Find Power Of Light With Demon Lord

Find Power Of Light With Demon Lord
Ch 48 membuat drum berujung kericuhan. alergi kacang dan memancing disungai



Ven dengan bersemangat membuat sebuah drum kecil untuk amon. Dia meminta Josse dan Airi untuk mencari bahan-bahan seperti karet dan besi untuk membuat drum tersebut. Mereka kembali dengan cepat menggunakan teleportasi dan membawa bahan-bahan yang diperlukan. Ven menggunakan kemampuan takanya dengan cermat untuk menyusun dan memasang kerangka drum tersebut.


Namun, ketika Ven mencoba memukul drum tersebut, ia menyadari bahwa ia lupa membuat stik drum. Dia segera pergi ke hutan bambu untuk membuat stik drum tersebut dengan pedangnya. Setelah membuat stik, Ven kembali ke rumah Dipo dan Mika.


amon dengan heran menerima stik drum yang Ven buat. Ketika amon memukul drum tersebut, suaranya terdengar begitu keras sampai ke kota, membuat warga berpikir bahwa ada penyerangan. Ratu Elara pun memobilisasi pasukannya untuk siap-siap.


Sementara itu, Mika dan Dipo yang baru kembali dari kota mendengar kehebohan dan panik karena suara ledakan yang terdengar. Warga pun datang ke rumah mereka bersiap untuk menghadapi situasi darurat. Ven mencoba menjelaskan bahwa mereka hanya membuat alat musik, namun situasi semakin memanas.


Ratu Elara tiba di rumah Dipo dan Mika dengan pasukannya. Ven memberi hormat dan bertanya apa yang terjadi. Ratu Elara menjelaskan bahwa dia mendengar suara ledakan dari rumah ini. Ven dengan tertawa mencoba memberitahu bahwa mereka hanya membuat alat musik.


Ratu Elara kemudian melihat amon menggunakan drumnya dengan pukulan drum yang luar biasa. Ven juga memperlihatkan gitar yang telah dia buat sebelumnya. Dipo memberitahu ratu bahwa Ven dan amon sering mengamen di kota, membuat banyak orang terhibur.


Ratu Elara tertawa mengerti dan kemudian pergi kembali ke kerajaannya. Dipo dan Mika mencoba memukul drum buatan Ven dan amon dengan tenang. Namun, Dipo tanpa sengaja mengalirkan kekuatannya terlalu kuat, sehingga membuat lubang di drum.


amon melihat hal ini dan segera memanggil Mika untuk membawa Dipo ke kamar dengan menarik telinganya. Ven dan amon pun pusing karena mereka harus mencari karet transparan lagi untuk memperbaiki drum tersebut.


Ven dan Amon mengisi waktu luang mereka dengan bermain musik di jalanan, menghasilkan banyak uang. Setelah pertunjukan, Ven meminta Amon untuk membeli roti, dengan peringatan untuk menghindari yang berisi kacang. Amon pergi ke toko roti, namun, tanpa sadar, membawa pulang roti yang salah untuk Ven. Saat Ven memakannya, dia tidak menyadari bahwa roti tersebut mengandung kacang, menyebabkannya pingsan di tengah kota.


Sementara itu, di rumah mereka, Dipo tengah berkumpul bersama untuk mengamati kristal cahaya dan menyimpannya di dimensi penyimpanannya. Mendengar suara Amon di luar, Dipo membuka pintu dan melihat Ven pingsan. Dengan sigap, mereka membawa Ven dan alat musiknya ke ruang tamu.


Ara dan Mika yang melihat kejadian itu panik. Mereka segera memanggil Daisy, kakak Ven, yang dengan tenang memberikan nafas buatan kepada Ven. Saat Daisy mencium Ven, Ara terkejut dan bergumam,


"Ciuman pertamanya... diambil oleh seorang kakak," sambil kaget.


Ara masih teringat dengan kejadian sebelumnya dan merasa malu hingga berlari masuk ke kamarnya. Mika dan yang lain tertawa. Ven akhirnya sadar, dan Amon meminta maaf karena telah memberi kan roti berisi kacang


Ven pergi sendirian ke sungai untuk memancing. Tiba-tiba, dia mendengar suara panggilan di dalam hatinya. Namun, dia terbangun dari lamunannya karena ada seorang anak kecil yang meminta pertolongan yang dikejar oleh perampok. Ven segera melompat untuk membantu, meskipun dia lupa membawa senjata atau busurnya. Dengan berani, Ven berhasil menyelamatkan anak tersebut.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Ven, memberikan obat pada anak tersebut yang terluka.


"Aku baik-baik saja," jawab anak itu, kemudian mengenali Ven.


"Kakak, bukankah kamu yang menyanyikan lagu dan menjadi pengamen dulu?"


"Iya, itu aku. Sekarang aku sedang memancing ikan," jawab Ven sambil memastikan pancingannya tidak hanyut.


Tidak lama kemudian, ibu dari anak tersebut datang mencari anaknya. Dia sangat mengagumi Ven dan meminta foto bersamanya menggunakan kamera sihir. Dia juga meminta tanda tangannya dan mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan anaknya.


Setelah itu, Ven kembali ke memancingnya. Dia berhasil menangkap banyak ikan. Sementara itu, di tempat lain, Ara, Mika, Yuuka, Josse, Airi, Dipo, dan Amon sedang menyiapkan makan malam. Yuuka bertanya pada Ara tentang Ven, karena sudah sore dan Ven belum pulang.


Dipo dan Amon memutuskan untuk pergi mencari Ven, karena mereka tahu Ven tidak membawa senjatanya. Mereka menemukan Ven tertidur di tepi sungai dengan ember penuh ikan di dekatnya.


"Sepertinya kita akan berpesta,"


kata Amon, melihat banyaknya ikan yang berhasil ditangkap oleh Ven. Mereka membangunkan Ven dan bersama-sama pulang. Setelah membersihkan diri, mereka bersiap untuk makan malam dengan ikan-ikan segar yang berhasil ditangkap oleh Ven.