He is not my Idol. He is my Boyfriend.

He is not my Idol. He is my Boyfriend.
Dua puluh dua



Selamat membaca ❤️.


●●●


"Ini Anna sayang.. Teman kecilmu saat di autralia.. Anaknnya uncle Alex dan aunty riana.." Kata ibu seokyin menjelaskan.


"Apa kalian sudah saling bertemu sebelumnya ?" Tanya ayah seokyin bingung.


Mismha hanya diam tak mengerti harus bertindak seperti apa, dia hanya memasang wajah keluh dan pasrah apapun yang dikatakan seokyin dia akan mengikutinya.


"Aku sudah bertemu miskha.. Ceritanya sangat panjang mah.. Aku ga bisa ceritain semuanya. Tapi jika itu benar kau ana.. Sungguh aku sangat terkejut." Kata seokyin perlahan.


Miskha hanya tersenyum dan melanjutkan, "kami sudah bertemu tante .. Belum lama ini, itu semua betul jika diceritakan cukup rumit. Aku sangat berterima kasih sudab diundang makan malam . Dan ya benar aku putri Alex dan Ariana. Kau oppa yinnie rupanya."


Seokyin mencairkan suasan dan memeluk ibunya, "mamah aku rindu.." Dan mencium pipi ibunya manja.


"Ah anak ku ini.. Kau sudah cukup tua tapi kelakuanmu itu masih kekanakan. Nah ayo miskha kita makan sekarang orang yang ditunggu sudah hadir." Kata ibu seokyin mengelus rambut anaknya.


"Baik tante .. Om.. Oppa.." Jawab miskha perlahan.


●●●


"Loui.. Kau bicara tadi kan pergi ke perancis ?" Tanya clara.


Loui mengajak clara untuk sekedar berjalan keluar mencari udara segar dan membersihkan pikirannya.


"Iya.. Sepertinya aku akan pulang.." Kata loui dengan sedikit tidak mood.


"Apa kau akan memutuskan kontrak? " Tanya Clara perlahan, dilihatnya loui yang duduk di sampingnya. Mereka melihat sungai han sambil menghiruo udara segar. Terdengar suara angin berbisik, seakan memberi nada menenangkan.


Perlahan loui mengehela nafas panjang dan mulai menjawab pertanyaan clara tanpa menoleh kearahnya.


"Aku sudah mendapatkan gelar S2 ku 2 tahun lalu. Tidak mudah mendapatkannya.. Lagi pula aku sebenernya tidak memiliki kontrak lagi jika sudah menyelesaikan thesisku. Aku bisa memilih untuk kembali. Aku juga sudah lama tidak mengunjungi sahabatku di german..." Suranya perlahan melembut.


Clara bingung dengan sikap lemah loui, apa yang sebenarnya yang terjadi. Namun clara juga terkejut dengan penjelasan loui. Karena clara tahu loui menyukai korea. Dia bisa makan pedas, dan mencicipi makanan pasar.


"Ohh begitu.. Loui apa kau sedang menyukai seseorang ?" Tanya clara perlahan dengan sangat hati hati . Dia memandangi sungau han dengan wahah datar, clara tahu jika dia sangat serius saat mengatakannya hanya sekedar untuk mengetahuinya.


Loui melihat kearah clara, raut wajah clara sangat datar dan tenang.


"Jika aku mengatakan iya... Apakah tak apa ?" Jawab loui sambil kembali memandangi sungai han.


Clara diam lalu melihat kearah loui, "apakah wanita itu Adriana Miskha ?" Tanya nya pada loui dengan senyum kecil di sudut bibirnya.


Loui terkejut, dirasakan sesak pada dadanya. Lalu ia melihat keatas langit, memandangi bulan meminta kekuatan.


"Ahh.. Ya.. Apa itu mengejutkanmu?" Ia langsung menoleh keatah clara yang sedari tadi menunggu jawabannya dengan wajah datar memandanginya.


"Kau tidak memberitahu nya ?" Tanya clara lagi.


"Tidak.. Aku tidak bisa melakukannya." Jawab loui sambil mengerutkan alisnya.


"Dia sudah milik seseorang..." Kata loi melanjutkan.


"Lalu jika dia sudah memilikinya.. Kenapa ? Kau hanya berusaha jujur saja.. Terlepas dari itu ya sudah gapapa.. Yang penting kau sudah jujur pada dirimu..." Kata clara tegas matanya berbinar menatap loui.


"Aku payah.." Jawab loui membuang wajahnya.


Clara memeluk loui, loui menerima. Clara sangat baik, selama di korea selatan clara lah yang menemani loui. Namun semenjak loui satu grup penelitian dengan miskha clara semakin menjauh. Entah apa yang terjadi, namun loui sangat positif dan mencoba memahami clara sebagai rekan kerjanya. Karena clara menginginkan posisi terbaik, maka dari itu clara selalu berusaha sendiri.


"Clara.. Terim kasih. " kata loui perlahan menatap sungai han datar, kepala Clara masih bertumpu pada bahu loui.


"Tak apa.. Kau sudah berusaha. Aku mendukungmu. " kata Clara perlahan. Suaranya datar.


Entah apa yang ada di dalam hati dan pikirn clara. Hanya ia yang tau.


●●●


"Ohahahahha itu sangat lucu sayang" kata ibu seokyin.


"Ahh oppa." Kata miskha malu , karena seokyin menceritakan masa kecilnya dengan miska di australia.


"Ini sudah cukup malam.. Apa tak apa ana ?" Tanya ayah seokyin.


"Oh iya.. Aku harus pulang.. Besok aku akan naik penerbangan pagi" kata miskha sambil melihat jam tangannya.


"Miskha harus pulang sekarang ayah ibu.. Dia akan pergi besok" kata seokyin spontan.


Orang tua seokyin bingung, lalu seokyin menambahkan "dia akan berlibur ke suatu tempat.. Kami memang tidak sedekat itu.. Tapi aku mengetahuinya karena kita bertemu beberapa hari lalu."


"Iya tante .. Om.. Maaf sekali. Terima kasih atas makanannya.. Maaf aku merepotkan" jelas miskha perlahan.


"Terim kasih sayang sudah mau datang ke rumah tante.." Ibu seokyin berjalan kearah mismha dan memeluknya hangat. Memberikan ciuman hangat di pipi kann dan kiri miskha.


"Iyaaa om juga sama" kata ayah seokyin ramah.


"Seokyin.. Antar miskha sampai apartemennya ya ?" Kata ibu seokyin.


Seokyin mengangguk, namun miskha menggelengkan kepalanya, "ah tidka usah oppa. Kau pasti akan diikuti dispaz.."


"Tidak apa.. Agensi kami sudah memberikan surat edaran pada wartawan termasuk dispaz untuk tidak meliput DTS karena ini waktu istirahat kami." Jelas seokyin .


"Maaf aku merepotkan lagi... " miskha tersenyum.


"Tak apa sayang.. Lagi pula aku tidak masalah jika kalian di gosipkan. Seokyin sudah cukup tua aku khawatir dia tidak bisa menikah jadi lebih baik denganmu digosipkan sekalian saja" kata ibu seokyin menggoda. "Iya benar itu. Papah setuju. " spontan ayah seokyin memeluk pinggang istrinya.


"Pah mah sudah lah.. " kata seokyin merengek.


"Sudah sudah.. Cepat antar ana , hati hati dijlan sayang. " kata ibu seokyin pada anaknya .


Miskha dan seokyin memberikan salam, lalu berlalu kerah keluar segera menaiki mobil sport seokyin.


"Ini gakpapa ?" Keluh miskha. "Tak apa. Percayalah." Kata seokyin lembut menenangkan miskha.


Mobil itu pun melaju.


●●●


"Ayo kita pulang clara. Maaf aku tidak membawa mobil jadi apakah kau mau berjalan kaki denganku?" Ajak loui dengan posisi berdiri mengantongi kedua tangannya pada coat.


"Tentu saja. Aku suka jalan kaki. Aku bisa pesan taxi didepan apartemenmu. Aku ingin memastikan kau baik baik saja dan tidak terluka haha." Goda clara sambil menyenggol lengan loui.


Mereka berjalan bersama, mengehembuskan nafas menikmati udara malam, sambil sesekali melihat kearah langit.


"Clara.. Apakah kau sangat mencintai idolmu itu ?" Tanya loui perlahan.


"Ah tidak juga" jawab Clara.


"Ah Yang benar? " Tanya loui.


"Hemm aku hnya menyukainya, mengagumi prestasi mereka... Bahkan aku belajar dari hidup mereka dan mencoba untuk menerima hidupku sendiri. Melakukan yang terbaik untuk orang orang yang mencintaiku. Bukan berarti aku mencintai mereka.. Tapi karena rasa kagum dan suka itu lah aku sadar jika aku terlalu dalam memahami hidup oranglain. Namun dari hidup mereka aku jadi menghargai hidupku. Tapi kadang aku meresa kesepian..." Clara menghentikan kalimatnya melihat langkah kakinya lalu kembali menatap jalan. Loui hanya diam sesekali ia melihat kearah clara.


"Hey kau! Itu lampu merah" loui menatik tangan clara di persimpangan mereka akan menyebrang namun clara terbengung entah apa yang ia fikirkan dan clara terkejut saat lengannya di tarik loui keras.


"Ohh.. Maaf" kata clara sambil merintih sakit dari ekspresi wajahnya.


"Sakit ya ? Apa aku terlalu keras .. ? Maaf" kata loui memohon. Clara tersenyum dan menggelang mengisyratkan semuanya baik baik saja.


●●●


"Oppa.. Terima kasih sudah mengantarku sampi depan apartemen " kata miskha pada seokyin.


"Aahh santai saja. Ku segera masuk dan beristirahatlah. Terima kasih sudah memenuhi undangan ibuku." Kata loui ramh dengan senyumnya yang manis.


"Ya tentu.. Aku harus segera masuk. Terima kasih kaa..." Kata miskha menutup pintu mobil seokyin.


Seokyin melihat miskha berlalu memasuki gedung apartemennya, lalu ia memasang kacamata hitamnya kembali dan melajukan mobil dengan cepat.


Dilain sisi apartemen miskha dan loui sangat berdekatan. Dari depan jalan loui dan clara melihat miskha keluar mobil sport mewah keluaran terbaru itu. Loui dan clara sempat terkejut. Namun loui mulai bicara, "mungkin itu pacarnya.." Kata loui pelan.


"Ahh .. Aku harus pulang kau masuk lah aku akan menunggu taksi. Sebentar lagi taxi ku sampai." Kata clara pada loui.


Loui mengangguk dan memeluk clara hangat sebagai teman lalu mereka saling menempelkan pipi masing masing.


"Bye... Kau istiraha juga ya." Kata loui.


"Tentu saja.. Bye" pungkas clara sambil melambaikan tangan.


Clara masih bingung dan tal percaya denganobil sport mahal itu. Sebenarnya pacar miskha itu orang setajir apa. Sampai diantar denganobil sport. Bahkan batin clara keluh dan gelisah memikirkan hal itu.


●●●


Minggu pagi , going to Malta.


"Aku jemput kamu di basement.. Jangan terlambat ya." Kata taehyun lewat telfon.


"Iya sayang." Jelas miskha singkat.


●●●


Terima kasih sudah membaca novel ini ♥