Find Power Of Light With Demon Lord

Find Power Of Light With Demon Lord
ch 12 pembalasan dendam ara dan munculnya yacha ace ven



Ara membimbing Dipo dan Ven melalui hutan yang lebat, menuju suatu tempat yang penuh dengan aura kelam. Mereka merasa semakin mendekat ke pusat kegelapan yang menjadi tempat kematian adik Ara.


Akhirnya, di tepi hutan yang gelap, terlihat sebuah kastil yang menjulang tinggi. Bangunan itu nampak angker dan penuh dengan aura negatif.


Ara menatap kastil dengan mata penuh kebencian dan kesedihan.


"Inilah tempat di mana mereka membunuh adikku. Kastil ini adalah markas para penjahat."


Dipo dan Ven merasakan getaran kekuatan jahat yang memancar dari kastil itu. Mereka tahu bahwa tugas berat menanti mereka di dalam.


"Dipo," ujar Ven dengan tegas,


"kita harus masuk dan mengakhiri kejahatan di tempat ini."


Dipo mengangguk, "Kita akan membantu Ara membalaskan dendam adiknya."


Mereka berjalan menuju pintu masuk kastil dengan hati-hati, siap untuk menghadapi bahaya apa pun yang mungkin menunggu di dalam. Mereka tahu bahwa pertarungan ini akan menjadi salah satu yang paling berat dalam perjalanan mereka.


Dengan tekad kuat, Dipo, Ven, dan Ara memasuki kastil pembunuh adik Ara, siap untuk menghadapi kegelapan dan membawa keadilan kepada mereka yang berada di dalam.


di depan pintu kastil yang angker, Dipo dan Ven bertukar pandang. Ada sesuatu yang tak terucapkan di mata mereka, seolah mereka memiliki rencana terselubung.


"Dipo," bisik Ven, "aku akan menyusup ke dalam dan mencoba membebaskan sandera-sandera. Tapi aku membutuhkan bantuanmu jika situasi memburuk."


Dipo mengangguk penuh pengertian.


"Aku akan menunggu di luar untuk memberikan bantuan jika diperlukan. Pastikan untuk berhati-hati, Ven."


Ven mengangguk dan dengan cepat menyusup ke dalam kastil dengan kemampuan transformasi Ace-nya. Di dalam, dia melihat ruangan yang gelap, dipenuhi dengan penjahat dan sandera yang tak bersalah.


Sementara itu, Dipo menunggu dengan tegang di luar kastil, siap untuk bertindak saat diperlukan. Dia tahu bahwa Ven adalah pejuang yang kuat, tapi situasi di dalam kastil itu mungkin lebih berbahaya dari yang mereka perkirakan.


Tiba-tiba, suara bertelepati muncul di telinga Dipo. Itu adalah Ven.


"Ada banyak sandera di markas tersebut. Tolong bantu aku melepaskan mereka. Aku akan naik ke atas untuk membunuh atasan penjahatnya."


Dipo dan Ara bergerak dengan cepat, masuk ke dalam kastil untuk membantu Ven dalam misinya yang berbahaya. Mereka tahu bahwa saat ini adalah saat kritis dalam perjalanan mereka, dan mereka harus bekerja sama untuk berhasil


Ven berdiri di tengah ruangan yang dipenuhi dengan mayat. Darah membasahi lantai, menciptakan pemandangan yang mengerikan. Rasa marah dan keinginan untuk membalaskan dendam memenuhi hatinya.


Ketika dia mencium bau darah yang menyengat, transformasi Ace-nya berkembang menjadi Yacha Ace. Kekuatan iblis mendominasi dirinya, menguatkan tekadnya untuk memusnahkan semua penjahat di markas ini.


Dengan gerakan yang cepat dan mematikan, Ven meluncurkan serangan-serangan yang mematikan. Penjahat yang berani muncul dari persembunyiannya segera menyadari nasib mereka yang tragis.


Di luar, Dipo dan Ara merasakan gelombang kekuatan yang mengguncang kastil. Mereka tahu bahwa Ven telah memasuki fase pertarungan yang berbahaya.


Tiba-tiba, bulan di langit terbelah, bukan menjadi dua, tetapi empat. Gelombang tebasan dari Yacha Ace telah menciptakan keajaiban yang menakjubkan.


Namun, kekuatan Yacha Ace juga memakan waktu. Ven bisa merasakan tubuhnya melemah dengan cepat. Dia harus menyelesaikan pertarungan ini dengan segera sebelum kekuatannya habis.


Di dalam kastil yang sunyi, suara teriakan dan bentakan telah reda. Ara berhasil membebaskan semua orang yang disandera oleh penjahat, memandu mereka keluar dari markas yang mengerikan.


Sementara itu, Dipo berusaha mencari keberadaan Ven. Dia merasa kekhawatiran yang mendalam saat merasakan bahwa kekuatan Ven sudah mulai memudar. Setiap detik berlalu semakin berharga.


Tiba-tiba, suara gemuruh air menghantam telinga Dipo. Dia berlari menuju sumber suara dan menemukan Ven hanyut dalam sungai yang deras. Wajah Ven pucat, dan matanya hampir kehilangan cahaya.


Dengan kekuatan yang tersisa, Dipo melompat ke dalam air dan dengan susah payah berhasil membawa Ven ke tepi danau. Dia meletakkan Ven di tanah, bernapas dengan berat.


"Dipo... terima kasih," desis Ven dengan suara yang lemah.


Dia menghela napas dalam-dalam, mencoba untuk mengumpulkan tenaga yang tersisa.


Dipo mengangguk, penuh kelegaan.


"Kita harus segera keluar dari sini. Ara dan para tawanan menunggu di luar."


Dengan tekad yang kuat, Dipo membawa Ven melalui hutan yang gelap, menuju keluar dari kastil yang angker itu. Mereka tahu bahwa bahaya masih mengintai, dan perjalanan mereka belum berakhir.


Setelah berhasil membebaskan para sandera, Dipo, sekarang kembali sebagai Demon Lord yang menggendong Ven, dan Ara berjumpa dengan Agus dan Mika di pinggiran Kota Malam. Suasana lega terasa di udara.


"Dipo, Ven, terima kasih banyak atas bantuan kalian," ucap Ara, penuh apresiasi.


Demon Lord Dipo tersenyum rendah hati.


"Kami melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Semoga kalian semua dapat melanjutkan hidup dengan damai."


Di tempat lain, Ara menghampiri Amon dengan wajah penuh penyesalan.


"Amon.aku meminta maaf atas segala kekacauan yang kutebar sebelumnya. Dan ini senjatamu kembali."


Amon menerima senjatanya dengan penuh terima kasih.


"Terima kasih, Ara. Kita semua memiliki alasan kita sendiri dalam perjalanan ini."


Mika melangkah mendekati Ven yang terlihat lemah.


"Terima kasih, Ven. Kekuatanku bertambah berkatmu. Dan aku yakin kita akan berhasil mencapai Power of Light bersama-sama."


Ven tersenyum lemah.


"Aku berjanji akan melakukan yang terbaik. Bersama, kita akan menghadapi segala rintangan."


Setelah pertukaran kata-kata yang hangat, mereka semua kembali ke Kota Malam, siap untuk melanjutkan perjalanan mereka mencari Power of Light. Tapi mereka juga tahu bahwa tantangan baru akan menanti mereka. Kekuatan dan persahabatan mereka akan menjadi kunci keberhasilan.