He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Empat Puluh Enam



Terima kasih sudah menunggu cukup lama. Apa kabar readers ? Jaga kesehatan ya tetap #DirumahAja


Selamat membaca :)


●●●


Miskha membaca setiap artikel di iphonenya saat makan siang. Dia memilih meja dekat kaca gedung, sambil menikmati makan siangnya. Artikel - artikel yang ia baca semuanya tentang hot news mengenai DTS, kehadirannya dalam Grammy 2020 serta partisipasi mereka untuk menampilkan performance perdananya di acara bergengsi itu. Miskha sudah sangat lama tidak bertemu mereka, terutama kekasihnya sejak tour dunia dan waktu sibuk mereka menyiapkan album baru. Miskha tidak menyalahkan kekasihnya kim taehyun, tapi dirinya sendiri juga sudah sangat sibuk dan memikirkan pekerjaan sebagai formulator itu. Bahkan dia merindukan sosok Loui sahabatnya yang masih berbaring di rumah sakit.


"Wahhh hebat.. Mereka sudah sangat huge akhir akhir ini popularitas mereka juga tinggi dan sangat baik." Gumam miskha sambil mengunyah dan membolak - balikkan artikel di penelusuran google itu.


Hari ini merupakan hari pertamanya masuk ke departement business dan marketing. Setelah makan siang miskha akan berlatih menjadi model brand perusahaan kosmetik tersebut. Tugasnya semakin banyak, ditambah williem sudah mengatur semuanya. Belum lagi abeth sahabatnya yang entah kapan akan terbang ke seoul untuk menemuinya.


"Hey miskh.." Sapa clara dengan senyum manisnya, "aku disini ya.. Temani kamu" tambahnya. Miskha yang sedikit terkejut lalu tersenyum dan mengangguk seraya memberikan izin.


"Bagaimana ? Apa kau siap nanti ?" Tanya clara mengarah pembicaraan pada pekerjaan tambahan miskha itu. Miskha yang sedang mengunyah lantas segera mengambil mineral dan meminumnya perlahan.


"Yaa... Tentu.. I don't think that I'll do better, tapi aku akan berusaha. Bukan kah ini permintaan langsung boss amerika itu, right? Jadi aku hanya mengikuti saja. Aku hanya ingin cepat mendapat gelar magister ku. " jawab miskha santai walau nadanya sedikit bercanda tapi makna yang miskha ucapkan sedikit berkesan tak suka.


"I know you felt .. Aku tahu loui sedang dirawat, jadi dia meninggalkan pekerjaan cukup banyak. Maaf merepotkanmu miskh.. Aku yakin kau bisa melewatinya, Dan loui pasti segera membaik. " hibur Clara sambil mengusap punggung tangan miskha. "Sure.. " jawab miskha singkat.


●●●


Entertainment News


"Sekilas, siang ini Big Huge Entertainment akan terbang bersama DTS ke Amerika untuk menghadiri acara Grammy. Mereka berpakaian cassual dan sangat bersemangat di bandara." Presenter Tvm


●●●


"Banyak sekali wartawan.." Jimmy memakai kacamata hitamnya segera.


●●●


"Aku belum mengabari miskha mengenai hal ini.." Ucap taehyun pada dean manager mereka.


"Aku akan mengirimkan pesan pada miskha. Kau tidak usah khawatir aku akan segera memberitahumu." Jawab dean berbisik.


●●●


Dear Adriana Miskha,


Kami dari management big huge, saat ini DTS sedang menuju perjalan ke Amerika. Kim Taehyun meminta untuk memberikan kabar pada anda, dan berhubung perjalan ini cukup mendadak mengenai pekerjaan mereka dan beberapa album terbaru mereka. Mohon kerja samanya untuk tidak membocorkan rahasia ini, Kim taehyun dan setiap member akan diberi izin memberikan kabar pribadi pada masing-masing keluarga. Untuk itu kami memberitahukan untuk menunggu kabar dari Taehyun secara pribadi.


Terima kasih atas perhatiannya.


DEAN


Manager DTS


Miskha membaca setiap detail kalimat yang dikirimkan pihak big huge melalui email pribadinya. Miskha hanya memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas panjang, "Aku yakin kau baik - baik saja. Jangan lupa bahagia" desisnya pada sendok yang sudah berada tepat di depan mulutnya.


"Miskh ? Kamu kenapa ?" Tanya clara tiba - tiba. Sebelum miskha membuka matanya clara mendapat panggilan telfon, "halo, iya benar. Ehem.. APA ? BAIK SAYA AKAN SEGERA KESANA 1 JAM LAGI. terima kasih sudah menelepon. Yaa.. Baik baik saya mengerti. Saya walinya, baik saya akan transfer biayanya segera . Terima kasih banyak." Raut wajah clara begitu memerah dan terlihat sedikit terkejut. Miskha yang baru saja membuka matanya itu langsung terheran, "why ?" Tanya nya.


"Pihak rumah sakit telfon, Louis sudah siuman. Aku akan mencoba izin setelah ini untuk pulang lebih awal. Maaf aku harus segera ke rumah sakit. Louis menungguku, miskha terima kasih banyak telah mendoakan Loui. Aku akan mengabarimu nanti." Sambil tergesa gesa dan merapihkan sisa makan siang clara terburu - buru berdiri dari kursinya.


Miskha hanya diam, lalu tersenyum pada clara dan mengizinkan dia pergi dari meja makannya. "Syukurlah Loui.." Ucapnya.


●●●


"Nona Adriana Miskha, bisakah kau sedikit fokus pada kamera ? Kami tahu ini pertama kalinya untukmu. Tapi bisakah rileks ?" Ujar sang fotografer. Miskha yang sudah berusaha melemaskan seluruh otot diwajahnya, bahkan dia tak henti - henti menghela nafas.


Williem dan sekretarisnya Anastasia mengunjungi studio, sambil melepas jasnya dan berjalan kearah director.


"Bagaimana?" Tanya nya santai.


"Oh boss... Kami belum mendapatkan satu atau dua gambar yang baik. Ms Adriana terlihat sangat kaku. Maaf boss, kami sedang berusaha maksimal."


Williem melihat kearah miskha yang berusaha keras merilekskan wajahnya dan mencoba tersenyum mengatur pose arahan fotografer. Namun sang foto grafer terlalu keras, sehingga membuat miskha kesal. "CAN YOU HELP TO SUPPORT ME ? AKU BISA SAJA WALK OUT DARI SINI. APAKAH AKU HARUS MENANGANI HAL INI SENDIRIAN ? BISA KAH KAU SABAR ?" Sontak miskha marah dan mulai kesal, wajah nya memerah penuh dengan emosi dan ini pertamanya miskha menunjukkan kekesalannya sungguh kesabarannya sudah dibatas. Setiap crew melihat perubahan mood miskha, termasuk williem yang tidak ia sadari berdiri tepat disamping director.


"Aku akan berusaha. Jadi tolong bantulah aku perlahan. Ini bukan perkerjaan ku dan ini tidak mudah." Kata miskha mulai menenangkan pikirannya, ia merasa bersalah atas tindakannya. "Maaf" tambahnya.


Williem matanya tersorot pada miskha dan fotografer, tapi dia tak ingin memusingkan hal kecil ini. Jadi dia biarkan saja miskha sampai dia melihat hasil kerja kerasnya.


"Iyaa bagus, ini bagus lebih baik. Lagi" kata fotografer sambil mengatur pose miskha.


Miskha mulai merasakan perubahan suasananya dan mencoba mengeluarkan dirinya lebih baik di depan lensa kamera. Dia mencoba fokus, memposekan setiap wajah dan mulai merilekskan tubuhnya. Dia mendengar lagu Billie Eilish diputar Bad Guy, darah di tubuhnya mengalir deras seakn dia terbawa suasananya.


"Boss. Ini sudah lebih baik bukan ?" Tanya sang direktor pada williem dan menunjukkan hasil foto mereka pada layar laptopnya.


"Ya tentu. Lihatlah, aku tidak salah pilih kan ?" Kata williem. Williem memperhatikan setiap pose miskha dan wajahnya yang berubah - ubah. Lalu ia pun tersenyum kagum.


"Ms Anastasia. Siapkan jadwal meeting dengan RnD untuk minggu depan." Kata williem tanpa menoleh pada Ana , matanya terfokus pada miskha yang mulai membaik moodnya.


"Baik tuan" jawab Ana. Ana penasaran dengan Miskha dan Williem, di otaknya penuh dengan pertanyaan mengenai hubungan keduannya.


"Siapa Miskha ini?" Keluhnya dalam batin .


"Yeahhh good !!! Its perfect ! Look! I'm sorry .. Seriously I didn't mean....." Sang fotografer menunjukkan hasil fotonya pada miskha mendekati miskha yang masih berdiri di depan tempatnya berposo tampak lampu sorot masih menerangi dirinya, namun miskha segera memotong perkataan pria itu dan membalasnya ramah , "hey yeahhhh no no.. Its okay.. Me too .. I did over reaction .. Haha". "Okay look this" balas sang fotografer ramah, miskha melihat wajah semua crew yang terkagum dengan dirinya memuji setiap hasil fotonya. "Hahahaha okay thanks" jawabnya tersipu malu. Williem tersenyum lalu memutarkan badannya meninggalkan studio sebelum miskha menyadari kehadirannya.


"Will... I see you" batin miskha menatap pria tinggi 180 cm itu berbalik berjalan menuju pintu.


●●●


Rumah sakit _


"Ms Clara, silahkan duduk" kata dokter menyapa clara yang terburu - buru memasuki ruangan dokter yang merawat loui kekasihnya.


"Iya.. Bagaimana dok ? Apakah dia sudah bisa pulang ? Bagaimana hasil labnya ?" Tanya clara tanpa henti wajahnya memerah khawatir atas hal yang buruk terjadi.


"Tenang dulu ms clara, baiklah akan saya jelaskan perlahan." Jawab sang dokter yang sudah berumur lebih dari setengah abad itu.


"Baik dok.. Maaf" kata clara menghela nafasnya, siap mendengar penjelasan sang dokter.


"Tuan Louis Van Arthur, kondisinya sudah sangat baik. Lebih baik dari dugaan saya. Dia terinfeksi bakteri typoid, ini cukip riskan bahkan bisa terjangkit lagi. Dia tidak bisa mudah lelah, beraktivitas seperti olah raga terlalu lama bahkan ber aktivitas dengan air juga tidak bisa terlalu lama dan hanya badan mr loui saja yang tahu batasnya. Jadi saya akan meresepkan beberapa multivitamin, mineral zinc dan juga obat yang harus dikonsumsi selama satu pekan ini. Untuk saat ini kondisinya badannya mungkin masih lemas, tapi sudah bisa pulang. Namun jika ms clara khawatir dia bisa istirahat di rumh sakit satu hari dan besok baru pulang." Jelas sang dokter ramah.


"Syukurlah.. Dia memang sangat suka olahraga dok, dia juga bekerja di ruangannya yang harus selalu bersuhu sejuk. Jadi dia hampir sering flu tapi cepat sembuhnya, baiklah dok saya akan mengingatkan nya untuk hal hal tersebut. Saya akan tebus obatnya." Jawab clara tenang.


Setelah itu clara menuju poli farmasi menebus semua obat Louis, barulah ia mengunjungi kamar rawat loui. Terlihat loui sedang duduk diatas bednya sambil membaca majalah.


"Cla ra.. " gumamnya


Clara meneteskan air matanya berlari memeluk loui. Loui membalas pelukan Clara yang sangat kuat itu, "hu hu.... Aku khawatir sekali .... Kamu kritis bahkan tidak sadarkan diri. Aku menangis seharian setiap menemanimu... Aku rindu sekali padamu lou..." Tangis clara terisak memeluk loui.


"Hem... Hehe maafkan aku.. Aku janji tidak akan membuatmu khawatir lagi..." Elus loui pada pundak Clara dengan infus di pundak tangannya. "Hey.. Omong - omong.. Kau kok bisa pulang ? Ini kan masih siang ?" Tanya loui meledek.


"Iyah.. Hefhhhrt aku pulang cepat. Aku izin.. Aku rindu kau.. Aku sengat terburu - buru sampai aku lupa memakai jaket ku..." Jelas clara masih terisak. Loui tertawa terbahak lalu memeluk kekasihnya itu, "ohhh clara sangat mencintaiku.. Pasti dia terkejut mendenger kabar aku siuman" ledek loui.


"Kau..." Gumam clara dipelukan loui.


"Kau mau makan ? Order makanan cepat saji yukk.. Aku lapar , tidak selera makanan itu" kata loui manja menunjuk kearah table yang sudah disediakan makanan rumah sakit.


"Engga kau harus makan ini. Dokter memberikan aku note yang sangaaattttt banget mr louis vann AR THUR" eja clara meladani loui yang bersikap seperti anak kecil itu.


"Suapi yaaa " pinta loui imut. Clara mengangguk dan mencium loui cepat. Loui terkejut lalu tersenyum.


●●●


Meeting


"Jadi karena hari ini berjalan dengan baik dan lancar, ms Adriana kau harus siap wajahmu terpajang diseluruh dunia besok. Saya mau semua staff lembur dan mulai memasarkan produk dengan semua tampilan advers baru. Okay ??? OKAY ?? mengerti ?" Jelas williem tegas.


Miskha , dan semia staff hanya dia mendengarkan permintaan boss mereka itu dan hanya bisa berkata, "Baik pak."


Miskha masih diam dan menatap williem kosong. Williem tersenyum penuh arti.


"Apa mau mu?" Batin miskha


●●●


Terima kasih sudah mendukung dan menunggu novel ini, semangat semua nya !!! #DirumahAja