
Selamat membaca ❣️
●●●
Taehyun mendengarkan playlist Lany - ILYSB, ia terhanyut dalam melodinya. Seketika seokyin datang menghampiri taehyun yang sedang duduk menyandar sendirian.
"Kau baik ?" Tanya seokyin sambil mengelap keringatnya.
"Ah hyunng.. Tentu." Jawab taehyun santai masih dengan earphone pada telinganya.
"Aku ingin beritahumu satu hal. Tapi maaf sebelumnya." Seokyin memulai pembicaraannya dengan taehyun. Taehyun langsung kebingungan, entah apa maksud member tertua DTS itu dilepasnya satu earphone pada telinganya.
"Ada apa ? Apa yang terjadi ?" Tanya taehyun polos.
"Sebenarnya Miskha ke rumahku sebelum kalian liburan ke malta. Ibuku yang mengundangnya." Seokyin memulai topik pembicaraan mereka dengan serius.
Taehyun hanya diam dan memandang seokyin kebingungan.
"Dahulu saat aku high school di Australia, miskha adalah tetanggaku. Uncle Alex dan Aunty Ayu, aku bertemu dengan miskha sebelum kita bertemu, bahkan sebesar ini. Dia memanggilku Yinnie oppa. Aku masih ingat sekali, jadi ibuku tak sengaja bertemu dengannya di Cafe saat hendak minum kopi. Dan dia merasa familiar dengan wajah miskha yang sangat mirip dengan ibunya. Entah bagaimana awal pertemuaan mereka, tapi ibuku masih sangat mengingat keluarga miskha, bahkan miskha juga masih mengingat keluargaku. Jadi ibuku mengundang miskha makan malam, di hari pertama aku pulang kerumah." Jelas seokyin ceritanya dibuat singkat.
"Benarkah ? Jinjja ?" Mata taehyun terbelalak, tak menyangka akan hal tersebut. Tapi dia mencoba berfikir jernih.
"Ya. Aku menyembunyikan ini padamu. Mungkin miskha juga, khawatir kau akan bereaksi seperti ini dan ya.. Benar saja." Tambah seokyin.
Taehyun menutup mulutnya dia menganga tak percaya.
"Maaf jika aku harus jujur padamu, aku menyukainya. Tapi jangan khawatir, aku tidak akan merebutnya." Jelas seokyin dengan nada gusar.
Taehyun masih tidak menyangka dan belum sepenuhnya paham tapi dia yakin seokyin tidak mungkin melakukan hal yang aneh.
"Hyung, jika kau menyukainya aku izinkan. Tapi jangan melihatnya lebih dalam. Cukup aku saja yang mencintainya." Taehyun memberikan sedikit kalimat agar seokyin sadar akan batasannya. Taehyunlah satu satunya pria yang dicintai miskha sekarang.
"Taehyunah.. Kita adalah member, keluarga. Aku tidak pernah berbohong jadi tenang saja. Kau pantas bersamanya." Kata seokyin datar, seokyin merasa sesak tapi dia harus jujur dan menerima ke pahitan mendalam.
"Hyung ayo kita kembali latihan. Terima kasih sudah jujur." Taehyun membalas santai mencoba untuk menetralkan suasana.
Seokyin meraih tangan taehyun lalu mereka saling merangkul dan kembali fokus latihan.
●●●
"Miskha!" Sapa loui pada miskha yang sudah kembali bekerja setelah liburannya.
"Lou.." Balas miskha dengan senyum.
"Ah iya aku lupa kemarin aku tak sempat mampir, aku mengirimu email mengenai materi rapat kita." Cemas loui lalu menepuk dahinya.
"OH IYA AKU JUGA LUPA LOU! MATILAH" Miskha cemas lalu dia membuka notebook nya.
"Mianne miskhaa.. Tapi nanti sore kita akan rapat (T.T). Bagaimana ini ?" Kata loui dengan tampang sedih.
"Tenang lou.. Aku akan mempelajarinya sekarang jadi kau yang membuat lip tintnya, ah iya satu lagi. Ini salahmu, jadi aku akan fokus pada materinya hari ini. Semangat kerja kerasnya loui" ejek miskha sambil memasang wajah silly.
Loui memanyunkan bibirnya, "ishh OKAY." Kata loui sedikit kesal.
"Hahahahha maka dari itu jangan pacaran terus. Aku dengar gosip kau pacaran dengan clara." Goda miskha sambil mengecek emailnya.
"Jangan sok tau. Urus saja pacar koreamu itu. Hufh" balas loui ngambek.
Miskha tekekeh karena wajah loui yang lucu.
Loui sendiri merasakan bimbang di hatinya, "aku tidak seharusnya mengharapkanmu" katanya pelan.
Miskha yang fokus tidak mendengar perkataan loui, tapi dia masih meledek loui dengan tawa dan senyumnya.
●●●
New york
Sebelum williem tidur dia melihat galery photo di iphonenya. "Miskha. Ku mohon kembali." Sambil menyenderkan badannya pada bantal di kasur.
Williem ingat akan masalalu mereka.
"Williem, apa aku harus kerja part time ?" Tanya miskha setelah menyetorkan uangnya ke bagian akademik membayar biaya kuliahnya.
"Tidak!" Jawab williem ketus.
"Kenapa ?" Tanya miskha lembut.
"Buat apa ? Uangku banyak kau katakan saja kau butuh berapa, jangan melakukan hal yang aneh lebih baik fokus belajar. Lagipula perusahaan mendiang ayahmu sudah stabil. Jangan khawatir." Pungkas williem dengan jurus seribu bahasanya.
"Tapikan tetap saja, aku hidup sendirian. Aku gak mau ngerepotin kamu ya.. Aku bilang seperti ini karena aku hanya ga mau ngerepotin kamu terus." Jelas miskha.
"MISKHA ! Sudah berapa kali aku katakan. Kalau aku bilang tidak ya tidak. Lagian kamu ngapain sih part time segala. Buang buang waktu, kau sehariaan di perpustakaan saja sudah sangat membuang - buang waktumu." Bentak williem dengan nada cukup tinggi.
Williem mendapatkan pesan alert dari Anna sekretarisnya perihal jadwal besok, "Dia sangat menyebalkan. " kata williem lalu mematikan lampu table dan mulai menarik selimut untuk segera tidur.
●●●
Saat pulang miskha seperti biasanya jalan kaki, loui beberapa hari terakhir selalu berangkat dan pulang bersama dengan Clara. Miskha melihat mereka memasuki mobil bersama, tapi segera ia acuhkan karena mungkin Loui dan Clara memang sedekat itu fikirnya.
"Hemmh.." Miskha menghebuskan nafasnya menunggu lampu hijau pejalan kaki.
Dia melihat langit senja baru kali ini ia sadar kalau Kota Gangnam memang indah, dia mengabadikan momen dengan memotret langit.
"Ohh.. Beautiful." Katanya kagum.
Dilain sisi taehyun dan member DTS sedang perjalan pulang ke dorm, mereka sudah mengetahui hasil rapat hari ini dari Dean hyung dan benar 'Padat', tapi namhyun sebagai leader selalu menyemangati member untuk berjuang.
Jimmy melihat kerasahan pada Taehyun, dia terlihat termenung melibat ke arah jendela kaca mobil dan menyenderkan badannya. Matanya kosong melihat ke sisi jalan.
"Taehyunah ?" Panggil jimmy dengan posel di tangannya sambil melihat ke arah taehyun yang melamun sedari mobil berjalan.
Taehyun masih fokus melihat jalan dan mengacuhkan jimmy.
"Ahh baiklah." Jawab jimmy seolah ia paham apa yang sedang taehyun fikirkan. Namhyun, yorri dan jey saling menatap satu sama lain. Merespon suara jimmy tapi tidak ada satupun dari mereka yang menggubrisnya. Berbeda dengan junki dan seokyin, mereka asik membicarakan games baru yang baru mereka beli.
"Hyung seru sekali aku sudah mencobanya di komputerku kemarin." Seru junki bercerita. Seokyin tertawa dan meledeknya, "hahaha .. Iya kan ? Ah aku sudah memenangkan 10 ronde pada awal permainan" goda seokyin dengan wajah sedikit dibuat buat.
"Ishh jinjja.. Paling juga hyung curang!" Balas junki.
"Hahahahaha aku terlahir lebih dulu darimu, jadi aku juga harus menyelesaikannya lebih dulu darimu" goda seokyin kembali.
"Isshhhh aku ga peduli" balas junki kesal dengan wajah yang lucu.
"Hahahahah lihat junki kesal" goda jimmy meledek.
"Kalian beli games baru ya ?" Tambah namhyun ikut serta membangun suasana agar taehyun bicara.
"Dasar penggila games" yorri pun terhanyut dalam suasana. Jey tertawa terbahak - bahak melihat setiap argument mereka karena junki kesal dan terlihat lucu.
Tapi, taehyun masih saja melamun dan mengacuhkan mereka. Hingga dia menyadari tepat di trotoar jalan di lihatnya Miskha sedang fokus menapaki kakinya sambil sesekali memperhatikan mobil - mobil yang terlintas, dengan rambut tergerai rapi miskha terlihat cantik. Taehyun lalu tersenyum dan membantin, "hey.. Aku lihat kamu. Semangat ya! Makan yang banyak! Kita harus berjuang. Maaf aku belum bisa menghubungimu." Dalam hati taehyun berbicara.
Setelah menyebrangi jalan, miskha kembali melangkahkan kakinya menelusuri trotoar dan berjalan sejauh kurang lebih 1 km. Dia berjalan dengan sangat santai sambil memikirkan hasil rapatnya, "new york ? Perusahan asal new york . Kenapa saham kita dibeli oleh perusahan elektronik ? Aku tak habis pikir mengapa mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan tempatku bekerja" keluhnya dalam batin.
"Ehem. " dia mendehem seolah tenggorokannya gatal.
"Bulan depan mereka akan berkunjung, belum lagi mereka ingin bertemu dengan tim Research development. Kenapa mereka se antusias itu ingin menemui kami sih.." Gerutu dengan suara pelan.
"I miss you taehyunah" miskha bergumam kecil saat melihat poster besar bergambar wajah member DTS.
Lalu dia terdiam sejenak memandang poster iklan DTS sebelum melanjutkan langkahnya.
●●●
Flash back
Dimalta setelah mereka diving dari tengah lautan, duduk berhadapan di mini boat sambil melihat matahari terbenam sebelum sampai di dermaga. Dengan pakaian selam yang setengah kering, mereka memandang satu sama lain tersenyum bahagia.
"Apa yang kau lihat ?" Tanya miskha tersipu malu rambutnya yang dikuncir asal masih basah tertiup angin lautan.
"Wajah pacarku" kata taehyun dengan senyum.
"Ada apa ? Kenapa ? Apakah seburuk itu ?" Miskha mengambek dengan memanyunkan bibirnya.
"Hahaha kau cantik, dengan atau tanpa make up. Aku suka memandangi wajahmu, dibawah senja. Jam 4 sore" jawab taehyun dengan nada datar tapi wajahnya serius.
Miskha sesekali melihat ke laut dan melirik taehyu , tapi tak berani menatap matanya yang masih memandangi dirinya. "Cukup lah.... Nanti kau diabetes" pungkas miskha.
Taehyun tertawa lepas dia senang menggoda kekasihnya itu, diraihnya tangan miskha dan di ciumnya dengan lembut pundak tangan wanitanya lalu tersenyum.
Menurut miskha hari itu adalah senja terindah dalam hidupnya, walau ia tahu dahulu sebelum ia bertemu taehyun williem sudah lebih dahulu melakukan itu di waktu yang bersamaan. Ya benar, saat itu senja.
●●●
Terima kasih sudah membaca ♥
Keep stay tune !
Love readers ♡
Clara