
Mereka meninggalkan kota es dengan hati yang penuh kegembiraan, membawa manisan kota itu dalam ingatan mereka. Perjalanan berlanjut menuju kota berikutnya, penuh dengan antusiasme dan semangat.
Tidak lupa akan hukuman yang menanti, Ven mencari sebuah lagu ketika ia melihat burung layang-layang menari di langit biru. Ketika melodi mulai tercipta, Ven mulai bernyanyi dengan tenang
"Kirameku minamo no ue wo
Muchuu de kaze kiri kakeru
Tsubasa wo hatamekasete
Ano machi e yukou
Umi wo koete
Boku wa sou chiisana tsubame
Tadori tsuita machi de fureta
Tanoshi sou na hito no koe
Kanashimi ni kureru nakama no koe
Minna sorezore chigau kurashi no katachi
Mamoritakute kidzukanai uchi ni
Kizutsuke atte shimau no wa naze
Onaji sora no shita de
Bokura wa irotoridori no inochi to
Kono basho de tomo ni ikiteiru
Sorezore hito mo kusaki mo hana mo tori mo
Kata yoseai nagara
Bokura wa motomeru mono mo
Egaiteru mirai mo chigau keredo
Te to te wo toriaeta nara
Kitto warai aeru hi ga kuru kara
Boku ni wa ima nani ga dekiru ka na
Dareka ga te ni ireta yutakasa no ura de
Kaeru basho wo ubawareta nakama
Hontou wa kare mo yorisoi atte
Ikiteitai dake na no ni
Kanashii kimochi ni nomikomarete
Kokoro ga kuroku somari kakete mo
Yurusu koto de mitatameru koto de
Bokura wa tsunagari aeru
Bokura ni ima dekiru koto
Sore dake de subete ga kawaranakutatte
Dareka no ichi nichi ni hora
Sukoshi dake azayaka na irodori wo
Kagayaku houseki da to ka
Kinpaku de wa nai keredo
Konna fuu ni sekaijuu ga
Sasayaka na ai de afureta nara
Nanika ga hora kawaru hazu sa
Onaji sora no shita itsuka kitto
Sore ga chiisana boku no ooki na yume
artinya dalam bahasa indonesia ( jika para pembaca tidak mengerti liriknya)
Di atas permukaan air yang bersinar
Kita terbang dengan menembus angin
Bersama kedua sayap yang dikepakkan
Mari kita pergi ke kota itu
Hingga dapat melalui laut
Menyentuh kota yang akhirnya dapat dituju
Ada suara orang-orang yang terlihat senang
Tapi ada juga suara teman yang merasa sedih
Semua orang memiliki cara hidup masing-masing
Tanpa mereka sadari, mereka ingin melindunginya
Lalu kenapa kita sampai melukai satu sama lain?
Di bawah langit yang sama
Dengan kehidupan yang beragam warna
Kita semua hidup bersama-sama di tempat ini
Setiap manusia, tumbuhan, bunga dan burung
Hidup dengan saling bahu-membahu
Meskipun sesuatu yang kita inginkan
Dan masa depan yang ingin diraih berbeda
Jika kita semua saling berpegangan tangan
Kuyakin hari ketika kita dapat tersenyum akan tiba
Apakah sesuatu yang dapat kulakukan untukmu?
Di balik kesuksesan yang didapatkan oleh seseorang
Ada teman yang kehilangan tempat untuk kembali
Padahal yang sebenarnya, dia hanya ingin hidup
Dengan saling berdampingan satu sama lain
Kita ditenggelamkan oleh perasaan yang sedih
Bahkan hati terwarnai menjadi semakin gelap
Namun dengan saling mengakui dan memaafkan
Kita semua dapat saling terhubung
Sesuatu yang dapat kita lakukan sekarang
Meskipun hal itu tak dapat mengubah segalanya
Lihatlah, keseharian yang dilalui seseorang
Secara perlahan menjadi berwarna dengan lebih terang
Bahkan permata yang terlihat bersinar
Terkadang tak sebagus penampilannya
Dengan begitu, aku harap seluruh dunia
Dapat dipenuhi oleh cinta yang tulus
Lihatlah, pasti ada sesuatu yang akan berubah
Di bawah langit yang sama, suatu saat nanti
Itulah mimpi yang besar dari diriku yang kecil"
Suara Ven mengisi udara dengan harmoni dan emosi yang mendalam. Lagu itu membawa mereka semua ke dunia yang dipenuhi dengan harapan dan persahabatan.
Mereka terbawa oleh lirik yang dalam, membiarkan kata-kata itu mengalun dalam hati mereka. Saat lagu berakhir, mereka merasa seperti dihanyutkan oleh keindahan dari suara Ven.
Lagu itu membimbing mereka ke kota berikutnya, yang dipenuhi dengan pesona pantai musim panas. Mika, Amon, Demon Lord Dipo, Yuuka, Airi, dan Josse merasa rileks dan gembira, terima kasih atas lagu yang mengisi perjalanan mereka dengan kehangatan dan kebersamaan.
Dan begitulah, dengan suara harmoni dan persahabatan yang menguat, mereka terus melangkah menuju petualangan berikutnya.
Mereka tiba di kota berikutnya yang dikenal dengan sebutan Kota Pantai. Kota ini dikelilingi oleh pasir putih yang lembut dan air laut yang tenang. Matahari bersinar terang di langit biru, menciptakan pemandangan yang memukau.
Di sini, mereka menemukan pasar yang ramai, diisi dengan berbagai penjual yang menawarkan aneka barang. Terdapat kerajinan tangan, pakaian unik, dan makanan lezat dari berbagai tempat.
Demon Lord Dipo dengan antusias berjalan-jalan, tertarik dengan benda-benda magis yang dijual di salah satu toko. Amon dan Yuuka berkeliling bersama, tertawa dan bercanda seiring mereka menikmati keindahan kota ini.
Sementara itu, Mika dan Josse memilih untuk duduk di tepi pantai. Mereka menikmati suara ombak yang tenang dan terpesona oleh warna air laut yang berkilau di bawah sinar matahari.
Ven, bersama Ara, berdiri di sebuah sudut jalan, mengagumi pemandangan sekitar. Mereka memperhatikan seni jalanan yang menghiasi tembok-tembok kota ini, mencerminkan keindahan alam dan kehidupan sehari-hari.
Air yang segar mengalir dari sebuah mata air di dekatnya, menyediakan minuman segar untuk mereka semua. Mereka duduk di bawah pohon rindang, menikmati kebersamaan di bawah langit biru yang luas.
Hari itu berlalu dengan damai. Di senja hari, mereka berkumpul di tepi pantai untuk menyaksikan matahari terbenam yang memancarkan warna-warni indah di langit.
"Kita telah menemukan tempat yang indah di dunia ini," kata Demon Lord Dipo dengan penuh kekaguman.
Semua orang setuju. Kota ini, dengan keindahan alamnya dan kehangatan penduduknya, telah meninggalkan kesan mendalam pada mereka. Mereka berjalan kembali menuju penginapan mereka dengan hati yang penuh sukacita dan harapan untuk petualangan berikutnya.