
Mereka melanjutkan perjalanan dengan semangat yang baru. Ven dan Amon tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Teo Sensei atas pelatihannya yang berharga. Mereka merasa lebih kuat dan siap menghadapi apa pun yang akan datang.
Amon memutuskan untuk berpisah terlebih dahulu menuju tujuannya. Ven kemudian diberikan sebuah buku oleh Teo Sensei. Di dalamnya terdapat informasi tentang kemampuan baru Taka. Sekarang, Taka bisa menandai target dan menuju langsung ke sasaran tanpa diketahui oleh siapa pun, termasuk target itu sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Hal ini akan menjadi keunggulan baru bagi Ven dalam pertempuran mendatang.
ketika mereka melanjutkan perjalanannya. Amon tidak sengaja melihat baju Mika terdapat bekas coretan berbentuk "V" dan mengira mereka diikuti oleh penguntit dan Ara pun sadar jika Ven tidak ada dibelakang mereka. dipo Mika dan ara pun panik dan ada seorang pemuda dengan kecepatan tinggi muncul dibelakang Mika dan tidak lain hanyalah Ven dengan kemampuan transformasi Taka nya dan Ven tidak sadar sudah membuat Mika pingsan dan menyuruh demon lord dipo untuk membawanya ke bawah pohon
setelah Mika kembali sadar, Ven segera meminta maaf karena sengaja menandainya. Demon Lord Dipo mencoba mencari coretan di baju Mika,
namun tak ada bekas coretan yang tersisa.
Mereka mulai bertanya dari mana Ven bisa tiba-tiba muncul di belakang mereka dan membuat Mika pingsan.
Ven kemudian menunjukkan buku yang diberikan oleh Teo Sensei, memberikan penjelasan tentang kemampuan baru yang ia pelajari.
Dipo memberi peringatan kepada Ven untuk tidak lagi mengejutkan Mika dari belakang.
Saat Mika kembali sadar, ia bertanya pada Ven dari mana asalnya. Ven menjawab dengan tenang,
"Setelah kalian jalan terlebih dahulu, aku belum berjalan. master teo memberikan sebuah buku untuk mengendalikan transformasi Ace dan Taka agar aku selalu mengingat dan mencoba kemampuan baru yang tertulis di dalamnya,"
sambil menunjukkan bukunya.
Mika pun mencoba membaca buku itu, namun secara tidak sengaja buku itu langsung tertutup oleh sihir.
Ketika Dipo mencoba membaca buku Ven, sihir buku itu spontan menutupnya.
Demon Lord Dipo pun terpaksa memaksa buku itu terbuka. Buku tersebut mengeluarkan gambar seorang wanita dengan baju bikini, membuat Demon Lord Dipo tak kuasa menahan darah dari hidungnya. Amon yang melihatnya ikut berdarah dari hidungnya, dan Mika pun bingung dengan kejadian tersebut.
Ara bergumam,
"Mungkin buku yang diberikan Teo Sensei memang dibuat khusus untuk Ven saja, dan tidak ada orang yang bisa melihat isinya."
Mika pun setuju dengan gumaman Ara tersebut.
Mereka melanjutkan perjalanan, mencari Crystal of Light. Karena matahari sudah mulai terbenam, Demon Lord Dipo, Mika, Amon, Ven, Ara, dan Yuuka memutuskan untuk beristirahat di padang rumput yang luas.
Disana, Ven membuka buku pemberian Teo dan mencoba transformasi ace. Dengan anggun, dia mengeluarkan dan memutar pedangnya. Tanpa disengaja, aksi Ven menarik perhatian Mika, Demon Lord Dipo, dan tak lama kemudian, Ara yang keluar dari tenda mereka.
Tidak disangka, Ven kehilangan kendali atas kemampuan ace-nya. Semua pohon di sekitarnya berubah menjadi pohon sakura dengan daun berwarna merah muda yang indah.
Ven mengucapkan mantra "Blossom strike" dan mengubah seluruh area menjadi taman bunga sakura yang memukau.
Mika, Dipo, dan Ara pun terkejut. Mereka melihat dengan kagum saat keajaiban itu terjadi. Namun, kemampuan ace Ven tampaknya sedikit tak terkendali.
Dengan cepat, Ven menutup pedangnya dan kembali ke bentuk aslinya sebelum kekuatannya membahayakan bulan dan sekitarnya.
Setelah insiden itu, mereka kembali ke tenda. Wajah Demon Lord Dipo dan Mika penuh dengan pertanyaan yang tak terucapkan.
"Apa lagi yang mungkin tersembunyi dalam kekuatan besar yang dimiliki oleh Ven?
"
Pagi tiba, membawa semangat baru dalam pencarian Crystal of Light. Mereka melanjutkan perjalanan dengan semangat yang membara.
Saat matahari naik di langit, mereka tiba di sebuah lembah yang indah. Di tengah-tengah lembah terdapat air terjun yang mengalir deras. Di sekelilingnya terdapat batu-batu besar yang terlihat seperti monumen alam.
Mika merasa ada aura kuat yang berasal dari air terjun itu. Dengan hati-hati, mereka mendatangi air terjun tersebut dan menemukan sebuah gua yang tersembunyi di balik air terjun. Entah bagaimana, mereka yakin bahwa Crystal of Light berada di dalam gua itu
Namun, untuk masuk ke dalam gua, mereka harus menyeberangi aliran air yang deras. Hal ini tidak akan mudah dilakukan tanpa risiko. Dipo menawarkan untuk mencoba menggunakan kekuatannya untuk membimbing mereka melintasi air terjun dengan selamat.
Tentu saja, ini adalah pilihan yang berisiko, tetapi mereka merasa bahwa tidak ada pilihan lain. Dengan hati-hati, mereka mulai melangkah menuju aliran air yang deras, siap menghadapi apa pun yang mungkin terjadi di dalam gua itu.
Mereka menghadapi tantangan baru di dalam gua yang gelap dan misterius. Di tengah kegelapan, mereka bertemu dengan sesosok monster spiritual yang dapat mengubah wujudnya menjadi manusia.
", tampaknya ini adalah pertemuan yang tidak menyenangkan, ya, Charles?" kata Yuuka dengan nada tajam.
"Sungguh, Anda mengingat nama saya. Tapi sayangnya, saya sudah menyalin kemampuan Anda," jawab Charles.
Tanpa kata-kata lebih lanjut, Charles segera menyalin kemampuan Yuuka dan menembak ke arah mereka dengan cepat. Amon berhasil menerima tembakan dari Charles yang kini dapat menggunakan kekuatan Yuuka.
Namun, tidak hanya itu. Charles juga mampu meniru kemampuan Dipo dalam mengendalikan elemen petir. Dengan serangan petir yang memenuhi gua, pertarungan semakin sengit.
Mereka sadar bahwa mereka menghadapi musuh yang tangguh. Mereka harus bekerja sama dan mencari strategi untuk mengatasi Charles. Dengan hati-hati, mereka mulai merencanakan serangan balik yang terkoordinasi.
Mereka dengan cepat menyadari bahwa pertarungan melawan Charles, monster spiritual yang mampu meniru kemampuan mereka, bukanlah tugas yang mudah. Ketika serangan-serangan Charles semakin intens, mereka memutuskan untuk mundur.
Ven bertransformasi dengan cepat, membawa Mika, Ara, dan Yuuka bersamanya. Dipo juga segera mengambil peran dengan membawa Amon yang terluka akibat tembakan dari Charles sebelumnya. Keduanya bekerja sama untuk melindungi teman-teman mereka.
Mereka berlari melalui lorong-lorong gua yang gelap, berusaha menjauh dari ancaman Charles. Semua yang mereka inginkan adalah keluar dari gua ini dengan selamat. Namun, pertarungan ini meninggalkan mereka dengan pertanyaan yang tak terjawab tentang siapa sebenarnya Charles dan mengapa ia begitu kuat.
Sesampainya di luar gua, mereka berhenti sejenak untuk mengumpulkan tenaga dan merawat luka-luka Amon. Mereka tahu bahwa mereka perlu menemukan jawaban-jawaban atas pertarungan yang baru saja mereka alami, dan mereka juga menyadari bahwa petualangan mereka belum berakhir.
Saat mereka berusaha menyusun rencana untuk menghadapi ancaman yang lebih besar, mereka tiba-tiba terkejut karena monster tersebut berhasil mendekati mereka. Dengan sigap, Demon Lord Dipo segera memasang pelindung dari luar, mencoba menahan serangan monster.
Sementara itu, Ven juga ikut bertarung, meskipun ia hanya sempat membaca sedikit tentang transformasi Taka. Tidak ada waktu untuk membaca lebih lanjut sekarang, karena musuh mereka sudah berada di hadapan mereka, menyerang dengan ganas.
Mereka berdua berusaha bekerja sama dengan baik, mencoba memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk mengalahkan monster tersebut.
Mika, Ara, dan Amon berdiri di belakang, siap untuk memberikan bantuan jika diperlukan.
Pertarungan ini adalah ujian nyata bagi mereka. Mereka harus bersatu dan bekerja sama dengan baik agar dapat mengatasi ancaman ini. Tidak ada ruang untuk kesalahan.
Para monster tiba-tiba berlari menuju hutan dengan kecepatan yang mengagetkan,
meninggalkan kebingungan di belakang mereka. Di tengah kekacauan itu, Charles muncul kembali dengan menguasai kemampuan Amon. Dipo dan Amon terkejut melihatnya, menyadari bahwa mereka harus berurusan dengan lawan yang jauh lebih tangguh.
Dengan lincah, Charles mulai meniru setiap gerakan dan serangan Amon dengan presisi yang membingungkan. Dipo, meskipun mahir dalam elemen petir, mendapati dirinya kesulitan untuk mengikuti serangan-serangan yang terus menerus dan terus berubah dari Charles.
Mereka berdua bekerja keras untuk mencari celah dalam pertahanan Charles, tetapi kecepatan dan adaptabilitasnya membuatnya sulit ditangkap. Pertarungan berubah menjadi serangkaian aksi cepat dan refleks instan.
Situasi semakin mendesak. Dipo dan Amon tahu bahwa mereka harus menemukan strategi baru atau mereka akan kehilangan kendali atas pertarungan ini. Tapi dengan kecerdasan dan keterampilan mereka, mereka yakin bahwa mereka dapat mengatasi tantangan ini dan mengamankan Crystal of Light.
Pertarungan sengit terus berlanjut, dengan Ven mampu mengikuti kemampuan transformasi Amon dengan sempurna. Dengan kekuatan Taka dan pengalaman yang telah diperoleh dari latihan bersama Teo , Ven menghadapi Charles dengan keberanian yang mengesankan.
Ven menciptakan lima klon Taka dan mengkoordinasikan serangan mereka dengan presisi yang memukau. Instruksi dari Ven terdengar dengan jelas, memandu klon-klon tersebut untuk menyerang Charles dari berbagai arah.
Mika dan Ara, yang menyaksikan pertarungan ini, terpesona oleh aksi epik Ven. Mereka tak dapat membedakan Taka asli dari klon-klonnya, dan pingsan karena kekuatan luar biasa yang mereka saksikan.
Sementara itu, pertarungan antara Ven dan Charles mencapai puncaknya. Charles mulai kehabisan tenaga dan tak dapat mengimbangi serangan-serangan yang terus menerus. Dengan serangan akhir yang epik, Ven berhasil menendang Charles ke atas langit bersama dengan klon-klon Taka. Klon-klon Taka tersebut memegang dan menendang Ven yang asli, mendorongnya ke tengah bulan.
Ven kembali ke wujud aslinya dan dengan cepat mengaktifkan kemampuan Yacha Ace-nya. Ia memotong dan menghancurkan Charles dengan serangan bertubi-tubi yang kuat. Charles terjatuh, dikalahkan.
Namun, akibat tak terduga, bulan yang berdekatan dengan Ven pecah menjadi delapan bagian akibat serangan Yacha Ace. Mika, Dipo, Ara, dan Yuuka terkejut melihat kejadian ini.
Ven, setelah kembali ke wujud aslinya, kelelahan dan pingsan. Untungnya, Demon Lord Dipo segera menciptakan kolam air untuk menyelamatkan Ven dari jatuh.
Ven masih terbaring pingsan setelah pertarungan yang menguras tenaganya. Di dalam alam bawah sadarnya, ia mendengar suara yang memanggil namanya. Dengan hati-hati, ia mengikuti suara itu dan menemukan seorang wanita berpakaian putih yang membawa payung. Sebuah gelombang kehangatan menyelimuti hati Ven saat ia memanggil,
"Ibu?"
Wanita itu adalah Orly, ibu Ven yang telah lama tiada. Orly tersenyum lembut dan memberikan bantuan untuk membantu Ven kembali ke kesadarannya. Namun sebelum itu, ia menanyakan kabar Teo, ayah Ven, dengan penuh rindu.
Tak lupa, Orly memberikan hadiah berharga kepada Ven: sebuah kalung yang memiliki kekuatan untuk membantu Ven mengendalikan transformasinya. Dengan penuh cinta, Ven menerima hadiah tersebut, menyadari bahwa kehadiran ibunya di alam bawah sadar adalah anugerah yang tak ternilai.
Ven pulih dari pingsannya dan melihat kalung yang ibunya berikan dalam mimpinya. Ia berada di pangkuan Ara yang sedang tertidur, dengan Mika dan Amon tepat di samping mereka. Ven kaget melihat tubuhnya yang dibalut oleh banyak perban.
Meskipun telah mengalami pengalaman luar biasa, Ven hampir melupakan masalah yang lebih besar yang sedang dihadapinya. Bulan, yang sebelumnya telah terbelah menjadi dua bagian, kini terbagi menjadi delapan. Peristiwa ini membuatnya merasa sangat depresi dan tertekan. Ia tidak tahu bagaimana menghentikan perpecahan bulan yang terulang, dan stresnya semakin bertambah.
Ara terbangun dan segera menyadari keadaan Ven. Ia mendekati Ven yang terlihat sedang berada dalam tekanan besar. Ara memeluknya dari belakang, mencoba memberikan dukungan dan kenyamanan. Namun, di tengah-tengah momen ini, Mika yang masih sedikit bingung dengan perbedaan antara Ven asli dan bayangannya, dan Demon Lord Dipo, yang tanpa diketahui oleh mereka, mengintip mereka bertiga dari tebing di dekatnya. Tak disangka, Ara juga memberikan ciuman singkat pada Ven di depan Mika, membuat Dipo dan Amon terkejut. Amon yang telah pulih sepenuhnya bahkan mengambil gambar mereka diam-diam.