Find Power Of Light With Demon Lord

Find Power Of Light With Demon Lord
ch 38 kembali ke kerajaan pertemuan sang ratu pembicaraan rahasia mika dipo ven



Mereka memulai perjalanan kembali ke Kota Aisha dan rumah Mika. Dipo mengajak kakak dari Ven untuk ikut bersamanya, karena dia tidak tega ditinggal oleh adiknya sendiri di rumah. Daisy menerima undangan dari Dipo dan bersiap untuk pergi.


Di perjalanan, Dipo dan Amon mengalami mimisan ketika dada Daisy terus menempel ke kepala Ven, Ara, dan Mika. Mika mulai merasa cemburu melihatnya, sementara Josse dan Airi terkagum-kagum dengan dada Daisy. Ven pun segera menjauh karena menjadi pusat perhatian.


Mereka tiba di Kota Aisha dalam suasana yang penuh komedi setelah berbagai kejadian lucu di perjalanan.


Mereka disambut oleh pengawal kerajaan begitu tiba di istana. Ratu Elara sendiri menyambut mereka dengan senang hati. Dia sangat bahagia melihat putrinya, Mika, kembali bersama Dipo dan teman-temannya.


Dalam pertemuan ini, mereka memperkenalkan diri satu per satu, memberi salam hormat pada Ratu Elara, dan menyampaikan rasa terima kasih atas sambutannya yang hangat. Suasana hangat dan penuh kasih sayang terasa mengisi ruangan istana.


Mereka tiba di istana dan disambut dengan penuh kehangatan oleh pengawal kerajaan. Ratu Elara menyambut mereka dengan senyum bahagia, khususnya menyambut pulang putrinya, Mika, bersama Dipo dan teman-temannya. Setiap orang memperkenalkan diri dengan bangga.


Ven adalah orang pertama yang berbicara. Dia menceritakan bagaimana dia telah membantu Mika dan mengaku bahwa dia adalah pacarnya Ara. Ara pun dengan penuh cinta memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Ven. Daisy, kakak Ven, terkejut mendengar bahwa Ara adalah kekasih adiknya. Namun, dengan senang hati, dia memberikan restunya dan memberkati hubungan mereka.


Jose dan Airi mengikuti dengan kepolosan mereka yang menggemaskan. Ratu Elara, terpesona dengan keimutan mereka, memeluk mereka dengan hangat.


Dipo duduk bersama Ratu Elara, membicarakan insiden-insiden yang selalu menimpa Mika. Dia meminta restu dari Ratu Elara untuk menikahi Mika, dan segera bertanya, "Apa yang kamu sukai dari Mika?"


Dipo menjawab dengan penuh ketenangan, membicarakan kebaikan-kebaikan Mika, seperti sifatnya yang suka menolong orang, dan terkadang sedikit cemburu dengan Ven meskipun Ven sudah memiliki Ara. Dia juga berbicara tentang ketulusan Mika dalam menjaga anak-anak dan keindahan suaranya saat menyanyi.


Ratu Elara terkejut mendengar tentang bakat menyanyi Mika, dan bertanya kapan hal itu dimulai. Dipo menjelaskan bahwa Ven adalah orang yang mengajari Mika menyanyi.


Ratu Elara melanjutkan dengan pertanyaannya, "Apakah kamu siap melindungi Mika?"


Dipo menjawab dengan tekad, "Saya siap, Ratu. Saya akan melindunginya hingga akhir hayatku."


Ratu Elara memberi restu dengan senyum penuh kebahagiaan. Dia juga meminta Dipo untuk memberi tahu Mika tentang rencana pernikahan mereka. Kemudian, dengan semangat, Ratu Elara meminta agar Ven menyanyikan lagu khusus saat pernikahan mereka nanti.


Dipo mengangguk dengan hormat, "Baiklah, ratuku."


Setelah pembicaraan yang berarti ini, Dipo kembali ke kamarnya dengan hati penuh sukacita dan rasa hormat terhadap Ratu Elara.


Setelah pertemuan yang menyenangkan itu, mereka diizinkan kembali ke kamar masing-masing di istana.


Mika dan Ratu Elara duduk bersama, memberitahunya tentang rencana pernikahan dengan Dipo. Mika berseri-seri, merasa begitu bahagia karena orang yang dicintainya telah menerima untuk menjadi pasangannya seumur hidup.


Ratu Elara, penuh kasih, bertanya pada Mika,


"Apa yang kau sukai dari Dipo?"


Mika menjawab dengan penuh ketenangan,


"Saya suka akan kebaikannya. Dia pernah membantu banyak orang, melatih Ven dan Amon dalam kekuatan transformasinya, dan bisa diandalkan, meskipun terkadang suka usil dan jahil terhadap Amon dan Ven.


" Dia tertawa ringan, "Saya bahagia ketika bersama dengannya."


Ratu Elara tersenyum setuju, melihat kebahagiaan di wajah Mika. Dia memberikan restu sebagai seorang ibu dan dengan lembut berbisik,


"Mungkin kamu harus mempersiapkan dirimu untuk malam pertama kalian." Ratu Elara tertawa lembut, dan wajah Mika langsung memerah.


Mika mengangguk malu-malu. Setelah percakapan yang penuh makna ini, Ratu Elara berencana untuk kembali ke kamarnya dengan senyum bahagia.


Ratu Elara dan Ven duduk bersama, membicarakan pernikahan Mika dan Dipo. Ratu Elara meminta Ven untuk menyanyikan lagu khusus dalam pernikahan itu, bersama dengan kakaknya dan kekasihnya. Ven, meskipun tahu dia hanya bisa menyanyi dengan kemampuannya, berjanji untuk memberikan penampilan terbaiknya.


Namun, Ven meminta izin untuk mengundang Teo Sensei dia adalah master ku selama pelatihan mengajak nya ke pernikahan Dipo dan Mika. Ratu Elara terkejut mendengar permintaan ini. Dia tahu bahwa Teo memiliki hubungan yang terikat dengan kerajaan Aisha dan pernah menyelamatkan negeri ini dalam keadaan genting. Dengan senang hati, Ratu Elara menyetujui undangan itu.


"Memang sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu, Teo. Kamu memiliki murid yang luar biasa,"


pikir Ratu Elara dalam hatinya. Setelah pembicaraan mereka selesai, mereka berpisah dan Ven kembali ke kamarnya dengan pikiran yang tenang.