Find Power Of Light With Demon Lord

Find Power Of Light With Demon Lord
ch 52 Amon melamar yuuka dan ven baru bangun dari pingsan nya



Setelah kembali ke rumah Dipo, mereka disambut oleh Mika, Ara,Daisy.Airi, dan Josse. Mika, Ara, dan Airi melihat bahwa hanya Amondan Dipo yang telah masuk ke dalam rumah, sementara Ven dan Yuuka belum. Ara bertanya kepada Agus, "Mana Ven?"


Amon menjawab, "Ven sedang di luar, dia mencuci lukanya." Namun, tidak lama kemudian, Yuuka masuk ke dalam rumah. Mika dan Ara segera memeluk Yuuka dengan bahagia. Namun, ketika Ven akhirnya masuk dengan wajah yang tertutup oleh luka-lukanya, Mika dan Ara terkejut.


Mereka berdua berbisik, "Apakah Ven sudah mati atau dia bereinkarnasi lagi? Dia menjadi sangat tampan dengan luka di pipinya." Dipo segera mencubit pipi Mika dengan cemburu dan berkata, "Ven masih hidup, , dia belum bereinkarnasi ke dunia lain lagi."


Tiba-tiba, Josse dan Airi bersorak, "Ven-nii-chan, selamat datang!" Mereka memeluk Ven dengan wajah imut mereka. Tidak lama kemudian, Ven dan Amonmerasa tubuh mereka menjadi sangat berat dan pingsan di koridor rumah. Semua orang panik, dan Dipo membawa mereka berdua yang pingsan ke ruang tamu.


Agus, yang sadar duluan, melihat keluar dan menyadari bahwa sudah malam. Ven masih terbaring tak sadarkan diri karena pingsannya, dan Yuuka juga terbaring di samping Amondengan tubuhnya yang dibalut perban karena lukanya sangat parah.


Ketika Yuuka bangun dan melihat Amonsudah sadar, ia meminta Amonuntuk tidak bangun terlalu cepat karena lukanya belum pulih sepenuhnya. Dipo pun muncul dan menyarankan, "Mon, jangan bergerak dulu, nanti lukanya bisa tambah parah."


Amonakhirnya mendengarkan dan berbaring di tempat tidurnya. Ia bertanya tentang kondisi Ven dan dirinya sendiri. Dipo menjelaskan,


"Kalian berdua pingsan karena kehabisan energi. Ven sempat terkena racun milik Fadian saat dia bertarung dengan Yacha Ace-nya, dan racun itu membutuhkan waktu tiga hari untuk hilang."


Merasa saat yang tepat, Amonmemberanikan diri untuk melamar Yuuka untuk menikah, dan Yuuka dengan bahagia menerima lamarannya. Setelah melamar, Amonmencium Yuuka dengan penuh cinta, sementara Ven masih belum sadar dari pingsannya.


Ven kembali sadar dan dengan cepat bangun. Ia melihat tubuhnya yang dibalut perban, tanda-tanda luka masih ada meskipun sudah mengering. Setelah beberapa saat beristirahat, Ven merasa lapar karena selama tiga hari ia tidak makan akibat dari pingsannya.


Mika melihat Ven bangun dan buru-buru memanggil Ara dan Daisy. Daisy segera muncul dan menerjang ke arah Ven, memeluknya erat karena ia mengira Ven telah tiada. Ven, sambil tersenyum, mencubit pipi Daisy, "Aku masih hidup, Kak. Jangan mengira aku sudah mati."


Ara, melihat Ven terbangun, segera mempersiapkan makanan khusus untuknya. Sementara itu, Amondan Yuuka muncul di ruang tamu. Amonbertanya, "Sudah bangun?"


Ven dengan ceria menjawab, "Pakai nanya segala. Aku di depan matamu." Mereka semua tertawa bersama. Namun, tawa mereka terhenti mendadak saat mereka mendengar suara benda jatuh dari tangga. Itu ternyata Dipo yang baru saja bangun dari tidur. Mika segera menolong Dipo untuk bangun.


Amonmengajak Dipo untuk pergi jalan-jalan agar Dipo tidak kantuk lagi. Dipo mencuci wajahnya dan bersiap pergi, meskipun masih setengah sadar. Ia meminta Ven untuk menjaga rumah bersama mereka karena Ven baru saja bangun dari pingsannya.