
Setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya di luar istana Putra Mahkota segera menemui Putri Ara adik nya yang dirasa sangat menyebalkan itu
"Ini," kata nya menyodorkan bungkusan makanan pada Ara "Apa ini.. Roti coklat?" tanya Ara sambil melihat isi dari bungkusan itu
"Kenapa sangat banyak?" tanya Ara "Saat aku melihat roti ini aku teringat pada mu," jawab Neron seperti tak acuh
"Kau bisa memakan nya dengan teman-teman mu itu kan," kata Putra Mahkota "Teman? maksut kakak, kak Ilena?" tanya Putri Ara
"Ohh, saat melihat ini kau teringat pada kak Ilena kan?" kata Putri Ara dengan nada mengejek
"Apa-apaan kau ini!" desis Neron kesal
"Kau berikan saja sendiri!" desis Ara sambil mengembalikan bungkusan itu "Ini kesempatan mu untuk minta maaf" kata Putri Ara
Putra Mahkota memberanikan diri nya untuk menemui Ilena langsung, Ilena duduk di depan kamar nya di temani oleh kedua pelayan nya. Putra Mahkota berjalan sendiri tampa rombongan nya sehingga Ilena tak menyadari keberadaan nya
"Masuk lah," perinta Putra Mahkota menyuru Ilena masuk ke kamar nya "Yang Mulia" hormat mereka pada Putra Mahkota "Masuk!" titah nya lagi
Ilena pun masuk lalu berdiri di depan Putra Mahkota yang tengah duduk di kursi dalam kamar nya itu "Duduk lah," kata Putra Mahkota
Ilena pun menurut dan duduk "Ini," kata Putra Mahkota memberikan bungkusan roti coklat itu pada Ilena. Ilena segera membuka bungkusan itu lalu senyum cantik nya mengembang di wajah ayu itu
"Apa ini untuk saya yang mulia?" tanya Ilena "Iya," jawab Putra Mahkota dingin "Terima kasih," kata Ilena dengan mata yang berbinar
"Aku pergi," kata Putra Mahkota langsung berdiri. Belum sampai di pintu tiba-tiba kamar itu mejadi gelap karena mati lampu
"Aaaaaa! " teriak Ilena terkejut sedikit takut
"Ada apa?" tanya Putra Mahkota
"Maaf yang mulia, tapi saya takut," kata Ilena mulai menangis tersedu
"Jangan bergerak, tetap di posisi mu, aku akan menghampiri mu," Neron
Ilena tak bergerak sedikit pun hanya terdengar suara tangisan nya. Ilena segera menghambur ke pelukan Neron saat Pria itu berhasil menemukan nya dalam kegelapan
"Saya takut," Rengek Ilena "Apa yang kau takutkan, ini hanya mati lampu," jawab Neron
"Tapi ini sangat gelap," rengek Ilena lagi "Ya, karena mati lampu!," jawab Putra Mahkota mulai kesal
"Tapi aku takut," rengek Ilena lagi "Ada aku kan!" jawab Putra Mahkota
Ilena tersenyum saat sadar Putra Mahkota memeluk nya dengan erat, pelukan hangat yang selama ini di damba akhir nya dapat juga. Sumpah demi apapun Ilena berharap lampu nya tak hidup sampai besok pagi, agar Ilena bisa berada di pelukan ayah bayi nya sepanjang malam ini
"Yang Mulia..," panggil Ilena "Emm," sahut Putra Mahkota "Maaf tapi saya lelah berdiri," kata Ilena "Ini duduk di sini," kata Neron mengarahkan Ilena untuk duduk di kursi
"Aaa, jangan lepaskan! saya sungguh takut," Rengek Ilena dengan manja nya
"Jadi apa mau mu?" desis Putra Mahkota kesal "Saya akan terus berdiri saja," desis Ilena
"Kau ini!" sebal Putra Mahkota sambil mengangkat tubuh mungil Ilena lalu membawa tubuh mereka berdua keatas ranjang dan memposisikan diri mereka masing-masing di posisi paling nyaman
"Kau senang sekarang!" desis Neron
"Emm, sangat nyaman," jawab Ilena dengan senyuman di wajah nya "Aaa, kapan lampu nya akan hidup," desis Neron jengkel
"Saya berdoa agar tak hidup sampai pagi" kata Ilena dengan suara yang sangat kecil "Apa maksut mu?" kata Putra Mahkota
Ilena sangat menikmati pelukan ini, sudah hampir setengah jam mereka dalam posisi berpelukan seperti itu. Sungguh Ilena tak mau lampu nya hidup, tapi takdir berkata lain tiba-tiba lampu nya hidup dan menerangi semua ruangan
"Akhir nya," kata Putra Mahkota segera melepas pelukan nya dari Ilena
"Kenapa menangis?" tanya Putra Mahkota dengan nada yang sedikit keras
Ilena tak menjawab hanya menggelengkan kepala nya tapi air mata nya tambah keluar dengan deras
"Kenapa menangis!" kata Putra Mahkota masih dengan nada yang sama "Kau sangat aneh!, sambung nya
"Jangan hanya menangis katakan yang kau mau," kata Putra Mahkota lagi dengan nada yang lebih tinggi dari sebelum nya
"Pria menyebalkan ini!" teriak Ilema sambil menangis "Kenapa kau sangat suka membentak!" sambung Ilena sambil tersedu
"Waaa," desis Putra Mahkota saat wanita itu berani meninggikan suara nya
"Lalu kenapa menangis, aku bertanya! kau hanya perlu menjawab," kata Neron
"Bagaimana saya bisa menjawab jika Tuan selalu membentak," jawab Ilena sambil menundukan kepala nya
"Kenapa sangat suka melukai hati ku," desis Ilena terisak. Mendengar itu Putra Mahkota mendekati Ilena
"Baik lah, maafkan aku," kata nya tapi masih dengan nada ketus
"Tapi Tuan harus menemani ku malam ini," Pinta Ilena penuh harap, entah datang dari mana keberanian nya itu
"Apa yang kau kata kan!" desis Putra Mahkota dengan kesal "Hikss..," kata irene Ilena menangis lagi saat menerima penolakan itu
"Maaf Yang Mulia," kata Ilena sambil membungkuk. Putra Mahkota langsung pergi begitu saja tampa menoleh sedikitpun pada Ilena
Melihat Neron sudah keluar kedua pelayan nya masuk dan terkejut melihat sang Nyonya menangis tersedu
"Nyonya..," desis kedua nya "Aku tak apa. Aku yang salah," kata Ilena sambil tersenyum getir
Ilena merutuki kebodohan nya bagaimana bisa dia berharap seperti itu. Selang 15 menit Ilena belum juga mau berhenti menangis
Lalu ruangan itu menjadi hening saat Putra Mahkota masuk ke kamar Ilena dengan piama tidur nya
"Yang mulia," hormat mereka
"Kalian berdua bisa tidur di kamar kalian malam ini," kata Putra Mahkota pada kedua pelayan itu
Seketika Ileja tersenyum mendengar itu, Putra Mahkota menyuruh kedua pelayan nya pergi itu arti nya Putra Mahkota akan menemani Ilena malam ini. Kedua pelayab itu pun pamit untuk pergi
"Yang mulia," kata Ilena dengan tatapan berbinar
"Ini sebagai permintaan maaf ku," kata Neron membaringkan tubuh nya di samping Ilena.Dengan girang Ilena membaringkan tubuh nya juga, Irene menatap wajah dingin itu tampa henti..
"Yang mulia, boleh saya memeluk anda?" lancang Ilena "Jaga sikap mu!" desis Putra Mahkota
Ilena hanya diam mendengar jawaban ketus itu "Yang Mulia," kata Ilena dengan berbisik
"Tidur atau aku akan pergi dari sini," desis Putra amahkota
"Aaa, baik lah saya akan tidur," kata Ilena sambil merengek
Ilena memejamkan mata nya tak lama nafas nya mulai beraturan dan bertanda wanita hamil itu sudah tidur. Neron menatap wajah ayu yang sedang tidur itu
Dengan pelan Putra Mahkota menarik tubuh mungil itu kepelukan nya untuk di beri kehangatan. Dan malam ini kedua insan itu tidur dengan berpelukan
______________