
Ven ingin memoles busurnya, namun dia lupa membawa peralatan untuk memolesnya yang tertinggal di rumah. Dia menyiapkan busur silang lama yang ingin dia poles, lalu meninggalkannya di atas meja dengan catatan
"jangan disentuh."
Ven pergi tanpa memberi tahu siapa pun. Di sisi lain, Mika, Ara, dan Ratu Elara sedang memasak dengan bantuan dari Daisy.
Mika memanggil semua orang untuk makan bersama. Mereka semua duduk dan makan bersama, namun Mika curiga karena Ven tidak ada di antara mereka. Daisy, yang tahu alasan kepergian Ven, tahu bahwa Ven hanya pergi untuk mengambil pemoles dan tali busur yang tertinggal di rumahnya.
Sementara itu, Ven telah tiba di rumahnya dengan cepat dan sedang mencari pemoles dan tali busurnya. Namun, dia tidak sengaja bertemu dengan Teo yang berkunjung ke rumah Ven. Mereka berdua berbincang, dengan Teo menjelaskan bahwa dia hanya datang untuk bersenang-senang dan melihat desa tempat Ven tinggal.
Teo bertanya tentang keberadaan kakak Ven, dan Ven menjelaskan bahwa sekarang mereka tinggal di Kerajaan Aisha bersama Mika. Ven berbisik kepada Teo, berbagi alasan mereka tinggal di Kerajaan. Teo senang mendengar berita tersebut, namun dia memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi dia berterima kasih atas undangan dan memilih untuk pulang. Ven pergi dengan membawa pemoles dan tali busur.
Sementara itu, di Kerajaan Aisha, para anggota Kerajaan panik mencari Ven. Ratu Elara meminta para prajurit untuk mencarinya. Mika mencoba menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan Ven, namun tidak berhasil.
Sementara itu, Ven telah tiba di gerbang Kerajaan Aisha, namun dia dihalangi masuk karena situasi darurat. Setelah menunjukkan identitasnya, Ven akhirnya diizinkan masuk.
Kembali ke istana, Dipo tiba dan terkejut karena sebelumnya Ven tidak ada di kamar. Mika dan Ratu Elara juga terkejut dan pingsan. Ven, yang sedang sibuk dengan busurnya, tiba-tiba dikejutkan oleh kakaknya yang memeluknya erat. Mereka berdua berbicara dengan penuh keintiman. Kemudian, Mika dan Ratu Elara bangun dan mereka semua kembali bersama.
Pelukan yang erat hampir membuat Ven kehabisan napas, tetapi akhirnya semuanya tersenyum setelah momen itu.
Mereka semua berkumpul di aula Kerajaan, mengenang insiden kemarin. Ratu Elara bertanya kepada Ven,
"Ven, darimana saja kamu saat kami tidak melihatmu di kamar pada siang hari, namun tiba-tiba kamu muncul di kamar seperti hantu di sore hari?"
Ven menjelaskan bahwa dia pulang untuk mengambil pemoles dan karet busur untuk meningkatkan kekuatan senjatanya. Secara tidak sengaja, dia bertemu dengan gurunya, Teo. Ratu Elara terkejut mendengar hal ini, dan segera memutuskan untuk mempercepat pernikahan antara Mika dan Dipo agar mereka bisa segera bertemu dengan Teo.
Ven diberi izin untuk pergi dan mengumumkan pertunangan antara Mika dan Dipo. Semua bersiap untuk peristiwa besar yang akan datang.
Di dalam istana Kerajaan Lithoa, terdapat seorang pangeran bernama Neil yang berkeinginan untuk menjadi tunangan Mika. Ketika ia mendengar bahwa Mika akan menikah dengan Dipo, Neil menjadi sangat kesal pada Dipo. Ia segera mengirim seorang pembunuh untuk membunuh Dipo dan menculik Mika, dengan rencana untuk menikahinya setelah Dipo mati.
Di kota Aisha, pada sore hari, Dipo merasa ada yang tidak beres. Ia segera memberi tanda pada tubuh Mika, memeluknya, dan secara tidak sengaja Ven yang mendengarnya diminta oleh Dipo untuk menggunakan klon dan menyamar sebagai Dipo.
Pada malam hari, rencana para pembunuh pun dilaksanakan. Dipo yang sedang bersembunyi melihat kejadian tersebut secara langsung. Ia melihat penjahat tersebut sudah menculik Mika, dan ia menjalankan aksinya dengan membunuh Dipo. Namun, Dipo yang dianggap asli oleh penjahat ternyata hanyalah bayangan dari klon milik Ven. Mereka menghilang, dan Mika pun dibawa oleh penculik ke Pangeran Neil.
Mika, yang mengingat bahwa Dipo dan Ven memberi tanda pada sore hari, menyadari bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju ke tempatnya. Dipo dan Ven menambah kecepatan dan tiba di sana, namun dihadang oleh para penjaga. Dipo segera menggunakan elemen esnya untuk membekukan seluruh area yang ingin menyerang Dipo. Tanpa sadar, Ven pun terkena dampak dari elemen esnya. Dipo segera mencairkan es yang membekukan Ven.
"Dasar kampret, kau mau membekukan ku untuk bekerja sendiri," kata Ven dengan nada jengkel.
"Dipo hanya bisa menahan tawa,"
"Ayo cepat, selamatkan Mika," seru mereka serentak.
Mereka berhasil mengalahkan para prajurit, meskipun keadaan mereka terbakar. Mereka melanjutkan pencarian Mika. Kali ini, muncul seorang samurai yang siap mengalahkan mereka. Ven bertransformasi menjadi Yacha Ace selama satu menit, dan pertarungan antara samurai dan monster samurai dimulai. Samurai pun dikalahkan, dan Yacha Ace berhasil dikendalikan oleh Ven, kembali menjadi Ven.
Dipo terkejut karena Ven akhirnya bisa mengendalikan kekuatan Yacha Ace-nya. Mereka melanjutkan perjalanan sambil bergumam, "Pelatihan yang diberikan Teo ternyata tidak sia-sia. Saya berterima kasih pada Teo sensei dalam hati."
Mereka akhirnya berhadapan dengan Pangeran Neil. Ven dengan cepat melepaskan anak panah esnya, namun dihadang oleh seorang penyihir yang diutus oleh Neil.
"Dipo, kau adalah orang yang menyebalkan. Aku adalah cinta pertamanya. Bukankah kau sudah dibunuh oleh pembunuh?" kata penyihir tersebut.
"Heh, aku tahu bisa memprediksinya. Mungkin kamu saja yang lemah mental, nak,"
balas Dipo dengan nada sombong.
Neil yang marah ingin segera merobek baju Mika. Namun, saat ia mendekati Mika, ia menyadari bahwa Mika telah hilang. Ven pun berhasil menyelamatkan Mika yang terikat di sebuah pohon.
"Mungkin kami harus mengajarkanmu agar tidak lengah," ucap Ven sambil tertawa sinis.
Neil yang tak tahan amarah segera menyerang ke arah Mika dan Ven, namun berhasil dihadang oleh Dipo dalam mode Demon Lord-nya. Hal ini membuat Pangeran Neil pingsan. Namun, Mika yang sadar segera menampar Neil.
"Aku bukan siapa-siapa bagimu. Aku hanya menganggapmu sebagai teman. Dan kamu hanya bisa apa!? Sembunyi di saat genting? Dasar lemah mental," ujar Mika dengan nada kasar. Mika bersembunyi di belakang Ven dan Dipo.
"mungkin tidak. Aku memilih seorang Demon Lord yang baik hati, berani, dan humoris daripada bersama pangeran penakut seperti mu," lanjut Mika.
Perkataan Mika membuat Neil semakin marah. Ia segera menggunakan sihir gelap dan melemparkan sihir berbentuk pisau ke arah Mika. Ven dan Dipo bersiap untuk menghadangnya dengan menembakkan busur es mereka. Setiap serangannya berhasil dihadang.
Mereka melihat Neil berubah menjadi seorang monster Orochi berbentuk ular raksasa. Orochi segera menuju Kerajaan Aisha. Ven menyuruh Dipo untuk membawa Mika kembali ke kerajaan, sementara ia menahan monster tersebut.
Dipo melanjutkan perjalanannya. Mika terbangun dari tidurnya dan segera mencium mulut Dipo karena dialah yang menyelamatkannya kali ini.
Sementara itu, Neil yang berubah menjadi monster Orochi telah melihat Mika dan Dipo berciuman. Ia segera mengamuk dan menghancurkan sekitarnya. Ratu Elara mendengar ada monster Orochi dan segera mempersiapkan pertahanan untuk melawannya. Mika dan Dipo berhasil kembali ke Kerajaan Aisha dan membawa Mika ke tempat tidurnya sambil menciumnya.
Di tempat lain, Ven mendengar suara Goust yang tidak lain adalah Amon. Amon meminta Ven untuk membekukan kakinya. Amon dengan cepat mengikat rantai api nya, namun sia-sia. Monster Orochi tersebut berhasil bergerak lagi.
Namun, tiba-tiba muncul sosok bayangan dengan sebuah pedang dan burung gagak. Itu adalah Teo, yang pernah menyegel Orochi. Sekarang, untuk kedua kalinya, Teo membantu dalam pertarungan ini. Ia memberitahu Ven untuk menyerang mata Orochi terlebih dahulu dan membutakan matanya dengan panah es. Mereka menutupinya dengan burung gagak, yang berasal dari kemampuan Teo.
Orochi terluka dan segera kehilangan kemampuannya. Ketika Ven berubah menjadi Ace-nya, ia segera menebas leher Orochi. Ven dan Teo, sebagai gurunya, menebas kepala Orochi. Tebasan tersebut mencapai bulan, dan bulan tersebut terbelah menjadi 8 bagian. Rombongan burung gagak muncul dan memakan daging Orochi. Orochi pun menghilang dan kembali menjadi Neil dengan keadaan terluka.
Ven yang ingin menebas leher Neil dihentikan oleh Amon dan masternya. Mereka memilih untuk membawa Neil ke Kerajaan Aisha. Mereka berhasil menyelamatkan Kerajaan. Kemunculan Teo pun membantu mereka membunuh Orochi dan mengembalikan kemampuannya setelah sekian lama tidak bertarung.