
Ven telah pulih dan kembali berlatih dengan kemampuan Ace-nya. Dalam pelatihan intens itu, tanpa disengaja, pohon-pohon dan daun di sekitarnya berubah menjadi bunga sakura. Proses ini tidak sengaja dilihat oleh Airi. Saat Ven hampir kehilangan konsentrasinya karena tubuhnya baru pulih, Airi segera mengangkat Ven ke atas teras dan memanggil Ara nee-chan untuk memberikan minuman padanya.
Dipo yang melihatnya spontan mendekat dan bertanya pada Airi,
"Ada apa dengan Ven?"
Airi menjawab,
"Ketika Ven nii-chan memulai memulihkan kekuatannya dan melakukan pelatihan intens dengan kemampuannya yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Waktu itu, Ven nii-chan menolong kami berdua menggunakan kemampuan busur silangnya dengan elemen api dan es."
Dipo membawa Ven ke kamarnya terlebih dahulu dan kembali ke ruang tamu serta memanggil josse untuk segera ke ruang tamu dan menceritakan tentang Ven nii-chan yang memiliki dua kekuatan transformasi.
"Waktu dia menyelamatkan kalian, dia menggunakan busur silang di tangannya, yang merupakan transformasi Taka. Sementara itu, yang tadi Airi lihat, dia mengubah seluruh sekitarnya menjadi daun dan pohon sakura, adalah kekuatan transformasi Ace. Namun sayangnya, dia tidak akan memakai kemampuan Ace-nya lagi,"
kata Josse dan Airi.
"Kenapa, Dipo nii-san?" tanya mereka.
Dipo menjelaskan,
"Dia selalu menyelamatkan Mika nee-san , Ara nee-chan, dan yuuka nee-chan dari penculikan dan masalahnya. Setiap kali bertarung melawan ketua penjahat, Ven nii-chan selalu membelah bulan. Kejadian itu sudah terjadi delapan kali. Jadi dia memutuskan untuk hanya menggunakan kemampuan Ace-nya di saat genting."
Josse bertanya dengan penuh penasaran,
"Kapan ya kita bisa melihat bulan yang dibelah oleh Ven nii-chan?"
Dipo dengan bangga mengelus kepala Josse.
"Mungkin besok, atau mungkin belum saatnya."
Dipo kemudian menyambung,
"Ada satu hal lagi yang harus kalian tahu," dengan semangat.
"Apa itu?"
Dipo menjelaskan,
"Ketika Ven nii-chan menggunakan kemampuan transformasi Ace-nya untuk membelah bulan, langit terlihat lebih indah. Sementara itu, transformasi Taka-nya yang sering membuat Mika terkejut. Ven nii-chan selalu memberikan tanda pada bagian baju Mika nee-san, dan setiap kali dia pulang dari suatu tempat, Mika hampir saja kena serangan jantung karena terkejut dengan kecepatannya. Dan tidak lama kemudian, Mika datang dengan senyuman kesal setelah mendengar cerita dari Dipo."
"Mika membawa panci dan menyuruh Josse dan Airi pergi dulu untuk melihat keadaan Ven nii-chan. Sementara itu, Dipo tidak bisa lolos dari amukan Mika. Dia mencubit Dipo berkali-kali. Di tempat lain, Ven sedang minum obat yang Ara buatkan khusus untuknya, ven dan ara pura-pura tidak mendengarkan jeritan Dipo yang disiksa oleh Mika."
Ven yang sudah pulih mengajak Josse, Airi, dan Ara untuk berkeliling kota. Namun, tanpa mereka sadari, Mika dan Dipo mengikuti dari belakang, bersembunyi. Sambil bergumam, Dipo berbicara kepada Mika,
"Kalau sampai Teo tahu, mungkin dia akan segera menikahkan mereka berdua hingga membentuk keluarga. Dan kita harus memanggil Teo Sensei 'kakek'." Mereka tertawa bersama, tidak menyadari bahwa mereka sedang terdengar oleh Josse.
Tiba-tiba, Josse menyadari ada yang mengikuti mereka
"Ven nii-chan, sepertinya ada yang mengikuti kita berempat,"
ucapnya dengan nada panik. Namun, Ara yang tahu bahwa Mika dan Dipo yang mengikuti mereka merasa tenang.
Ven dengan cepat memasang busur dan menembakkan panah es ke atas langit sebelum mereka semua kabur. Sayangnya, Mika dan Dipo tidak bisa menghindar dari panah es dan terjebak di dalamnya. Dipo segera menyelamatkan Mika dari panah es yang terkena, menghindari Mika dari risiko flu lagi.
Mika dan Dipo memutuskan untuk kembali ke penginapan, menyadari bahwa mereka mungkin akan mendapatkan masalah lebih besar jika terus mengikuti Ven dan teman-temannya.
Dipo dan Mika kembali ke penginapan, kedinginan akibat perjalanan mereka. Mereka segera mencari Amon dan yuuka untuk membantu Mika ke kamarnya. Sementara itu, Dipo menyadari bahwa dia harus mandi segera atau akan terkena demam.
Setelah mandi, pikiran aneh terlintas di benak Dipo tentang mandi bersama Mika. Namun, Dipo dengan tegas menolak pikiran itu, menyadari bahwa ini masih siang dan bukan waktu yang tepat untuk hal semacam itu. Dia memutuskan untuk menyuruh yuuka membersihkan tubuh Mika.
Saat itu, Ven, Ara, Josse, dan Airi kembali ke penginapan untuk beristirahat. Ven yang tidak sengaja melihat Mika tanpa pakaian langsung berlari ke ruang tamu. Dipo baru saja selesai mandi dan Ven bertanya,
"Kenapa kamu mandi di musim dingin ini?"
Ven tiba-tiba mengingat kejadian sebelumnya di mana dia sengaja menembakkan panah es ke arah penguntit. Dia menyadari bahwa Dipo dan Mika adalah orang yang mengikuti mereka.
Ven segera meminta maaf kepada Dipo.
Ven berlari ke kamar Mika dan membelikan minuman hangat untuk membantu Mika menghangatkan tubuhnya setelah perjalanan kedinginan. Minuman itu dibuat langsung oleh Ven dengan penuh kehati-hatian.