Find Power Of Light With Demon Lord

Find Power Of Light With Demon Lord
ch 57 jalan jalan ke kota



Ven berjalan ditengah kota menuju rumah Dipo dan Mika. Ketika dia tiba di rumahnya, ia merasa pintunya terkunci. Ven memanggil orang-orang di dalam, namun tidak ada jawaban. Akhirnya, dengan tangan kanannya yang terluka, Ven memutuskan untuk beristirahat sejenak di halaman rumahnya.


Sementara itu, Dipo, Amon, Ara, Yuuka, Josse, dan Airi sedang berbelanja untuk mencari makanan di kota. Meskipun demikian, Amon masih merasa khawatir tentang kondisi Ven. Setelah selesai berbelanja, mereka menuju tempat pengobatan. Mereka kaget mendapati bahwa Ven sudah pergi dari sana. Dipo membayar pengobatan Ven, namun dokter menolak uangnya. Dokter mengatakan,


"Saya tidak bisa menerima uang dari pahlawan dan penghibur kota yang selalu memberikan hiburan bagi kami semua. Ketika Ven memainkan alat musiknya, saya merasakan ketenangan."


Dipo segera menanyakan keberadaan Ven, dan dokter memberitahunya bahwa Ven sudah pulang ke rumah. Kembali di rumah, sore telah tiba. Dipo memutuskan untuk membawa mereka pulang dengan menggunakan teleportasi.


setelah sampai rumah Sementara Ara mencari Ven, yang lain masuk ke dalam rumah. Ara akhirnya menemukan Ven tertidur di taman. Saat Ara mendekati Ven, tangan kanan Ven, yang dibalut perban, tanpa sengaja tersentuh. Ven terbangun dan menahan rasa sakit yang mendadak. Ara terkejut melihat tangan kanan Ven yang membengkak akibat perban. Ara segera meminta maaf karena telah mengejutkan Ven.


Ven tersenyum dan memeluk Ara,


"Tidak apa-apa, mungkin aku juga telah mengejutkanmu." Mereka berdua tertawa, lalu masuk ke dalam rumah. Mereka disambut oleh Dipo di ruang tamu. Amon meminta maaf karena telah menyebabkan cedera pada Ven.


Ia segera memberikan busur yang telah diperbaiki. Tiba-tiba, Mika datang dan tanpa sengaja menyentuh bahu kanan Ven. Ven berteriak kesakitan karena rasa sakit yang tiba-tiba muncul.


Malam itu, mereka semua berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama. Ven baru saja kembali dari rumah sakit, tapi dia memilih untuk tidak makan bersama mereka. Sebaliknya, ia keluar ke taman untuk sejenak merenung.


Ara merasa khawatir melihat Ven seperti itu. Dia membawa piring berisi makanan ke taman untuk Ven. Saat Ven melihat Ara mendekat, ia tersentak. Ara bertanya dengan lembut,


"Kenapa kamu tidak ingin makan, Ven?"


Ven menghela nafasnya sejenak sebelum menjawab,


"Aku hanya tidak ingin merepotkan orang lain. Aku ingin belajar untuk mandiri."


Ara tersenyum lembut dan memberi semangat,


"Kamu mungkin bisa melakukannya sendiri, tapi terkadang lebih baik jika kita melakukannya bersama-sama, seperti sekarang. Tanganmu yang cedera membuat sulit untuk makan, dan aku senang bisa membantumu."


Kata-kata Ara membuat Ven merasa terharu. Dia mengucapkan terima kasih pada Ara karena bersedia membantunya selama tiga bulan ke depan. Ara mulai menyuapi makanan untuk Ven dengan lembut, memastikan dia makan dengan nyaman. Meskipun tangan kanan Ven tidak bisa digunakan, dia merasa bersyukur karena memiliki seseorang seperti Ara yang peduli padanya.


Salah satu dari mereka dengan nada merendahkan berkata, "Orang cacat dan berluka seperti kamu tidak pantas bersama wanita cantik seperti mereka." Tangan kanan Ven yang terluka terjatuh dan rasa sakit ditangan mulai menusuknya.


Ven ingin bertransformasi dan menyerang, tapi bisikan dari Ace dalam dirinya menghentikannya. Sementara itu, Mika dan Ara dengan cepat menggunakan sihir air dan listrik untuk menyerang pria-pria itu. Mika dan Ara memberi peringatan tegas, "Jika kalian menyakiti Ven lagi, kalian akan mendapatkan hukuman yang lebih buruk daripada penjara."


Ratu Elara bersama para penjaga tiba tepat pada waktunya untuk menahan para pria itu. Dengan tegas, Ratu Elara berkata, "Mika adalah anakku dan telah menikah dengan seorang Demon Lord. Kalian berani sekali menggoda anakku dan menyerang seorang pahlawan yang telah menyelamatkan kota!"


Para warga yang menyaksikan insiden ini merasa jijik dengan sikap pria-pria itu. Mereka segera dibawa ke penjara untuk dihukum karena telah menggoda Mika dan Ara, serta membuat Ven terjatuh.


Ratu Elara menanyakan kondisi Mika dan Ara, yang dengan cepat memastikan bahwa mereka baik-baik saja. Namun, mereka lupa tentang luka tangan kanan Ven karena insiden ini.


Ratu Elara melihat tangan Ven yang terbalut perban dan menggantung seolah-olah tulangnya patah. Dengan kekhawatiran, ia bertanya,


"Apa yang terjadi dengan tangan kananmu sampai seperti ini?"


Mika, yang mengetahui apa yang terjadi, menjelaskan,


"Saat latihan transformasi baru dengan Amon, kecelakaan terjadi dan Amon kehilangan kendali, menyebabkan luka pada tangan Ven."


Ratu Elara mengingat insiden itu dan memberikan nasihat, "Jika Amon kehilangan kendali lagi, kamu harus menetralisir kalung yang digunakan Agua."


Setelah pertemuan ini, mereka berpisah. Ratu Elara harus segera kembali ke istananya. Mika, Ara, dan Ven pergi untuk membeli makanan untuk makan malam. Mereka juga membeli minuman. Ven memilih anggur, Ara memilih strawberry, dan Mika memilih rasa apel. Mereka menikmati makanan dan minuman mereka.


Tak sengaja, Ara mencoba minuman Ven dengan menggunakan sedotan yang sama. Mika terkejut melihatnya dan berkata, "Itu... itu hampir seperti mencium." Wajah mereka berdua memerah. Mika ingin mencoba juga, tapi Ven menghentikannya dengan menyentuh dahi Mika dengan tangan kirinya.


"Kamu sudah menikah, jadi jangan mencicipi punya orang lain selain Dipo," ujar Ven sambil memberikan gelasnya pada Mika dan bertukar dengan gelas Mika.


Ara ingin ikut menukarkan minumannya, dan mereka semua pulang. Sesampainya di rumah, mereka disambut oleh Dipo. Mika tertidur karena meminum anggur, sehingga Dipo membawanya ke kamarnya. Ara dan Yuuka memasak untuk makan malam, sementara Ven istirahat di ruang tamu, melihat Amon bermain dengan Josse dan Airi.