He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Dua puluh empat



Hallo!


Apakabar silent readers? Author mau berterima kasih, karena walaupun author updatenya seminggu dua kali kalian tetap baca novelnya. Maaf ya jika masih ada yang kurang dan mungkin kalian bosen sama alurnya itu itu aja. Author nulis novel ini hanya sebatas hobi saja, selebihnya masih banyak yang perlu di revisi dan belajar.


Untuk episode kali ini mungkin akan sedikit flashback. Hehe semoga kalian suka sama ceritanya ❤️.


Selamat membaca.


●●●


Flashback.


"Sayang.. Kau cantik sekali. " puji williem pada miskha.


"Ssstt.. Bisakah kau diam. Tidak kah kau tahu tempat ini ? Aku hanya ingin membaca jadi diamlah disana tanpa suara." Kata miskha lalu membalik halaman bukunya.


Di universitas indonesia jurusan farmasi, miskha menempuh pendidikan strata satunya. Mahasiswa disana sangat ambisius bahkan mereka saling antusias dalam menyelesaikan studi. Tak heran jika miskha menghabiskan seluruh waktunya di perpustakaan yellow jacket itu.


Williem, panggilannya demi kenyamanan dan privacyannya maaf author tidak bisa menyebutkan nama panjangnya.


Williem sangat tampan, wajahnya oriental. Dia memiliki anjing lucu bernama Buldy. Ya williem memang anak konglomerat , bahkan ayahnya memiliki usaha di amerika new york city. Semenjak bertemu miskha di himpunan williem berubah. Dia merupakan pria dingin, cuek, masa bodo, bahkan terlihat introvert. Namun karismatik dan cukup populer karena ketampanan dan popularitas keluarganya.


Williem pernah berjanji pada miskha, jika ia akan menikahinya suatu saat nanti. Namun miskha hanya diam karena tahu pasalnya williem hanya bergurau saja.


"Ayo kita cari makan. Aku lapar." Williem mendekati miskha yang duduk menyender pada dinding, lalu meletakkan kepalanya di bahu miskha. Miskha masih fokus membaca matanya tak sedikitpun beralih. Dielusnya rambut williem lembut dengan satu tangan menumpu buku yang ia baca.


"Hey.. Kau tidak dengar bunyi perut ku ini hah ?" Gerutu williem manja.


Miskha menutup bukunya menempelkan paper clip pada halaman terakhir yang ia baca. Lalu membenarkan posisi duduknya menaruh kepala williem di pahanya.


"Kau ! Aku sedang membaca. Kenapa kau kemari ?" Pungkas miskha menekan hidung mancung williem.


"Aku hanya ingin menemui mu dan aku tahu kau pasti disini. Ayo kita makan siang. Aku tidak sempat sarapan tadi pagi." Keluh williem manja sambil melihat ke atas arah wajah miskha, disentuhnya tangan miskha dan diletakkan di dadanya.


"Baiklah. Sekarang sudah jam berapa ha ?" Tanya miskha sambil mencari iphonenya dengan satu tangan.


"Jam 3 adriana miskha. Kau sudah berapa jam disini ? Dimana jam tangan yang aku berikan padamu ?" Kata williem dengan nada sedikit kesal.


"Maaf aku tidak menggunakannya, sepertinya tertinggal di washtuffel tadi malam. Sudah jam 3 ? Hebat. Aku disini sejak jam 11." Miskha terkejut lalu membangunkan williem menyuruhnya duduk.


"Kau membuang buang waktu. " gerutu williem.


"Baiklah maaf maaf ayo kita cari makan.. Mau makan dimana ?" Tanya miskha.


Williem memasang muka jutek dengan alis sedikit mengkerut dan bibir sedikit memanyun. "Ga tau " katanya kesal.


Miskha berdiri dan menyulurkan tangannya untuk menggenggam tangan williem. Williem masih kesal karena miskha tidak memakai jam tangan pemberiannya. Miskha tidak pernah melupakan jam tangan itu, williem selalu mengingatkannya.


Tanpa menoleh williem berlalu didepan miskha mengacuhkannya, miskha mengikutinya. Sampai di pintu keluar perpus miskha mencatat nama dan buku yang ia pinjam terlebih dahulu. Williem sudah melaluinya.


"Apa dia marah padamu miskha ?" Tanya petugas perpus . "Ah tidak dia akan baik baik saja. Dia hanya lapar karena belum sarapan hehe" canda miskha menenangkan dirinya sendiri.


"Ahh . Jaga dirimu baik baik ya.. Semoga hari mu indah" kata petugas perpus. Miskha tersenyum dan mengangguk seakan paham dengan perkataan petugas tersebut. Williem pernah berteriak mencari miskha sampai membuat keributan di perpustakaan, membuat miskha dihukum tidak boleh membaca di dalam perpus selama 3 hari.


Williem juga pernah mengancam petugas perpus untuk tidak mengizinkan miskha masuk, bahkan memberikan alarm pengingat untuk mengingatkan miskha segera keluar setiap jam 1 siang. Hanya untuk menemui williem.


Author povv: namanya juga anak sultan gaeesss.


"Williem !!! Will ! Willy! Bisa kah kau menungguku. Aku tidak bisa mengejarmu." Teriak miskha, karena williem mempercepat langkahnya dan miskha tertinggal jauh.


Banyak mahasiswa yang melihat miskha berteriak, bahkan ada pula mahasiswa di depan williem menunjuk kearah miskha mengisyaratkan pada williem untuk berhenti.


"Lihat lah williem.. Dia membuat adriana miskha seperti itu. Dasar pria jutek sok ganteng ih kesel." Kata salah satu mahasiswi berbisik.


Williem tidak mengacuhkan miskha dan mahasiswa sekitar, ia sangat marah. Ya namanya williem dia sangat tempramental, posesif hal kecil saja menjadi besar jika miskha melakukan kesalahan barang sedikitpun. Tapi dia sebenarnya lembut, hangat dan sangat menyayangi miskha. Namun ada beberapa sifat dalam dirinya yang sangat kejam bahkan miskha pernah memohon maaf hanya karena ia menguncir rambutnya. Williem sangat membenci hal itu, tidak masuk akal bukan ?. Itulah williem bertindak semaunya.


"AKU TIDAK AKAN MAKAN SIANG DENGANMU JIKA KAU SEPERTI INI. LEBIH BAIK AKU BERPUTAR KEMBALI DAN KAU TAK AKAN MENEMUKANKU." teriak miskha sedikit mengancam karena lelah mengejar williem yang sangat cepat langkah kakinya.


Deg


Williem semakin kesal mendengar perkataan miskha. Ia berbalik mempercepat langkahnya mendatangi miskha dengan wajah kerasnya itu. Menggapai tangan miskha, miskha yang sudah pasrah dan menyerah itu hanya bisa diam dan mengikuti apapun yang akan dilakukan williem padanya walau miskha tahu tak ada satupun yang akan membantunya. Ia hanya memohon pada tuhan, untuk menjaganya.


Dengan pasrah miskha mengikuti langkah williem yang menarik tangannya dan menyeretnya untuk mempercepat langkahnya. Dengan rambut yang sedikit berantakan karena mengikuti langkah williem.


"Will. Will.. Tidak kah kau mendengarku.. Tanganku sakit." Keluh miskha hampir menangis matanya sudah membendung air mata dan merasakan ketakutan.


"DIAM!" kata williem singkat dengan nada kencang. Membuat miskha terkejut dan melipat bibirnya kedalam seakan mengikuti perintah williem dengan baik.


Saat berada dimobil miskha menyentuh pergelangan tangannya, williem meninggalkan kemerahan disana. Lalu williem mendorong badan miskha dan memasangkan sit belt kasar. Dia berteriak tepat di wajah miskha, "AKU BENCI KEBODOHANMU ITU. MEMBACA TIDAK INGAT WAKTU, MEMBUANG BUANG WAKTU HANYA DUDUK DISANA, TIDAK MENGHUBUNGIKU, BAHKAN KAU TIDAK MEMAKAI JAM TANGAN PEMBERIANKU. APA AKU INI TIDAK TERLALU PENTING UNTUKMU HAH ?" wajah williem sangat merah, dan menakutkan. Miskha menangis terisak karena terkejut, walaupun ini bukanlah pertama kalinya. Miskha bergetar hebat, tangannya kaku lalu ia mengelus lengan williem lembut seakan memohon untuk jangan memukulnya.


Miskha menangis, sesak sesak sekali. "Williem.. Maafkan aku" hanya itu yang bisa miskha katakan. Miskha sudah menunggu waktu yang tepat untuk menghentikan hubungan ini. Namun miskha tahu saat itu bukanlah hari yang tepat.


"Kau minta maaf ?" Kata williem seakan sudah puas memukul lengan miskha dan sudah berhasil membuat miskha ketakutan.


Williem membenarkan duduknya, bersiap mengemudi mobilnya. Menuju mc donald terdekat karena ia tahu miskha menyukai makanan cepat saji disana.


Miskha masih ketakutan namun, ia tahu jika williem sudah memukulnya dan dia meminta maaf bukan berhenti maka williem akan kembali tenang. Miskha tak tahan dengan sifat buruk williem, bahkan pernah mengajak williem ke psikolog namun williem menolaknya dan mendaratkan tamparan kencang di pipi miskha untuk pertama dan terakhir kalinya. Williem itu sangat hangat dan lembut, itu sisi baiknya. Bahkan dia selalu membatu miskha, saat resort milik ayah miskha mengalami penurunan omset, williem lah yang membayar biaya kuliah miskha. Apapun keperluan miskha, walau miskha sudah menolaknya bahkan tidak bercerita mengenai kesulitannya williemlah Yang menolongnya.


Saat seperti ini hanya elizabeth lah sahabat miskha yang miskha butuhkan, abeth akan menginap di apartemen miskha menemani miskha mandi dan makan bahkan membantu mencuci pakaian miskha dan menyuruh miskha istirahat. "Abethh.." Batin miskha dalam hati.


●●●


Malta


Mereka mencari rental mobil terdekat. Taehyun tahu karena pernah syuting untuk reality show dts disini.


"Siapa yang akan mengemudi?" Tanya petugas rental mobil setelah taehyun memberikan id dan uang sewanya.


"She'll driving. She has international drive licence" kata taehyun ramah.


Miskha tersenyum, kagum dengan kemampuan bahasa inggris taehyun dengan sangat baik.


"This is my licence.. Car. Yes.. Thank you very much. " kata miskha menunjukkan sim internasionalnya dan menerima kunci mobil dari petugas rental.


"Take care.. You may call me. Never mind, you had assurance. Be safe and have fun" kata petugasnya sambil membuka pintu mobil.


Taehyun memasukkan koper dan miskha memanaskan mobilnya. Mereka berterimakasih kepada petugas rental.


"Aku sudah memasukkan barang barang kita.." Kata taehyun masuk kedalam mobil. "Aku sudah menghidupkan ac nya cepat tutup pintunya" kata miskha sambil memegang stir. "Oh iya aku lupa hehe" jawab taehyun.


"Pakailah sit beltmu sayang.." Kata miskha mulai mengemudikan mobilnya.


"Hehehe iya iyaaa aku sedang berusaha memakainya hufh" keluh taehyun.


Miskha tertawa.


Mereka melewati jalan dengan pemandangan serba krem dan laut yang indah, cuaca disana sangat cerah suhunya juga cukup hangat bahkan lebih hangat dsri korea tapi tidak lebih panas dari indonesia.


Miskha rindu dengan negaranya karena suhu di malta tidak jauh sama dengan suhu dijakarta, ia menyetel Bluetooth pada mobil sewa itu memasangkan pada pengaturan iphonenya. Diputarnya lagu DTS terbaru "boy with lov.." Taehyun tersipu malu, di lihatnya wajah miskha yang menggodanya dengan sesekali menggoyangkan satu tangannya seakan menikmati musiknya.


"I like it" seru miskha.


Taehyun tertawa, "ah kau ini" kata taehyun menambahkan.


"Aku juga suka lagu mikrosmos, walau aku tidak sepenuhnya paham arti lagu itu. Tapi aku pernah mencari artinya dengan terjemahan bahasa inggris dan itu sangat menyentuh." Kata miskha.


Miskha menyetir dengan sangat santai, memilih jalan dengan pemandangan yang indah sesekali ia melihat iphonenya mengecek siri memastikan arah yang ia ambil.


Miskha sangat serius, hingga ia tak sadar taehyun memperhatikannya setiap ia mengemudi dan mengoceh sendiri.


"Oh lewat sini.. Oh abis ini kita ambil kanan. Aduh tidak tidak awas. Ah syukurlah.. Ohh lihat kucing itu lucu ya!.. Ya ampun aku hampir saja merusak mobil ini. Wahhh pemandangannya indah. Aku ingin berjalan kaki saja, tapi suhunya tudak seperti ini. Ya tuhan lihat lah itu bagus banget.." Ya miskha mengoceh pada dirinya sendiri.


Taehyun senang melihat miskha bahagia, walau taehyun tidak sepenuhnya tahu sisi adriana miskha yang lain bahkan tidak tahu profile apa yang dimiliki miskha. Tapi yang ia tahu hanyalah wanitanya sangat cantik dan pintar, ahli dalam segala bidang. Dimata taehyun miskha adalah wanita sempurna dan berjanji akan membahagiakannya sampai waktu yang tidak dapat ditentukan.


"Sayang itu hotelnya sebelah sana.." Kata taehyun menunjuk kesalah satu bangunan.


"Wah bagus banget ya.. Bener bener indah banget bangunannya juga unik dan terlihat seperti bangunan tua yang klasik." Puji miskha.


"Kita parkir disana setelah itu berjalan ke sana ya .. Gapapa kan ?" Tambah taehyun.


"Of course." Tambah miskha.


Miskha tak pernah membayangkan hal menakjubkan seperti ini, taehyun adalah pria yang luar biasa baginya. Bahkan miskha tidak melihatnya sebagai idol atau orang yang cukup terkenal di dunia ini. Menurutnya taehyun dan dia sama sama hanya ingin bahagia. Ya... Hanya bahagia.


●●●


-miskha. Aku tidak bisa menghubungimu. Jdi aku kirim pesan lewat instagram ya, Apa kau ganti mobile ? Aku mengirim pesan banyak. Bagaimana penerbangannya? Kau berjanji akan memberitahuku. Aku harus tidur sekarang lelah sekal.


Elizabeth.


●●●


Terima kasih sudah membaca ♥


Williem