Find Power Of Light With Demon Lord

Find Power Of Light With Demon Lord
ch 64 white day di akademi dan lagu valentine dari ven



Pada sore itu, Ven, Amon, dan Dipo berkumpul untuk membuat kue cokelat istimewa yang akan mereka berikan kepada siswa-siswa akademi sebagai balasan atas cokelat yang sebelumnya diterima. Mereka dengan penuh semangat menghias kue-kue tersebut menjadi berbentuk kucing, burung, dan beruang yang sangat imut.


Tiba-tiba, Dipo muncul untuk membantu membagikan kue-kue itu. Ketika Mika datang dan melihat dapur dalam keadaan berantakan karena mereka bertiga sibuk membuat kue, dia terkejut.


Mika menjadi orang pertama yang mencicipi kue-kue tersebut. Namun, saat ia melihat kue buatan Ven, Amon, dan Dipo yang berbentuk kucing yang sangat imut, dia merasa sayang untuk memakannya. Kemudian, Ara muncul dan membuat Mika terkejut. Ara mencoba kue itu dan merasakan manisnya yang luar biasa. Dia berkomentar,


"Kuenya sungguh lezat!"


Mereka akhirnya membuat banyak kue untuk diberikan kepada seluruh siswi di akademi, termasuk Yeonji Sensei dan Ratu Elara. Semua gadis sangat senang dengan kue-kue tersebut, dan mereka berbagi kebahagiaan bersama-sama.


Pagi itu, Ven dan Amon memilih untuk pergi berdua, sementara Dipo masih tertidur. Saat mereka melewati kota, mereka melihat semua toko berjualan cokelat karena hari ini adalah White Day. Ven teringat lagu yang pernah didengarnya saat Valentine. Menurut Amon, mereka harus memegang kue-kue yang akan dibagikan. Ven segera kembali ke rumah Dipo dengan teleportasi untuk mengambil gitarnya. Setelah itu, dia kembali ke tempat Amon berada dan melanjutkan perjalanan ke akademi.


Sesampainya di akademi, Ven meminta Amon untuk membagikan kuenya sementara dia sendiri menyanyikan lagu yang diingatnya, sembari memetik gitarnya:


Hiruk pikuk kota yang beraroma manis


Karenanya jalur perasaan menjadi macet


Berkata "tak ada hubungannya denganku"


Pola hatiku terwarnai menjadi putih


Apa pun yang dilakukan tetap tak seimbang


Aku bersulang dengan wajah yang tersenyum


Aku tak tahu apakah itu asam atau pahit


Aku pasti kehilangan arah di depanmu


Pertemuan yang meleleh


Dan kini menjadi platonik


Harapan yang manis-pahit rasanya seakan hancur


Karena itu


Jika kau merasa kehilangan arah


Maka dengarkanlah suara itu


Dirimu


Jika telah terwarnai, jika telah terwarnai


Biarkan hati itu bermain dan jangan melihat sekitar


Kuingin memikirkannya, kuingin memikirkannya


Ramalan cuaca hati berwarna pink


Sekarang


Jika telah tercampur, jika telah tercampur


Berdampingan denganmu, tatapan itu adalah cinta


Romansa takkan terhentikan


Jika gagal, itulah langkah perpisahan


Tuhan, kumohon tolonglah aku di hari ini


Dunia yang berkebalikan juga muncul


Jika ini mimpi, jangan bangunkan aku


Pola hatiku terwarnai menjadi merah


Di dalam keadaan yang tenang


Bagaimana melakukan yang terbaik?


Sebagian besar tak terlihat


Malam berbintang yang sedikit terlambat


Bahkan di hari kemarin yang buruk


Aku ingin mengucapkan perpisahan


Rasanya semuanya akan berubah menjadi manis


Karena itu


Mari kita melalui malam ini


Ungkapkanlah perasaan itu


Jika dirimu telah terwarnai


Aku hanya ingin memikirkanmu


Dirimu


Jika telah terwarnai, jika telah terwarnai


Biarkan hati itu bermain dan jangan melihat sekitar


Kuingin memikirkannya, kuingin memikirkannya


Ramalan cuaca hati berwarna pink


Sekarang


Jika telah tercampur, jika telah tercampur


Berdampingan denganmu, tatapan itu adalah cinta


Jika gagal, itulah langkah perpisahan


Tuhan, kumohon tolonglah aku di hari ini


Saat Ven menyanyikan lagu tersebut, tidak sengaja terdengar satu kota dan seluruh siswi-siswi dari akademi keluar dari kelas mereka untuk mendengarkan. Amon dengan cepat membagikan cokelatnya, dan Ven turun dari atap dengan lembut. Gadis-gadis itu berterima kasih pada Ven dan Amon karena memberikan mereka cokelat, dan Ven menyanyikan sedikit musik untuk mereka sebelum pergi. Gadis-gadis itu kemudian kembali ke kelas masing-masing dan berterima kasih kepada ven dan Amon atas lagu dan coklatnya


Amon meminta Ven untuk menunggunya sebentar agar dia bisa memberikan kue ke Yeonji Sensei dan Kepala Akademi. Setelah itu, Ven dan Amon pergi bersama-sama. Gadis-gadis di akademi terpikat oleh kue-kue buatan Ven dan Amon yang berbentuk burung, kucing, dan beruang yang imut.