
Ven kembali ke rumah lamanya dan disambut oleh kakaknya, Daisy. Daisy bertanya,
"Kenapa kalian pulang?"
Ven menjawab, "Agus dan Yuuka sudah menikah dan hanya kami yang belum menikah. Kami memutuskan untuk tinggal di rumah lamanya." Daisy membantunya membawa barang bawaannya dan mereka masuk ke rumah.
Di sisi lain, Dipo dan Agus pulang setelah berkeliling kota. Mereka melihat kamar Ven dan Ara kosong seperti sedia kala dan panik. Mereka menemukan surat tertempel di dinding kamar yang ditutupi oleh panah es. Setelah membaca surat tersebut, mereka merasa kaget.
Mika dan Yuuka baru saja kembali dari pasar dan menanyakan,
"Apa yang terjadi?" Dipo dan Agus tidak bisa menjawab dengan pasti, lalu Dipo menjelaskan, "Ven dan Ara sudah kembali ke rumah lama milik Ven."
Mika, yang sudah tahu tentang hal ini karena ibunya memberikan pedang milik Ven, memberi tahu mere.ka,
"Jika kalian ingin memanggil Ven, tinggal alirkan energi sihirnya ke pedang itu dan dia akan datang."
Dipo dan Agus memutuskan untuk menyimpan pedang itu dan mereka menunggu makan malam.
Di tempat lain, Ven, Ara, Josse, dan Airi juga tengah makan malam bersama Daisy. Mereka membicarakan tentang kakaknya yang belum menikah. Ven bertanya, "Kenapa kakak belum menikah? Seumuran kakak seharusnya sudah menikah, kan?" Daisy, mendengarnya, segera mencubit Ven dan memberi tahu bahwa Ven tidak mau menikah karena alasan tertentu. Mereka melanjutkan makan malam mereka.
Setelah makan malam, Ven duduk di taman dengan gitarnya, memetik senarnya untuk memainkan musik instrumental. Kakaknya dan Ara melihat Ven dan memilih untuk tidak mengganggunya saat ia memainkan musiknya. Tanpa mereka sadari, mereka berdua tertidur karena musik dari gitar milik Ven. Ven yang menyadari hal tersebut segera membawa mereka ke kamar masing-masing.
Pagi hari tiba dan Ven bangun dari tidurnya. Setelah mencuci wajahnya, dia melihat bekas luka dari serangan musuh kemarin. Ven berubah menjadi Jeo, dan luka tersebut berubah menjadi warna biru. Setelah itu, Ven kembali menjadi dirinya sendiri dan memeriksa luka itu lagi.
Daisy baru saja bangun dan melihat bekas luka Ven. Dia segera memasang pembalut untuk melindungi luka tersebut. Namun, secara tidak sengaja, pembalut tersebut terlilit wajah Ven sehingga dia tidak bisa melihat. Ven dengan lembut memperbaikinya dan setelah itu, Daisy mengajak Ven untuk berkeliling desa. Ven setuju dengan senang hati, dan dia meminta Ara, Josse, dan Airi untuk menjaga rumah selama mereka pergi
Ven ikut bersama Daisy untuk berkeliling desa. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Dipo dan amin yang sedang mencari Ven. Mereka mencari tempat untuk duduk, namun tiba-tiba Dipo mendengar panggilan dari Mika. Dipo dan amon kembali ke rumah dengan cepat. Sebelum pergi, Dipo memberikan sebuah bingkisan dari Kerajaan Aisha kepada Ven.
Daisy, yang melihat kejadian ini, merasa bingung. Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.
Dan setelah sampai disana mereka melihat ara yang kering dengan barang yang biasa dipakai untuk memasak dan tidak seperti biasanya dan ven pun mengajari cara menggunakan kompornya dan ara yang melihatnya paham akan cara menggunakan barang tersebut