
Ven dan Amon diajak Ratu Elara ke alun-alun kota untuk jalan-jalan santai. Mereka menasihati Mika dan Dipo untuk tidak mengikuti, menyarankan agar mereka tetap di tempat tidur dan bermain. Ven dan Amon sudah muak mendengar rintihan Mika. Ara dan Yuuka memahami niat mereka dan bergabung dengan Ven dan Amon. Josse dan Airi juga ikut serta, dan Ratu Elara menyetujuinya. Ratu Elara sangat ingin memiliki cucu dan membawa gitar dan drumnya. Warga menunjukkan rasa hormat ketika mereka melihat ratu dan duduk di dekat pohon yang memiliki kursi. Ven dan Amon memilih lagu "Komet". Kali ini Ara dan Yuuka yang menyanyi, dimulai dari Ara. Ven memberikan liriknya, dan Ara mulai bernyanyi:
```
Sekarang, di malam yang sunyi
Kita berkendara dengan mobil tanpa tujuan
Tepat di samping kiriku, sosokmu disinari oleh cahaya bulan
Hanya saja, bagai mencari kenangan
Bagai mengikuti jalan, jika menghubungkan kata-kata
Kenangan hari-hari itu akan meluap tanpa dapat diperbuat
Sejak hari di mana aku memutuskan hidup berada di sisimu
Dunia ini mulai berubah sedikit demi sedikit
Berharap menjadi kuat dan menyembunyikan kelemahan
Di dalam hari yang berpura-pura
Tatapan yang tiba-tiba muncul di hadapanku hari itu
Telah mengatakan sesuatu yang tak kuketahui
Jika ada sesuatu yang ingin dijaga, dengan itu saja
Aku dapat menjadi begitu kuat seperti ini
Di dalam kegelapan yang begitu gelap
Kita bertemu, lalu menjalani hidup bersama
Hari-hari yang tak tertandingi
Terasa begitu nyaman
Tidak, itulah kebahagiaan
Sesuatu yang pasti adalah
Oleh dirimu
Warga pun terbuai oleh suara merdu Ara dan Yuuka. Ratu Elara terkesan dan senang dengan penampilan mereka. Ara terkekeh sambil menyebutkan bahwa lagu itu berasal dari kehidupan Ven di masa lalu. Ratu Elara kemudian menyarankan agar Amon dan Yuuka segera menikah.
Ven dan Ara tersipu dan menjelaskan bahwa Ara baru berusia 15 tahun, dan Ven berusia 18 tahun. Amon menambahkan bahwa ia berusia 20 tahun, dan Yuuka berusia 19 tahun. Ratu Elara terkejut dengan usia Amon, yang hanya setahun lebih tua dari Yuuka. Dia bercanda mengatakan dia mungkin akan memberikan restunya. Ven meletakkan tangannya di bahu Amon, dan Ara melakukan hal yang sama pada Yuuka, mengatakan mereka setuju dengan lamaran pernikahan tersebut.
Ven meledek Amon dengan mengatakan, jika mereka sudah menikah, kelakuan liar Amon mungkin akan semakin terlihat. Dengan senyum malu-malu, mereka semua setuju. Ven dengan cepat meraih Amon dan melarikan diri dengan rantainya, menggunakan kecepatan wujud elangnya. Ratu Elara dan yang lainnya hanya bisa tertawa. Josse dan Airi tertidur di pangkuan Ratu Elara, terlihat menggemaskan. Ara dan Yuuka kembali ke rumah Dipo dan Mika, menemani Ratu Elara kembali ke istana. Ven dan Amon segera kembali dan mengantar Ratu Elara ke istananya. Kemudian, mereka kembali ke rumah dan tertidur.
Pada malam itu, setelah mengantarkan Ratu Elara ke kastilnya, Amon, Yuuka, Ven, Ara, Josse, dan Airi pulang ke rumah Dipo dan Mika. Begitu tiba di rumah, mereka masih bisa mendengar riuh rendah Dipo dan Mika yang belum puas bermain.
Ven dan Amon meminta Ara dan Yuuka untuk masuk ke dalam rumah terlebih dahulu, sementara mereka memilih untuk berlatih dengan senjata masing-masing. Mereka segera pergi ke pantai setelah memberi peringatan pada Ara dan Yuuka untuk segera tidur.
Sesampainya di pantai, Ven mengeluarkan busurnya sementara Amon mempersiapkan belati. Mereka bersiap untuk berlatih, namun mendadak, mereka menghentikan latihan mereka karena mereka merasa tidak sendirian. Mereka kembali ke tepi pantai dan duduk bersama.
Sementara itu, Ara dan Yuuka membawa Josse dan Airi, yang tertidur, ke kamarnya. Mika muncul dan bertanya pada mereka,
"Kalian sudah pulang?" Sedangkan Dipo menanyakan keberadaan Ven dan Amon. Yuuka menjawab,
"Mereka pergi ke pantai untuk berlatih. Mereka tahu bahwa jika mereka pulang, suara kalian berdua akan mengganggu."
Kembali ke pantai, Ven dan Amon melihat senjata mereka bersinar kembali setelah diperbaiki. Namun, kecerahan itu hanya bertahan sesaat. Amon melihat rantainya sudah berkarat dan menggunakan kekuatan elemen api dari api unggun untuk memperbaikinya. Tiba-tiba, rombongan burung gagak muncul. Mereka mengusirnya, namun Ven tak sengaja meniru gerakan Teo dan membuat bulan terbelah menjadi delapan, memunculkan lebih banyak burung gagak.
Dipo, yang sedang mencari mereka, melihat bulan terbelah delapan. Dia menduga bahwa Master Teo sedang bersama mereka. Namun, Ven dan Amon menjelaskan bahwa itu bukanlah Master Teo, melainkan jurus miliknya. Mereka menjelaskan bahwa dia tidak sengaja membelah bulan saat mencoba memperbaiki pedangnya.
Dipo, kali ini, tidak terlalu terkejut. Dia menyadari bahwa kemampuan Ven meniru keterampilan guru mereka sungguh di luar dugaan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pulang sebelum fajar menyingsing.
Pagi itu, setelah kembali pulang dari pantai, mereka bertiga segera mandi untuk menyegarkan tubuh. Ven dan Amon memutuskan untuk masuk ke kolam, namun segera berteriak "dingin!" karena airnya terlalu dingin. Mereka kembali ke kamar untuk menghangatkan diri.
Pagi berikutnya, Ara terbangun dan melihat Ven tertidur. Tanpa disadari, Ven sudah pulang sebelum fajar tiba. Ara dengan sengaja menindih tubuh Ven yang sedang tertidur dan berpura-pura untuk tidak merasakan keberatan di tubuhnya. Ven tidur kembali.
Mika, yang membuka pintu kamar mereka, membangunkan Ara, namun melihat Ara sedang menindih Ven tanpa ekspresi khusus. Mika pergi dan berkata,
"Maaf, silahkan dilanjutkan," sambil menutup pintu kembali. Ara melihat pintu yang baru saja ditutup oleh Mika, wajahnya memerah, dan dia berteriak,
"Ini salah paham, Mika!"
Mika pergi ke kamar Amon dan Yuuka untuk membangunkan Yuuka. Dia melihat Yuuka sedang membersihkan telinga Amon yang sedang tertidur dan segera menutup pintunya seperti tadi. Yuuka, yang melihatnya, wajahnya memerah, dan dia berteriak,
"Aku hanya membersihkan telinganya saja!"
Dipo juga terbangun dari tidurnya dan segera mencuci wajahnya. Dia kemudian memeluk Mika yang sedang memasak sarapan di pagi hari.