He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Dua puluh tujuh



Halo readers!!


Apa kabar? Hehe.


Untuk cast beberapa tokoh, author masih belum ketemu huhu (T.T) sedih cekali.


Btw sorry ya ceritanya agak rumit (T.T), tapi kalian tidak komentar jadi AKU AKAN BERUSAHA LEBIH KERAS LAGI πŸ˜‚πŸ’ͺ.


Jangan lupa kasih dukungan kalian dengan tekan tombol love dan like nya ya, supaya kalian bisa dapat notif setiap novel ini update dan kasih semangat ke author untuk bikin ceritanya lebih seru lagi β˜οΈπŸ‘.


Love πŸ’•


Selamat membaca !!


●●●


Malta


Miskha dan Taehyun berjalan mencari cafe yang menarik untuk dikunjungi, terutama menunya. Miskha menggunakan dress sabrina, menggerai rambutnya dengan jepitan kecil menghiasi atas rambutnya.


Taehyun membawa kamera kesayangannya, dipotretnya miskha sesekali, beserta pemandangan malta, laut serta penduduk lokal maupun turis.


Kota ini memang panas tapi angin dari laut memberikan kesejukan, keramahan penduduk lokal memberikan kesan pada miskha dan taehyun.


Setelah berjaan cukup lama, mereka berhenti di salah satu cafe dengan menu makanan yang sesuai.


"Ini ? Ada beer lokal juga .. Aku mau coba" miskha menunjuk pada papan menu di depan cafe. Taehyun menyenderkan dagunya pada pundak miskha dan mengangguk seraya setuju.


"Welcome !!" Sapa pelayan kafe dengan ramah dan senyum .


"Duduk disana ya ?" Tunjuk miskha pada sebuah table dekat dengan pemandangan laut. Taehyun mengangguk dan mengikuti langkah miskha.


"Apakah ada yang bisa saya bantu ms dan mr ?" Tanya seorang pelayan pria pada mereka.


"Sure.. Kami ingin memesan makanan.. Tunggu sebentar ya.. Hehe" jawab miskha ramah. Si pelayan hanya tersenyum dan mengangguk dengan menyiapkan kertas dan pulpen di atas telapak tangannya, tanda siap mencatat pesanan mereka.


"Kau mau pesan apa sayang? Tanya miskha pada taehyun, matanya fokus pada buku menu.


Taehyun sibuk memotret pemandangan laut, lalu menjawab "aku akan makan apapun yang kau pesan.. Kau pesan saja hehe".


"Baiklah.." Jawab miskha mengerti.


Taehyun tidak pernah komentar apapun mengenai miskha, apa yang miskha makan, ala yang miskha lakukan. Semuanya dimata taehyun miskha selalu memberikan yag terbaik. Taehyun sangat percaya pada miskha, sehingga terkadang miskha khawatir apakah dia sudah melakukan hal benar atau tidak.


"Aku pesan 2 steak untuk main course, chips dan kentang goreng ukuran large 1 untuk appetizer nya, serta puding coklat untuk dessertnya, dan 1 mangkuk ice cream vanilla tanpa topping ukuran medium. Oh ya.. Untuk minumnya 2 botol air mineral ukuran sedang. Oh ya.. Beer lokal disini apakah ukuran gelas atau botol?" Miskha menjabarkan semua pesanannya.


Si pelayan mencatat semua pesanan miskha lalu menjawab pertanyaannya, "untuk lokal beer kami menyediakannya dengan ukuran gelas nona, apakah kau mau yang ukuran medium atau large ?" Tanya si pelayan.


"Medium saja hehe" jawab miskha.


"Aku large" kata taehyun tiba - tiba bersuara, dengan tangannya sibuk mengecek hasil jipratannya.


"Ohh sorry.. One medium, and one large. Thank you" jawab miskha tersenyum sambil menutup buku menunya.


"Baik nona.. Kami akan antarkan pesanan kalian segera." Kata si pelayan penuh ramah.


"How long are they? " Tanya taehyun tanpa melihat si pelayan.


"5 until 7 minutes sir" jawab si pelayan.


"5 minutes. Thank you" kata taehyun cuek sambil kembali memotret.


Miskha memperhatikan mereka namun hanya tersenyum, dan mengedipkan matanya ke arah pelayan. Mengisyaratkan jika ia meminta maaf akan sikap taehyun yang sangat dingin.


"Kau tidak boleh seperti itu" kata miskha.


"Hehehehe.. Pelayan itu mengenalku" jawab taehyun dengan tertawa kecil.


"Oh gitu. Hahahaha" miskha tertawa mendengar perkataan taehyun.


"Iyaa.. Aku dan seokyin hyung kesini memesan makan. Dan dia yang melayani kami. Bahkan aku malu banget, karena dulu aku dan hyung memesan makanan dengan bahasa inggris yang bodoh dan singkat. Dia menertawai kami. Jadi aku malu hahahahahah" jelas taehyun .


Miska menggelengkan kepalanya dan tertawa.


●●●


Seokyin tidak bisa memejamkan matanya, lalu ia memutuskan untuk menghubungi taehyun dengan panggilan video call.


"Taehyunaah jawab panggilan video ku. " gerutu seokyin, melompat dari tempat tidurnya dan berjalan kearah jendela.


"Wah daebak.. Baru saja dibicarakan hyung tertua ini meneleponku" kata taehyun sambil menunjukkan layar ponselnya pada miskha.


"Angkat sayang, mungkin dia ingin memastikan keadaan kita. Lagian kitakan belum kasih kabar" kata miskha.


Taehyun mengangguk lalu segera menerima panggilan vidro itu.


"Hallo hyung" sapa taehyun sambil megibaskan rambutnya.


"Hallo kim taehyun! Yaa.. Kau kenapa tidak memberikan kabar huh ?" Pungkas seokyin dengan nada khawatir.


"Hehehehe maaf hyung.. Kami kelelahan 12 jam didalam pesawat hehehe" jawab taehyun gemas.


"Apakah miskha baik ? Tidak jet lag atau sebagainya?" Tiba tiba seokyin langsung bicara kepada intinya.


Tanpa ada rasa curiga atau apapun taehyun terkekeh dan mengarahkan kamera iphonenya dengan kamera belakang. Kebetulan pelayan sudah mengantarkan makanan mereka lengkap denganain coursenya.


Miksha terlihat sedang menerima makanan dan fokus bicara pada pelayan.


"Where's the dessert? " Tanya miskha pada si pelayan.


"Dessert akan diantarkan 5 sampai 10 menit setelah ini miss" jawab si pelayan.


"Oh.. Begitu yaa ? Baiklah" jawab miskha dengan ramah.


"Anything else miss?" Tanya si pelayan.


"It's fine.. Enough.. Thank you" miskha memberikan tips kepada si pelayan.


Seokyin melihat dari layar ponselnya dan hanya diam tak berkata sepatah katapun. Taehyun juga hanya sesekali memperhatikan miskha dan seokyin dari layar iphonenya.


"Sayang lihatlah .. Hyung melihat kau" kata taehyun berbicara pada miskha setelah si pelayan pergi.


Miskha melambaikan tangannya ke kamera ponsel taehyun dan tertawa kecil, "hallooo oppa !" . Seokyin yang melihat itu telinga serta pipinya memerah, "miskha.. Kau baik baik saja ?" Tanya seokyin.


Lalu taehyun memberikan earphonenya pada miskha, agar miskha bisa menjawab dan mendengar seokyin. Tanpa basa basi taehyun memakan makanannya segera dan memberikan iphonenya pada miskha.


"Pakai lah, nih pegang juga aku lapar" kata taehyun.


Miskha menggelengkan kepalanya, menyenderkan iphone taehyun di botol dan mulai memasangkan earphonenya.


"Ah begitu ya.. Ya boleh jika kau masih mau bicara padaku" kata seokyin


Dalam hati seokyin merasakan ketenangan bisa melihat miskha senang.


"Kau makan apa ?" Tanya seokyin.


"Emmm ini.. Lihat lah aku memesan semua ini oppa." Jawab miskha.


"Makan daging yang banyak ya.." Ledek seokyin


Miskha tersenyum.


"Hyung sudah lah kami mau makan dulu. Nanti aku kirimkan foto foto pemandangan indah" teriak taehyun sambil mengunyah.


"Ah pacarmu itu terlalu aktif saat sedang makan (banyak bacot ceunah)" gerutu seokyin.


Miskha hnya tertawa.


"Yasudah sampai jumpa.. Nikmati liburan kalian ya.. Bersenang senanglah! " pungkas seokyin tersenyum sambil melambaikan tangannya.


●●●


New York.


Williem mulai bekerja di salah satu perusahaan milik orang tuanya, dia sudah menjadi pemimpin disini. Banyak pegawai perempuan yang menggodanya, bahkan saling menggosipkan ketampanan wajah oriental milik williem.


Ting tong


Bell pintu berbunyi, body guard williem yaitu Phillip (lampu kali ah thor) meminta izin untuk membuka pintunya, "boss, apakah aku harus membuka pintunya ? Sepertinya sekretarismu, anna datang memberikan informasi." Sambil mengecek layar cctv dekat pintu.


Williem merapihkan dasinya dan sesekali mengaca pada mejanya membenarkan wajahnya, "ya , suruh dia masuk" katanya datar.


"Excuse me.. I'm sorry sir. Saya sekretarismu. Anna, Anastasia Clurk. Saya membawakan beberapa dokumen dan saya sudah mengirimkan jadwal anda hari ini sampai akhir bulan. Serta beberapa deadline bulan depan... Apakah----" , kalimat Anna terpotong, "Apakah aku satu - satunya pimpinan yang dipenuhi banyak schedule.? Miss... Sorry? Clurk" kata williem ketus sambil memutar kursinya.


Anna yang masih berdiri membawakan file dan tab ditangannya langsung kaku membeku karena boss didepannya sangatlah dingin terhadapnya.


"Maaf tuan" kata anna menyesal.


"WHY ? Kenapa minta maaf ? Aku hanya tanya apakah aku satu satunya ? Coba kau urus file itu kirimkan kepada manager Dylan. Dan katakan padanya boss yang menyuruhnya. Aku tak mau lagi mengurus file itu. Kau lihat kan ? Besok kita akan meeting dengan perusahaan besar. Jadi jangan ganggu aku. Cepat kirimkan presentasiku besok. Aku harus mengeceknya sebelum jam makan siang" jelas williem.


Anna yang baru saja bertemu dengan CEO tempat kerjanya itu sangat terkejut, bahkan tak bisa berkata apa apa. Williem sangat berbeda dengan ayahnya. Ayah williem memimpin dengan baik dan cukup bijak.


Anna hanya membungkuk seraya mengerti lalu di berjalan keluar menuju pintu, "Hei kau mengerti atau tidak ?" Tanya williem sambil berdiri dari kursinya. Anna berhenti, sementara phillip menahan langkah kaki anna dengan menutup menghalangi pintu.


"Saya mengerti tuan, Mr. WILLIEM." Kata anna tanpa berbalik dan matanya menatap phillip tajam.


"Tidak sopan!" Kata williem.


Anna berbalik badan, "saya harus menyelesaikan nya sebelum lunch tuan. Saya harus pergi kembali keruangan, dan menghubungi Mr. Dylan. Maaf jika sikap saya kurang sopan"


"Pergilah!!" Kata williem singkat.


"Phillip.. Kau boleh kembali ke ruangan mu" lanjut williem sambil membuka laptopnya.


"Baik sir" jawab Phillip mengerti.


Wallpaper layar laptop williem adalah Adriana Miskha. "Kau.. ".


●●●


Satu minggu kemudian


Dorm


"Aku pulang! " kata Jimmy


"Aku juga baru sampai tadi siang" jawab namhyun sambil menyapa Jimmy dan staff yang membantunya.


"Junki dan taehyun apakah sudah kembali ?" Tanya jimmy pada namhyun.


"Junki sudah.. Dia ada dikamarnya. Apakah keluargamu baik?" Tanya namhyun. "Ya tentu saja hyung.. Aku akan merapikan koperku. Aku bawa hadiah untuk kalian semua. Nanti ya .. Aku mau ke kamarku dulu." Kata jimmy imut.


"Kami kembali ke kantor" izin staff yng mengantar jimmy. "Ahh iya , terima kasih" jawab jimmy. Namhyun tersenyum sambil menutu pintu dorm.


●●●●


Selama di malta, taehyun dan miskha mengabadikan moment mereka. Mereka bebas melakukan skin ship, cuddles dan ciuman mesra satu sama lain. Mereka juga bebas berjalan di kerumunan orang tanpa harus diikuti paparazzi.


Taehyun sangat mencintai miskha, bahkan memberikan cincin tanda cinta. Miskha awalnya ragu dan memohon untuk tidak berlebihan sikap taehyun padanya, namun hatinya luluh ketika taehyun menggenggam tangannya setiap saat, dan mencium keningnya di tempat umum.


"Besok kita pulang.. Aku akan sangat amat sibuk. Kami harus menyiapkan banyak hal untuk Ami, dan memberikan yang terbaik." Curhat taehyun sambil memeluk miskha di atas tempat tidur.


Miskha mengerti perasaan taehyun tapi dia juga tahu akan posisi dirinya saat ini, "aku akan selalu mendukungmu.. Apapun itu.. Aku akan memberitahu ami jika Kim Taehyun, DTS adalah orang orang hebat. Apapun yang terjadi kau dan team mu... Adalah yang terbaik. Jadi jangan khawatirkan aku, aku akan sangat bahagia melihatmu bahagia dan aku akan sangat sedih jika melihatmu sedih. Jadi tunjukkan lah apapun perasaanmu itu.. Aku dan Ami .. Kami akan merasakannya juga, jadi setidaknya bebanmu berkurang." Jelas miskha dengan mendongakkan kepalanya sedikit memandang wajah taehyun.


"Terim kasih sayang.." Kata taehyun sambil mencium kening miskha.


"Lebih baik tidur.. Besok kita kembali ke seoul." Gumam miskha.


Merekapun tertidur.


●●●


"Aku pulang !!!" Teriak seokyin. "Hey yaa" jawab yorri dengan wajah kesal, pasalnya ia sedang tidur disofa pijat dan terkejut mendengar teriakan seokyin.


"Hehehehshshshs JIMMY SHIII, JUNKI YAAAA, NAMHYUNAAH, JEEYYYOOP, TAEHYUNAAH" lanjut seokyin.


"Ya hyung kau sangt berisik hhhhahaha" ledek jimmy sambil keluar dari kamarnya, "ah hyung berisik sekali" tambah junki.


"Kekekeekek" tawa seokyin senang mendengar celotehan member. "Hyung hyung ?" Kata jey bingung karena tidak percaya seokyin kembali ke dorm lebih awal.


"Dimana taehyun ? Dia bilang akan spulang hari ini?" Tanya seokyin. "Ah hyung besok pagi. Kau slah informasi sepertinya" jelas junki.


Seokyin diam. Lalu ia melanjutkan perbincangannya bersama member, menceritakan liburannya bersama keluarga.


●●●


"Halo" loui bicara pada telfon.


"Iya lou.. Ada apa ?" Tanya Clara.


●●●


Author: β€οΈπŸ’œβ€οΈπŸ’œβ€οΈπŸ’œ


Terima kasih readers !!!