
part 1
Amon dan Ara berjalan bersama di taman, menikmati keindahan malam. Mereka berhenti sejenak untuk melihat bulan yang telah terbelah beberapa minggu yang lalu akibat tebasan Ven. mereka terlibat dalam percakapan yang hangat tentang peristiwa itu, meskipun Amon belum benar-benar mengenal Ara.
Tiba-tiba, demon lord dipo dan Ven muncul tanpa disengaja. Mereka tengah asyik minum di halaman rumah. Namun, kejutan terbesar datang ketika mereka melihat Amon dan Ara berpegangan tangan. Pandangan terkejut tergambar di wajah mereka.
Ara cepat memberi tahu Ven tentang usianya, bahwa dia masih berumur 15 tahun. dan Ven menganggap Amon seorang pedofil tanpa banyak berpikir, langsung beralih ke transformasi Taka dan menghilang dengan kecepatan tinggi. Dia tidak ingin menjadi saksi dari apa yang sedang terjadi di antara Amon dan Ara.
demon lord dipo, sambil menyaksikan kejadian tersebut, memilih untuk tetap tenang. Ia tidak ingin mencampuri urusan pribadi temannya. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia menggunakan elemen anginnya untuk pergi ke tempat lain.
Amon dan Ara, meskipun sedikit malu, tetap tenang. Mereka tahu bahwa apa yang mereka miliki masih sangat muda, dan mereka hanya belajar untuk saling mengenal. Mereka berharap bahwa teman-teman mereka akan dapat menerima hubungan mereka suatu hari nanti.
part 2:
Pengakuan dalam Kegelapan
Demon Lord Dipo tenggelam dalam perasaan campur aduk dan kebingungan. Ia merasa terpanggil untuk melatih Ven dengan kemampuan Ace-nya, namun di saat yang sama, hatinya juga ingin mengungkapkan perasaannya kepada Mika. Pertarungan batin ini semakin diperumit oleh kehadiran Mika di sampingnya.
Saat demon lord dipo mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk diucapkan, Mika memberikan informasi yang tak terduga.
Dia menyebut seorang mentor terdahulu yang mengajari Ven tentang kemampuan Ace yang dimilikinya, seorang guru bernama Teo Sensei. Informasi ini mengejutkan demon lord dipo, dan dia merasa tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang masa lalu Ven.
Namun, sebelum demon lord dipo bisa mendalami pembicaraan itu, perhatiannya teralihkan oleh momen yang hampir terjadi. demon lord dipo hampir mencium Mika secara tidak sengaja, tetapi kemudian Ven muncul dengan kecepatan takanya yang luar biasa. Dalam sekejap, Ven mengambil gambar momen itu dengan kamera ajaibnya.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk mengganggu," kata Ven dengan senyum misterius.
"Aku hanya ingin kembali ke istana untuk mengambil sesuatu. Kalian bisa melanjutkan."
Ven pergi begitu cepat seperti yang dia datang, meninggalkan demon lord dipo dan Mika dalam kebingungan. Mereka berdua berdiri di tempat, tak tahu harus berbuat apa setelah momen yang tak terduga itu.
part 3: pertemuan di bawah sinar bulan
Di bawah bulan yang terbelah, Ven tengah dalam lamunan mendalam tentang masa lalunya yang menyakitkan. Saat itulah, datanglah Ara membawa minuman hangat, membawa kehangatan dan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.
Ara menceritakan tentang perasaannya dan masa lalu tragis yang telah ia alami.
Ven masih teringat akan kakaknya, Daisy, dan terdiam sejenak dalam pemikirannya. Tiba-tiba, Ara memeluk Ven dari belakang, memutuskan keheningan tersebut.
Ven segera berubah menjadi Taka selama sepuluh detik, melepaskan hujan panah es dengan kecepatan kilat. Di belakang mereka, Mika dan Amon terperangah melihat adegan tersebut.
Amon dengan sigap mengambil gambar, namun sayangnya, Mika dan Amon terkena panah es yang meluncur dengan kecepatan tinggi. Sementara itu, Ven mengangkat Ara dengan penuh kasih sayang dan membawa dia terbang ke atas bulan.
Di atas bulan yang terbagi, Ven mencium lembut dahinya, menandakan rasa terima kasih dan kasih sayang. Adegan ini membuat Mika dan Amon hanya bisa tertawa melihat kekonyolan yang terjadi.
Hari berikutnya, dampak dari tembakan panah es Ven semalam mulai terasa bagi Mika dan Amon. Mereka berdua terbaring lemah, menggigil dan merasakan demam melanda.
Melihat kondisi teman-temannya, Ven segera bertindak. Dengan cepat, ia memanggil kekuatan Taka elemen api. Sinar hangat memenuhi ruangan, meresap ke dalam tubuh Mika dan Amon,
membawa kelegaan dari dingin yang menusuk.
Dengan suara lembut, Ven memberikan nasihat bijak,
"Ingatlah, jangan sekali-kali menguntit orang sembarangan. Tindakan semacam itu bisa berakibat buruk bagi kita, bahkan jika niatnya baik." Kata-katanya terdengar penuh makna,
mengingatkan Mika dan Amon akan pentingnya menghormati privasi dan batasan orang lain.