
Selamat membaca ♥
●●●
"DTS! DTS! DTS!!!! " teriak seluruh amy tepat konser terakhir DTS untuk album baru mereka di tahun ini, member semua menangis terharu bahagia menyaksikan semangat dan dukungan dari Amy.
"Yeurobunn (kalian semua) , maaf aku mungkin sudah mengecewakan kalian..." Taehyun mulai bicara di atas panggung sebelum mereka menyanyikan lagu terakhir dan menutup konser. Taehyun berkata dengan serius dan nada suara yang sangat lembut.
Amy semua berteriak histeris seolah mengerti apa yang akan taehyun jelaskan.
"TAEHYUNAAAAHHHHHH GWAENCHANA (IT'S OKAY)" teriak amy bersamaan.
Semua member tersenyum seraya bangga dengan taehyun dan membiarkannya bicara.
"Maaf jika tahun ini aku sedikit membuat masalah... Aku tahu kalian sangat mencintai kami, diriku dan member serta album album kami.. Jadi aku harap apapun yang akan menjadi sebuah berita, apapun yang terjadi di tahun depan atau di masa mendatang... Tetaplah bersama kami." Jelas taehyun mengusap pelipis matanya.
Jimmy berlari mengahampiri taehyun dan memeluknya, diikuti namhyun, junki, seokyin, jey dan yorri. Mereka berpelukkan lalu melanjutkan acara mereka dengan sangat baik.
●●●
Miskha berjalan menuju apartemennya tepat pukul 3 sore, semua karyawan yang akan menghadiri meeting makan malam segera pulang dan mempersiapkan diri mereka.
Miskha berjalan perlahan melihat sekitar kota gangnam dalam pikirannya terbayang wajah Williem, mantan kekasihnya itu. Dia masih tidak percaya. Saat hendak menyebrangi trotoar mobil mercy hitam mengkilap berheti didepan miskha samping trotoar, miskha terkejut.
Williem. Dia keluar dari mobil itu tepat dari pintu belakang dengan jas dan dasinya, berjalan menuju miskha. Miskha hanya diam dan melihatnya.
"Hey... Where's your apartement ?" Tanya williem ramah. "Not too far.." Jawab miskha seadanya. Miskha merasakan kaku di kaki dan tangannya.
"Aku antar ya.. " ajak williem menatap wajah miskha. Miskha hanya khawatir williem melakukan hal yang memberatkan dirinya, jadi dia menerima ajakan williem.
Saat memasuki mobil williem tepat duduk disamping williem, miskha ingat aroma maskulin milik williem. Radio di mobil williem menyala saat itu terputar radio nasional Seoul, membicarakan tentang DTS dan konser mereka. Miskha ingin meminta phillip untuk menaikkan volumenya, tapi saat miskha hendak meminta williem lebih dulu bicara, "phillip.. Tolong ganti saluran radionya."
Miskha melihat kearah phillip dari kaca spion dengan wajah lesu, walau phillip belum mengatahui miskha secara pribadi. Phillip bertanya pada miskha, "Nona ? Maaf aku harus menggantinya." Kata phillip.
Sontak williem sadar bahwa miskha sangat menyukai berita tersebut, lalu williem menghentikan kemauannya. "Phillip.. Naikkan volumenya, biarkan miskha mendengarnya." Kata williem ramah sambil melihat ke arah miskha.
"Ah.. Maaf aku belum mengatakan apapun. Tapi terima kasih" kata miskha canggung.
Miskha merasa senang dengan pemberitaan mengenai DTS, konsernya, fans dan semua hal tentang lagu yang mereka bicarakan. Miskha sesekali tersenyum melihat kearah luar jendela melihat kota gangnam. Sore itu gangnam terlihat cukup ramai, mungkin karena sudah akhir pekan. Mulut miskha mengikuti lagu DTS yang diputar tanpa suara. Williem sesekali memperhatikannya dan mulai bicara.
●●●
Pukul 7 waktu korea selatan.
Beberapa orang penting dari big huge, manager kang, dean hyung dan member DTS keluar dari limosin mewah mereka. Memasuki hotel bintang lima yang sudah mereka booking. Walau ballroom tempat mereka akan merayakan kesuksesan konser harus terbagi dengan perusahaan asal new york tapi ada jarak yang cukup jauh sehingga mereka bisa bebas membicarakan apapun, karena ruan tersebut memang di peruntukkan pertemuan pertemuan penting.
"Bagaimana bisa perusahaan itu nekat membooking ruangan ini juga." Kata Bang pdnim pada staff pribadinya.
"Maaf tuan saya sudah menanyakan hal tersebut pada pihak hotel tapi mereka mengatakan sudah memberikan solusi terbaik. Perusahaan asal amerika itu juga membayar 2 kali lipat." Jelas manager kang.
"Kau yakin ke privacy an kita semua terjamin?" Tanya bang pd nim pada staff khusunya itu.
"Iya tuan. Mereka menjaminnya." Jelas manager kang.
"Okay." Kata bang pdnim.
Member melihat sekeliling ballromm yang luas itu, ball tersebut terbagi menjadi 2. Jadi ada 2 layar infokus, meja meja bundar yang sudah disusun dan terbagi, serta pembatas space mereka. Walaupun sudah cukup jauh dan kemungkinan pembicaran tidak akan terdengar tapi, mereka bisa melihat setiap sisi dan bisa melihat walau tidak terlalu jelas.
Author povv: aduh gimna ya jelasinnya pokoknya gitu deh reader (T_T)
"Selamat malam, silahkan tuan" sapa setiap pelayan yang sudah berbaris menyambut mereka.
Merekapun segera duduk dan menempati kursi masing - masing. Setelah Big huge mengisi tempat mereka, tak lama beberapa orang penting termasuk williem, miskha, dan Louis dari Beauty International corp, dan Electronic Globe International, corp memasuki ballroom disapa oleh pelayan yang sudah siap melayani mereka.
Louis berbisik, "kenapa ada perusahaan lain yang mengadakan pertemuan juga disana ?" Tepat di telinga miskha. Miskha melihat ke arah yang dituju oleh loui itu, lalu menjawab "lumayan jauh juga jaraknya. Sepertinya itu bukan sebuah pertemuan penting seperti kita ini. Kitakan ngebahas semua hal tapi ini berlebihan seperti akan berpesta saja". Wajah miskha sedikit datar, entah apa yang ada di fikiran williem menurut miskha pertemuan penting bukan seperti ini, ini terlihat seperti acara makan malam perusahaan.
"Thank you for everyone. (Dengan bahasa inggris williem bicara)" kata williem berdiri dari kursinya.
"Malam ini kita akan bicara santai mengenai beberapa materi dari perusahaan kami, dan juga dari perusahaan kalian. Tapi saya harap kita semua mendapat solusi terbaik dan menjalankannya dengan komit." Kata williem dengan gestur tubuh yang berwibawa.
Entah mengapa miskha sibuk melihat ipadnya dan sesekali melirik ke arah pertemuan perusahaan lain. Tapi miskha masih fokus mendengarkan williem dan timnya bicara.
Saat miskha ditunjuk Mrs lily untuk ke depan infokus dan menjelaskan materi Rnd setelah Louis, miskha sempat sedikit gugup. Walaupun miskha sudah mengerti setiap bagian materi, dan dia juga sudah sangat siap mepresentasikannya. Tapi bibirnya sedikit bergetar, suaranya yang pada awal lantang menjadi sedikit lambat.
"Adriana miskha ? Are you okay?" Tanya williem tiba - tiba. Miskha pun sedikit tersontak kaget dengan teguran boss barunya itu. Tapi miskha mencoba rileks dan menjawabnya, "Absolutely, Good sir. " kata miskha dan kembali menjelaskan presentasinya secara lugas.
Sementara Big huge entertainment mengobrolkan topik ringan mengenai perkembangan yang pesat karena DTS, bahkan Bang pdnim pun mengatakan secara langsung jika ia begitu bangga dengan pencapaian besar mereka.
"Aku sangat bangga dengan kalian!" Kata bang pd nim berdiri lalu semua staff dan member dts bertepuk tangan, dilain sisi usai presentasi miskha pun mendapatkan tepukan tangan. Seketika ball room terbut menjadi ramai karena tepuk tangan mereka. Miskha yang terkejuut dan masih sedikit gugup melihat ke arah perusahaan yang merayakan makan malam itu, Bng pdnim pun sama melihat ke arah keramaian yang sama itu.
Walaupun jaraknya cukup jauh dan di batasi, tapi miskha melihat jelas dan dapat menatap bang pdnim yang sedang melihat ke arahnya. Tidak ada satupun orang yang sadar.
Ketika miskha kembali ke tempat duduk dan menyantap makan malamnya, loui menyenggol lengan miskha pelan "aku bangga padamu" kata loui. Miskha tersenyum pertanda puas akan presentasinya itu.
Williem memperhatikan setiap gerak gerik miskha, walau ia fokus dengan mrs lily dan staff nya yang berbicara. Dalam batin willoem berkata, "sedekat apa mereka! Apa itu pacar miskha?" Tanya nya curiga.
●●●
Aku akan mengunjungi apartemenmu besok - taehyun
Setelah hampir selesai makan malam perusahaan taehyun meminta izin untuk pergi ke toilet, saat di dalam toilet dia mengirimi pada miskha pesan. Di dalam toilet tersebut juga terdapat Williem yang sedang mencuci tangannya dan merapikan dasi serta jasnya. Williem dengan wajah gusar dan tertawa kecil membuat taehyun sedikit merasa kurang nyaman.
Taehyun langsung pergi keluar dan kembali karena merasakan ke anehan pada pria yang ia temui itu.
"Aneh" kata taehyun sebelum benar - benar keluar dari toilet. Williem mendengar suara mengejek itu dia semakin kesal dan hampir memukul kaca dengan tangannya.
●●●
Miskha menyadari kehadiran DTS dan Big hugr entertainment, miskha pun menebak - nebak jika pria yang dia lihat pada saat suara tepuk tangan adalah Bang pdnim.
Tak lama williem kembali dari toilet miskha mengecek notif di iphonenya, pesan dari taehyun miskha pun tersenyum.
-Okay ♡
Miskha
"Van Louis Arthur. Apakah itu namamu? Tanya williem tiba - tiba pada saat semua sedang fokus makan sambil berbincang. Sontak williem yang saat itu tengah memotong steaknya melihat kearah datangnya suara yang menyebut nama lengkapnya, "Yes. I'm Van Louis Arthur.. But sorry tuan.. Ada bisa memanggil saya Louis." Jawab louis ramah. Miskha memasang muka datar sesekali ia melirik ke arah williem dan staff lain.
"Kau berasal dari mana ? Apakah kau sudah sangat lama tinggal di seoul?" Tanya williem dengan nada aneh.
"Apakah team mu cukup baik ? Maksudku bagian RnD ?" Tanya williem kemudian. Miskha semakin bingung dengan tujuan williem menanyakan hal itu, apa maksudnya menannyakan hal yang sangat sensitif itu.
"Tentu saja sangat baik tuan. Apalagi ditambah kehadiran Adriana Miskha, team RnD rasanya semakin lengkap. Kami selalu membuat inovasi baru, karena kami cukup dekat dan cukup bisa bekerja sama dengan baik. Mungkin saling melengkapi adalah kalimat yang cocok untuk team ini" jelas louis, nadanya sedikit tegas serta postur tubuh louis seperti ingin menyudahi pembicaraannya itu dengan williem.
"Dekat ? De--- kat ? Jadi kau dan nona Adriana Miskha sudah berpacaran?" Tanya williem mengintrogasi, tatapannya cukup tajam. Miskha pun tersedak, segera loui membantu miskha mengambil gelas minumnya.
"Maaf tuan .. Apakah kurang sopan menanya kan hal yang tidak masuk akal di forum seperti ini?" Sontak louis sedikit menaikkan nada dan wajahnya terihat lebih serius sambil sesekali memperhatikan staff dan mrs Lily.
"Maaf tuan williem.. Kenapa anda bertanya seperti itu ? Bukan kah meeting ini untuk membahas kerja sama kami ?" Tanya mrs lily kemudian.
Williem hanya diam tapi matanya menatap miskha dengan senyum tipis smirk.
"Aku tidak habis pikir kau semurah itu" kata williem tiba - tiba.
Miskha terkejut jantungnya berdegup sangt kencang. Ditambah williem berbicara menggunakan bahasa inggris dan kalimat yang cukup kurang sopan. Miskha pun kemudian berdiri dan menunduk, "Maaf, aku izin ke toilet" kata miskha menahan emosinya.
"APAKAH INI SANGAT KURANG SOPAN ?" Tanya williem dengan nada suara tinggi. Semua staff bahkan mrs lily terkejut dengan perkataan williem.
"TUAN WILLIEM.. APAKAH SAYA MELAKUKAN KESALAHAN ?" tanya miskha lantang tapi intonasinya halus nan lembut.
Louis melihat kearah miskha dia tahu miskha tidak baik - baik saja. Louis sudah curiga, pasti miskha mengenal Williem.
"Sudahlah. Aku tidak ingin mempermalukanmu" kata williem dengan smirk.
"Maaf tuan.. Haruskah saya memohon pada anda.. Apa kesalahan saya ?" Tanya miskha dengan nada lembut, di matanya sudah membendung air mata.
"Miskha.. Enough.. Its okay.." Kata loui berdiri meraih bahu miskha untuk kembali duduk.
Miskha hanya diam melihat ke arag mrs lily, mrs lily paham akan miskha dia pun berusaha berfikir positif dan memberikan kode pada wajahnya jika dia percaya pada miskha.
●●●
"Dean.. Aku melihat Adriana miskha" kata bang pdnim berbisik pada dean.
Dean terkejut lalu dia melirik sekitar memastika keadaan tidak ada staff yang mendengr pembicaraan mereka.
"Benarkah boss? Dimana" tanya dean penasaran.
"Disana. Sepertinya perusahaan yang makan malam disana itu perusahaan tempat miskha bekerja." Kata bang pd nim.
"Hah ? Apa aku harus cari tahu boss?" Tanya dean.
"Tidak perlu... Biarkan saja. Hanya kebetulan saja" kata bang pdnim menyerah.
"Baik boss" jawab dean hyung.
●●●
Setelah selesai makan malam DTS pun segera pulang ke dorm bersama Dean hyung, dean yang berjalan paling terakhir menemani seokyin karena dia meminta untuk ke toilet dahulu.
Mereka berpapasan dengan williem dan body guardnya, tapi sikap williem sangat mengejutkan saat miskha berjalan bersama louis untuk pulang tangan miskha di tarik kasar, bahkan miskha di hempaskan ke arah tembok.
Louis tak habis pikir dengan perlakuan williem. Dan seokyin serta dean yang melihat kejadian itu langsung bersembunyi memantau tingkah mereka dari kejauhan.
"MIKSHA?" Kata seokyin sambil mengkerutkan alisnya.
"Kasar sekali pria itu" tambah dean hyung.
Louis bicara perlahan pada williem, "Tuan ! Apa yang tuan lakukan ? Miskha perempuan!" Kata louis dengan raut wajah yang cukup marah.
Miskha hanya menangis tanpa suara melihat williem dan louis.
"KAU TIDAK SEHARUSNYA IKUT CAMPUR!" kata williem menunjuk louis bicara dengan nada yang cukup tinggi.
"SEBENARNYA KAU SIAPA?" Marah louis menaikkan nada suaranya.
"AKU MANTAN KEKASIHNYA" jawab williem dengan nada yang semakin tinggi. Miskha hanya diam dan menangis, phillip dan body guard serta Anna skretaris williem hanya diam tidak mengerti permasalahan mereka dan terkejut saat mengetahui hal tersebut.
"Louis.. Sudah. WILLIEM CUKUP! Aku mau pulang. Aku sudah lelah will.. Kenapa kau bersikap seperti ini? Aku bahkan sudah bukan kekasihmu. Untuk apa kau mengatur hidupku?" Pinta miskha sambil menangis memegang tangan williem sambil menatapnya seraya memohon.
Williem hanya diam lalu pergi meninggalkan miskha, diikuti body guard dan anna skretarisnya.
Miskha terjatuh lemas menangis tak kuasa menahan amarahnya. "Miskha... Maafkan aku" peluk louis sambil duduk mengikuti tubuv miskha.
Miskha membalas pelukan louis dan berkata, "This is not your fault. Bahkan dia yang sudah menyakitiku tidak pernah sekalipun meminta maaf." Kata miskha menatap louis.
Seokyin dan dean hanya diam menyaksikan kejadian itu, "hyung... Apakah kau bisa cari tahu siapa orang itu?" . "Tentu saja aku bisa." Jawab dean semangat, dean pun merasa tak terima dengan sikap pria itu (Williem).
●●●
Di mobil
"Mereka lama banget sih" kata junki
"Mungkin sebentar lagi" tambah jimmy
Yorri sudah terlelap menyenderkan tubuhnya di kursi mobil. Taehyun sibuk dengan iphonenya.
"Tuh dean hyun sam seokyin hyung" kata jey menunjuk kearah seokyin dan dean berjalan.
"Lama sekali" kesal junki dengan wajah gemasnya.
"Hahahahahah kiyowo" ledek jimmy.
"Hahahahaha" tawa jey menggoda junki yang kesal sambil mengacak - acak rambut junki.
●●●
Author povv : Halo readears ! Aku mencium bau bau konflik hehe. Btw jaga kesahatan kalian ya, sekarang lagi musim pilek huhu T_T
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like dan komennya ya ♥♥♥
Adriana Miskha dan Taehyun