Empress

Empress
Kabarmu



Putri Ara berjalan dengan cepat kearah kamar Ilena saat mendengar kabar pelayan di kamar nya jika Ilena jatuh pingsan


"Kakak kanapa? Bagaimana kak Ilena bisa pingsan seperti ini?" tanaya Putri Ara sedih pada pelayan Ilena


"Nyonya kelelahan tuan Putri..," jelas pelayan


Ara terus menggenggam tangan Ilena dan menatap wanit itu khawatir


"Kakak..," panggil Putri Ara saat Ilena mulai membuka mata nya


"Minum dulu Nyonya..," kata Pelayan membantu Ilena minum


Ilena yang masih terlihat sangat lesu kembali memejamkan mata nya, kepala nya berdenyut ditambah perut nya juga terasa begitu mual


"Kakak ku yang malang..," desis Putri Ara mengelus rambut Ilena penuh perhatian


Hari ini Ilena menghabiskan waktu nya di atas ranajang tubuh nya begitu lesu tak bertenaga bahkan hanya untuk sekedar mengunyah makanan saja dirasa sangat mala


________________________


Putra Mahkota yang sekarang berada di luar kota untuk melakukan beberapa pekerjaan yang penting. Entah kenapa dia juga gelisah mengingat bagaimana tubuh Ilena ambruk kemarin


Jika pekerjaan ini tak penting mungkin Neron akan memilih untuk tetap berada di istana dan tak pergi kemana pun untuk memastikan ibu hamil itu membaik dan tak terjadi apapun pada bayi nya


"Yang mulia ada yang mengusik anda?" kata sekertaris nya pada Neron


"Tak ada, aku tak apa..," jawab nya singkat


______________________


"Nyonya anda harus makan..," kata pelayan pada Ilena yang masih berbaring di ranjang


"Baik lah..," jawab Ilena dengan lesu sambil berusaha mendudukan diri nya


"ii nyonya..," kata nya sambil menyodorkan sendok kemulut Ilena, Ilena pun membuka mulut nya dan memakan bubur yang di suapkan oleh pelayan nya itu


"Aku ingat.. bahwa aku tersungkur kearah Putra Mahkota kemarin..," desis Ilena setenga bertanya pada pelayan nya


"Iya, Nyonya anda terjatuh kearah Putra Mahkota, Putra Mahkota yang menggendong Nyonya ke kamar..," jelas pelayan


Ilena hanya diam dan menyimak carita nya sambil mengunyah makanan nya


"Putra Mahkota pergi setelah memastikan Nyonya, mendapat perawatan..," sambung pelayan


Ilena hanya menganggukan kepala nya tanda mengerti


"Yang mulia Ibu Suri telah tiba..," mendengar itu Ilena dan pelayan langsung berdiri


"Yang mulia..," kompak mereka memberi salam


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Ibu Suri


"Saya baik yang mulia..," jawab Ilena sambil menundukan badan nya


"Kau harus makan dengan baik dan beristirahat dengan benar..," pesan Ibu Suri sambil mengelus kepala Ilena penuh perhatian


"Saya mengerti yang mulia" jawab Ilena dengan menunduduk kepala nya


"Istirahat dengan benar, aku tak mau mendengar kalau kau jatuh sakit lagi..," kata Ibu Suri khawatir


"Maafkan saya yang mulia, maaf sudah membuat khawatir..," kata Ilena penuh rasa bersalah


Ibu Suri pun pergi meninggalkan kamar Ilena karena harus segera melakuakan kegiatan nya yang lain


Malam tiba Ilena sudah menghabisakan makan malam nya, sudah meminum susu nya dan tak lupa juga meminum vitamin nya


"Ayo kita tidur..," ajak Ilena pada pelayan nya


"Nyonya harus tidur terlebih dahulu..," jawab mereka


Ilena mencoba memejamkan mata nya tapi, nihil dia belum juga bisa tidur. Entah bagaiman dia terus memikirkan neron


"Nyonya belum tidur?" kata salah satu pelayan nya


"Entah lah aku belum bisa tidur..," jawab Ilena sambil tersenyum dengan begitu manis nya


Ileba mengelus perut nya pelan seakan ingin menenangkan bayi nya juga yang mungkin merasakan hal yang sama dengan nya. Perasaan nya begitu kacau, berlahan air mata nya deras keluar dan jangan lupakan suara isakan nya begitu pilu dan menyimpan banyak kesedihan dan luka


__________


Sore ini sudah 15 menit lebih Ilena berdiri di depan pintu kamar nya. Kedu pelayan nya pun bingung dengan kelakuan sang Nyonya


Ya, Ilena sedang menunggu Putra Mahkota disana sekedar hanya ingin melihat wajah tampan itu


Namun seperti nya Ilena tak beruntung hari ini, yang di tunggu tak kunjung lewat juga. Ilena menghela nafas nya dalam, ada rasa kecewa yang terbersit


"Kakak..," kata Putri Ara riang menyapa Ilena yang masih berdiri di sana


"Tuan Putri" sapa Ilena sambil tersenyum


Lalu memberi hormat begitu juga dengan kedua pelayan nya


"Ini aku membawa ini untuk kita..," kata Ara memperlihatkan bungkusan yang dia bawa


"Waaa..," desis mereka bersama saat membuka kotak pizza dengan pinggiran garing dan keju berlimpah di atas nya


"Ayo kita makan..," kata Putri Ara pada Ilena dan kedu pelayan nya


Dengan semangat Ilena memakan pizza tersebut. Entah, kenapa terasa begitu nikmat


"Kakak suka?" tanya Putri Ara


"Emm..," kata Ilena menganggukan kepala nya sambil tersenyum lebar. Merasa begitu suka dengan rasa pizza itu


Melihat reaksi itu ketiga orang lain nya memutuskan untuk tak mengambil potongan pizza itu lagi. Membiarkan Ilena memakan semua nya karena akhir-akhir ini sangat jarang melihat Ilena makan dengan lahap karena mabuk kehamilan nya


"Emm jarang sekali dia menelpon..," kata Putri Ara sambil melihat layar HP nya


"Hallo..," kata Putri Ara


"Ara dimana kau?" tanya seseorang di panggilan itu


"Aku sedang di kamar kak Ilena kakak..," jawab Putri Ara sambil menatap Ilena


Orang yang menelpon itu adalah Neron, Putra Mahkota mahkota menelpon adik nya itu untuk memastikan suatu hal


"Ada hal penting?" tanya Putri Ara karena sangat jarang sekali kakak nya itu menelpon


"Tak apa..," desis Putra Mahkota


"Bagaimana kabar mu?" sambung Putra Mahkota berbasa-basi


"Haiss, kau ini sangat aneh!..," respon Putri Ara, Neron bukan kakak yang akan menelpon hany untuk menanyakan hal itu


"Aku menanyakan kabar mu.. dan kau bilang aku aneh..," desis Putra Mahkota


"Jawab saja! bagaimana kabar mu dan bagaimana kabar semua orang!..," kata Putra Mahkota


"Kabar ku baik, kami semua baik bahkan aku sedang berpesta sekrang..," jelas Putri Ara


"Bagus lah kalau begitu..," jawab Putra Mahkota langsung memutus panggilan. Paling tidak dia tau Ilena dalam keadaan yang baik hingga bisa ikut berpesta seperti yang di katakan Putri Ara tadi


"Putra Mahkota?" tanya Ilena pada Putri Ara


"Emm..," jawab Putri Ara sambil menganggukan kepala nya


"Putra Mahkota tak ada di istana ya Putri?" tanya Ilena


"Iya kak,  kakak ku sedang berada di luar kota untuk meninjau gedung sekolah baru yang di bangun..," jelas Yerim


Ilena hanya diam pantas saja sudah dua hari dia tak bisa melihat Putra Mahkota


"Kapan Putra Mahkota pulang?" tanya Ilena pada Ara dengan ragu


"Mungkin lusa..," jawab Putri Ara


Ilena hanya tersenyum sambil menganggukan kepala nya


__________