
Ven dan Amon berlatih di dekat sebuah pelabuhan kapal untuk mengasah kemampuan mereka dengan menukar senjata yang mereka gunakan. Ven mengambil rantai dan belati milik Amon, sementara Amon mengambil busur dan pedang milik Ven. Pelatihan dimulai, dan pertarungan berlangsung sangat sengit karena mereka terbiasa dengan senjata yang baru.
Secara tidak sengaja, Ven mengeluarkan jurus barunya, di mana rantai milik Amon ditanamkan ke tanah dan menciptakan tombak yang muncul dari tanah. Amon juga menunjukkan keahliannya dengan tembakan es, membekukan area sekitar Ven.
Ara dan Yuuka melihat bahwa pelatihan mereka berubah menjadi pertarungan dengan kemampuan yang tertukar.
Di sisi lain, Dipo yang sedang terbaring di rumahnya dipanggil oleh seorang warga karena Ven dan Amon bertarung dengan cepat. Dipo segera pergi ke pelabuhan tanpa memberi tahu Mika terlebih dahulu, hanya meninggalkan sebuah jimat dari senjatanya sebagai tanda bahwa dia pergi sebentar.
Kembali ke pertarungan, semakin sengit. Secara tidak sengaja, mereka menemukan Kristal Cahaya dan segera menghentikan pertarungan untuk menarik kristal tersebut dari laut. Dipo melihat jurus yang digunakan Ven saat menggunakan rantai dan belati milik Amon dan segera membantu menarik kristal tersebut. Mereka berhasil mendapatkan Kristal Cahaya berikutnya. Meskipun hal ini sempat membuat pelabuhan menjadi kacau, mereka berhasil membuatnya kembali seperti sedia kala.
Setelah mendapatkan Kristal Cahaya, Ven dan Amon kembali menukar senjata mereka dan menggunakan kemampuan masing-masing untuk membuat pelabuhan kembali normal.
Di rumah Dipo dan Mika, Dipo sempat melihat Ven dan Amon bertarung dengan menukar senjata. Meskipun Dipo puas dengan kemampuan mereka, ia juga merasa sedikit takut saat melihat Ven menggunakan rantai milik Amon yang hampir membuat kapal tenggelam. Oleh karena itu, Dipo memilih untuk menasihati mereka agar tidak bertukar senjata lagi.
Saat Mika datang menyiapkan teh, Ara menyiapkan kue, dan Yuuka menyiapkan cemilan, Josse dan Airi juga bergabung. Mereka semua melihat Kristal Cahaya yang didapat Ven dan Amon, segera mengeluarkannya untuk dianalisis. Setelah Mika menganalisisnya, hasilnya menunjukkan bahwa itu adalah kristal asli. Ven tertarik dengan kemampuan analisis Mika, namun curiga karena identitas reinkarnasinya terbongkar.
Ven menyuruh Mika untuk memeriksa analisis Amon, apakah Amon adalah manusia normal. Mika mencoba pada semua orang, tetapi ketika giliran Ven, ia mencoba untuk menghindari pemeriksaan tersebut dan bahkan mencoba untuk kabur. Namun, Amon menggunakan jurus rantainya untuk mengikat Ven dengan posisi tergantung dan berteriak, "Amon penghianat!" Mika berhasil menggunakan kemampuan analisisnya dan mereka semua terkejut karena menemukan tulisan "reincarnation," "Rudy blessing," dan "chain strike" dalam statistik kemampuan milik Ven.
Mereka meminta penjelasan langsung dari Ven. Amon pun melepaskan rantai dari tubuh Ven, sehingga Ven terjatuh ke dalam kolam. Ven menjelaskan bahwa "Rudy blessing" adalah kalung yang diberikan oleh ibunya, sementara "chain strike" adalah kemampuan yang telah mereka lihat saat pertarungannya dengan Amon.
Setelah menceritakan masa lalunya, Ven meminta Mika untuk menganalisis dirinya. Ternyata, Mika juga adalah seorang reinkarnasi. Dia bercerita bahwa di kehidupan sebelumnya, dia adalah seorang vtuber yang memiliki kehidupan yang tenang hingga suatu hari terjadi sebuah insiden tragis. Mereka semua terkejut dan memutuskan untuk merahasiakannya dari semua orang, termasuk Ratu.
Akhirnya, identitas Ven dan Mika sebagai reinkarnasi terungkap.
Di rumah Dipo dan Mika, Ven merasa bosan karena tidak memiliki kegiatan. Mika melihatnya dan memutuskan untuk membantu Ven membuat hoklopan, sebuah jenis kue dari kehidupan reinkarnasinya sebelumnya. Mereka bekerja sama dengan penuh semangat. Setelah selesai membuatnya, mereka berdua terkejut karena ini adalah makanan dari dunia sebelumnya yang belum pernah mereka makan sebelumnya.
Saat Mika mencicipi kue yang dibuat oleh Ven, dia tersentuh dan bahagia karena bisa merasakan rasa dari dunia sebelumnya setelah sekian lama. Dipo pun ikut menyuapi kue itu dengan senang hati. Sementara itu, warga yang melihat kue yang belum pernah ada di dunia ini penasaran dan meminta Ven untuk mencobanya. Tanpa sengaja, kue itu membuat mereka ketagihan.
Ven segera berlari dari masalah tersebut karena warga semakin banyak yang memintanya. Dipo dan yang lainnya hanya bisa tertawa karena mereka juga menikmati makanan yang Ven dan Mika buat. Itu adalah momen kebersamaan yang menyenangkan bagi mereka semua
Ven berhasil kabur setelah dikejar oleh warga kota karena kue yang ia dan Mika buat. Dia tiba di rumah Dipo dan Mika dengan selamat, terengah-engah di dekat pintu mereka. Di dalam rumah, Ven tanpa sengaja bertemu Amon yang sedang menikmati kue yang mereka buat bersama. Amon sangat menyukai kuenya sampai-sampai ia hampir kehilangan kendali. Ven memberikan pukulan ringan ke kepala Amon untuk membantunya kembali ke kondisi normal.
Ven bertanya di mana yang lainnya, dan Amon menjelaskan bahwa Yuuka, Ara, Josse, dan Airi sedang pergi ke kota untuk membeli makanan. Sementara Dipo dan Mika sedang melakukan aktivitas malam mereka yang biasa.
Tak lama kemudian, Josse, Airi, Yuuka, dan Ara kembali dan mengajak Ven dan Amon masuk. Ven mengusulkan untuk kembali melakukan pertunjukan di jalanan besok, dan Amon dengan senang hati setuju. Itu adalah momen yang menyenangkan setelah kejadian heboh dengan kue sebelumnya.