
Selamat membaca.
●●●
Sebelum tidur miskha memikirkan perihal hasil rapat hari ini, miskha merasa lelah dan kebingungan dengan pernyataan pimpinannya.
Entah rasa gundah hanya karena memikirkan, "mengapa mereka bekerja sama dengan perusahaan kosmetik?" Batinnya. Sangat aneh -
Entah mengapa wajah williem sontak muncul di pikiran miskha.
Meeting room siang harinya_
"Ehem.. Baiklah kita mulai. Tender saham perusahan kita di menangkan oleh perusahaan elktronik dan teknologi asal New york amerika serikat. Perusahaan besar dan sudah cukup ternama di amerika serta eropa. Perusahaan tersebut cukup familiar di asia, tepatnya Indonesia. Tapi tidak lebih signifikan dari perusahaan internasional di benua eropa dan amerika popularitas mereka. Saya sebagai pimpinan, ingin meminta kepada tim research untuk mempertajam materi dan mengolah inovasi inovasi sesuai kemajuan teknologi dan zaman di era global ini. Dan saya dengan bangga mendukung apapun ide kalian." Kata CEO Perusahaan kosmetik terbesar di korea selatan itu.
Miskha masih penasaran perusahaan apa itu, karena mereka belum menyebutkan dengan alasan tidak ingin terdengar oleh para kompetitor lain. Tapi dari proposal dan materi yang diberikan, seperti kerja sama ini mengaitkan tim RnD (Research development) untuk bekerja sama sesuai keinginan sang pemenang saham.
"Hey louis... Memang sebesar apa presentase saham yang dimenangkan perusahaan itu ?" Tanya miskha berbisik pada louis dengan pulpen yang masih menyangga jarinya.
"Sttt... Mungkin sekitar 65%" jawab louis dengan suara lebih kecil sambil matanya memperhatikan sekitar.
"Hah ? Daebak.. Its crazy.. You know" balas miskha sambil menyikut lengan Louis spontan.
"Sttt.. Hentikan" kata loui mengernyitkan dahi alih - alih khawatir akan didengar dengan sekitar mereka.
Miskha diam lalu melipat bibirnya perlahan.
"Aku lebih baik tidur saja. " gumam miskha menarik selimutnya.
●●●
Taehyun sangat resah untuk jadwal DTS yang padat lalu ia memberanikan diri memohon pada dean hyung untuk mendapatkan izin mengabari miskha.
*ringtone*
"Halo taehyun.." Tanya dean sambil naik ke tampat tidurnya.
"Hyung maaf aku telfon malam hari. Aku ingin minta izin mengabari miskha." Kata taehyun to the point.
"Boleh. Lakukanlah." Jawab dean santai.
"Ah hyung terima kasih." Balas taehyun.
"Kenapa kau meminta izin ?" Tanya dean bingung.
"Aku takut iphoneku di sadap dari perusahaan" taehyun berkata dengan suara lemah.
"Hahhahaa ya tentu saja tidak. Kami hanya tidak meminta kalian untuk fokus pada latihan dan rekaman. Itu saja. Selebihnya itu terserah pada kalian, lagi pula Bang PDnim juga sudah mengizinkan dirimu, bahkan menemui miskha secara pribadi." Jelas dean.
"Ah iya.. Maksudnyaa aku hanya khawatir" taehyun mengutarakannya dengan penuh gati - hati.
"Cepat kasih kabar pada miskha dia pasti merindukanmu" goda dean sambil tertawa kecil.
"Khansamnida hyung" jawab taehyun dengan senyum tipis pada bibirnya.
-Sayang, maaf baru memberi kabar T_T
akhir - akhir ini aku sangat sibuk. Jadwal kami akan sangat padat. Aku tidak bisa menjabarkannya tapi aku yakin kamu mengerti.
Taehyun.
Miskha yang hendak tidur tersontak bangun memeriksa iphonenya, dia tersenyum seraya memenangkan lotre.
"Taehyun... Kau mengirimkan chat" gumam miskha bahagia.
-iya sayang. Aku mengerti, kamu semangat ya DTS juga semangat. Aku hanya ingin kamu bahagia, jadi jangan berusaha terlalu keras. Aku percaya padamu. Rindu jugaT_T
Miskha.
Taehyun tersenyum bahagia karena miskha membalas chatnya dengan sangat cepat.
-kau belum tidur ? Terima kasih sayang. Aku akan kirimkan banyak hadiah untukmu nanti.
Taehyun.
-belum, baru saja mau tidur. Tidak perlu seperti itu. Aku melihatmu di tv saja sudah bahagia. Kemarin aku melihat poster iklan di trotoar, kalian sangat tampan terutama pacarku!! ^O^
Miskha.
-mari kita tidur. Baiklah aku akan menampilkan yang terbaik ! Oh ya ? Aku malah melihat kamu berjalan kaki di pinggir trotoar hehehe >o<
Taehyun.
-baiklah ayo tidur. Sungguh! . Benarkah ? Lain waktu jangan lupa kasih klakson aku akan tahu didalam itu kamu!! ↖(^▽^)↗
Miskha
-selamat tidur. Hebat ❤️. Aku akan ingatkan dean hyung atau supir kami !!! Aku cinta kamu!
Taehyun.
-hehe aku juga cinta kamu!
Miskha.
Merekapun mematikan lampu table dan bergegas untuk tidur.
●●●
Flash back
"Miskha lama sekali . Mereka melakukan apa sebenarnya di laboratorium" gerutu williem sambil menggerakkan kakinya sambil duduk.
Tidak lama kemudian mahasiswa fakultas farmasi tersebut keluar dari laboratorium, miskha terlihat senang karena pengalaman praktek kali ini sangat seru untuknya.
"MISKHA!" Teriak williem tidak lihat suasana keramaian. Semua mahasiswa melihat kearah williem tapi mengacuhkannya seolah paham akan sikap williem.
"Iya sebentar aku kan baru saja keluar, jangan berteriak. Aku mendengarnya. " keluh miskha dengan wajah memelas.
"Kamu lama banget di dalem. Ngapain aja sih?!" Gerutu williem sedikit menurunkan nada suaranya.
"Iyah.. Kan praktek farmakologi will.. Lumayan sulit. Udah deh jangan marah - marah malu diliat orang, kamu jadi aku temani ke mall ?" Miskha merayu williem untuk meredakan amarahnya dengan suara lembut.
"Yaudah iya. Iya jadi" ambek williem. Williem menggandeng tangan miskha paksa. Miskha hanya bisa diam menerima perlakuan williem karena dia sudah jatuh cinta dengan pria itu.
Saat di mobil miskha dan williem hanya diam, mereka tak saling mengobrol.
"Maaf ya" kata miskha memohon.
Williem masih memasang wajah kesal, lalu miskha menyentuh bahu williem dan berkata lembut, "Akukan sudah minta maaf... Kamu masih marah nunggu aku ?".
"Kamu itu selalu menbuang-buang waktu." Gubris williem kesal.
Miskha bingung setiap yang dilakukannya selalu membuang - buang waktu dimata williem. Padahal williem sendiri yang menyemangati miskha untuk fokus pada pendidikannya, miskha hampir mengeluarkan air matanya namun tak sampai hati ia melakukannya.
"Aku memang seperti itu... Lain kali aku akan menghubungimu untuk bersenang seneng dahulu dari pada kamu menungguku selm itu" kata miskha singkat namun nadanya gusar.
"Sudahlah cukup aku gak mau bicara." Ketus williem mempercepat laju mobilnya.
Miskha hanya bisa diam mengikuti suasana hati williem.
Sampai di mall tangan miskha di genggam cukup keras, sampai miskha merasa kesakitan. "Will... Ini terlalu keras." Keluhnya.
"Kamu kenapa sih selalu aja menyebalkan." Kata williem kasar.
"Kamu terlalu keras genggam tangan akunya will!" Jawab miskha sedikit keras.
Williem lalu melepas tangan miskha kasar dan berteriak, "OKE TERSERAH LAH !"
Pengunjung didekat merekapun sontak terkejut, "KAMU SELALU BIKIN MALU SAJA" tambah williem.
Miskha merasakan sakit di dadanya terkejut atas perlakuan kasar williem. Dia menangis tanpa bisa menahannya, lalu berbalik berlari sekuat mungkin. Williem semakin marah mengikuti miskha, tapi williem selalu saja lebih cepat dari miskha hingga sampai di depan pintu utama miskha berhenti, "aku kan sudah minta maaf will" tangisnya.
"KE MOBIL !" tunjuk williem ke arah parkiran. Satpam mall melihat dan menghampiri mereka namun belum sempat bicara williem sudah lebih dahulu mengatakan, "DIAM ! JANGAN IKUT CAMPUR!!!"
Satpam tersebut pun menjauh dan mengatur suasaan mall agar pengunjung yang melihat tidak berkumpul.
Miskha hanya bisa menangis lalu mengikuti perintah williem, pasrah dengan perlakuan will berikutnya. Sampai di dalam mobil williem menampar miskha keras hingga mukanya memerah dan menangis.
"Will sakit...." Rintih miskha mennyentuh wajahnya khawatir williem mendaratkan tangannya yang kedua.
"KAU MEMALUKAN !!" teriak williem sambil menghantam stir mobilnya.
"Aku tidak menyuruhmu menunggu atau datang lebih awal. Bahkan aku sudah memngingatkan jika aku akan cukup lama. Apa yang membuatmu marah karena menungguku padahal kau tahu aku akan lama di dalam laboratorium??" Kata miskha dengan terbata - bata.
Williem bingung dengan tingkahnya, hal tersebut memanglah kesalahannya miskha tidak menyuruhnya menunggu. Tapi entah apa yang merasuki williem sampai sebenci itu menunggu padahal dia tahu jika miskha tidak melakukan kesalahan barang sedikitpun.
Williem hanya diam dan menjalankan mobilnya. Miskha yang masih menangis sesegukkan hanya bisa membalik badannya ke arah kaca karena takut williem menamparnya kembali.
Setelah lelah menangis miskha ketiduran di mobil williem, williem menggendong miskha membawanya masuk ke apartemen miskha. Menidurinya di kasur dan menyelimuti miskha.
"Maafkan aku..." Kata williem tanpa rasa penyesalan sedikitpun. Diciumnya kening miskha lembut lalu dia pergi.
●●●
Louis dan Clara melakukan video call sebelum tidur.
Louis yakin akan perasaan pada miskha sudah luntur dan hanya crushin perjumpaan pertama saja, dia sadar bahkan sekarang dia sangat nyaman dengan clara dan kembali menyukai wanita itu.
"Clara.. Apa kau tak keberatan memiliki hubungan seperti ini denganku ?" Tanya Loui. Clara yang memeluk bantal memasang wajah kebingungan, tak mengerti maksud dari perkataan williem.
"Iya.. Seperti ini. Menjalaninya saja." Kata loui datar.
"Aku ga masalah asal kita saling bahagia." Kata clara singkat.
Loui tersenyum.
Clara memang seperti itu dia wanita yang sangat fokus dan serius tentang pekerjaan. Wanita pekerja keras dan pantang menyerah. Menurutnya perihal hubungan dia tidak mempermasalahkannya, yang terpenting baginya adalah saling menyukai dan mendukung satu sama lain.
●●●
Elizabet di indonesia be like
"MISKHA KAU TIDAK MENGHUBUNGIKU!" Gerutunya.
●●●
Satu bulan kemudian..
●●●
Terima kasih sudah mendukung novel ini. Jangan lupa like ya ❣️
Louis