
siang tiba, dan Dipo semakin curiga dengan kebiasaan Ven yang selalu bangun terlambat bersama Mika. Dia memutuskan untuk menanyakan langsung kepada Ven tentang alasan ini. Dipo mendekati Ven yang sedang tidur dengan wajah bingung.
Dipo: "Ven, aku harus tanya, mengapa kamu selalu bangun terlambat bersama Mika?"
Ven yang sedang terbangun merespon dengan wajah yang tampak biasa saja.
Ven: "Mana saya tahu kenapa kamu tidak tanya saja pada Mika. Aku selalu mengumpulkan energi untuk besok."
Dipo agak bingung dengan jawaban tersebut, mencoba mencari cara agar mereka tidak lagi bangun terlambat. Ven, melihat kebingungan Dipo, memutuskan untuk menunjukkan jurus baru yang baru saja dia kembangkan selama pertarungan.
Ven mengeluarkan gelombang sihir di depannya, kemudian mulai berlari. Saat dia berlari melewati gelombang sihir tersebut, tubuhnya tiba-tiba terbagi menjadi tiga bentuk yang berbeda: Ace, Taka, dan Jeo. Dipo tercengang melihat transformasi ajaib ini.
Di sisi lain, Mika yang sedang mencari Dipo menemukan mereka di luar rumah. Dia melihat Ven yang telah berubah menjadi tiga dan pingsan, tercengang oleh pemandangan yang tak terduga.
Di sore hari dipo melatih mereka karena kekuatan baru yang didapatkan oleh ben dan agven dengan transformasi jeo nya dan amon dengan transformasi kyle melatih kemampuan transformasi yang barunya dibawah bimbingan dari dipo dan ditonton oleh mika ara josse airi dan yuuka dan pertarungan sebagai latihan tersebut
Ven dengan transformasi Jeo-nya dan amon dengan transformasi Kyle-nya melatih kemampuan transformasi mereka di bawah bimbingan Dipo. Mika, Ara, Josse, Airi, dan Yuuka menyaksikan pertarungan ini dengan penuh konsentrasi.
amon menyerang dengan serangkaian belati, membuat Ven harus berusaha menghindarinya. Namun, setiap orang yang mendekati Kyle merasakan panas seperti lava. Ven mencoba untuk membagi dirinya menjadi tiga bagian, namun amon menghentikannya dengan melemparkan belati miliknya. Akibatnya, darah mengalir deras dari tangan Ven, membuat amon kehilangan kendali dan menyerang Ven dengan ganas.
Ven akhirnya sadar dari pingsannya dan kembali bergabung dalam pertarungan, walaupun tangan kanannya sudah terluka parah. Dia menggunakan pedangnya dengan satu tangan dan bersiap untuk melawan amon. Namun, tiba-tiba, Ven menghilang di depan mata amon.
amon kehilangan kendali dan, tanpa disadarinya, sihir berbentuk bulan muncul di bawah kakinya, membuatnya tidak bisa bergerak. Ven dengan cepat mengenali ilusi ini dan membelah ilusi bulan tersebut menjadi 6 bagian. Dia melepaskan burung gagak yang berhasil melumpuhkan amon untuk sementara waktu.
Sementara itu, Dipo dengan cepat menyerap energi jahat dari tubuh amon, membuat amon kembali ke bentuk aslinya dan akhirnya pingsan. Setelah pertarungan yang menguras tenaga, Ven kembali ke bentuk aslinya. Namun, setelah berjalan empat langkah, Ven pingsan karena kehabisan terlalu banyak darah.
Yuuka dan Ara segera pergi memanggil dokter untuk memberikan pertolongan pertama. Semoga Ven bisa pulih dengan cepat dari luka-lukanya.
Ven terbangun dengan tubuhnya dipenuhi perban akibat serangan dari amon dengan transformasi Kyle. Tangan kanannya dibalut khusus karena patah tulang. Seorang dokter mendatangi Ven dan bertanya dengan tenang, "Sudahkah kamu sadar?"
Ven memandang sekitar dengan kebingungan. "Aku berada di mana?"
Dokter memberitahu Ven bahwa ia berada di ruang perawatan. Dokter kemudian menjelaskan bahwa tulang tangan kanannya mengalami patah yang serius, dan menunjukkan gambaran pada rontgen tulang tangannya. Ven memandang tulang yang patah dengan penuh perhatian.
Dokter meminta Ven untuk tidak menggunakan tangan kanannya selama 3 bulan. Setelah memberikan instruksi, dokter memberikan ijin kepada Ven untuk pulang ke rumahnya. Sebelum pergi, dokter memberikan peringatan bahwa setelah 3 bulan, Ven harus datang kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ven memutuskan untuk pulang sendiri, membawa dengan hati-hati tangannya yang terluka.