Find Power Of Light With Demon Lord

Find Power Of Light With Demon Lord
ch 51 permainan menjadi raja berujung masalah .misi dan transformasi baru



Hari itu, Ven, Dipo, dan Amon sedang bermain permainan "Siapa yang menjadi raja". Di permainan ini, orang yang menjadi raja dengan stik khusus bisa memberikan perintah kepada yang lain.


Dipo adalah orang pertama yang mendapatkan stik dengan tulisan "raja". Ia memerintahkan Ven untuk mencium Ara. Ven segera memanggil Ara dan mencium pipinya. Dipo menganggap tugasnya sudah selesai, dan melihat wajah Ara yang memerah, ia pergi.


Amon mendapat giliran berikutnya, namun ia menolak perintah tersebut. Dipo dan Ven mengancamnya dengan wajah serius. Dipo bahkan mengancam akan menendang bokongnya . Akhirnya, Amon setuju dan berjanji akan menunggu mereka di halaman.


Ketika malam tiba, Amon pergi berkencan dengan Yuuka, diikuti oleh Ven dan Dipo yang menyamar sebagai orang biasa. Mereka menyaksikan Amon melamar Yuuka untuk menjadi istrinya. Tiba-tiba, Fadian muncul dan menculik Yuuka.


Ven segera ingin keluar untuk menyelamatkan Yuuka, namun Dipo menghentikannya. Dipo menyadari bahwa saat ini adalah giliran Amon untuk bertarung. Dia tidak menyarankan Ven untuk ikut, karena itu akan membuat pertarungan kurang adil. Dipo kemudian fokus pada pertarungannya untuk menyelamatkan Yuuka.


Amon penuh duka karena tahu bahwa Yuuka telah diculik oleh monster bayangan, Fadian. Pagi harinya, Ratu Elara memanggil Ven, Amon, dan Dipo untuk menjelaskan apa yang terjadi semalam. Beliau membacakan surat dari Kerajaan Teralia. Isinya serius:


 "Saat ini saya memegang sandera rakyatmu. Jika kamu ingin mereka selamat, serahkan Amon dan Ven padaku," begitu bunyi isinya.


Ven dan Dipo, penuh kemarahan, bersiap untuk segera pergi dan menghadapi serta mungkin menghancurkan kerajaan tersebut. Namun, mereka dihentikan oleh Amon dan Ratu Elara. Amon dengan tenang berkata,


 "Ven dan Dipo sudah mengalami ini sebelumnya. Sekarang, giliranku untuk menyelamatkannya," tegasnya. Dipo, Ven, dan Ratu Elara setuju.


Sebelum pergi, Ratu Elara memberikan sebuah kalung untuk Amon, Ven diberi satu anak panah emas, dan Dipo bersenjatakan tombak berlistrik. Semua itu untuk membantu mereka dalam misi membunuh Pangeran Fadian, yang bertanggung jawab atas kematian di Kerajaan Aisha, termasuk ayah Mika. Misi mereka jelas: membunuh pangeran itu, mengakhiri pemerintahan raja kerajaan tersebut, dan menyelamatkan Yuuka.


mereka bertiga bersiap dari rumah dipo dan jika dan Amon menunggu mereka diluar dan ven dan dipo memberitahu bahwa kami akan pergi untuk waktu yang sangat lama dan mika yang memberikan pelukan pada dipo sebagai suaminya dan ara memeluk serta mencium ven dan ven memberitahu agar menjaga diri baik baik dan tidak lupa dengan josse airi dan daisy yang diberikan tugas untuk menjaga mereka dan mereka pun segera pergi dan sebelum mereka pergi muncul sebuah gerobak kuda yang diutus untuk membawa mereka ke Kerajaan teralia dan mereka segera pergi dengan gerobak tersebut dan membutuhkan waktu perjalanan selama 12 jam untuk sampai tujuan


Setelah mereka tiba di kota Kerajaan Teralia, mereka segera mencari penginapan untuk beristirahat. Kehadiran kereta kuda yang datang menghampiri mereka merupakan pertanda baik, memberikan mereka kemudahan dalam perjalanan panjang ini.


Setelah mendapatkan tempat menginap, mereka memanfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak. Mereka tahu bahwa tugas berat menanti mereka di malam hari.


Malam akhirnya tiba, dan kegelapan menyelimuti kota. Dengan hati-hati, mereka keluar dari penginapan menuju istana tempat pangeran Fadian berada. Mereka memilih melaksanakan misi ini di bawah selubung malam.


Langkah mereka tiba-tiba menjadi lebih berat, mengingat betapa pentingnya misi ini. Mereka harus berhasil menyelamatkan yuuka dan menghentikan ancaman dari pangeran Fadian.


Dengan tekad yang kuat, mereka berjalan menuju takdir yang menunggu di dalam kegelapan malam.


Mereka melaksanakan misi mereka dengan hati-hati, menyelinap ke dalam istana Teralia. Namun, ketika mereka hampir sampai ke tujuannya, Amon tak sengaja bersin, memicu alarm yang berbunyi keras. Para penjaga kerajaan segera muncul dan mengepung mereka.


Tanpa ragu, mereka beralih ke bentuk transformasi mereka, mengeluarkan kekuatan masing-masing. Namun, saat mereka hampir mengalahkan penjaga-penjaga itu, Fadian muncul dengan sejumlah besar prajuritnya. Amon, dengan kesal, menyerang Fadian dan bertanya, "Dimana yuuka?" dengan suara yang tegas.


Amon melemparkan belatinya menuju Fadian, namun sayangnya serangannya berhasil dihalau. Fadian balas menyerang Amon dengan cepat, membuat Amon kewalahan. Akhirnya, Amon diserang dari belakang dan tak sadarkan diri. Fadian bahkan menembakkan anak panah ke arah Amon, namun anak panah itu berhasil dihadang oleh panah es milik Ven.


Fadian terus menyerang dengan gigih, hingga akhirnya Ven pun berubah menjadi Yacha Ace untuk menghadapi ancaman ini. Namun, upaya Ven tidak membuahkan hasil, dan Fadian berhasil memukulnya. Ven kembali ke wujud aslinya dalam keadaan pingsan, wajahnya terluka oleh bekas pedang Fadian, membentuk tanda 'x' di pipinya.


Saat ini, hanya Dipo yang tersisa, menggunakan semua elemennya dan kekuatan tombak yang di berikan oleh ratu. dalam usahanya untuk melawan Fadian. Namun, usaha kerasnya juga tidak membuahkan hasil, dan akhirnya Dipo terhempas ke arah kastil yang menjulang tinggi.


Amon terbangun dari pingsannya dan kalungnya bersinar terang. Ia menyerang mata Fadian dengan cahaya dari kalungnya. Fadian yang melihatnya merasakan matanya sakit dan segera menyerang Amon dengan panahnya. Namun, panah yang mengarah ke arah Amon terbakar dan menjadi abu karena Amon menggunakan transformasi barunya, Kyle. Kali ini, ia membawa rantai yang sangat panas dan bisa membakar apa saja.


Amon berubah dengan transformasinya yang baru, membuat bayangan tersebut menghilang. Senjata Fadian tidak bisa digunakan saat Amon menyerang dengan transformasi barunya. Ven segera membantunya, namun dia tidak bisa menggunakan kemampuan transformasi Ace dan takanya untuk sementara waktu. Pada saat yang sama, kalung yang dipakai oleh Ven bersinar terang.


Dipo pergi menolong Yuuka yang terikat dan berhasil menyelamatkannya. Namun, Fadian menyerang Dipo yang ingin menyelamatkan Yuuka. Yuuka terikat di atas kastil dan Fadian menembakkan panah ke arah Dipo. Ven menghadang dengan pedangnya dan membelah panah tersebut. Amon mengikat kaki Fadian dari bawah tanah dan menahannya. Ven membelah bulan menjadi 6 bagian untuk memanggil gerombongan burung gagak. Mereka membutakan mata Fadian sekaligus mencuci otaknya.


Amon, dengan transformasi Kyle-nya, menarik dan menyeret Fadian dari kakinya. Fadian terluka parah. Amon berkata,


"Ini adalah akibatnya jika kau menculik orang yang kucintai." Amon segera melempar Fadian ke langit dengan cepat. Amon menggunakan kemampuan barunya untuk menciptakan hujan pedang yang membuat Fadian tak berdaya. Fadian berhasil dikalahkan.


Amon mencari Dipo dan Yuuka. Yuuka tersadar karena suara Amon dan menciumnya. Ven memanggil Amon dan mengatakan bahwa mereka memiliki satu misi lagi, yaitu membunuh raja Fadian dan menghancurkan kerajaannya. Amon menitipkan Yuuka di tempat yang aman. Ven merasakan adanya sandera di istana tersebut. Amon menyuruh Dipo untuk membawa Yuuka ke penginapan dan segera kembali untuk menyelamatkan para sandera tersebut.


Dipo pergi menolong Yuuka yang terikat dan berhasil menyelamatkannya. Namun, Fadian menyerang Dipo yang ingin menyelamatkan Yuuka. Yuuka terikat di atas kastil dan Fadian menembakkan panah ke arah Dipo. Ven menghadang dengan pedangnya dan membelah panah tersebut. Amon mengikat kaki Fadian dari bawah tanah dan menahannya. Ven membelah bulan menjadi 6 bagian dengan gerakan yang tidak asing bagi nya untuk memanggil gerombongan burung gagak. Mereka membutakan mata Fadian sekaligus mencuci otaknya.


Amon, dengan transformasi Kyle-nya, menarik dan menyeret Fadian dari kakinya. Fadian terluka parah. Amon berkata,


"Ini adalah akibatnya jika kau menculik orang yang kucintai." Amon segera melempar Fadian ke langit dengan cepat. Amon menggunakan kemampuan barunya untuk menciptakan hujan belati panas yang membuat Fadian tak berdaya. Fadian berhasil dikalahkan.


Amon mencari Dipo dan Yuuka. Yuuka tersadar karena suara Amon dan menciumnya. Namun, Ven memanggil Amon dan mengatakan bahwa mereka memiliki satu misi lagi, yaitu membunuh raja Fadian dan menghancurkan kerajaannya. Amon menitipkan Yuuka di tempat yang aman. Ven merasakan adanya sandera di istana tersebut. Amon menyuruh Dipo untuk membawa Yuuka ke penginapan dan segera kembali untuk menyelamatkan para sandera tersebut


Mereka melanjutkan misi terakhir mereka, yaitu membunuh raja Fadian dan menghancurkan istananya. Sementara itu, Dipo dengan cepat menyelamatkan para sandera dan membawanya kabur. Di sisi lain, Ven dan Amon segera bertemu dengan raja yang sedang bermain dengan seorang wanita. Para wanita tersebut segera menyerang Amon dengan pisau. Pada saat yang sama, burung gagak muncul dari jendela dan membuat mereka semua pingsan.


Muncullah seorang pemuda berjubah hitam, dan tak lain itu adalah Ven yang membantu Amon setelah membantu Dipo menyelamatkan para sandera. Gagak-gagak itu mengerumuni raja tersebut, dan pada saat itu, Amon dengan cepat menanamkan rantainya yang panas ke lantai, mengikat tubuh raja tersebut. Raja itu tidak bergerak lagi. Amon dengan marah berkata bahwa itulah akibatnya jika seseorang mencuri kebahagiaan orang lain dan membuat seorang ibu bersedih.


Namun, raja tersebut merespons dengan tawa sinis, mengatakan " bahwa ibu dan anak hanyalah alat baginya." Amon yang marah segera memenggal kepala raja dengan rantainya. Ven memegang pundak Amon, dan Dipo muncul dari belakang, setelah mencuri harta dari Kerajaan Teralia. Dipo meminta Amon untuk melepaskan kemarahannya di sana sambil Dipo dan Ven melompat dari jendela untuk kabur dan membiarkan Amon bersenang-senang dalam pembantaian.


Setelah kerajaan itu hancur dalam kobaran api, Amon kehilangan kesadarannya dan kembali ke dirinya sebelumnya. Dia ditangkap oleh gagak milik Jeo dan diletakkan di tanah. Yuuka mendekatinya dengan mata berkaca-kaca, mengucapkan terima kasih kepada Amon karena telah menyelamatkannya. Yuuka ingin hidup bersamanya selamanya, sambil memeluk Amon yang pingsan.


Mereka bertiga kembali pulih untuk melakukan perjalanan kembali ke Kerajaan Aisha. Sebelum mereka pergi, para sandera yang tadinya menjadi tahanan di sana sudah tidak memiliki raja lagi. Mereka memutuskan untuk mengikuti Ven, Dipo, dan Amon menuju Kerajaan Aisha. Dipo setuju dengan memberikan dua syarat


: pertama, mereka harus berkontribusi untuk kota Aisha, dan kedua, mereka semua harus menemui Ratu Elara terlebih dahulu dan menyita barang tajam mereka agar tidak terlibat masalah


Para sandera pun setuju dengan syarat-syarat Dipo.


Mereka segera berangkat ke Kerajaan Aisha. Setelah 12 jam perjalanan, mereka kembali membawa banyak warga yang tadinya menjadi sandera. Mereka bertemu dengan Ratu Elara, namun Ven, Dipo, dan Amon dihadang oleh penjaga istana karena Ratu Elara tidak ada di istananya.


Tiba-tiba, Ratu Elara muncul. Dengan tenang, beliau berkata,


"Biarkan mereka masuk, mereka akan memberikan laporannya."


Ratu Elara menyambut mereka kembali dengan hangat. Dipo, Ven, dan Amon dengan senang hati masuk ke istana. Ratu Elara terkejut melihat wajah Ven yang terluka dan berbentuk "x", serta pakaian mereka yang penuh darah akibat pertarungan semalam. Beliau meminta mereka pulang ke rumah dan memerintahkan Dipo untuk memberikan sebagian dari harta curian mereka kepada para warga. Ratu Elara menerimanya dengan senang hati dan berkata,


"Biarkan saya yang mengurus para warga ini."


"Kalian segera pulang dan obati luka kalian, terutama pada Ven dengan luka di wajahnya," tambah Ratu Elara, sambil memberikan sehelai kain kepada Ven untuk menutupi lukanya. Mereka pun segera pulang ke rumah, membawa rasa lega setelah menyelesaikan misi mereka.