He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Tiga puluh enam



Selamat membaca ❣️


●●●


Miskha teringat akan DTS yaitu pembicaraan nya dengan Louis dan Clara saat makan siang. Dibenaknya merasa jika dia bukanlah wanita yang cukup baik untuk taehyun, Kimnya itu karena dia tidak mengetahui dunia DTS. Bahkan dia sesekali membaca artikel beberapa saat hendak meeting. Bola mata miskha membulat menandakan dia merasa tersentuh bangga tak percaya bahwa DTS sangat menggila akhir tahun ini, bahkan dia melihat perubahan pada kim taehyun kekasihnya, dan semua member lain yang ia pernah temui.


"Miskha ? Kau melamun ? Apa yang sedang kau baca..?" louis melihat miskha dan menegurnya, saat miskha terkejut oleh perkataan loui dia sudah membendung air mata di pelipisnya.


"Ah engga.. Ini ----" kalimat miskha terpotong nadanya sedikit gusar. Louis kembali memotong pembicaraan, "hey hey.. Kau menangis ? Ada apa ? Apa yang kau baca?" loui mengherdik tapi miskha dengan cepat mengunci ipadnya.


"Its nothing loui..." senyum miskha. Loui langsung menghapus air mata miskha Yang sudah menetes kecil di mata kanan miskha. "Baik lah.." kata loui paham.


"Apa aku boleh tanya sesuatu miskha ?" kata loui melanjutkan.


"Hemm ?" balas miskha sambil mengambil nafas dalam dan merilekskan tubuhnya.


"Apa pacarmu mengunjungimu ? Kau tidak seperti biasanya" tanya loui perlahan.


"Ah.. Kim.. Pacarku. Dia baik baik saja. Kami sangat baik. Dia dan aku hanya sedang sibuk saja hehe" jawab miskha berusaha keras menenangkan dirinya.


"Oh gitu ya.. Namanya benar hanya Kim ? Disini kan ada ribuan kim miskha..." kesal loui sambil mencubit pipi miskha gemas.


"Maaf lou... Aku tidak bisa memberitahu mu banyak. Aku hanya sangat menjaga ke privacyan kami saja.. Hehe" miskha terkekeh santai mencoba menyingkarkan pikiran loui.


"Aku ingin menemukannya dan mengatakan jika sahabatku Adriana Miskha merindukannya. Karema itu terlihat jelas dimatamu" goda loui memberikan senyuman hangatnya.


"Hhey hey.. Mrs Lily datang" kata salah satu staff.


Mereka pun memberikan salam, setelah itu kembali duduk menunggu mrs lily memulai meeting mereka.


●●●


Sebelum konser, Last day Seoul Stadium.


"One two three!" kata Namhyun memimpin yel yel mereka.


DTS sedang melakukan gladi resik dan check sound di stage sebelum tampil malam hari di konser terakhir album mereka, setelah tour di berbagai negara.


"Taehyunaaah apa kau gugup?" Tanya jimmy pada sahabatnya itu.


Taehyun mencoba membenarkan earphone di telinganya dan sesekali mengecek suaranya. "Engga.. Aku baik - baik saja" jawab taehyun sambil mengangguk.


"Ada apa ? Apa micnya tidak menyala?" Jimmy kembali bertanya, pasalnya jimmy meresakan kegelisahan pada diri taehyun


"Jimmynah , taehyunaahh ayo" ajak jey merangkul mereka.


Taehyun sedikit merasa gugup entah apa yang ada di pikirannya, tapi membuatnya sedikit tidak fokus. Dia lalu mencari dean hyung dan meminta bantuan, "aku mau ke dean hyun sebentar" kata taehyun pada jimmy dan jey. Merekapun hanya mengangguk seraya mengizinkan.


"Dimana dean hyung ?" Tanya taehyun pada staff.


Staff menunjuk ke salah satu arah, dilihatnya dean sedang mengawasi member dari jauh.


"HYUNG!" Teriak taehyun memanggil dean.


"Ndee ? Ada apa ?" Dean berlari kecil ke arah taehyun.


"Bisa kau hubungi miskha ? Aku ingin ke apartemennya akhir pekan." Kata taehyun pada dean.


"Bukankah kau seharusnya fokus taehyun ?" Alih dean menguji ke profesionalan kim taehyun.


"Hyung.. Maaf sekali ini. Ya .. Tolong aku" pinta taehyun dengan menyatukan tangannya memohon bantuan dean.


"Baiklah akan aku kabari miskha. Kembali latihan dan fokuslah" kata dean menepuk bahu taehyun. Taehyun mengangguk lalu kembali ke member.


"Aku harus memberikan hadiah dari paris padanya dengan diriku." Gumam taehyun kecil sambil pergi kembali ke stage, dean melihat gerak gerik tubuh taehyun tapi dia mengerti tanpa taehyun berkata jujur padanya.


"Kau hanya merindukannya" kata dean dengan suara yang kecil.


●●●


Flashback, ketika DTS tiba di seoul dari Paris.


"Hyung boleh aku meminta bantuanmu, tapi ku mohon jangan sampak yang lain mengetahuinya. Aku percaya padamu. Sangat." Kata seokyin pada dean hyung.


"Apa itu ?" Tanya dean hyung kebingungan.


"Ini" seokyin menunjukkan beberapa bingkisan dalam paper bag dari paris pada dean, dean kebingungan dengan semua barang - barang itu.


"Tolong antarkan ini ke apartemen miskha hyung.. Aku tidak bisa menceritakannya tapi taehyun tahu aku mengenalnya. Dan aku mau member termasuk taehyun tidak mengetahui hal ini." Pinta seokyin pada dean dengan wajah memelas.


"Baik lah.. Tapi aku butuh penjelasannya sedikit. Kenapa aku harus mengantarkannya?" Tanya dean dengan wajah kebingungan.


"Hey bukan itu maksudku. Ah sudahlah. Baik aku akan menitipkannya pada resepsionis di apartemen miskha." Pungkas dean.


"Terima kasih hyung.. Kau yang terbaik. Saranghee" rayu taehyun sambil menunjukkan ibu jarinya.


Dalam paper bag itu terdapat beberapa kotak. Ada yang besar, sedang dan sangat kecil. Entah apa yang seokyin kasih pada miskha, tapi dia menitipkan pesan dengan berbisik, "jangan tinggalkan pesan pada miskha jika itu dariku." Bisik seokyin. Dean mengangguk.


Sampai di apartemen miskha seperti biasanya menyapa beberapa petugas lobby aprtemennya termasuk recepsionist dan satpam.


"Hi ms miskha" sapa mereka.


Miskha tersenyum dan menunduk memberikan salam pada mereka yang merupakan adat dari negara tersebut.


"Ms ini ada paket untukmu" kata seorang petugas recepsionist.


"Hah? Paket ? Aku tidak membeli barang online." Jawab miskha kebingungan.


"Tapi maaf tidak ada pesan." Kata petugas tersebut dengan wajah menyesal.


"Its okay.. Terima kasih. Aku juga ga tau ini pake apa.. Jinnjja.. Naneun molla so yo (aku ga tahu beneran deh)." Jelas miskha menenangkan petugas itu lalu tersenyum.


"Baik ms.. Sekali lagi maaf. Aku tidak akan memaksanya memberi tahu namanya" kata si petugas sambil menunduk pasalnya ia menyesal.


Miskha segera ke mansionnya dengan terburu - buru. Sampainya di mansion miskha membaca secarik kertas berisi pesan dalam paper bag tersebut,


To: Adriana Miskha


Apa kabarmu ? Sudah lama tidak bertemu. Apa kau makan daging dengan baik ? Jangan terlalu keras, ini ada beberapa hadiah untukmu. Semoga kau suka ! Aku harap kau menggunakannya, sehinggal barang ini tidak akan sia - sia.


Terima kasih


Yinnie.


---


Ternyata barang - barang tersebut adalah hadiah dari Kim seokyin, miskha ternyum membaca pesannya. Dia tidak merasa curiga atau berfikir negatif, dia menerimanya karena dia sudah mengenal seokyin sejak kecil walaupun ini merupakan kebetulan yang sangat luar biasa. Miskha membuka setiap kotak dengan hati - hati, kotak paling besar berisi jaket yang elegant merek Gucci yang mungkin seokyin beli di paris. Kotak yang sedang berisi tas sling bag merek Louis Vuitton nan elegant berwarna hitam mengkilap. Dan yang paling kecil adalah miniatur menara eiffel.


Miskha sangat senang lalu menangis, dia tidak menyadari air matanya terjatuh. Mengingat mendiang orang tuanya, ditahun pertama miskha high school di paris terakhir kalinya miskha mengunjungi menara eiffel bersama ayah dan ibunya. Miskha teringat akan musim panas disana, bahkan ramainya paris. Lalu miskha mengusap air matanya dan berkata, "Oppa.. Terima kasih. Semoga kau dan member selalu bahagia."


●●●


Setelah beberapa penyampaian dari mrs lily tidak lama ada seorang pria bertubuh besar masuk mengatur bangku, dan diikuti oleh beberapa orang lainnya. Mereka orang asing beberapa dari mereka seperti orang afrika, hitam namun beberapa dari yang lainnya berkulit putih, berambut pirang bahkan teihat seperti orang - orang dari barat.


Ketika williem memasuk ruangan seluruh staaf termasum mrs lily berdiri dari tempat duduknya, miskha terkejut saat dia melihat williem dari arah samping.


"What are you doing?" Kata miskha suaranya terdengar kecil tapi lantang.


Semua staff melirik beberapa mendengar suara miskha, louis yang berada di samping miskha langsung mendehem mencoba mengalihkan yang lain sambil menyenggol lengan miskha dengan sikunya.


Sebelum williem bicara williem memperhatikan semua orang di ruang meeting tersebut, dan pada saat itu mata miskha dan williem bertemu. Mereka tidak berkedip seolah tak percaya bertemu dari dimensi lain.


"Ehem.. Saya Williem. Saya Presiden Direktur sekaligus CEO perusahan Electronic Globe International, corp, perusahan eletronik terbesar di new york dan beberapa negara lain termasuk asia." Will memulai berinteraksi dengan staff.


"Ini ada Mr. Williem dari new york, amerika. Yang merupakan pemenang tender dan termasuk dalam mitra kerja perusahan kita. Beliau juga pemegang saham terbesar di perusahaan kita. Baik mr. Williem silahkan" jelas mrs lily dengan ramah.


Miskha hanya diam berusaha menyembunyikan diri walaupun dia tahu williem sudah mengetahui jika itu adalah benar Miskha, mantan kekasihnya.


"Apa dia sudah gila" kata miskha dalam hati.


●●●


Setelah konser DTS akan makan malam di hotel bintang lima tepat di kota seoul itu bersama Bang pdnim manager dana beberapa staff. Bang pdnim yang mengajaknya, dengan tujuan merayakan penjualan album mereka dan konser dunia album mereka.


Dilain sisi williem mengajak staff beauty international corp siang hari pada saat meeting untuk membicarakan materi mereka di hotel yang sama dengan hotel yang big huge booking. Bahkan mereka akan berada pada satu ball room restoran yang sudah di booking, jadi salam satu ball room restoran tersebut akan di bagi menjadi 2 bagian. Merekapun pulang di beri izin pulang cepat untuk mempersiapkan meeting mereka di restoran pada saat makan malam.


"Haruskah aku beli baju baru?" Tanya salah satu staff. Miskha hanya melamun karena shock dengan kehadiran Williem ke seoul, bahkan menjadi bossnya.


●●●


Author povv : sedikit spoiler, apakah taehyun dan miskha akan kebetulan bertemu ?


Keep stay tune. Jangan lupa likenya readers♥♥♥


Terima kasih sudah membaca.


Adriana Miskha