
Mika Ara dan yuuka bergabung dengan Daisy untuk menjelajahi kota. Mereka berjalan-jalan melewati
yang ramai, menikmati pemandangan dan suara-suaranya.
Daisy dengan ramah memimpin mereka ke tempat-tempat menarik, mengajak mereka untuk mencicipi makanan lezat, dan menunjukkan toko-toko yang menarik. Mika dan Ara menyukai Daisy dan mengaguminya karena kepribadiannya yang ramah dan ceria.
Mereka mengunjungi pasar yang sibuk, di mana mereka melihat berbagai barang dagangan yang unik dan menarik. Mereka tertawa dan bercanda saat mencoba makanan jalanan lokal dan berbagi cerita tentang petualangan mereka.
Di tengah perjalanan, Daisy juga menceritakan beberapa cerita dari masa kecil Ven yang membuat semuanya tertawa. Mereka merasa lebih dekat satu sama lain setelah hari itu.
dan daisy yang tidak sengaja menabrak orang yang tidak dikenal dan segera meminta maaf dan orang yang ditabrak daisy adalah seorang perampok dan perampok itu segera. lari dikejar-kejar oleh warga dan dengan cepat daisy menggunakan sihir bayangannya untuk menangkap perampok tersebut dan perampok tersebut berhasil dibawa oleh warga dan berterima kasih pada Daisy
Mika ara dan yuuka terkagum dengan kemampuan daisy
dari seorang kakak dari ven dan mengucapkan terima kasih karena. dia menyelamatkan mereka
"Terima kasih, Daisy. Hari ini sangat menyenangkan," ucap Mika dengan senyuman tulus.
Ara menimpali, "Ya, betul. Kamu benar-benar tahu cara membuat hari istimewa."
Daisy tersenyum gembira. "Sama-sama, aku juga sangat menikmatinya. Jangan ragu untuk mengajakku lagi suatu saat!"
Mereka pulang ke rumah dengan hati penuh kebahagiaan dan kenangan yang tak terlupakan. Mika Ara dan yuuka merasa lebih dekat dengan Daisy, dan mereka bersyukur telah mendapat kesempatan untuk mengenalnya dengan lebih baik.
Segera setelah mereka dikejar, Ven dan Daisy segera mengambil tindakan. Mereka menggunakan kemampuan mereka untuk menciptakan hujan panah es, tetapi upaya mereka dihentikan oleh Daisy. Kakaknya Ven memutuskan untuk membawa Ven pergi dengan kekuatan bayangannya, meninggalkan Mika, Dipo, dan Ara dalam kebingungan dan kehilangan.
Tiba-tiba, Mika merasakan kehadiran seseorang di belakangnya. Tanpa pikir panjang, Ven berhasil mengejutkannya. Mika terkejut dan pingsan karena kejutan tersebut, terutama karena Daisy memakai topeng seram.
Ketika Mika terbangun, dia berada di rumah Ven. Dia meminta maaf pada Ven dan Daisy atas keingintahuannya yang berlebihan. Mereka memberitahunya bahwa mereka sebenarnya sedang mencari hadiah untuk seseorang yang istimewa.
Dipo, yang mendengarkan percakapan mereka, tiba-tiba tersenyum lebar dan berkata, "Aku tahu orangnya." Semua orang tertarik dengan apa yang akan Dipo lakukan selanjutnya.
Dipo dan Amon berkeliling kota, menikmati pemandangan dan suasana sekitar. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang anak kecil yang imut. Wajahnya penuh dengan kepolosan dan tawa kecil.
Amon melihat anak kecil itu dan secara refleks memikirkan hal-hal untuk menikahinya, namun segera teringat pada Yuuka. Dengan cepat, Dipo yang mendengar isi dari pemikiran Amon dan segera memukul pipi Amon dengan keras
"Dipo! Itu sakit," Amon mengeluh.
"Mon.hentikan pemikiran-pemikiran nakalmu, kau itu sudah dewasa mon masa kamu suka anak yang berumur lebih kecil dari m," kata Dipo dengan tegas. "Kita harus menghormati perasaan orang lain, terutama orang-orang yang penting bagi kita."
Amon mengangguk dengan serius.
"Anda benar, Dipo. Saya meminta maaf."
Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan senyum, membiarkan keceriaan anak kecil itu menyemangati mereka.