
Dipo diajari oleh Mika cara menetralisir energi dari kalung Amon untuk situasi ketika Mika tidak berada di antara mereka. Di sisi lain, Ven sedang melatih tangan kirinya dengan menggunakan busur silangnya. Saat itu, seorang prajurit kerajaan datang membawa surat untuk Ven, Dipo, dan Amon agar segera menuju istana.
Ketika mereka sampai di istana, di pagar terjadi keributan. Amon bertransformasi menjadi Kyle dan dengan rantai senjatanya, ia segera mengusir para pengacau. Ven dan Dipo terkejut melihat Amon, namun mereka berusaha menahan Amon. Sayangnya, Ven terhempas hingga masuk ke rumah warga, menyebabkan sebagian rumah hancur. Ven terluka di kepala, darah mengalir, dan tangannya terasa tertusuk.
Dipo segera menetralisir energi dari kalung Amon, lalu menolong Ven. Keributan pun berhenti. Ratu Elara memanggil mereka untuk masuk ke dalam istana. Namun, saat ratu sudah di tempat duduknya, ia bertanya mengapa hanya Dipo dan Amon yang datang.
Dipo lupa karena kejadian Ven terhempas ke rumah warga oleh Amon. Dia segera mencari Ven. Ven muncul dengan keadaan kepala berdarah karena terkena puing-puing bangunan. Ratu terkejut melihatnya dan bertanya tentang luka baru ini dan keadaan tangan kanannya yang belum pulih.
Ven menjawab sambil gemetar, "Ya, siapa lagi kalau bukan monster berantai api itu?" Dipo dan Ven melirik Amon, yang menjadi penyebab Ven terluka. Ratu Elara memanggil seorang prajurit istana untuk membawa perban dan menyembuhkan luka di kepala Ven.
Ratu kemudian menukar kalung Amon dengan kalung yang disegel oleh ratu sebelumnya. Dia meminta Dipo untuk menghancurkan kalung lama itu. Sebelum pergi, Ratu Elara memberikan obat untuk Amon yang harus digunakan setiap kali Amon bertransformasi menjadi Kyle.
Sebelum kembali, mereka membangunkan Ven yang tertidur. Mereka sampai di rumah Dipo dan Mika. Mika dan Ara terkejut melihat mereka kembali dan Ven terluka untuk kedua kalinya. Mereka bertanya,
"Ven, apa tangan kananmu masih baik-baik saja?" Ven menjawab,
"Ya, tangan kananku baik-baik saja."
Namun, Ven tiba-tiba pingsan karena luka di kepalanya.
Mereka semua terkejut dan segera membawa Ven ke kamar. Yuuka tahu bahwa Amon adalah penyebab luka Ven, jadi ia mencubit pipi Amon dan membawanya ke kamarnya. Akhirnya, mereka merawat Ven dengan penuh perhatian.
Ven terbangun dengan kepalanya diperban. Ketika melihat Mika, ia bingung dan bertanya,
Mika, mengira Ven pura-pura tidak mengenalnya, tidak sengaja menodongkan busurnya ke arah Mika Dipo tiba-tiba muncul, melihat Ven menodongkan busur ke arah Mika, dan segera menghentikannya. Dipo bertanya dengan khawatir,
"Hei, apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu sudah seperti ini?"
Ven, masih bingung, menjawab,
"Kamu siapa dan mengapa kamu membawa aku kemari?" Dipo akhirnya melepaskan Ven. Ven meninggalkan rumah dalam keadaan terluka.
Dipo merasa heran karena ini pertama kalinya Ven berperilaku seperti ini. Dia bertanya kepada Mika tentang keadaannya sambil memeluknya. Ara, Yuuka, dan Amon melihat ruang tamu yang berantakan dan bertanya,
"Apa yang terjadi? Dan Ven ada di mana?"
Mika, setelah melepaskan pelukan dari Dipo, segera mencubit Amon. Dipo melihat ini dan teringat pada kejadian kemarin. Dia menyeret Amon keluar rumah untuk mencari Ven. Karena Amon sudah dua kali menyebabkan Ven terluka dan kali ini lebih parah yaitu kehilangan ingatan.
Sebelum pergi, Ara dan Mika mengancam Amon,
"Jika kamu tidak bisa membawa Ven kembali ke rumah, jangan harap kamu akan mendapatkan makanan."
Mika dan Ara memegang baju Amon dengan kuat, menunjukkan betapa seriusnya situasi ini. Dipo dan Amon segera pergi mencari Ven, sedangkan Ara dan Mika tinggal di rumah untuk menjaganya.