
Terima kasih buat kalian pembaca setia. Maaf ya kalau masih banyak typonya. Padahal author udah double check loh huhu π. Mianne π.
Selamat membaca β£οΈ.
βββ
"Halo, iya. Aku sudah memesan 2 tiket. Iya benar. Passpor ? Baiklah untuk dokumennya akan aku suruh staffku memberikannya. Baik. Ya benar 2 first class. Iya. Baik. Akan aku transfer sekarang. Baik. Terima kasih." Kata taehyun dengan seseorang dari iphonenya.
Namhyun keluar dari kamarnya dan melihat taehyun menelfon dengan seseorang,"Kau memesan tiket?" Tanya namhyun. "Oh hyung.. Selamat pagi. Iya aku akan berlibur ke Malta. Tempat itu bagus, aku akan mengajak miskha." Jawab taehyun semangat.
"Hanya berdua ? Apakah manager sudah tahu akan rencan liburanmu itu ?" Tanya namhyun kembali. Lalu mereka berjalan bersama menuju dapur. Taehyun mengambil segelas air putih, setelah meneguk minumnya ia melanjutkan perbincangannya itu, "sudah hyung. Aku sudah bicara pada dean hyun dan dean hyung berkata manager kang akan menyetujuinya jika aku sudah konfersi pers. Maka dari itu aku baru memesan tiketnya." Jelas taehyun . Namhyun mulai memakan sarapan yang sudah siap di meja makan apartemen DTS itu.
"Oh.. Baiklah.." Kata namhyun datar.
Taehyun mengirimkan pesan pada Miskha mengenai rencana liburannya itu.
βββ
"Ahhh sakit sekali.. Ini sudah jam berapa ? Ohh.. Jam 9 ." Miskha melihat iphonenya dan mulai bangun dari tempat tidurnya. Dilihatnya kaki yang biru itu. "Ah apa aku harus pergi ke klinik?" Gerutunya.
Lalu ia berjalan ke kamar mandi sambil mengikat rambutnya asal. Ia masih malas untuk mandi, miskha mencuci muka dan menggosok giginya. Dengan piyama tanpa lengan, panjang piyama itu hanya sampai atas pahanya. Ia keluar dari kamar berniat membuat hot coklat kesukaannya.
Miskha mulai menyalakan televisi, dilihatnya berita konfersi pers taehyun. Berita di televisi pun memberikan kabar dan pemberitaan yang baik, miskha merasa bangga pada pacarnya itu.
tringg tringg
Telepon apartemennya berbunyi, tak biasanya ia mendapat panggilan dari apartemen.
"Halo, Mansion Adriana Miskha.." Kata miskha mengangkat teleponnya itu.
"Halo miskha. Ini Dean." Kata penelfon.
"Oh Mr. Dean.. Ada apa tuan menelfon ke apartemenku ?" Tanya miskha ramah
"Maaf aku belum meminta nomormu secara pribadi maka dari itu aku mendapatkan nomormu dari resepsionis." Dean menjelaskan.
"Ah.. Iya . Aku akan memberikan nomor telfonku.. Apa harus sekarang ?" Tanya miskha kembali.
"Boleh.." Jawab dean
Miskhapun memberikan nomor handphonenya pada dean. Dean langsung mematikan panggilannya dan segera mengirimkan miskha whatsaap.
Miskha terkejut dan hampir tersedak karena ia membaca pesan whatsapp dari dean sambil mengunyah omlete yang dia buat beberapa menit sebelum dia mengecek iphonenya.
"Hah ? Liburan ? Ke malta ? Apa taehyun sudah hilang akal ? Aku kan baru 3 bulan disini, apa aku akan diizinkan cuti.. Apa dia tidak memikirkannya ? .. Taehyunaaaahhh" gerutu miskha pada ponselnya.
Miskha langsung menelfon taehyun karena terkejut membaca whatsapp dean meminta password dan visa miskha segera, guna keperluan administrasi.
Taehyun yang baru saja keluar dari kamar mandipun terkejut saat melihat iphonenya.
-Panggilan Tak Terjawab (3) My honey.
Lalu ia menelfon miskha dengan cepat.
"Halo sayang.. Ada apa?" Tanya taehyun sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Sayang.. Apa yang kau lakukan ? Liburan ? Ke malta ? Aku kan belum dapat izin dari kantor.. Kenapa mendadak sekali ?" Miskha bicara tanpa henti.
Taehyun tertawa mendengar kegelisahan miskha, "hhahahaha sayang .. Apa dean hyung sudah mengabarimu ?" .
"Sudah.. Tapi apa kau tak memikirkan posisiku? Aku belum mendapatkan cuti tahunanku sampai 6 bulan sayang.. Apa kau sudah gila ?!" Gerutu miskha asal.
Taehyun lalu melembutkan suaranya, "dengar aku sayang... Aku hanya diberi wajtu kurang dari sebulan untuk beristirahat dan liburan.. Setelah itu kami akan tour dunia.. Dimulai dari asia, eropa, amerika dan kembali ke korea.. Apa kau tak mau menghabiskan waktu liburan bersamaku sebelum kita berpisah ?.. Kau paham kan posisiku ?..." Jelas taehyun memelas.
Mismha memegang pelipis matanya seraya pusing dan bingung dengan izin dari kantornya. "Ahh maafkan aku sayang, aku mengerti. Aku akan coba meminta izin atasanku.. Aku akan memberimu kabar besok. Apakah memberi waktu untuk melengkapi dokumen administrasinya ?" Kata miskha lembut.
"Ya.. Tentu sayang.. 3x24 jam.. Kamu masih punya waktu 2 hari. Kita akan 5 hari dimalta.. Aku mohon berikan aku kabar baik besok." Pinta taehyun dengan suara lembut.
"Baiklah.. Aku akan mengabarimu besok." Pungkas miskha lemas.
"Apa kau tak senang ?" Tanya taehyun. "Yeah please.. Aku akan berusaha" kata miskha kesal. "Aku mencintaimu.." Kata taehyun. "Aku juga.." Jawab miskha. Lalu mereka memutuskan panggilan sepihak.
Miskha menggit iphonenya, "taehyunaaahh" gelisah miskha.
βββ
Keesokan harinya..
"Good morning Ms. Miskha.." Sapa staff industri.
"Hey.. Good morning! Semoga harimu menyenangkan" jawab miskha.
"Selamat untuk acara talk shownya Ms." Balas staff. "Ohh yeah sure.. Terima kasih. Berkat dukungan kalian." Senyum miskha ramah.
Miskha lalu memasuki lift menuju laboratorium.
Setelah sampai di ruang loker, ia melihat Loui dengan wajah pucat. Namun Loui tak sadar akan kehadiran miskha dan bergegas memasuki laboratorium.
"Loui.. Kau pucat sekali" kata miskha pelan sambil melihat pundak loui yang mendahuluinya itu.
Loui langsung bekerja dan kembali membuat eksperimentnya. Saat hendak menyalakan laminar air flow (guyss.. Ini semacam instrument lab ya hehe kalo ga ngerti author minta maaf ya guysππ) ia dikejutkan oleh sosok wanita yang membantu menyalakan alat itu.
"Van Loui Arthur.. Kau sakit ?" Tanya miskha.
Loui mengacuhkan miskha dan kembali melakukan eksperimentnya itu.
"Apa ini formula baru ? Kau akan buat parfum ?" Tanya miskha.
Loui hanya mengangguk.
Tak biasanya Loui bersikap dingin pada miskha lalu miskha menyentuh dahi Loui, pasalnya miskha curiga Loui sakit dan mengecek suhu Loui. "Kau demam Lou..." Kata miskha dengan nada kesal.
"Ayo ikut aku ke klinik!!" Ajak miskha. Miskha tak sadat tangan loui belum sepenuhnya melepas erlenmeyer berisi reagen itu lalu miskha menumpahkannya tidak sengaja.
"MISKHA ! BISA KAH KAU DIAM ! KAU MENGACAUKAN SEGALANYA!!!" Loui teriak tepat di depan wajah miskha. Wajah Loui merah dan sangat marah, miskha merasa takut dan terkejut ketika Loui meneriakinya. Seaakan miskha melakukan kesalahan besar.
"Maa.. Maa.. Maaf Loui. Aku tidak sengaja.." Kata miskha lemah, dengan suara bergetar.
Miskha sungguh tak mengerti apa yang terjadi pada Loui, tak biasanya Loui membentaknya bahkan miskba hampir berfikir jika loui ingin membalas dendam pasalnya miskha pernah meneriaki Loui dahulu.
"Baiklah.." Kata miskha sambil berjalan meninggalkan Loui.
"Maaf miskha... Aku tidak bermaksud menakutimu" batin Loui.
βββ
Setelah makan siang Miskha memasuki ruang atasannya.
"Permisi.." Kata miskha sambil memasuki ruangan.
"Adriana Miskha..." Sapa atasannya itu.
"Maaf Mrs Lily.. Aku ingin bicara mengenai izin.." Kata miskha perlahan.
"Duduklah.." Jawab Mrs Lily ramah sambil tersenyum.
"Emm.. Mrs.. Maaf sebelumnya.. Apa aku bisa mengambil cuti akhir bulan ini ? 5 hari..?" Pintanya perlahan dengan cemas dan takut.
"Loh.. Ada apa ? Apa kau akan kembali ke Indonesia ?" Tanya Mrs Lily terkejut.
"Tidak Mrs.. Anu... Hemm.. Maaf, ada seseorang yang harus pergi lama.. Dan dia membuat rencana.. Mengajakku untuk pergi bersama." Jawab miskha hati hati.
"Oh.. Aku paham.. Apakah dia pacarmu ?" Goda Mrs Lily.
"Ah ? Ehem.. Mrs.. Jika anda keberatan tak apa aku akan jelaskan aku tidak mendapatkan izin dan aku minta maaf atas ketidak sopananku hari ini" kata miskha lemas sambil membuat kerucut pada tangannya.
"Hahahahha Adriana Miskha.. Aku mengizinkannya aku mengerti. Lagipula aku bukan atasan yang menyeramkan. Tapi kau harus tetap ingat akan kewajibanmu ya ?" Kata mrs Lily menyetujui cuti miskha.
"Maaf aku merepotkan. Aku akan selalu berusaha yang terbaik untuk industri." Kata miskha lembut.
"Iya baiklah aku acc cuti mu. Ku sudah menunjukkan potensi dan skill mu.. Baiklah aku mengizinkannya.." Kata Mrs Lily dengan senyum.
Sungguh atasan miskha ini sangat baik dan bijaksana, dia sangat percaya dan memberikan kesempatan kepda seluruh karyawannya.
"Terima kasih Mrs Lily !!!" Kata miskha semangat.
"Iya ... Kau boleh kembali" jawab Mrs lily ramah.
Miskha menunduk seraya memberikan penghormatannya lalu kembali ke laboratorium. Senyumnya mendapatkan kabar baik seakan ia menang lotre.
βββ
"Hyung.. Kau akan liburan ke malta ?" Tanya junki pada taehyun.
"Ehem" jawab taehyun sambil mengangguk.
Jimmy melihat taehyun dan junki makan bersama, ia pun mendekati mereka dan duduk di sebelah taehyun.
"Aku mau" pinta jimmy untuk disuapi.
Taehyun menyuapi jimmy makanannya.
"Apa kau akan pergi berdua tanpa bodyguard ?" Tanya junki penasaran.
"Iya... Lagian di malta tidak ada yang mengenalku.." Kata taehyun datar.
"Uhuk " jimmy hampir tersedak. "Kau yakin ?" Tanya jimmy ikut campur.
"Tenanglah.. Lagian kan disana tak ada yang mengenalku.." Taehyun meyakinkan jimmy dan junki. Lalu mereka melanjutkan makan siangnya.
βββ
"LOUI.. " teriak miskha mengikuti langkah loui yang cepat meninggalkannya. Namun Loui masih tak acuh dan mempercepat langkahnya.
Miskha yang sadar kakinya masih memar dan sakitpun tetap bertahan dan mengejar Loui.
"Loui... !!!!" Teriak miskha di trotoar jalan. Saat Loui tiba di penyebrangan, miskha pun berlalu karena takut kehabisan waktu dan tak sempat mengikuti Loui.
Namun naasnya miskha tertinggal, dan saat di zebra cross lampu merah untuk penyebrang pejalan kaki berhenti. Miskha msih di tengah jalan berada dalam zebra cross kki tergelincir dan ia pun terjatuh karena tak kuat menahan rasa nyeri di kakinya.
"LOUI HELP ME !!!!! I am falling down" teriak miskha memohon dan ketakutan karena mobil akan segera melaju. Loui sadar akan kalimat miskha segera ia membalikkan tubuhnya dan berlari menuju zebra croos, disebrangnya jalan sambil melihat miskha ketakutan dan menangis.
"Kau !" Pekik Loui lalu menggendong miskha ala bride.
"Hiks hiks" miskha menangis di dada Loui. "Turunkan aku" kata miskha lemah. Suaranya masih bergetar.
Loui lalu menurunkannya, "kenapa kau mengejar seseorang yang bahkan tak mau menoleh padamu!" Bentak loui.
Miskha menghapus air matanya lalu berkata kesal, "kenapa kau mengacuhkan ku!" Tanya miskha.
"ITU KARENA KAU ......." Loui lalu menghentikan perkataannya dan memeluk miskha. "Maaf" katanya lembut.
"Loui... Maafkan aku.." Kata miskha lemas.
"Sudah lah ayo kita ke klinik sebentar.. Kakimu harus di periksa." Ajak Loui lembut. Miskha mengangguk.
βββ
Loui tidak tega melihat cara berjalan miskha lalu ia meminta miskha naik ke punggungnya sambil berlutu. "Aku tak mau merepotkanmu lagi. Lagipula kenapa kau tak membawa mobil mu !" Pungkas miskh seperti anak kecil.
"Cepat naik atau aku akan lari!" Jawab Loui ketus. Miskha pun kesal tapi dia tahu Loui sebenarnya perhatian dengannya dan sangat peduli. Dia tidak mungkin marah pada miskha hanya karena hal sepel tadi pagi.
Lalu miskha menaiki lunggung Loui dan membiarkan dia menggendongnya.
"Kau berat sekali. " ejek Loui.
"Kau !" Gerutu miskha.
βββ
Terima kasih πππ