
Mereka semua berkeliling kota dengan penuh semangat. Warga setempat senang melihat kehadiran Mika, Dipo, Ven, Ara, Josse, dan Airi. Anak-anak imut yang mereka temui begitu antusias dan ceria.
Tiba-tiba, Dipo memutuskan untuk mengajukan pertanyaan menarik pada Mika,
"Jika kita menikah, kamu ingin punya anak berapa?"
Mika sedikit terkejut oleh pertanyaan itu dan menjawab dengan cepat,
"2 atau 4."
Komentar Dipo membuat wajah Mika memerah. Ven, yang tidak bisa menahan tawanya, berkomentar sambil meledek mereka berdua.
"Sepertinya kalian sudah resmi menikah."
Mika dan Dipo spontan berteriak pada Ven,
"Diamlah dasar monster penebas bulan!"
Anak-anak yang mendengar Mika dan dipo memanggil panggilan Ven sebagai "monster penebas bulan" secara tidak sengaja, terkesan dan kagum pada Ven. Ven menarik tangan Ara dan segera memutuskan untuk kabur dari situ sambil tertawa.
"Dipo, kau dan Mika menjaga Josse dan Airi sekarang," kata Ven sambil tertawa.
“Pergi lah sana ven kampret!” dipo dan mika dengan wajah memerah
Dipo dengan tenang menceritakan perjalanan mereka bersama Ven kepada anak-anak. Mereka semua duduk dan mendengarkan ceritanya dengan penuh antusiasme.
Mereka terkagum-kagum mendengar tentang kemampuan luar biasa Ven, seperti mengubah sekitarnya menjadi bunga sakura, dan kebiasaannya yang unik, seperti menebas bulan menjadi dua.
"Sepertinya ada yang sedang membicarakan tentangku," kata Ven sambil tersenyum. Suasana menjadi semakin riuh karena cerita tentang Ven menyebar di antara anak-anak dan warga kota.
Di sore itu, Ven dan Ara kembali ke alun-alun kota dan terkejut melihat persiapan yang sedang berlangsung. Mereka bertanya-tanya mengapa tidak ada yang berbicara pada mereka. Ara mendekati warga untuk mencari tahu, dan salah satu dari mereka memberitahu Ara bahwa mereka berusaha merahasiakan ini dari Ven karena malam ini adalah bulan purnama.
Semua orang ingin meminta Ven untuk membelah bulan, dan ini juga ulang tahunnya yang ke-18. Mereka diminta untuk menjaga kejutan ini.
Setelah kembali ke rumah, Ven dan Ara mempersiapkan diri. Ara pergi ke kamar mandi, sementara Ven menunggu di ruang tamu.
Tak disangka, mereka dicari oleh sekelompok warga yang memberikan undangan khusus untuk Ven. Ara menghilang setelah mandi, dan Ven mandi dan bersiap untuk pergi ke acara tersebut.
Di alun-alun kota, Ven disambut dengan gembira. Warga memberikan penghormatan padanya dan meminta pertunjukan keahliannya. Dia bertemu dengan kepala desa dan Dipo yang memberinya tugas untuk membelah bulan dengan kemampuan Ace-nya. Ven melakukannya dengan tenang, mengubah sekitarnya menjadi daun sakura yang indah sebelum melompat ke bulan. Warga sangat terkesan dan memuji keindahan pertunjukan itu.
Saat Ven kembali ke tanah, dia kehabisan tenaga dan jatuh. Dipo dengan cepat mengeluarkan balon air untuk menangkap Ven yang jatuh. Ven selamat, dan ketika dia membuka mata, dia menemukan kue ulang tahun yang dibawa Ara dan Amon. Semua orang di sekitar terlihat senang dan berterima kasih atas kebahagiaan yang Ven berikan.
Josse dan Airi juga menjadi pusat perhatian anak-anak, dan mereka semua ingin tanda tangannya. Mereka bahkan mencium pipi Ven. Mika dan Ara terlihat campur aduk, merasakan kecemburuan melihatnya.
Sementara itu, Amon mencoba mengambil foto diam-diam. Namun, ketika Ven melihatnya, dia berubah menjadi Taka dan dengan cepat menangkap Amon dengan jurusnya.
Amon mencoba melarikan diri, tetapi tidak berhasil. Dia akhirnya diikat dan Ven meminta Josse dan Airi untuk menyanyikan lagu "Shukusei!" yang mereka nyanyikan saat diculik. Mereka melakukannya dengan riang, dan semua orang bergembira.
Se-no sawattara taiho! (Ah!) Goku Chu♡ de tenko! (Uh!) Ichi nii san shii? (Gomennasaai) Haa? ( ゚Д゚) gomennasai ga, kikoenaai (e〜!) Shukusei! Rori kami rekuiemu☆
Mereka menyerang Amon yang terikat, tetapi Amon dengan cepat menghindari serangan mereka. Dipo, Mika, Ven, Ara, dan Yuuka hanya bisa tertawa melihat Amon yang suka memotret secara diam-diam.