
Ven belum sepenuhnya pulih seperti sebelumnya. Meskipun begitu, ia memaksakan diri untuk berkeliling kota. Namun, upayanya dicegah oleh Airi yang berdiri tegak di tengah pintu. Airi tahu bahwa racun yang memengaruhi Ven membuat tubuhnya lemah, meski ia baru pulih.
"Ven, kau sebaiknya tidak pergi jauh. Tubuhmu masih lemah," kata Airi, berusaha untuk mencegah ven keluar rumah.
Ven memberi tahu Airi bahwa ia hanya ingin pergi sebentar. Namun, upayanya gagal, dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Dengan hati-hati, ia membuka jendela dan berusaha melompat keluar. Sayangnya, Ven terjebak dalam mantra pengikat sihir yang diciptakan oleh Mika dari bawah. Mika segera membantu Ven turun dengan lembut dan mengomelinnya
Setelah kembali ke dalam rumah, Ven bertanya pada Airi tentang keberadaan Ara, Josse, dan Kakak. Airi memberitahunya bahwa mereka sedang mencari sayuran. Di tempat lain, Dipo dan Agus sedang mengamati warga yang telah mereka selamatkan sebelumnya.
Ven kembali ke kamarnya dan mengambil gitarnya. Dia mulai memetik senarnya, tetapi ia lupa untuk menyetel suara senar gitarnya. Para tetangga Mika pun terkejut mendengar suara aneh dari rumah mereka.
"Maaf atas suara yang terlalu keras. Aku lupa mengecil kan suaranya," kata Ven, meminta maaf kepada para tetangga.
Setelah Ven menyetel gitar dan mencoba lagi, ia mulai menyanyikan lagu "Halzion". Suaranya memenuhi udara,
Di dalam waktu yang berlalu, aku masih memikirkanmu
Kita berdua yang terlihat menyedihkan di depan layar berpura-pura tersenyum
Semakin aku tak ingin tahu, semakin banyak yang kuketahuiApakah aku tenggelam di dalam hari-hari yang berlalu?
Meski begitu, aku ingin bertemu denganmu sekali lagi
Waktu berlalu begitu saja meninggalkanku sendiri yang mengangguk dan percaya kata-katamu
Masa depan yang seharusnya terlihat pun terselip melalui celah jari-jariku
Hingga kini aku masih mencari pertanda darimu dan hari-hari yang tak dapat kembaliAku masih menggapaikan tangan pada kita berdua di hari ituGaris pembatas itu kugambar sendiri
Aku yang seperti itu tak terlihat, tak terlihat
Tanpa kutahu diriku yang tak tahu ituApakah ia mengunci pintu hati yang telah menjadi usang?
Di sana sudah pasti tak ada keindahanHanya ada aku yang telah ditinggalkanLangit yang begitu biru itu meresap ke dalam mataku
Apakah kau akan kembali ke pemandangan ituSementara membawaku dan berkata “aku mencintaimu”
Tanpa kuperlihatkan pada siapa punPerasaan yang kusembunyikan di tangan iniHingga kini masih hidup di dalam diriku
Jika aku menutup kedua mataku
Sekarang pemandangan itu pun muncul dengan jelas
Namun, tiba-tiba Ven terdengar keributan dari bawah rumah Dipo dan Mika. Dia segera menghentikan petikan di gitarnya dan turun dengan cepat, dan para warga terus berdatangan.
Dipo dan Agus muncul, bertanya-tanya apa yang terjadi. Para warga memberi tahu mereka bahwa ada seseorang yang menyanyikan lagu asing. Dipo segera menyadari bahwa penyanyi itu adalah Ven.
Warga bubar dari rumah Dipo, meninggalkan Ven di dalam. Ven melanjutkan dengan menulis lagu untuk mengisi waktunya. Dipo bertanya, "Kenapa kau menyanyi? Kau harusnya beristirahat."
Ven menjawab, "Aku hanya ingin keluar sebentar, tapi Airi menghalangiku. Saat aku mencoba melalui jendela, Mika muncul di bawah dan menarikku masuk."
Dipo tertawa mendengar cerita Ven dan segera bersiap-siap untuk konser nanti. Sebelum pergi, Dipo berkata pada Ven, "Sebaiknya kau tanyakan rencanamu pada reinkarnasimu."
Sambil tertawa, Dipo pergi meninggalkan Ven di kamarnya, sembari terus menikmati lagu yang dipetik oleh Ven.