 love readers !!!


Clara, Louis, Miskha.