Empress

Empress
Proses



Malam yang di tunggu pun tiba, malam yang sudah di persiapkan sedemikian rupa akhir nya tiba


Ilena sudah di dandani sedemikian rupa dengan begitu cantik dan sudah berada di satu ruangan yang Ilena pun baru kali pertama datang ke sini. Ilena duduk dengan debar jantung yang begitu kencang terasa begitu gugup


Disini hanya ada satu kasur tipis dan satu bantal yang nanti nya akan di gunakan Ilena yang mungkin akan di bagi dengan Putra mahkota juga, lengkap dengan beberapa hidangan juga


Hati Ilena begitu pilu saat mentap diri nya sendiri di pantulan cermin itu, malam ini akan menjadi malam yang mengubah hidup nya untuk selama-lama nya


"Yang Mulia Putra Mahkota telah tiba..," teriak pelayan dari luar


Ilena langsung berdiri lalu memberi hormat pada Putra Mahkota


Putra Mahkota langsung duduk dan di ikuti oleh Ilena. Para pelayan langsung menutup semua pintu dan membuat Ilena terkejut melihat itu, dan Putra Mahkota langsung bisa menangkap keterjejutan itu


"Mereka tak kemana-mana menunggui mu sampai pagi..," desis Putra Mahkota


Ilena tak menjawab hanga menundukan kepala nya


"Kau sudah tau apa yang akan kita lakukan malam ini?" tanya Putra Mahkota


"Iya tuan ku..," jawab Ilena dengan suara lembut nya, dan membuat Putra Mahkota sedikit terperanjat mendengar suara yang begitu syahdu. Ya, ini kali pertama kedua orang itu bicara secara langsung


"Kemari" titah Putra Mahkota sambil menepuk tempat kosong di samping nya. Ilena pun bergerak mendekat dengan jantung yang rasa nya hampir lepas


Berlahan Putra Mahkota melepas hiasan yang ada di kepala Ilena, sambil sesekali menatap wajah cantik wanita yang terlihat sangat gugup itu


Jantung Ilena berdegup kencang karena dia tau apa yang akan terjadi selanjut nya


Setelah melepas semua hiasan kepala Ilena tangan Putra Mahkota menarik ikatan baju Ilena hingga semua nya terlepas dan hanya meninggalkan baju putih yang menutupi tubuh Ilena


Seketika wajah Ilena memerah karena malu, jantung nya terasa ingin melompat keluar dari dada nya


Berlahan Putra Mahkota membaringkan tubuh Ilena kekasur tipis itu, merapikan rambut yang menutupi wajah cantik Ilena sambil terus menatap manik mata dengan tatapan sendu itu. Putra mahkota melihat ada raut ketakutan disana


"Kau tak perlu takut..," kata Putra mahkota mengelus halus pipi Ilena, sungguh tatapan mata itu akan membuat pria mana saja mabuk


Putra Mahkota meniup lilin yang ada di samping mereka untuk mengisyaratkan kepada pelayan di luar bahwa mereka akan segera memulai nya


Ilena hanya diam menuruti semua yang di arahkan oleh Putra Mahkota


Ilena memejamkan mata nya saat putra mahkota mulai mencium bibir nya


Setelah di rasa cukup prosesi ciuman itu Putra Mahkota segera melepas satu persatu pakaian Ilena dan melepas pakaian nya sendri, Ilena memalingkan wajah nya merasa malu saat melihat tubuh kekar dengan otot sempurna itu terpampang di hadapan nya


Sekarang kedua nya sudah tak mengenakan apapun


Putra mahkota segera menindih tubuh Ilena dan menutupi tubuh mereka dengan selimut


Lalu mulai mencium bibir itu lagi, menyentuh tubuh Ilena dengan jari-jari nya yang lihai


Ilena mulai hanyut dalam permainan lembut ini, desahan demi desahan mulai keluar dari mulut Ilena


"Eemm" Ilena melenguh sambil menahan tangis nya saat Putra Mahkota mulai memasuki nya


"Mau berhenti?" tanya Putra Mahkota merasa khawatir saat melihat Ilena menangis


"Lanjutkan saja..," kata Ilena


"Kau yakin?" tanya Putra Mahkota sambil menatap mata Ilena, Ilena nenganggukan kepala nya tanda setuju


Ilena hanya ingin semua ini cepat berakhir


Malihat Ilena yang yakin Putra Mahkota kembali berusaha memasuki Ilena


"Eemmmm" teriak Ilena tertahan air mata nya mulai keluar, badan nya terasa terbelah dua merasakan sakit yang ada di pusat tubuh nya itu


Setelah Ilena sudah terlihat tenang Putra Mahkota mulai menggerakan tubuh nya


Kedua nya sudah mulai melebur dalam permainan ini


Setelah berhasil menabur bernih di rahim Ilena


Sayup terdengar suara isakan tangis Ilena, karena merasa ibah Putra Mahkota membalik tubuh nya lalu merengkuh tubuh polos Ilena kedalam pelukan nya, memeluk tubuh itu dari belakang, memberikan nya kehangatan dan rasa nyaman


Cukup lama dalam posisi itu akhir nya tangis Ilena tak terdengar lagi, nafas nya sudah mulai teratur, yang arti nya Ilena sudah tertidur dengan lelap


Setelah hampir pagi Putra Mahkota membangunkan Ilena untuk segera merapikan pakaian nya kembali


Ileba memakai pakaian nya dengan gugup sedangkan Putra Mahkota membuang pandang nya


Ilena terkejut saat melihat bercak darah di kasur yang mereka pakai


Putra Mahkota segera melipat kain yang ada di kasur itu lalu menyimpan nya untuk di serahkan pada tetua istana, sebagai bukti malam suci yang mereka lewati bersama


Saat pagi pelayan yang sedari semalam menunggui mereka di depan pintu itu akhir nya membuka pintu nya


Ilena langsung di arahkan untuk kembali ke kamar nya sedangkan Putra Mahkota pergi ke ruangan tetua untuk melakukan prosesi selanjut nya


Di kamar Ilena, Putri Ara sudah menunggu dengan gelisah


Ilena bergegas menuju kamar nya dengan di kawal beberapa pelayan kerajaan yang akan melayani nya mulai sekarang


"Kakak..," kata Putri Ara pada Ilena yang tengah duduk di pinggiran ranjang itu


Lalu mengelus kening Ilena


"Kakak baik-baik saja?" tanya Putri Ara


Ilena dan pelayan lain hanya diam dan bingung dengan omongan sang Putri


"Pasti dia kasar pada mu..," kata Putri Ara


"Pasti kau sangat kesakitan..," sambung nya


Ilena dan pelayan membulatkan mata mereka masing-masing


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana teriak kakak semalam..," kata Putri Ara


Semua pelayan tersenyum simpul kearah Ilena


"Apa maksut tuan Putri" tanya Ilena


"Kening mu kak..," kata Putri Ara


"Ada apa tuan Puutri?" bingung Ilena


"Heiss kakak ku sangat pandai menyentik kening..," kata Putri Ara


Keadaan semakin membingungkan untuk Ilena dan para pelayan


___________________


Beberapa malam sebelum nya


"Memang nya malam suci itu apa?" tanya Putri Ara pada Pangeran Sean


"Aaa, malam suci itu adalah pertandingan jentik kening..," jelas Pangeran Sean bohong karena bingung harus mengatakan apa pada gadis polos ini


"Oh, melakukan itu untuk apa persiapan yang banyak.., "desis sang Putri, lalu pergi


__________________________


Akhir nya para pelayan dan Ilena mengerti arah omongan Putri polos ini


"Aaa, iya tuan Putri, Putra Mahkota sangat pandai" desis Ilena dengan muka memerah karena malu


Kejadian semalam kembali terputar di ingatan Ilena bagaimana dia dan Pangeran Neron menghabiskan malam bersama, bahkan Ilena ingat betul bagaimana sang Pangeran menenangkan diri nya dengan memeluk tubuh nya erat


____________