
Hai readers.. Btw, Selamat Hari raya Idul Adha ya untuk yang merayakannya. Oh iya author mau ngucapin terima kasih atas dukungan kalian untuk terus membaca novel amatiran ini. Jangan bosen ya hehe..
Selamat membaca π
βββ
nom nom nom.. Nyam nyam..
Member DTS makan bersama dengan Miskha, Staff Dean juga masih menemani mereka.
"Wah... Sungguh enak sekali." Kata jey. "Ah hyung.. Aku akan merindukan jajjangmyeon" tambah jimmy.
Miskha memakan ramyeon dan chicken crispynya perlahan. Taehyun melihat bibir miskha sedikit bernoda, ia memberikan tissue pada miskha. Miskha tersenyum lalu berkata, "terima kasih.." .
"Oh iya.. Miskha kau habis broadcasting di sbc ya.. Kau tahu saat sebelum taehyun masuk ruang pers kami melihatmu di televisi." Seokyin memulai pembicaraannya.
"Ah.. Sungguh?" Kata miskha sambil menaikkan alisnya. "Iya aku melihatmu... Aku bangga denganmu." Puji taehyun sambil mengaduk ramyeonnya.
"Miskha.. Aku ingat saat fanmeeting, maaf ya aku membuatmu menangis." Kata jimmy perlahan. "Oh.. Tak masalah.. Aku baik baik saja." Jawab miskha. Jika ia mengingat kejadian itu sungguh miskha merasa sesak di jantungnya. Karena pada hari itu miskha mengethaui yang sebenarnya, jika pacarnya adalah idola banyak orang. Bahkan setelah kejadian itu miskha hampir mati kedinginan karrna tak sadarkan diri di bathroom nya. Dia mdlihat kearah taehyun yang berhenti mengunyah dan menguk gelas air mineralnya, lalu taehyun membalas "sampai hari ini aku tak tahu kenapa kau bisa membuat dia menangis.. Yang ku ingat miskha hampir tak sadarkan diri ".
Sontak semua member terkejut, jimmy tersedak dan junki mengambilkan mineral untuk jimmy setelah melega ia pun berkata, "ahh taehyunaahh.. Ada apa ? Apa maksudmu tak sadarkan diri ?". "Yaaa hyung .. Ada apa ?" Tanya junki penasaran. Namhyun, yorri dan jey pun melihat ke arah taehyun serius. Seokyin masih mengunyah makanannya dan melihat semua member.
Miskha yang sadar akan perkataan taehyun pun segera memungkasnya, "wahh.. Apa kalian tahu, nutella terbuat dari kacang atau coklat ?" . Semua member diam dan bingung. Lalu beralih melihat kearah miskha. Taehyun bingung dengan perkataan miskha itu.
"Ahhh sepertinya lelucon loui tidak berguna disini." Miskha tertawa kecil dan tersipu malu. Taehyun mengacak rambutnya, "yaaa lelucon apa itu. Nutella kan coklat." . "Ohhh aku baru tahu." Kata yorri. Semua member tertawa. Miskha pun tertawa, dia senang bisa merasakan kehangatan diantara boyband terkenal itu, dan bersikap seolah mereka hanyalah orang biasa.
βββ
Loui mengambil wine dari lemari kaca di kitchen set miliknya. Ia meneguknya dengan gelas kecil yang sudah ia siapkan di meja.
"Akhh.." Pekiknya.
"Miskha.." Katanya sambil melihat iphone di tangan kanannya.
"Apa kau tahu.. Senyummu sangat hangat. Aku bahkan tidak memerlukan wine untuk menghangatkan tubuhku jika aku melihatmu. Namun kali ini kau tanpa senyum itu." Kata loui pada diri sendiri.
βββ
"Maaf, sepertinya aku harus segera kembali. Terima kasih untuk makanannya." Kata miskha perlahan. "Kau mau pulang ?" Tanya taehyun. "Iya aku harus mengembalikan mobil loui. Ini sebenarnya inventaris kantor, aku tak enak dengannya." Kata miskha.
"Apa kau akan mengantar mobil itu dulu baru pulang ke apartemenmu?" Tanya staff dean.
"Ehem" miskha mengangguk.
"Kau yakin ? Ini sudah tengah malam" namhyun menanggapi.
"Jarak apartemenku dan apartemen loui hanya sekitar 100 meter. Jangan khawatir." Jelas miskha melihat ke arah taehyun.
"Tidak tidak. Kau harus ditemani oleh staff. Hyung bisa bantu aku mengurusnya ?" Kata taehyun cemas. Junki dan jimmy masih ngunyah makanannya, yorri dan jey pun tak mau ikut campur.
"Miskha.. Maaf, akan lebih aman jika kau ditemani staff kami." Tiba tiba seokyin berdiri dan melihat ke arah miskha.
"Tidak apa apa sungguh." Jawab miskha yakin .
Ia lalu memegang tangan taehyun, "honey.. Believe me. Its okay.. Its gonna be fine. I can ride the car and take it to loui. Apartemennya sangat dekat."
Taehyun memeluk miskha dan menciumnya, ia tak peduli keberadaan member di dekatnya. Jimmy dan junki langsung tersedak , karena terkejut dengan tindakan taehyun. "Aish jinjja" kata yorri terkejut. Jey hanya tersenyum malu.
Namhyun dan seokyin melihat kearah pasangn itu serius. Dean lalu mendehem, "ehem.. Baiklah.. Jika itu mau nona miskha. Aku akan menemani sampai bawah." Katanya.
Seokyin lalu bicara di telinga dean. "Hyung.. Ikuti dia." Pinta seokyin. Dean mengangguk.
"Maaf.. Sekali lagi terima kasih atas makanannya. Senang bertemu kalian." Kata miskha lembut menahan malu atas tindakan taehyun padanya. Taehyun masih menggenggam tangan miskha. Miskha memberikan pelukan hangatnya, "aku akan baik baik saja." . Lalu miskha mulai bersalaman dengan menber DTS, jimmy, junki, yori dan jey tersenyum ramah dan memberikan salam hangat untuk miskha.
Lalu namhyun berkata sambil menerima jabatan tangan miskha, "maaf untuk perkataanku yang kurang baik sebelumnya. Terima kasih." Miskha tersenyum dan menatap mata namhyun, "I understood.. No problem.. Never mind.". Lalu miskha memeluk namhyun hangat. Namhyun menerima pelukan miskha, seraya kerabatnya.
Seokyin wajahnya memerah, "terima kasih sudah membantu kami menyayangi taehyun" ucapnya sambil terkekeh karena malu.
Miskha tertawa kecil, "aku tidak menyangka kalian seramah ini". Miskha lalu membenarkan dress selututnya, dan mengecek sepatu heelsnya.
"Ada apa?" Kata taehyun membantu miskha. "Ah tidak" pungkas miskha.
Seokyin memperhatikan kaki miskha yang memar, namun ia tak berani mengatakan apapun.
"Kau tidak mengemudi dengan heels kan ?" Tanya seokyin khawatir karena melihat memar pada pergelangan kaki miskha.
"Aku akan melepasnya di mobil." Jawab miskha meyakinkan mereka.
Dean mengantar miskha keluar ruangan. Miskha meninggalkan senyuman manisnya kepada semua member DTS itu.
"Dia sangat manis, aku harap kakimu segera sembuh. Aku melihat itu, kau psti tergelincir saat berlari memasuki gedung ini" batin seokyin.
"Maaf aku sempat menakutimu" batin namhyun
"Miskha..aku akan bersikap lebih ramah lagi padamu. Terima kasih sudah menyayangi sahabatku" Batin jimmy
Mereka semua melihat tubuh miskha berjalan membelakangi mereka.
βββ
"Ouch.. " miskha meringis kesakitan karena kakinya yang tergeluncir.
"Kau tak apa ?" Cemas dean sambil memegang tangan miskha spontan. "Ah maaf .. Tak apa hehehe maaf membuatmu cemas." Kata miskha lemah.
"Ingat! Bawa mobil ini perlahan. Ini sudah larut malam berhati hati lah." Tegur dean pada miskha. Miskha mengangguk sambil menutup jendelanya. Miskha memberi tanda klakson seraya melambaikan tangannya.
Dean langsung kearah mobilnya dan mulai mengikuti miskha, karena memastikan miskha pulang dengan aman.
βββ
Di alphard menuju dorm.
"Hyung.. Dean hyung mengantar miskha kan ?" Tanya taehyun sedikit cemas tapi suaranya tenang.
"Iya aku sudah mengingatkannya." Balas seokyin.
Taehyun lalu memasang earphonenya dan mendengarkan playlist musiknya.
"Kau jadi berlibur dengan miskha ? Apa kau akan menemui keluargamu dulu di daegu ?" Tanya namhyun pada taehyun, tapi tarhyun tidak mendengarnya.
Seokyin melihat ke belakang memastikan taehyun, benat dugaannya taehyun tidak mendengarnya.
"Yah namjoonie.. Dia tidak mendengarmu" kata seokyin sambil terkekeh.
"Hyunggg aku mau tidur...." Gerutu junki.
"Uhhh baby ku.. Tidurlah.." Kata seokyin sambil mrngelus rambut junki dengan gemas.
"Ah.. Aku juga ingin diperhatikan disaat umurku yang sudah 27 tahun ini" batin seokyin sedih. Namun ia berusaha tersenyum.
βββ
Miskha sampai di apartemen loui, ia lalu menelfon loui namun loui tidak mengangkat panggilannya. Ia tak enak jika menitipkan kuncinya pada resepsionis, lalu dia mulai berjalan dengan kaki terpincang karena semakin sakit. Dean melihat miskha dari dalam mobil, "ah sepertinya kakinya sakit.." Tapi setelah ini dia harus berjalan sejauh 100 meter, kenapa dia tidak meninggalkan kunci pda resepsionis saja ?" Gerutu dean. "Aku akan menunggunya.. Khawatir dia membutuhkan bantuan.." Tambah dean.
"Excuse me.. Maaf aku ingin ke mansion temnku loui... Dia berada di lantai berapa ?" Tanya miskha pada resepsionis.
"Maaf nona , bisa anda sebutkan nma panjang tuan Loui ?"tanya wanita resepsionis.
"Ah maaf.. Namanya Van Loui Arthur" jawab miskha sopan.
"Tuan Loui Arthur, beliau ada di lantai 7.. Biar petugas kami antarkan anda nona." Kata wanita itu ramah. Miskha mengangguk, "terima kasih banyak" . "Dengan senang hati nona" jawab wanita resepsionis itu.
Miskha lalu menaiki lift ditemani oleh petugas apartemen.
Sesampainya di depan pintu mansion Loui, petugaspun bersiap kembali, "apa anda butuh bantuan lagi nona?" Tanya petugas itu.
"Ah tidak.. Terima kasih" senyum miskha.
Ditekannya bel mansion loui. Loui yang hanya mengenakan celana ketat pendek calvin klein dengan kaos abu abu mengepas di tubuhnya berjalan menuju pintu mansionnya. Tanpa mengeceknya terlebih dahulu ia membuka pintu apartemennya , "maaf aku tidak memanggilmu.. Apa kau salah?" .
Miskha terkejut melihat tubuh kekar loui dan aroma mulutnya begitu menyengat, pasalnya loui meminum minuman alkohol.
"Miskha ?" Loui terkejut.
"Kau bau sekali lou.. Aku hanya mampir sebentar mengembalikan kunci mobilmu.."kata miskha lembut sambil menunjukan bola matanya.
"Ah.. Maaf. Aku merepotkan." Jawab loui.
"Terima kasih. Aku yang merepotkan" kata miskha ramah.
"Apa kau mau masuk?" Tanya loui
"Tidak usah.. Aku harus segera kembali." Pungkas miskha sambil melihat penampilan loui.
"Besok kan hari minggu aku akn mengantar mu pulang" ajak loui.
"Tidak loui terima kasih.. Aku harus kembali." Miskha memeluk loui hangat, lalu kembali berjalan menuju lift. Loui melihat miskha dan menatapnya dengan wajah sedih.
"Aku membutuhkan mu saat ini miskha." Kata loui dalam hati.
βββ
Miskha pun berjalan menuju aprtemennya. Dean mengikutinya perlahan, "Adriana Miskha .. Lihat kakimu" kata dean sambil melihat cara berjalan miskha. Setelah miskha memasuki apartemennya.
"Ahh wanita itu.. Taehyun haruskah aku memberi tahumu.. Wanitamu terluka" kata dean sambil memutar balik mobilnya.
βββ
"Ah kaki ku.." Miskha meringis kesakitan setelah membersihkan tubuhnya dari kamar mandi.
"Dia membiru. Ku mohon sembuhlah.." Sambil mencari gel penghilang memar di laci lalu mengoleskannya.
"Kim Taehyun, aku mencintaimu.. Jadi jangn sampai kau terluka ." Kata miskha sedih karena tak bisa menjaga dirinya sendiri.
βββ
Sebelum tidur seokyin menelfon dean memastikan keadaan miskha, sebelumnya dean sudah memberi tahu taehyun secara pribadi jika miskha pulang ke apartemennya dengan selamat. Tapi dean mengurungkan niatnya untuk menceritakan keadaan miskha.
"Hyung.. Aku ingin tanya" kata seokyin.
"Iya tanya saja.."jawab dean.
"Apa kau melihat miskha kesakitan? Aku melihat kakinya memar tadi sebelum pergi." Kata seokyin perlahan.
"Oh kau mengetahuinya ?" Tanya dean.
"Apa kau melihat dia berjalan meringis kesakitan ?" Cemas seokyin .
"Iya aku melihatnya.. Dia berjalan sedikit pincang, aku melihat kebiruan dikakinya.. Sepertinya kaki nya terkilir saat berlari ke dalam gedung big huge, dia sempat meringis saat hendak masuk ke dalam mobil, ouch katanya.. Bukan kah itu artinya aduh seperti orang meringis kesakitan" jelas dean.
Seokyin pun merasa cemas, "iya benar hyung.. Aku melihatnya saat ia membenarkan dress dan mengecek sepatu heelsnya.. Tapi sepertinya taehyun tidak melihat apa yang aku lihat hyung. "
"Aku tidak menceritakan ada taehyun , dia pasti kn sangat khawatir.." Ujar dean.
"Yaa.. Tentu.. Semoga kakinya segera membaik." Pungkas seokyin.
Mereka pun menutup telfonnya dan bergegas tidur.
"Miskha... Kau baik baik saja ?" Tanya seokyin pada bantalnya.
βββ
Author povv : mereka akan liburan ya.. Tunggu episode berikutnya.
Jangan lupa untuk like π nya ya readersππ
Terima kasih β€οΈ