
selamat membaca ❤️
●●●
"Loui .. Apakah pagi ini kau ada kesibukan ?" Tanya clara.
Semenjak kemarin clara mengkhawatirkan loui, memang sudah lama sejak ia berbeda divisi dengan loui tak pernah pergi keliar bersama walau hanya sekedar membeli jajanan pasar atau sekedar menemani loui berbelanja.
Clara sangat mengerti loui, sejak loui sampai di korea Clara lah satu satunya teman yang mengajak loui keluar mesion, bahkan clara yang membantu loui untuk berbahasa korea dengan fasih walau hanya sekedar cara memesan makanan.
Dulu loui sangat dekat dengan clara, namun clara tahu jika tak sampai hati seperti loui kepada miskha.
Clara melihat loui jika bersama miskha, menjadi lebih semangat dan gembira. Seakan miskha memberikan warna baru pada loui.
Sebenarnya clara bukanlah asli korea, ayahnya berasal dari amerika namun sejak kecil ia sudah ikut ibunya ke korea selatan.
Maka dari itu clara sangat fasih berbahasa korea, walupun wajahnya tidak seperti orang korea tapi clara sudah berkebangsaan korea selatan. Ada hal yang sangat pedih pernah terjadi di kehidupan clara, maka dari itu vlara tak pernah membicarakan perihal ayahnya. Namun clara pernah ke amerika dan menemuinya, tapi ayahnya tak mengenalnya karena ia sudah cukup dewasa dan berubah.
Loui yang masih setengah sadar itu mengangkat panggilan telepon dari clara sambil mengucek matanya dan mendorong badannya ke atas bantal. "Hoamm.. Emm ... Apa kau mau ke apartemenku ? Yah aku akan sombong sedikit. Mensionku ada kolam renang kecil pribadi, dapurnya juga luas. Kita bisa barbeque.. Kebetulan minggu ini bukan jadwal ibuku mengunjungi.. Dari pada kau di mensionmu minum soju dan makan ceker ayam pedas sendirian, ...."
Sebelum clara selesai bicara loui pun langsung memotongnya, "COOL ! aku setuju ! Aku akan kesana. Aku tidak akn mandi dan langsung kesana !!!! Jadi aku akan mengotori kolam pribadimu!" Kata loui bersemangat.
"Okay... Palli yaaa.." Kata clara tersenyum sambil menyiapkan sesuatu di dapur.
Loui langsung melompat dari kasurnya dan mengambil beberapa barang penting lalu memasukkannya ke tas gym nya. Di ambilnya kunci mobil di sofa yang ia taruh sembarang, "Gotchaaa, let's go! " kata loui.
●●●
Airport
"Kim... Aku takut turun sekarang. Kau saja duluan." Kata miskha masih duduk di bangku alphard DTS.
Taehyun yang sudah keluar dari mobil dan menahan pintu dengan masker serta kacamata itu sudah siap untuk memasuki airport. "Kenapa sayang ? Hey... Kau sangat cantik sayang kenapa harus takut ? Tidak akan ada wartawan termasuk dispaz yang akan mengambil foto atau video kita sayang.. Dean hyung dan sistennya akan menemani kita dari belakang. Ayolah turun.." Ajak taehyun lembut sambil mengulurkan tangannya.
"Miskha .. Tak apa tenang saja.. Kau akan aman.. Kami akan menemani kalian di belakang walau pun ini perjalanan pribadi kalian." Jelas dean hyung sambil menurunkan koper taehyun dan miskha.
"Aku akan pakai masker.." Kata miskha. Taehyun mengangguk. Lalu miskha menggenggam tangan taehyun , dia sudah turun. Mendorong koper masing masing kedalam airport. Mereka hanya berdua ya, walaupun dean hyung dan asistennya mengikuti dari belakang namun hanya sampai di depan imigrasi saja. Setelah itu mereka benar benar hanya berdua.
Mereka segera menunjukkan tiket, passpor dan visa. Taehyun bersikap santai walau ia tahu jika pramugari didepannya ini mengetahui dirinya.
"Sudah lengkap semua, tuan kim taehyun dan nona Adriana miskha kalian bisa segera masuk untuk menaiki pesawat. Terima kasih." Kata paramugari itu.
Dispaz tidak menemukan jejak taehyun , "ah dia berlibur kemana . Sialan bighuge menutup semua informasi liburannya" kata salah satu wartawan dispaz.
●●●
"Hyung.. Aku dan junki akan ke busan. Kami naik mobil bersama aku akan mengantar junki sampai dirumah dulu." Kata jimmy pada yorri dan jey.
"Aku tidak melihat taehyun pergi" kata junki.
"Aku juga tidak" pungkas jimmy.
"Hey.. Yaaa... Mereka kan naik penerbangan pagi. Aku melihat mereka dan hyung dan asistennya menjemput taehyun. Tak usah khawatir. Dia pasti akan mengirimkan kabar jika sudah sampai di malta." Kata jey menenangkan jimmy dan junki.
"Taehyunaaahhh bersenang senanglah.. Jaga dirimu.." Batin jimmy.
●●●
"Halo hyung.. Aku dapat kabar dari grup kakao talk kami.. Jika taehyun dan miskha hanya pergi berdua.. Itu benar?" Seokyin langsung melepon dean , setelah kabar dari teahyun di grup kakao talk mereka.
"Halo. Seokyin.. Iya benar . Apa aku belum memberi tahumu ?" Jawab dean htung sambil mengemudikan mobilnya bersma asistennya.
"Ahh begitu ya ? Saat itu taehyun bilang kau dan manger kang akan menemani.." Jelas seokyin. Nadanya datar, jantungnya berdetam kencang seakan miskha hilang. Bukan taehyun yangbia khawatirkan. Nmun miskha, ya adriana miskha teman kecilnya. Memang ia sendiri baru mengetahuinya kemarin.
"Iya benar. Mungkin taehyun lupa menjelaskan, aku sudah meminta asisten bighuge lain yang akan menjaganya dari jauh. Dan disetujui pdnim serta manager kang.. Karena ada hal yang harus aku kerjakan disini." Jelas dean. Dean sedikit bingung dengan seokyin, walau ia tahu mungkin seokyin khawatir dengan member dts itu ya kim taehyun.
"Jangan khawatir miskha bisa mengemudi dan punya lisensi internasional, jadi taehyun aman." Canda dean sambil melepas kacamatanya .
"Baik lah hyung..aku tutup telefonnya.. Terima kasih." Kata seokyin.
"Yaaa baik lah.." Jawab dean.
●●●
"Sayang bangun lah.. Kita sudah sampai.." Kata taehyun mengelus pipi miskha.
"Ahh kita menghabiskan waktu panjang di pesawat. " kata miskha keluh.
Taehyun tersenyum dan mencium dahi miskha.
Pramugari memberi kode untuk penumpang karena pesawat akan segera landing.
Pilot juga sudah memberikan pengumumannya, lalu miskha dan taehyun membenarkan duduk mereka. Mengeratkan sitbelt bersiap.
"Hey.. Ayo kita angkat tangan saat landing" ajak miskha.
"Baik .." Seru taehyun.
●●●
Terima kasih sudah membaca novel ini . ❣️