
Putra Mahkota berhasil menyakinkan ibu Ilena. Ilena pun bisa kembali ke Arts dengan tenang. Ibu Ilena dan Jeno mengantar Ilena ke bandara
"Kami di tinggalkan ayah saat umur kakakku masih sangat kecil, bahkan umur ku baru 2 tahun saat itu jadi kami sangat saling mencintai, aku tak bisa melihat nya terluka," cerita Jeno pada Neron
"Karena dia bilang mencintai mu, ku harap kau bisa menjaga kakak ku, " sambung Jeno
"Aku faham betapa sulit nya posisi mu sekarang, tapi kau sudah berjanji pada ibuku, untuk membawa nya kemana pun kau pergi.. jadi tepati janji mu seperti seorang pria sejati," sambung Jeno. Putra Mahkota memeluk tubuh Jeno "Akan ku pegang janji ku" kata Neron sambil tersenyum dan merangkul tubuh Jeno dengan hangat
________
Sementara itu Pangeran Sean sedang melamun di dalam pesawat menuju kembali ke Istana, Putri Ara tak menghadiri cara yang harus nya mereka hadiri Putri Ara pulang ke terlebih dahulu dan meninggalkan Sean, itu benar-benar membuat Sean merasa khawatir
Saat tiba di istana Pangeran Sean mencari putri Ara ke kamar nya tapi malah mendapat jawaban bahwa Putri Ara menemani ibu ratu ke Cina selama 3 hahi, Pangeran Sean mengusap muka nya dengan kesal. Berkali-kali dia mencoba menghubungi Ara tapi nihil nomor HP-nya tak bisa di hubungi
Bayangan Putri Ara yang menangis saat itu membuat Sean mengacak rambut nya frustas, kepala nya berdenyut pening, mertuki kebodohan nya
Sedangkan Ara sedang asik menguping perbincangan ibu nya dan kakak dari ibu nya itu beserta beberapa orang lain nya yang sedang berdiskusi serius
Putri Ara terkejut saat mendengar bahwa kakak ibu nya itu merniat membuka pabrik besar di pulau Chuang tak hanya itu pabrik tersebut bekerja sama dengan beberapa bos mafia besar
Dan yang membuat Ara tambah terkejut adalah saat Ibu Ratu mengatakan bahwa mereka akan mengesahkan peraturan NOL PAJAK untuk perusahan besar saat Putri Ayana sudah resmi menjadi Ratu nanti dan yang lebih luar biasa lagi pabrik itu akan mengelola obat-obatan terlarang dan di masa depan kerajaan akan melegalan semua itu dengan alasan pabrik itu ikut meningkatkan perekonomian negara
Putri Ara terdiam lalu buru-buru ke kamar nya dan mencatat semua yang di ingat takut dia melupakan nya
Tiba saat nya semua orang untuk makan malam dengan cepat Putri Ara menyelinap ketempat diskusi mereka tadi lalu mengcopy semua data yang di laptop itu ke HP-nya
_______
Neron dan Ilena sudah tiba di Istana beberapa hari yang lalu dan sekarang tengah berada di kamar Nero bersama Pangeran Sean juga
Sebelum mereka pulang dari LA Pangeran Sean menelpon Putra Mahkota dan mengatakan bahwa dia menemukan kode seperti yang ada pada lukisan tempo hari di ruangan rahasia nya. Putra Mahkota mengajak Ilena agar bisa menterjemahkan semua nya
"Besar kemungkinan bahwa kau adalah kunci dari masalah kami," kata Putra Mahkota "Dengar Ilena, ayah mu adalah orang kepercayaan ayah ku, dan kami menemukan kenyataan bahwa ayah ku wafat karena di lenyapkan, dan aneh nya semua orang kepercayaan ayah ku juga wafat tak lama dari itu" jelasa Pangeran Sean
"Jadi maksud nya ayahku juga di lenyapkan karena tau sesuatu?" kata Ilena bergetar takut
"Tepat.." sahut Putra Mahkota "Dan itu lah alasan kenapa ayah mu memaksa mu mempelajari sandi-sandi itu " kata Putra Mahkota
"Baca ini" kata Sean meletakan guci yang di temukan nya. Ilena pun mulai mengeja sandi-sandi itu
"Tujuh langka kecil dari pusat, injak lah maka akan berdecit" kata Ilena "Apa maksut mu?" tanya Pangeran Sean "Itu bacaan nya," kata Ilena
Pangeran Sean pun mencatat semua yang di terjemahkan Ilena "Pulau Chuang tidak untuk Jiyan, " baca Ilena lagi dan kembali membuat dua pria itu kebingungan
"Jiyan? kau yakin Ilena?" tanya Neron lagi untuk menyakinkan dirinya "Iya Yang Mulia" jawab Ilena yakin
"Dia ayah Putri Ayan dan kakak Ibu Ratu" kata Putra Mahkota "Sean kita akan menyelidiki Jiyan mulai besok" kata Putra Mahkota
"Baik lah kakak," kata Pangeran Sean lalu pergi meninggalkan kamar Neron
"Ilena ada apa?" yanya Neron pada Ilena yang melamun "Apa ayahku di bunuh?" tanya Ilena dengan mata sayu dan berkaca hampir menangis itu
Putra Mahkota menarik tubuh Ilena kepelukan nya lalu mengecup punca kepala nya. Ilena mulai menangis mendapati kenyataan pahit ini, ayah nya di lenyapkan dengan sengaja
"Kenapa semua orang di sini kejam," gumam Ilena "Aku tak bisa hidup di tempat gila ini," sambung nya "Aku juga sudah lelah dengan semua kegilaan ini, " jawab Putra Mahkota. Putra Mahkota menggenggam tangan Ilena
"Saat semua nya sudah berakhir, apa kau mau menemani ku berkeliling dunia? apa kau mau menemani ku hidup bebas dan menjadi warga biasa?" tanya Neron serius
"Setelah menyelesaikan semua ini ayo pergi bersama dan besarkan dia bersama," kata Putra Mahkota sambil mengelus perut Ilean
Ilena hanya menjawab dengan anggukan kecil kepala nya di sertai dengan tangis haru nya "Ayo pergi tinggalkan Istana ini setelah semua tanggung jawab ku selesai," bisik Neron sambil mengelus rambut Ilena