
Ven akhirnya pulih sepenuhnya dan mulai kembali ke pelatihan bersama Teo Sensei. Mereka berdua fokus pada teknik-teknik baru dan mengasah kemampuan Ven.
Namun, di tengah-tengah pelatihan, Ven tidak sengaja memakan paprika yang berisikan cabai. Rasa pedasnya membuatnya hampir kepedasan. Dengan panik, Ven mencari air, tetapi tidak menemukannya di dekatnya.
Tanpa ragu, Ven menggunakan sihirnya untuk menciptakan panah es dan meditasi untuk menenangkan lidahnya yang terbakar. Sementara itu, Mika yang terkejut melihat situasi ini, segera menyiram Ven dengan air es menggunakan sihirnya.
Ven terkejut saat air es menyiraminya, tetapi segera merasakan rasa dingin yang menyegarkan. Dia melihat ke arah Mika dengan keadaan basah kuyup.terkejut dengan reaksi cepatnya.
Mika tersenyum,
"Tidak apa-apa, aku tidak bisa membiarkanmu kepedasan begitu saja."
Ven tertawa, merasa bersyukur atas kehadiran Mika. Meskipun insiden ini terjadi secara tak terduga, itu menjadi momen kecil yang menghangatkan hati mereka berdua. Setelah insiden itu, mereka melanjutkan pelatihan mereka dengan semangat baru.
Pada siang hari yang cerah, Dipo dan Mika berencana untuk berkencan di kota. Mereka berjalan bersama, menikmati kebersamaan mereka dan berbagi tawa. Namun, tiba-tiba, Dipo merasakan rasa mengantuk yang luar biasa. Matanya hampir tak bisa terbuka, dan kakinya hampir menyerah.
Mika segera bereaksi. Dengan cepat, dia mengeluarkan sihir esnya untuk menyegarkan Dipo. Rasa dingin yang menyegarkan melewati tubuh Dipo, membangkitkan semangatnya kembali.
Mereka berdua melanjutkan kencan mereka dengan penuh semangat. Mika membelikan makanan kesukaan Dipo, takoyaki dan kentang goreng. Mereka menikmati hidangan lezat itu bersama-sama.
Sebelum Mika pergi untuk berbelanja, Dipo memberikan tanda rahasia padanya, memastikan bahwa jika Mika berada dalam bahaya, Dipo akan datang untuk membantunya. Namun, kejutan tak terduga menunggu mereka. Saat Mika sedang membeli kentang goreng, dia diculik oleh sekelompok penjahat.
Dipo, yang merasakan aura jahat, segera berteleportasi ke lokasi Mika. Dia tiba tepat waktu, mencegah para penjahat dari niat jahat mereka. Pertempuran pecah di antara mereka.
Kemudian, Dipo terperangkap di sebuah terowongan. Di dalam terowongan yang gelap, dia berhadapan dengan sejumlah bandit yang kuat. Dipo tak ragu lagi, dia berubah menjadi bentuk Raja Iblisnya yang mengesankan. Menggunakan elemen air dan petir, dia memberikan hukuman yang pantas kepada para bandit tersebut.
Setelah pertarungan yang intens, Mika berhasil dibebaskan dari tangan para penjahat. Tapi keadaannya terlihat buruk. Dipo memberinya obat penyembuhan, namun Mika belum sadarkan diri.
"Aku minta maaf karena membahayakanmu. Sepertinya kita... harus menikah, karena tidak akan ada yang berani menyentuhmu. Aku akan selalu melindungimu," kata Dipo pada Mika.
Mika setuju dengan tawaran Dipo. Mereka berdua pulang ke kampung halaman mereka dengan hati penuh haru dan bersiap untuk melangkah ke masa depan baru bersama-sama. Sebelumnya, Dipo harus kembali ke rumah Teo Sensei untuk memberi tahu semua orang tentang kejadian ini.
Setelah insiden penculikan Mika, Dipo dan Mika kembali ke rumah Teo Sensei. Mereka disambut oleh Teo Sensei, Ara, Yuuka, Josse, dan Airi yang sedang duduk di ruang tamu.
Dipo penasaran tentang keberadaan Ven dan Amon, karena mereka tidak ada di sana saat kedatangan Dipo dan Mika. Yuuka menjelaskan bahwa Ven dan Amon pergi mencari Kalian berdua karena khawatir.
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan di pintu. Ven dan Amon kembali dari keliling kota untuk mencari Dipo dan Mika. Mereka berdua terkejut karena yang mereka cari sudah ada di rumah Ven. Mereka pun diundang oleh Dipo untuk mandi, sambil mempersiapkan keusilan.
amon dan ven menceburkan Dipo ke dalam kolam pemandian sambil bertanya, "Kalian darimana saja sampai kami harus keluar mencari kalian?" tanya Amon.
Dipo menjelaskan tentang insiden penculikan Mika dan mengungkapkan bahwa dia tidak ingin terus bergantung pada bantuan Ven. Kali ini, dia berhasil menyelamatkan Mika dari para penjahat. Namun, tanpa sengaja, Dipo mengucapkan bahwa dia mengajak Mika untuk menikah.
Amon yang mendengarnya langsung berusaha memberi tahu Mika, namun upayanya dihentikan oleh Ven. Ven menggunakan kemampuan transformasi Ace-nya untuk mengikat Amon dengan daun sakura, tanpa harus berubah wujud.
"Jangan usil, Mon. Nanti kamu tidak bisa menikahi Yuuka lagi," ancam Ven sambil memberi nasihat kepada Amon untuk tidak membicarakan pernikahan Dipo dan Mika kepada siapa pun.
Dipo langsung membungkam Amon dan mengancamnya agar dia tidak membocorkan rahasia pernikahan Dipo dan Mika. Amon tidak bisa berkata apa-apa.
Semuanya tertawa di dalam kamar mandi. Ven segera pergi dari situ dan menghangatkan diri di kamarnya. Suasana ceria kembali memenuhi ruangan, meskipun dengan kejutan yang baru saja terjadi.
Kini, semua orang berkumpul di ruang tamu, bersiap untuk menyambut momen penting dalam kehidupan Dipo dan Mika.