Empress

Empress
Persiapan



Pagi ini seperti biasa Ilena masih menjalankan kewajiban nya untuk mengurus semua kebutuhan Ibu Suri sebagai pelayan nya


Irene sedang memijat kaki Ibu Suri yang kata nya terasa keram setelah seharian berdiri di acara yang di hadiri nya kemarin


"Kau marah pada ku?..," tanya Ibu Suri pada Ilena


"Apa yang anda kata kan yang mulia..," kata Ilena langsung bersimpuh karena merasa tak enak


"Kau mendiamkan ku..," desis Ibu Suri merajuk


"Tidak begitu yang mulia..," jawab Ilena


Ibu Suri ikut bersimpuh di lantai mensejajarkan diri nya dengan Ilena


"Kau tau kenapa aku memutuskan untuk memilih diri mu..," kata Ibu Suri sambil menggenggam tangan Ilena


"Karena aku hanya percaya pada mu dan yakin pada mu.. aku sudah lama mengenal mu dan keluarga mu..," sambung Ibu Suri


"Bantu kami menyelamatkan keluarga kerajaan..," sambung Ibu Suri lagi


Ilena tersenyum meski dengan hati nya yang perih


Ibu Suri memeluk tubuh Ilena dengan hangat


__________


"Hei..," kata pangeran Sean pada Ilena yang tengah duduk


"Pangeran..," kata Ilena langsung memberi hormat


"Tak ada orang lain di sini, jangan terlalu formal pada ku..," pesan Pangeran Sean


"Ku kira kau menangis lagi" kata Pangeran Sean


"Tidak tuan ku, rasa nya aku sudah lelah menangis" jawab Ilena sambil tersenyum kaku kearah Pangeran Sean


"kakak, kenapa kau bersama pangeran aneh ini disini?" kata Putri Ara mengagetkan mereka berdua


"Tuan Putri" sapa Ilena sambil tersenyum hangat


"Minggir" kata Putri Ara lalu duduk menyempal di antara Pangeran Sean dan Ilena yang membuat Pangeran Sean hampir terjatuh


"Heis" desis Pangeran Sean kesal


"Kakak.. aku di beri tugas untuk membuat teks dalam bahasa inggis, aku butuh bantuan mu kakak..," rengek Putri Ara pada Ilena


"Tak hanya jelek kau juga bodoh" desis Pangeran Sean di telinga Putri Ara


Putri Ara tak menjawab hanya mentap sang Pangeran dengan tatapan yang mematikan


"Baik aku pergi sekarang" kata Pangeran Sean saat melihat tatapan menakutkan itu dan beranjak pergi


Ilena pun pergi bersama Putri Ara menuju kamar nya


Di jalan menuju kamar Putri Ara tak sengaja mereka bertemu dengan rombongan Putra Mahkota


Ilena langsung minggir dan menundukan kepala nya sebagai tanda penghormatan saat rombongan itu lewat


Putra Mahkota melirik Ilena dengan unjung mata nya, lalu berjalan dengan angkuh lagi


"Hais kenapa dia sangat dingin..," desis Putri Ilena dengan tatap sebal kearah sang kakak


Putri Ara dan Ilena pun melanjutkan perjalanan mereka saat tiba di kamar Putri Ara, Ilena langsung membatu Putri Ara menyelesaikan tugas nya


Setelah selesai Ilena membatu Putri Ara mengemas barang-barang nya


"Yang Mulia Ratu telah tiba" teriak salah satu pelayan


Ilena langsung berdiri tegap dengan menundukan kepala nya memberikan salam pada Ratu Arts yang baru saja tiba


"Ibu..," renegek Putri Ara manja pada ibu nya


"Sedang apa putri?" tanya Ratu


"Banyak..," jawab Putri Ara mengadu


"Ibu boleh aku tidur dengar kak Ilena malam ini?" tanya Putri Ara penuh harap untuk di izinkan


"Tidak Putri" jawab Ratu


"Dia harus mempersiapkan malam suci yang akan di lakukan 3 hari lagi..," jelas Ibu Ratu


Mendengar itu sekujur tubuh Ilena bergetar hebat


"Malam suci apa?" polos Putri Ara yang belum tau makna dari malam suci itu


"Jadi tidak boleh?" tanya Putri Ara lagi dengan rengekan nya


"Kau akan tidur dengan ibu malam ini" kata Ratu


"Yeees..," semangat Putri Ara merasa senang


"Pelayan bawa dia dan lakukan semua yang perlu..," titah sang Ratu pada pelayang


"Sesuai perintah yang mulia..," sahut para pelayan


"Mari..," kata salah satu pelayan pada Ilena


Ilena pun menurut dan mengikuti beberapa pelayan itu


"Kak.. semoga malam suci nya berjalan dengan baik..," teriak Putri Ara pada Ilena, sedangkan Ilena hanya mampu tersenyum kecut


______________


"Sekertaris Han bagaimana dengan jadwal ku besok..," tanya Putra Mahkota pada sekertaris nya


"Semua kegiatan anda tiga hari kedepan akan di gantikan oleh Pangeran Sean yang mulia..," jawab sekretaris nya


"kenapa?" tanya Putra Mahkota


"Anda harus mempersiapkan malam suci..," jelas sekretaris Han


"Apa? secepat ini?" desis Putra Mahkota


"Maaf tuan ku semua sudah di atur oleh para tetua" jelas nya lagi


_________


Ilena tengah duduk di kamar yang sudah di persiapkan untuk nya. Kamar ini masih di area kediaman Putra Mahkota namun jarak nya cukup jauh dari kamar utama


Beberapa pelayan tengah mengoles tubuh Ilena dengan berbagai wewangian begitu juga dengan rambut nya


"Anda punya kulit yang sangat bagus" puji salah satu pelayan itu


"Terima kasih" jawab Ilena


Pagi ini Ilena harus menemui tetua untuk belajar tata cara malam suci itu


Saat Ilena lewat semua pelayan istana berbisik tentang bagaimana beruntung nya dia bisa menerima anugrah ini


Tidak dengan Ilena hati nya terasa pilu akan takdir hidup nya yang sangat nelangsa tapi bisa apa Ilena hanya bisa menerima takdir nya


Setelah mendengar semua penjelasan dari tetua, Ilena di suruh untuk ke perpustakaan untuk membaca beberapa buku tentang semua yang berkaitan dengan malam suci itu dan hal-hal yang harus di lakukan nya. Disana Ilena membaca beberapa buku yang di sarankan oleh para tetua


"Hei jelek" sapa Pangeran Sean jahil pada Putri Ara yang terlihat sangat murung itu


Putri Ara hanya diam tak merespon merasa begitu malas untuk meladeni ocehan Pangeran Sean itu


Kesal karena pengacuhan itu Pangeran Sean menarik tangan sang putri dengan tiba-tiba keseimbangan Putri Ara oleng dan akhir nya terjatuh kepelukan Pangeran Sean


Cukup lama mereka saling tatap dengan keadaan seperti itu


Jantung Putri Ara berdetak tak karuan seperti ingin melompat dari dada nya


Seketika Putri Ara terjatuh saat Pangeran Sean melepas penganggan nya pada pinggang Putri Ara


"Aaa" teriak Putri Ara


"Yaampun, kau baik-baik saja?" kata sang Pangeran saat melihat Putri Ara jatuh dan mendaratkan tubuh nya dilantai


"Kau sengaja melakukan nya kan?" desis Putri Ara sambil meringis menahan sakit


"Sungguh aku tak sengaja..," kata Pangeran Sean dan membantu sang Putri untuk berdiri


"Dimana Ilena biasa nya bersama mu..," tanya Pangeran Sean


"Aaaa, aku sangat kesepian..," rengek Putri Ara sedih


"Kak Ilena sedang mempersiapkan malam suci..," sambung Putri Ara


"Apa? secepat itu?..," desis Pangeran Sean


"Memang nya malam suci itu apa?" tanya Putri Ara


Pangeran Sean pun menjelas kan nya pada Putri Ara


"Aaa, hanya melakukan itu? Kenapa persiapan nya sangat rumit.., " desis Putri Ara lalu meninggalkan Pangeran Sean