Escape With You

Escape With You
Chapter 11



Mengerikan!


Kata itulah yang ada di pikiran anak sekolahan jika bertemu dengan hari senin. Mereka selalu mengeluh 'kenapa hari senin ke minggu sangat jauh, sedangkan hari minggu ke senin sangatlah cepat seperti larinya Naruto?'


Kata-kata seperti itulah kira-kira.


Seperti Irina, dia memakai dasinya dengan asal. Menyisir rambutnya dengan secepat kilat. Dia menyampirkan ranselnya di bahu dan menuruni tangga dengan tergesa.


"Mamah kok gak bangunin aku?"gerutu Irina


"Gak dibangunin ya? Mamah udah bangunin kamu lebih dari lima kali tapi kamu gak bangun-bangun."ucap Aleta santai


"Yaudah mah, aku sarapan di sekolah aja ya! Telat nih telat."ucap Irina seraya berlalu dari sana


Tentang Ethan, cowok itu tidak memberitahu Irina apa yang terjadi kemarin. Dia juga pulang jam tiga pagi, menginap di gudang Irina. Dan memberikan gadis itu penawaran yang aneh.


Irina memasuki mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh mang Udin.


"Mang, cepetan ya jalannya. Aku upacara nih."ucap Irina


"Iya neng Irina tenang aja. Mang Udin 'kan udah pro."


Irina terkekeh mendengar perkataan mang Udin.


Mobil sudah terparkir dihalaman tepat bel dibunyikan. Untung saja Irina sempat masuk gerbang. Irina berjalan di koridor kelasnya dengan langkah yang tergesa.


BRAKK


"Weitss... kalem aja dong Na buka pintu kelasnya..."ucap salah satu anak cowok yang ada dikelasnya


"Gak bakalan terlambat kok, lagian hari ini kita gak upacara... yeay..."


Sorak sorai murid di kelas itu sangatlah bising. Irina melangkahkan kakinya ke tempat duduknya yang sudah ada Ethan di sana.


"Kenapa gak upacara?"tanya Irina seraya mendudukan dirinya


"Katanya sih, ada anak guru yang meninggal. Jadi, kita bakalan di bubarin bentar lagi."jelas Ethan


Irina mengangguk dia menatap bangku yang berada di depannya.


"Gita sama Dewi belum dateng?"


"Mereka udah dateng, tapi balik lagi karena bentar juga bakalan di bubarin."


Kalo tahu begitu Irina tidak akan berangkat sekolah hari ini. Padahal tadi dia sangat takut untuk terlambat sampai tidak sempat mandi segala.


"Kita kabur, yuk!"usul Ethan


"Ngapain? Bukannya bentar lagi juga bub--"


Belum sempat Irina menyelesaikan ucapannya, tangan kanan nya sudah di tarik oleh cowok itu. Mereka berdua berlari ke belakang sekolah.


"Lo, gila?"


"Iya. Gue emang udah gila,"Ethan menatap Irina lalu mengalihkan pandangannya pada pagar tembok. "Ayo naik!"


Irina mendengus kesal, tapi tetap saja menaikan kakinya kesana, tetapi saat mau melomat turun Irina menelan ludahnya.


"Lebih tinggi daripada yang di rumah gue."gumamnya


"Kenapa diem aja? Ayo turun!"ucap Ethan yang entah sejak kapan sudah ada di bawah sana. "Ah gue tau, lo pasti takut."


Irina geram karena di dalam ucapan Ethan terselip nada mengejek. "Enak aja. Oke gue loncat! Jangan ngintip lo!"


Irina meloncat dengan menutup kedua matanya.


Eh kok gue gak ngerasa apa-apa? Jangan-jangan gue udah mati?


Irina membuka satu matanya, dan langsung membelalakan matanya saat mendapati dirinya ada di gendongan cowok itu.


Sial! Dia can-eh cakep banget!


"Mengagumi, eh?"


Irina mendorong dada Ethan. Membuat turun dengan kakinya sendiri di tanah.


"Terus sekarang kita mau kemana?"tanya Irina


"Gue mau balik! Kalo lo, terserah aja."


Dengan teganya Ethan meninggalkan Irina yang sedang melongo. Jadi dirinya tadi di bohongi oleh Ethan.


"Ck, dasar cocan lo!"maki Irina


Karena Irina orangnya mudah penasaran. Dengan langkah yang sangat pelan dia mengikuti cowok itu. Dia menatap gedung tua yang sudah tidak terpakai di depannya.


Saat Ethaan sudah memasuki gedung itu, Irina mulai mendekati pintu masuk. Irina menelan ludahnya saat mendengar decitan pintu yang nyaring, debu-debu dan jaring laba-laba menyapa pandangannya saat pertama kali dia melangkah masuk.


Gila! Gue gak percaya ini, kenapa gue malah ngikutin tuh cowok?


"Siapa lo?"


Sebuah suara dari belakang, menganggetkan Irina. Dia membalikan badannya, sesaat tubuh nya mematung lalu mundur ke belakang. Lain kali jika Irina penasaran dia tidak akan mengikuti kemauan yang ada di hatinya. Dua orang berbadan agak besar dengan penampilan yang sangar berada di hadapan Irina.


"Malah diem. Siapa lo? Ken--"


"Dia temen gue!"


Entah terselamatkan atau justru malah membuat jantung Irina berdetak dengan cepat. Di sampingnya ada seseorang yang merangkul bahunya, dan dia shirtless.


"Kenapa lo ngikutin gue?"tanya Ethan seraya mengeratkan rangkulannya


Detak jantung Irina berpacu sangat cepat. Apalagi kini tubuhnya menempel dengan cowok itu.


"G-gue--"


"Wih... pinter juga lo pilih cewek! Bening banget, cuy!"ucap cowok yang berambut gondrong seraya meninju pelan bahu Ethan.


Ethan melepaskan rangkulannya pada Irina. Dan merangkul kedua cowok yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Gue kira lo belum bebas dari penjara."


Hah? Penjara?


Pendengaran Irina hanya bisa menangkap kata-kata itu saja. Dan yang lainnya blank karena dia melamun.


"Kebiasaan lo, suka ngelamun."ucap Ethan seraya mengenggam tangan Irina, entah sejak kapan cowok itu sudah mengenakan kausnya.


Irina mengikuti langkah Ethan, jalan semakin menyempit dan terdapat tangga-tangga yang naik ke atas di depan sana. Setelah sampai di tangga yang terakhir Ethan membukakan pintu yang berada di sana. Ternyata mereka ada di atap gedung.


Irina bisa melihat seluruh kota dari atap sini. Senyum tersungging di bibirnya. Puncak-puncak pohon terlihat sangat jelas, rumah-rumah berjejer rapih, dan juga kendaraan yang berlalu lalang di jalan kota.


"Gimana penawaran gue kemarin?"tanya Ethan yang berdiri di samping Irina


"Yang mana?"


"Jangan pura-pura gak tau!"


"Gue beneran lupa!"bela Irina


"Oke biar gue perjelas lagi. Gue pengen, lo ijinin gue tinggal di gudang belakang rumah lo, dan gue bakal nunjukin banyak hal menarik! Biar hidup lo gak monoton-monoton amat."


Irina menghela napasnya. "Kenapa lo ngebet banget pengen tinggal di gudang rumah gue?"


"Karena itu tempat yang aman menurut gue."


"Kenapa harus gue?"tanya Irina bingung. "Kenapa lo harus sama gue? Kenapa gak sama yang lain aja?"


Ethan tersenyum miring seraya menatap Irina dari atas sampai bawah. Irina yang di tatap seperti itu memalingkan wajahnya yang sudah memerah.


Sial! Kenapa dia imut banget.


"Gimana kalo gue bilang, gue tertarik sama lo."ucap Ethan


"Ha. Ha. Ha. Lucu!"jawab Irina dengan tawa yang terkesan dipaksakan


"Gue serius! Dan gue juga tahu,"Ethan mengambil satu langkah untuk lebih dekat dengan Irina, dia memajukan wajahnya menjadi sejajar dengan gadis itu. "Lo sebenernya penasaran 'kan sama gue?!"


Irina memundurkan wajahnya. "Sok tau, lo!"


Irina melangkahkan kakinya mendekat ke tepian pembatas, dia melongokan kepalanya ke bawah. "Tinggi gedung ini seberapa?"


Ethan yang melihat itu tercekat, dia menarik baju seragam Irina dan satu tangan yang lain melingkar di perut gadis itu. "Irina!"


Irina menahan napasnya saat merasakan punggungnya menempel di bagian depan tubuh cowok itu. Apalagi saat merasakan hembusan napas di dekat telinganya saat cowok itu berbisik.


"Lo itu terlalu banyak berbohong ya!"


-Tbc


Hola gaes...


Gimana chap ini?


Banyak-banyakin voment nya oke..


Maaf kalo masih banyak typo, dll...


See you next chapter... bhubhay..