
Hari itu, Ven dan Mika pergi ke pasar bersama, karena mereka berdua kalah dalam taruhan bermain kartu dengan Amon dan Dipo. Mereka berdua berjalan-jalan di alun-alun kota, mencari sayuran yang segar. Tiba-tiba, mereka diserbu oleh sekelompok anak kecil yang tampak sangat ceria.
"Ven-nii san, Mika-nee-san,!
Kalian menyanyi semalam sangat hebat! Lagu yang kalian nyanyikan belum pernah kami dengar!"
seru salah seorang anak dengan mata berbinar.
Mendengar pujian itu, Ven dan Mika merasa senang. Mereka sangat menghargai apresiasi dari anak-anak ini. Tak lama kemudian, anak-anak meminta mereka untuk menyanyikan sesuatu di alun-alun kota.
Ven, setelah memikirkan sejenak, mendapatkan ide kocak. Dia melihat paprika di sebuah lapak sayuran. Dia tahu Mika tidak begitu suka dengan paprika, jadi dia tertawa kecil untuk menjaili Mika. Mika memberikan semangat pada ide itu dengan mengangguk setuju.
Anak-anak duduk dengan antusias, menantikan penampilan khusus ini. Ven dan Mika segera memulai.
"I'm going to start doing bell pepper exercise~!" bell pepper ♪ If you eat it, Superman ♪ will all be surprised, Peter Pan ♪
Lagu itu membawa tawa dan kegembiraan kepada semua orang. Lirik yang lucu dan melodi yang ceria membuat anak-anak tertawa dan bersenang-senang. Mereka menyukai pertunjukan ini dengan sepenuh hati.
Setelah mereka selesai, anak-anak yang terkagum-kagum meminta tanda tangan dari Ven dan Mika. Warga sekitar yang mendengar juga memberikan makanan dan minuman sebagai ucapan terima kasih.
Dipo dan Amon, yang mendengar tentang pertunjukan itu, memutuskan untuk tidak ikut campur dan hanya mengambil foto-foto menggelikan Ven ketika lehernya dipegang oleh Mika.
Namun, reaksi Mika setelah pertunjukan tidak seperti yang diharapkan. Dia dengan cepat mengunci leher Ven dengan erat dan memanggilnya dengan nama aslinya,
"Veleriting!" Mika dengan tegas menyatakan bahwa dia tidak suka paprika dan bertanya mengapa Ven memilih lagu itu.
Ven mencoba memberikan penjelasan, namun Dipo dan Amon memilih untuk pergi dan meninggalkan mereka berdua. Untungnya, Ven dengan cepat berubah menjadi Taka dan menggunakan kemampuan teleportasinya untuk membawa barang belanjaannya bersamanya.
Setelah Mika melepaskan pegangannya, Ven pingsan. Dipo dan Amon tiba-tiba kembali ke rumah mereka, terkejut dengan apa yang mereka saksikan. Ven terkapar di lantai, tampak tidak sadarkan diri. Amon segera membawa Ven ke kamarnya.
Mika, meskipun marah, juga sangat khawatir tentang keadaan Ven. Dia berharap Ven segera sadar dan baik-baik saja.
Hari telah berganti, matahari pagi bersinar terang. Ven akhirnya membuka matanya, merasakan kepalanya dan lehernya yang masih terasa sakit. Dia menyadari bahwa kejadian semalam benar-benar terjadi. Ara, yang duduk di sebelah tempat tidur Ven, terkejut melihatnya sadar.
Ven tersenyum dan mengelus kepala Ara dengan lembut. "Iya, sudah pagi ya? Maafkan aku, aku tidak tahu apa yang terjadi."
Sementara itu, Mika menunggu di ruang tamu dengan cemas. Ketika dia mendengar suara langkah kaki dari kamar Ven, dia langsung berdiri. Begitu Ven muncul, Mika segera memberikan senyuman lembut.
"Ven, aku benar-benar minta maaf atas kejadian tadi malam. Aku seharusnya lebih jelas mengatakannya,"
ujar Mika, ekspresinya penuh penyesalan.
Ven mengangguk.
"Tidak, Maafkan aku. Aku seharusnya tidak memilih lagu itu tanpa memikirkannya lebih dulu."
Mika tersenyum lega mendengar kata-kata maaf dari Ven. Kemudian, dia memiliki ide.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan hari ini? Aku ingin memperbaiki suasana hati kita."
Ven langsung setuju
"Tentu, aku pikir itu ide yang bagus"
Namun, Ara, yang mendengar rencana mereka, tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya. Dia langsung berbicara,
"Aku juga ingin ikut! Ayo ajak aku, Ven!"
Ven tertawa ringan melihat antusiasme Ara.
"Tentu saja, Ara. Dan mengajak Dipo dan Josse juga"
Mereka pun bersiap-siap untuk pergi. Josse dan Airi juga bergabung, meskipun Amon dan yuuka memilih untuk tetap di rumah karena masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan
Mereka berenam pergi berkeliling kota, menikmati pemandangan dan keindahan tempat-tempat yang mereka temui. Senyuman dan tawa terdengar di sepanjang perjalanan, membawa kegembiraan kepada mereka semua.